
"Aku pasti sangat merindukan Pak Abi. Melihatnya tadi keluar dari kantor dengan semuah barang barangnya membuat ku nggak tega.. Sedih....banget rasanya." Seloroh Nanda dengan bibir mengerucut dan wajah sedih.
Hati Ayura seperti tercubit dan sakit mendengar penuturan Nanda. Entah mengapa Dia juga merasa sedih. Pikirnya mungkin kebersamaan mereka selama ini dan sudah memiliki hubungan yang baik dengan pria itu membuat dia ikutan merasa sedih.
Sedangkan Nanda tiba tiba langsung menegakan tubuhnya yang tadi semata melorot diatas sofa.Saat mengingat sesuatu
"Ay,kalau sama Pak Abi bagaiaman..? Aku merasa dia juga menyukai mu. Dan semuah teman kantor juga merasakan itu." Tanya Nanda.
"Cih! Nggak mungkin pria kaku itu menyukai ku. Orang dia datar gitu kalau bertemu."
Sikap dingin Abi saat kemarin malam dikediamnnya membuat Ayura merasa kesal. Dan kembali men cap pria itu kaku. Walaupun sebenarnya dia juga tahu kalau Abi sudah berubah menjadi sedikit hangat akhir akhir ini.
Tapi dia juga bingung, kenapa pria itu malah kembali berubah mode kaku saat dia pulang dari Jepang..?
Ayura terus menepis, saat Putri dan Nanda menyimpulkan perlakuan Abi yang selalu memperhatikan nya, memperlakukan nya dengan hangat adalah bentuk dari rasa suka.
Ayura malah meyakinkan mereka itu hanya sebatas hubungan kerja antara atasan dan bawahan.
Ketiga nya masih berdebat sampai terdengar suara keributan dari luar mengalihkan atensi mereka.
"Ada apa diluar..? Sepertinya ada yang sedang berantem." Ucap Putri dianggukin Nanda.
Kedua gadis itu lalu bergegas beranjak melangkah ke jendela kamar Ayura.
Kedua mata gadis itu membelalak melihat di pintu pagar sedang terjadi perkelahian. Dan yang membuat mereka tertegun saat mengetahui siapa pelakunya.
Netra keduanya membesar dengan rahang terbuka lebar.
Ayura pun langsung ikut menyusul kedua temannya. Saat dia menyibak tubuh Nanda kesamping, bola matanya juga membesar melihat seorang pria yang baru saja dibicarakan tengah mendongak kepala nya, sedang melihat kearah jendela kamarnya.
Tatapan keduanya pun beradu. Ayura dengan wajah kagetnya, tapi tidak dengan pria itu. Dia menatap Ayura dengan tatapan yang senduh.
"Pak Abi.. " Lirih gadis itu.
Ya.. Pria ituadakah Abi. Masih berdiri tegak menatap Ayura dengan sendu.Dibelakangnya terlihat Willy sang asistennya sedang meringkuk security rumah Ayura.
# Satu Jam yang lalu....
Abi baru saja menerima pesan dari Dani. Dokter itu mengajak ketemuan di kafe katanya pingin ngopi bersama. Dan di iyakan oleh Abi.
Mulut Dani yang keceplosan langsung mengatakan kalau dia baru saja dari rumah Ayura, mengobati kening gadis itu yang terluka.
Sontak hal itu membuat pria itu kaget setengah mati. Dan langsung mengamuk dikafe itu.
Dia bahkan hampir melayangkan pukulan diwajah tampan Dokter itu, saat Dokter itu memilih, menutupi dan mengatakan dia salah omong.
Mengingat janjinya pada Ayura agar tidak memberitahu perihal lukanya. Maka Dani mencoba mengklarifikasi apa yang telah diucapkan.
"Katakan pada ku dengan jelas Dan, sebelum aku kehilangan akal sehat ku." Ancam Abi penuh emosi.
