
Krishna lalu menggerakkan kepalanya pada seorang pelayanan yang sedang berdiri tak jauh dari meja mereka.
Tak lama datanglah dua pelayanan dengan dua piring berisikan steak beserta minuman.
Krishna lalu menarik piring Ayura, memotong daging itu menjadi bagian bagian kecil kemudian diberikan kepada Ayura. "Makanlah! Maaf tidak ada rendang disini." Canda Krishna.
Ayura berdecak pelan menanggapi candaan Krishna.Tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih saat Krishna menyodorkan piring steak yang sudah dipotong kecil.
Keadaan sesaat hening sampai datanglah seorang pria paruh baya berdiri tak jauh dari meja mereka dan langsung memainkan biolanya.
Pandangan Ayura terarah pada pria asing itu, kemudian beralih menatap Krishna.
Krishna tau Ayura tengah bingung dan terlihat sedikit canggung. Tapi Krishna hanya menanggapi dengan senyuman.
"Aku harap kamu menyukai semuah pelayanan ini Ay. Kamu nggak papa kan..? Nggak merasa terganggu kan." Krishna hanya ingin memberi pelayanan yang terbaik untuk gadis pujaan ini.
Ayura menggeleng. "Aku menyukai nya Krish." Jawab Ayura sembari tersenyum. Kemudian melirik sekilas pria paru baya itu.
"Makanlah Ay! Atau mau aku siap..?" Canda Krishna. Tapi setelah itu Krishna benar-benar melaksanakan candaanya.
Satu potong daging kecil disodorkan Krishna tepat di depan mulut Ayura. "Makanlah." Ayura kaget, gadis itu belum membuka mulut nya. Hingga Krishna kembali meminta nya untuk membuka mulutnya.
"Oh, ayolah Ay.Buka mulutmu. Aaa...".Pinta Krishna masih berusaha menyuap Ayura
Dan pada akhirnya gadis itu membuka mulut, Krishna tersenyum puas. " Good girl "
Ayura berdecaak kesal. Dan mereka berdua pun menikmati makan malam ditemani alunan musik biola membuat suasana menjadi sangat romantis.
Setelah menikmati steaknya, datang 4 pelayanan,dua membawakan desserts berupa karamel cake, Dan duanya lagi mengambil piring steak yang sudah kosong kebelakang.
Ayura sangat menikmati hidangan penutup itu. Krishna sendiri tidak menyentuh desserts nya, dia malah asyik menikmati wajah cantik Ayura yang nggak ngebosanin. Hingga gadis itu dibuat kikuk saat netra mereka beradu.
"Apa itu enak..?" Tanya Krishna.
Ayura mengangguk. "Iya. Ini sangat enak."
Tangan Krishna terulur kedepan dengan ibu jarinya mengusap bibir Ayura yang sedikit blepotan karena cake itu. Tanpa canggung dia langsung menjilat Ibu jarinya. "Iya, ini sangat enak." Ucap nya santai
"Krish.. " Pekik Ayura sembari melotot.
Krishna hanya tertawa kecil, dan selanjutnya dia kembali memandang wajah Ayura.
"Mengapa terus memandangi ku..?" Tanya Ayura canggung
Krishna tersenyum. "Aku hanya ingin menikmati ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang sedang berada di hadapan ku ini" Puji Krishna, walaupun terdengar gombal ditelinga Ayura, tapi memang itulah kenyataannya.
"Ck! Kamu berlebihan Krish." Ayura membuang muka, Wajahnya langsung merona, mendengar pujian Krishna. "Aku tidak secantik itu Krish,diluar sana masih banyak gadis yang lebih cantik dariku, yang begitu menggilaimu. Tinggal saja tunjuk mana yang kamu mau, mereka bahkan langsung mau menjadi kekasih mu."
"Tapi aku tidak menyukai mereka. Karena sudah ada seseorang yang menempati hatiku saat ini." Netra Krishna terus memandang Ayura. "Apa kamu inggin tau siapa gadis itu..?" Tanya Krishna
Ayura yang baru saja menyuapi sesendok karamel cake, hanya diam tanpa bisa mengunyah cake itu. "Emang siapa gadis beruntung itu..?" Tanya Ayura kemudian mengunyah cake itu. Tapi netranya terus memandang Krishna menunggu jawaban.
