Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Penyakit Krishna


__ADS_3

Krish yang duduk kursi paling depan dapat membaca kegelisahan Ayura langsung mengambil ponsel dan mengirimnya pesan. Nomor ponsel Ayura sendiri didapat dari panitia penyelenggara lomba. Ponsel Ayura pun berdering tanda pesan masuk, gadis itu lalu meraih ponsel dalam tasnya, melihat ada satu pesan masuk dari nomor baru, kening gadis itu terlipat halus.


'Hei! Aku Krish, lihat ke depan, jangan menunduk. Kau adalah bintang hari ini jadi jangan meredup, ok!' Pesan dari Krish membuat senyum gadis itu mengembang.


Netra Ayura langsung tertuju pada Krish, pria itu lalu mengangkat kedua jempolnya dan tersenyum kearah Ayura dan dibalas senyum dan anggukan.


Interaksi keduanya disaksikan oleh Abimanyu, karena semenjak melihat Ayura diatas panggung tatapan pria itu tak pernah lepas dari nya. Entah apa yang dirasakan Abi saat ini, tapi melihat interaksi Krish dan Ayura membuat pria itu seperti tak rela.


Bagi Abi semenjak bertemu dengan Ayura saat dirumah Bramantyo dan mengantar nya pulang dan mendapat serangan bertubi tubi dari garis itu, membuatnya akhir akhir ini selalu memikirkan gadis itu, entah karena rasa bersalah atau sesuatu yang lain, dia sendiri pun bingung dengan perasaannya. Tapi saat tadi melihat interaksi Krish dan Ayura, sepertinya mereka sudah saling mengenal dan "dekat" membuat hatinya sedikit mencelos.


Dekat...? Kata itu membuat nya hampir hilang kosentrasinya saat memberi sambutan.


Setelah mengakhiri sambutannya, Abi langsung menghampiri Ayura dan memberikan hadiah secara langsung.


Ayura begitu gugup, tangannya sampai gemetar kala menerima hadiah dari pria yang ingin di hindarinya itu. Dan semakin gemetarlah tubuh gadis itu melihat uluran tangan pria itu yang ingin memberi selamat padanya.


"Selamat atas kemenangannya dan selamat bergabung di Yudistira entertainment. Semoga kedepannya bisa menghasilkan karya karya yang lebih spektakuler untuk memajukan Yudistira entertainment." Ucap pria itu dengan tersenyum lebar.


Semuah panitia dan tamu beserta petinggi Yudistira entertainment yang mengenal Abi sedikit heran karena bagi mereka, kejadian ini sungguh luar biasa. Seorang Abimanyu bisa tersenyum selebar ini hanya untuk perempuan biasa yang telah memenangkan lomba desain ini.


Sepengetahuan mereka saat memenangkan tender besar sekalipun pria itu hanya datar saja, tapi apa ini..! Dia bahkan tersenyum dengan begitu lebarnya.


"Terimakasih Pak." Balas Ayura grogi.


Abi masih menggenggam tangan Ayura.


Satu detik...


Lima detik...


Sepuluh detik...


kriiik...


kriiik...


kriiik...


Pria itu belum melepaskan tautan tangannya, entah apa yang tengah dipikirkan nya, sepertinya dia begitu nyaman sampai tak ada niat untuk melepaskan tangannya, membuat semua tamu dan petinggi Yudistira entertainment kembali dibuat menganga dan bertanya tanya.


Sedangkan Angel dan Amara yang ikut melihat menjadi kesal dan mengumpat Ayura, karena dianggap telah menggoda Abimanyu.


Begitu juga dengan Krish, pria itu sampai menaikan sebelah alisnya saat melihat pemandangan di depannya.


"Pak...!" Sapa Ayura pelan sambil mencoba menarik tangannya, membuat pria itu kaget dan tersadar.


"Ahh, maaf..! Tangan Anda terlalu dingin jadi aku mencoba menghangatkan nya" Asal pria itu membuat Ayura kaget dan melongo.

__ADS_1


Tak hanya itu, kembali semuah yang hadir pun kembali dibuat terperangah dan kaget. Bukan tak mungkin seorang Abimanyu yang terkenal dingin, datar dan arogan bisa mengucapkan kata kata gombal yang terasa aneh ditelinga mereka.


Acara pun berakhir Ayura yang baru turun dari panggung tangannya langsung ditarik oleh seseorang.