Nyali Dani mengkerut dan dengan beribu ribu permintaan maaf pada Ayura kalau dia tida bisa memegang janjinya, nyawanya sedang dalam bahaya. Akhirnya dia pun menceritakan kejadian yang sebenarnya.
__ADS_1
Abi benar benar murka, dia bahkan membanting meja di restoran itu dan langsung bergegas keluar.
Kemarahannya naik sampai diubun ubun mencurigai satu nama sebagai biang keladinya, siapa lagi kalau bukan Angel. Pria itu sudah menarik kesimpulan kalau Angel lah yang telah melukai Ayura.
Karena Dani juga sempat menceritakan tentang Angel yang juga ada dikamar saat dia datang, bahkan gadis itu yang pergi menebus obat.
Di benaknya kalau bukan karena ulahnya, tidak mungkin dia akan perhatian seperti ini pada Ayura.
Rahangnya seketika mengeras mengingat semuah ini.
"Aku rasa kau akan mati ditanganku." Erang nya saat memasuki mobil.
Abi lalu meraih ponsel yang berada disaku jasnya dan menghubungi asisten setianya. "Cepat temui aku dirumah Pak Bramantyo. Segera!" Titah Abi langsung mematikan panggilan nya.
Dia yakin Bramantyo tidak akan mengizinkan dia masuk setelah kejadian beberapa hari yang lalu. Maka dari itu dia meminta Willy untuk menyusul nya.
Paling tidak saat Bramantyo atau pun penjaga menghadangnya, ada Willy yang bisa mengatasi mereka.
Abi langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan diatas rata-rata, menuju rumah gadis yang telah mengobrak abrik hatinya.
Gadis yang diketahui sudah memiliki kekasih yaitu adiknya sendiri, tapi tetap saja rasa cinta nya kepada sang gadis tidak berubah sedikit pun. Dia bahkan tidak ingin mundur ataupun mengubur rasa cinta nya. Baginya cinta tak selamanya memiliki.
Prinsip itu membuatnya melakukan apa saja untuk gadianya walaupun gadis itu sudah tak sendiri lagi. Kasiha banget bukan..? Tapi memang itulah cintaa nya. Bisa dibilang cinta sejati.
Dan disinilah dia sekarang, rahangnya kembali mengeras saat melihat gadisnya diatas sana degan perban yang menempel di keningnya.
Abi langsung menyerukan masuk, meninggalkan Willy yang sedang mengikat kedua penjaga di di pos penjaga
Dilihat nya Abi sedang melangkah masuk dengan wajah yang seperti malaikat kematian yang sedang menjemput maut. Dia bergidik ngeri.
Abi semakin mendekat. "Abi.. " Lirih Angel pelan sembari bergetar.
"Ad... " Belum sempat gadis itu menyempurnakan katanya, tangan kokoh Abi sudah berada di lehernya, mencekik dirinya dengan begitu kuat.
"Apa yang kau lakukan pada Ayur, Angel... " Teriak Abi menggema.
"Bukanlah aku sudah memperingatkan kamu untuk tidak menyentuhnya"
Angel tak bisa menjawab pertanyaan Abi, jangankan untuk menjawab, untuk bernafas saja gadis itu kesulitan, rasa sakit dan sesak bersamaan. Gadis itu tercekik dengan begitu kuat, Dia hanya bisa memukul lengan Abi dengan sisa tenaga yang dimilikinya.
Berharap tangan pria itu bisah terlepas dari lehernya. Tapi bukannya terlepas Abi malah menguatkan cengkramannya.
"Katakan apa yang kau lakukan..?"
Ayura dan kedua temannya yang baru saja turun dari tangga dibuat terperanjat melihat Abi yang tengah mencekik Angel.
Sontak Ayura langsung berlari kearah mereka.
"Pak Abi hentikan... Apa yang kau lakukan." Teriak Ayura menghampiri Abi dan Angel.
Gadis itu langsung memukul lengan Abi dengan begitu kuat. "Lepaskan Pak, apa yang Bapak lakukan ha..? Bapak bisa membunuhnya."