Krishna tersenyum senang, di raihnya sebelah tangan Ayura diatas meja lalu digenggamnya.
__ADS_1
Sontak saja Ayura terkejut , menatap tangannya yang sedang digenggam Krishna. "Kamu Ay."
"Ha..?"
"Kamu gadis yang tengah mengisi hatiku saat ini, kamu gadis yang aku sukai."
Sontak saja, ungkapan perasaan Krishna membuat Ayura tersedak karamel cake. " Uhuk.. uhuk... uhuk.. "
Krishna kaget, buru buru bangun menghampiri Ayura, menyodorkan segelas minum sembari mengusap lembut punggung Ayura.
"Maaf Ay, aku nggak bermaksud membuat mu kaget sampai tersedak seperti ini." Sesal Krishna masih mengusap punggung Ayura.
"Nggak papa Krish." Ucap Ayura sembari memulas sebuah senyuman.
Setelah kondisi Ayura membaik, Krishna lalu berjongkok disamping Ayura, menarik sebelah tangan Ayura.
"Ay, tapi aku serius dengan ucapanku tadi. Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasih ku..?" Ucap Krishna sembari menatap dalam Netra Ayura
Ayura bergeming, dia tidak tahu mengatakan apa, baginya ini terlalu terburu-buru, walaupun dia sudah bisa merasakan sesuatu yang lain dari makan malam ini, tapi dia tidak menyangkan kalau Krishna akan mengutarakan isi hatinya sekarang.
Pikirnya mereka masih dalam tahap penjajakan, masih ingin mengenal satu sama lain.
Ini terlalu cepat dan dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
"Ay.. " Panggilan Krishna membuyarkan lamunanya.
"Krish.." Lirihnya.
Krishna kemudian berdiri menghampiri Ayura diulurkan tangannya kehadapan Ayura membuat gadis itu bingung, apa lagi ini, pikirnya.
"Mau kah kamu berdansa dengan ku..?" Sontak Ayura menggeleng.
"Aku tidak bisa berdansa Krish." Tolak Ayura panik.
"Aku akan mengajarimu. Ayolah Ay, kumohon jangan terus menolak ku." Ucap Krishna sendu, dan akhirnya gadis itu pun mengangguk mengiyakan ajakan Krishna
"Baiklah, tapi jangan nangis kalau ku injak kaki mu nanti" Krishna terkekeh, Ayura pun tersenyum.
Dengan irama dari biola itu Krishna lalu berdansa dengan Ayura, Ayura tidak tahu harus berbuat apa, hingga Krishna menyematkan kelima jarinya pada jari jari lentik Ayura.menarik sebelah tangannya diletakan di punggung nya.
Sedangkan sebelah tangan Krishna telah memeluk posesif pinggang Ayura.
Tubuh keduanya begitu rapat, Krishna tersenyum puas, dipandagi terus wajah Ayura membuat gadis itu kikuk.
"Jangan dilihat terus Krish. Aku malu."
"Kamu sangat cantik Ay, Aku begitu menyukai mu. Aku tidak tahu kapan rasa itu ada, tapi yang jelas Aku sangat senang saat bersama mu, dan begitu merindu saat tak berjumpa. Aku mengumpulkan keberanian ku untuk malam ini. Aku tahu ini terlalu terburu-buru buat mu tapi Aku harap kamu secepatnya menjawabnya." Netra keduanya beradu saling mengunci.
Dapat terlihat tatapan memohon dari mata Krishna. Ayura sesekali membuang pandangan, sesekali tersenyum canggung. Karena sesungguhnya dia begitu canggung dengar situasi seperti ini.
Karena baru pertama kali ini dia mendapat pengakuan cinta dari seseorang pria. Jadi dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Dan Aku harap kamu tidak menolak ku Ay, karena itu akan sangat menyakitkan ku." Ujar Krishna lagi , kemudian meletakkan dagunya pada bahu Ayura.
__ADS_1
Ayura kaget, tubuhnya menegang, berada seintim ini dengan seorang pria.
Ayura yang ingin mendorong tubuh Krishna pun tak jadi karena pria itu menolaknya, sehingga keduanya tetap dengan posisi ini sambil bergerak kekiri dan kekanan dengan pelan.