"Krish.. ?" Ayura begitu kaget saat tangannya ditarik oleh seseorang dan ternyata itu Krish.


"Ikut aku" Ajak Krish terus menarik tangan Ayura.


Keduanya kini telah duduk di taman rahasia. Sedangkan di sekitar panggung Abi yang melihat Krish menarik Ayura ikut mencari mereka tapi tidak menemukannya.


"Sh*it! Kemana mereka..?" Karena tidak menemukan Krish dan Ayura, Abi pun akhirnya memilih pergi dari tempatt itu.


Di taman rahasia.


"Selamat ya Ay untuk kemenangan nya" Ucap Krish sambil mengulurkan tangannya memberi selamat.


"Makasih Krish" Balas Ayura dengan senyum.


"Apa aku bilang, kamu bakalan menang kan..? Kamu akan menjadi karyawan Yudistira Entertainment, dan kita akan selalu bertemu" Ucap pria itu senang.


Ayura tidak menanggapi omongan Krish, gadis hanya diam dengan tatapan kosong. Ayura benar benar bingung dengan nasib karier selanjutnya memilih tetap bekerja dengan rasa trauma yang masih ada atau resign dan membayar denda pinalty..?


"Hei! Kamu kenapa..?" Tanya Krish bingung, sedangkan yang ditanya hanya melirik sekilas kemudian menggeleng membuat Krish yakin kalau gadis ini sedang ada masalah.


"Ada apa..? Apa ada masalah hmm..?" Kembali Krish bertanya dengan lembut membuat hati Ayura menghangat, gadis itu pun memaksakan sebuah senyuman.


"Nggak ada papa Krish"


"Hmm.. " Gadis itu hanya berdehem


Krish menyadari Ayura tengah menyembunyikan sesuatu dan sepertinya gadis itu tidak mau berbagi, dan dia pun mencoba mengerti tidak mau memakasa. Pria itu tak ingin merusak hari bahagia gadis yang belakangan ini membuat dia terus memikirkannya.


"Baiklah! Karena kamu adalah pemenangnya, sekarang aku minta ditraktir ya, bagaimana..?" Tanya Krish sambil menaik turunkan alisnya. Pria itu mencoba mencairkan suasana hati Ayura yang sepertinya tidak baik baik saja itu


Ayura tidak langsung mengiyakan permintaan Krish, gadis itu malah berpura-pura memiringkan sedikit kepalanya sambil jari telunjuknya diangkat diketuk ketuk pelan samping keningnya seperti sedang berpikir atau lebih tepatnya sedang menimbang nimbang permintaan Krish, dan tingkah nya ini membuat Krish merasa gemas, pria itu langsung menyentil kening Ayura membuat gadis itu memekik kesakitan.


"Aauuww Krish, sakit." Keluh Ayura sambil memegang keningnya.


"Hahahaha... makanya jangan sok mikir."


"Ck! Kamu menyebalkan Krish."


"Ayo cepatan Ay, aku udah lapar nih" Ajak Krish dan langsung berlalu membuat bibir gadis itu mengerucut tajam.


Menyadari tak ada pergerakan dari belakangnya Krish lalu kembali dan menarik tangan gadis itu, melihat kekesalan Ayura, Krish lalu meminta maaf sambil mengacak rambut gadis itu.


Krish tak henti hentinya tertawa merasa bahagia mengerjai Ayura dan melihat ekspresi kesal gadis itu yang terlihat sangat gemas di matanya.

__ADS_1


Krish dan Ayura berjalan beriringan sesekali di iringi canda tawa dan hal itu tak luput dari pandangan seseorang yang memang sedari tadi mencari mereka lebih tepatnya mencari keberadaan Ayura.


Saat sudah berada di depan jalan, Krish celingukan kiri kanan seperti sedang mencari sesuatu.


"Mana mobil mu..?" Tanya Krish membuat Ayura melongo


"Ck! Aku nggak ada mobil, Krish."


"Laahh... terus kita naik apa dong..?"


"Taksi lah." Jawab Ayura cuek. " Ayo pesan taksinya Krish" Ucap Ayura menginterupsi.


"Haa..? Aku..?" Beo Krish sambil menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya.


"Iya kamu, kenapa..?" Suara Ayura sudah naik satu oktaf, gadis itu terlihat kesal dengan tingkah Krish yang dianggap terlalu bertele tele hanya untuk memesan taksi.