__ADS_1
Sontak Abi melepaskan cengkraman tangannya. Dia langsung beralih memandang Ayura.
"Bapak kenapa...?" Ayura yang hendak melayang amarah, seketika bungkam saat melihat netra Abi berembun.
Suasana seketika hening, Abi dan Ayura hanya mematung di tempat dengan netra yang terus bertatap.
Sedangkan Angel, gadis itu sudah dibawa Nanda dan Putri kedalam kamarnya. Gadis itu sempat terbatuk batuk dan terlihat ngos ngosan mengatur nafasnya yang tadi sempat berantakan. Dan dengan leher yang memerah karena cengkraman tangan kokoh Abi yang begitu kuat.
"Ada apa, apa yang terjadi." Tanya Ayura lagi
Abi melangkah mendekati Ayura hingga jarak mereka begitu dekat. Pria itu belum bersuara. Dia lalu mengangkat tangannya di sentuh kening Ayura yang terluka dengan begitu lembut.
"Apa ini masih sakit..?" Lirihnya. Netrany tak berkdip memandang luka gadis itu.
Hatinya begitu sakit saat ini, melihat gadis yang dicintainya melebihi apa pun sedang terluka.
Terngiang ucapan Dani, "Lukanya lumayan dalam, jadi aku menjahitnya agar cepat sembuh" .
"Apa dia yang melakukan nya..?"
Ayura mengerti pertanyaan Abi. Sontak dia menggeleng. "Ini murni kecelakaan Pak, bukan karena siapa pun. Percayalah!"
Ucapan Ayura membuat Abi membuang muka, dia tahu Ayura sedang membela Angel.
Ayura yang menyadari kemarahan Abi, menarik tangan pria itu dan menggenggamnya.
Abi dan Ayura kini sedang berada diteras samping. Keduanya duduk bersisihan dikursi panjang teras itu.
"Kenapa tidak mengabari ku..? Apa aku sudah tidak penting lagi bagi mu..?"Tanya Abi kecewa.
Ayura langsung memandang Abi. Gadis itu menggeleng. " Aku hanya tidak ingin mengganggu Bapak. Lagian aku juga nggak papa, lukanya juga nggak parah."
"Apa Krishna juga belum mengetahuinya..?" Abi memandang wajah Ayura, menelisik netra gadis itu. menunggu jawabannya.
Ayura menggeleng. Ada rasa senang singgah dihati pria itu, menyadari kalau dia orang pertama yang mengetahui gadis itu terluka. Tanpa sadar ujung bibirnya sedikit tertarik.
"Kenapa..?"
"Aku tidak ingin dia kuatir. Lagian dia pasti sangat sibuk saat ini." Ada sedikit kecewa mengetahui sampai detik ini, kekasihnya yang baru berumur dua hari ini belum menghubunginya.
Padahal, disaat seperti ini dia ingin diperhatikan oleh Krishna, dia ingin merasakan bagaimana rasanya diperhatikan oleh kekasih yang tidak pernah di rasakannya selama ini.
Lain Ayura, lain juga Abi, pria itu juga sedikit kecewa mendengar alasan Ayura, dia rasa Ayura begitu peduli dan sayang pada Krishna, hingga tak menghubungi Krishna karena tak ingin merepotkanya.
Tinggalkan Abi dan Ayuk dengan perasaan kecewanya, dikamar mewah milik Angel, Nanda dan Putri baru saja memgantar gadis itu kedalam kamarnya.
"Terimakasih.Keluarlah! Aku bisa sendiri" Ucapan Angel sedikit mengusir saat Putri dan Nanda yang hendak memapahnya ketempat tidur.
Hal ini membuat Nanda mengeram kesal. Tapi Putri mencegahnya. Dia menggeleng kepalanya.
"Kami akan mengantarmu ke tempat tidur mu dulu baru kami pergi." Ucap Putri dengan ramah.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿 BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