Puas berdansa, keduanya memutuskan pulang, baik Ayura maupun Krishna sama-sama diam. Tak ada yang berniat membuka suara bahkan sampai mobil mereka berhenti di depan lobi hotel tempat mereka menginap. Tak ada yang berani membuka suara. Masing-masing dengan pikirannya.
Ayura tahu Krishna pasti kecewa dengan nya. Tapi bagaimana pun dia sendiri tidak tahu dengan hatinya, menerima atau menolak..?
Krishna lalu mengantar Ayura sampai didepan pintu kamar. Menyuruh Ayura masuk dan langsung pergi kekamar nya. Ayura merasa sedih karena biasanya Krishna ikut masuk, duduk sebentar sambil melempar candaan candaan yang membuat Ayura tertawa.
Ayura merasakan ada yang hilang.
Setelah membersihkan diri Ayura lalu bergegas berbaring diatas kasur empuknya. Pikirnya terus tertuju pada kejadian tadi membuat nya tak bisa memejamkan matanya.
Jarum jam sudah menunjukan angkan 1 dini hari, gadis itu masih terjaga. Sampai terdengar suara berisik dari luar. Atensinya teralihkam.
Bergegas di intipnya keadaan luar lewat lubang kecil pada pintu kamarnya, dapat dilihat beberapa pengawal pribadi Krishna sedang berlalu lalang dengan wajah tegang.
Sontak dia lalu membuka pintu kamarnya. Ditahanya seoarang pengawal yang sedang berjalan didepannya. "Ada apa..? Apa yang terjadi..?"
Pengawal itu langsung membungkukan badanya memberi hormat sebelum menjawab. " Tuan Krishna, non." Jawab pengawal itu
Alis Ayura terangkat sebelah. "Tuan Krishna kenapa..? Apa yang terjadi..?" Perasaannya menjadi nggak enak. Dia yakin sesuatu yang buruk sedang menimpa Krishna. Dapat dibaca dari wajah pengawal ini.
"Tuan Krishna sedang kambuh beberapa jam yang lalu, tapi belum ada Dokter yang menanganinya karena..." Belum selesai pengawal itu bercerita, Ayura sudah bergegas melangkah pergi.
Tak perlu mendengar keseluruhan cerita nya, karena dia sudah dapat menarik kesimpulan.
Bergegas dia kekamar Krishna, dengan pelan dia membuka pintu kamar itu, terlihat di dalam, Adam tengah mengusap lembut punggung nya.
Seseorang pengawal sedang sibuk berbicara ditelpon, Ayura menebak itu pasti Dokter.
Setengah berlari Ayura menghampiri Krishna yang terduduk bersandar pada head board.
Adam tersenyum kearah Ayura, sembari menghela nafas lega.
"Ya ampun Krish, apa yang terjadi..?"
"Kamu tahu Krishna separah ini dan mengapa nggak ada yang memberi tahu Aku..?" Tanya Ayura dengan kecewa kepada Adam.
"Maaf non. Tapi Tuan sendiri yang tidak mau. Dia takut mengganggu waktu istirahat anda." Jawab Adam.
Pria itu seketika menjauh dari Krishna dan membiarkan Ayura yang menemani Krishna. Karena dia tahu hanya Ayura lah penawar yang paling ampuh.
Pria itu sudah merasakan sesak sesaat setelah pulang dari makan malam tadi, Adam menyadari mungkin sesuatu yang buruk telah terjadi hingga Krishna pulang dengan wajah sendu.
Tak berselang, dia menjadi sesak, awalnya hanya ringan dan Adam bisa mengatasinya dengan memberinya obat dan mengusap punggung nya.
Tapi lama kelamaan Sesak itu semakin menjadi, hingga Adam berinisiatif untuk memanggil Ayura tapi Krishna menolaknya mentah mentah dengan dalil takut mengganggu istirahat Ayura karena besok pagi pagi mereka harus pulang.
Sesungguhnha dia hanya ingin menghindar dari Ayura.
Akhirnya Adam memutuskan untuk memanggil Dokter, tapi sialnya Dokter yang dipanggil tak bisa datang, karena ditempat nya sedang terjadi badai, jalan rayanya ditutup pohon besar yang tumbang.
__ADS_1