"Maaf Ay, tapi aku nggak ada ponsel." Pria itu menggaruk garukan kepalanya yang tidak gatal. Selama ini segala kebutuhannya diurus oleh Adam sang manager nya dan sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa, ini pertama kalinya dia bepergian tanpa manajer dan body guardnya. Sedangkan ponselnya sendiri tidak ada padanya karena dipegang oleh si Adam sang manager.


"Apaa...?" Ayura kaget sekaget kagetnya, yang benar saja, emang dia hidup dijaman apa..? Kenapa sampai nggak ada ponselnya, gadis itu tak habis pikir dengan teman barunya ini. Gadis itu menghela nafas kasar sambil berdecak kesal.


"Yah udah, biar aku yang pesanin." Ayura lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memesan taksinya, dan sesekali melirik Krish, gadis itu pun menggeleng geleng kepalanya tak percaya sedangkan yang dilirik hanya bisah nyengir.


Tak berselang taksi pun datang, Ayura sedang berbicara dengan supir taksinya memberi tahu alamat yang akan dituju, tanpa gadis itu sadari Krishna malah mematung melihat taksi di depannya ini. Dia terlihat was was dan tegang, tak lama datang seorang pria yang mencoba mendekati nya tapi langsung dicegat olehnya, dengan hanya satu gerakan kepala laki-laki berjas hitam itu langsung berhenti ditempat.


Sedangkan tak jauh dari tempat mereka seorang pria yang berada didalam mobil tetap mengawasi gerak gerik Krish dan Ayura dari jauh.


"Ayo Krish" Ajak gadis itu, tangannya sudah meraih tangan Krish hendak mengajak naik kedalam taksi itu, tapi lagi lagi ucapan Krish kembali membuat gadis itu berdecak kesal.


"Apa kamu serius kita akan naik taksi ini..?" Kepulan asap sudah keluar dari ubun ubun gadis itu mendengar pertanyaan konyol Krish.Kesabaranya benar benar sedang diuji oleh pria ini.


"Tentu saja, emang kamu mau naik apa..?" Pekik Ayura.


'Astaga! Dia begitu kuatir saat naik taksi, apa dia takut aku yang meminta nya membayar taksi ini..? 'Kesal Ayura dalam hati.


Bukan tak mungkin dia sampai berfikir seperti itu, pikir gadis itu, Krishna tidak memiliki ponsel berarti pria itu pun sudah pasti tidak memiliki uang untuk sekedar membayar taksi.


"Ayo Krish." Melihat Krish hanya mematung tanpa gerakan membuat gadis itu lalu menarik tangan Krish dan langsung mendorong tubuhnya kedalam taksi.


Saat tubuh Krish terdorong kedalam taksi, mata pria berjas hitam itu membola sempurna, begitupun juga dengan seseorang yang sedang mengintai mereka dari dalam mobil dibuat kaget. Pria itu langsung menyuruh supir nya untuk mengikuti taksi yang dikendarai Krish dan Ayura.


"Apa yang kau lakukan Krish..? Kenapa kamu membahayakan diri mu..?" Kuatir pria yang yang dari tadi mengintai mereka dari dalam mobil.


Sedangkan dalam taksi Krishna sudah dilanda panik dan cemas, wajahnya memerah dan nafasnya terasa sesak. Dan semuah yang dialaminya tanpa sepengetahuan Ayura. Karena gadis itu fokus melihat kedepan jalan melalui kaca depan mobil.


Krishna memang memiliki penyakit dimana dia tak bisa menggunakan barang barang yang bersifat umum seperti taksi, angkot ataupun toilet. Restoran, kafe atau pun tempat umum lainnya juga harus bersih dan wangi jauh dari kata kotor karena kalau tidak nafasnya menjadi sesak dan bisa menyebabkan pingsan kalau tidak secepat mendapatkan pertolongan.


Selain itu dia pun memiliki penyakit gangguan kecemasan saat dia mengalami stres, dari itulah sedari kecil kedua orang tuanya sangat memanjakannya dan mengikuti segala permintaan nya dan membebankan semuah tanggung jawab kantor kepada Abimanyu. Dan hal itulah membuat hubungan kedua kakak beradik itu memburuk..

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


🌷**HAPPY READING🌷**


__ADS_2