
Setelah habis menyantap santapan malam buatan Abi. Abi lalu keruangan kerjanya karena ingin memeriksa beberapa email yang dikirim Willy dan Senopati selaku asisten dan sekretaris nya.
Ayura sendiri memilih duduk di balkon depan menikmati angin malam yang terasa nenyejukan dan pemandangan hamparan laut biru yang indah. Dengan cahaya bulan dan beberapa lampu jalan yang dipasang hampir setiap sudut jalan menambah keindahan pantai.
Dirinya hanya diam dengan pandangan lurus kedepan. Banyak hal yang dipikirkan termasuk perjalanan kisah cintanya bersama Krishna yang terpaksa kandas dan berakhir menyedihkan karena orang ketiga.
Walaupun dia mencoba ikhlas tapi tetap saja rasa kecewa dan luka itu tetap saja ada. Tak bisa secepat itu hilang. Semuah butuh waktu.
Hanya harapan nya sekarang, dia ingin melupakan pria itu, pria yang merupakan cinta pertamanya, pria yang mengajarkannya banyak hal, termasuk cara terluka dan menahan air mata.
"Dia pasti sedang bersama gadis masa lalunya. Mungkin dia sedang tertawa dan bahagia bersama gadis itu, dan melupakan ku." Guman Ayura dibarengi dengan lelehan air mata.
Ahh, hati..Ternyata susah sekali untuk move on.
Dirinya terlalu terbawa suasana hati nya hingga membiarkan dirinya kedinginan karena hembusan angin malam yang menyejukan. Dia memeluk tubuhnya sambil mengusap usap lengannya mencoba memberi kehangatan pada dirinya.
Hingga tanpa sadar sebuah selimut tebal telah membungkus tubuhnya. Ayura terjingkak kaget. Buru buru dia mengusap air matanya saat tahu siapa yang tengah membungkus tubuhnya dengan selimut itu.
"Kenapa duduk diluar..? Disini dingin." Dan seperti biasa hatinya selalu menghangat dengan perhatian yang pria ini berikan.
Ayura mendongak melihat pria yang selalu memberi ketenangan utuk dirinya. "Kak..Apa pekerjaan mu sudah selesai..?"
"Belum." Jawab pria itu sambil merapikan selimut ditubuh Ayura.
Ayura menaikan sebelah alisnya. "Kenapa malah kesini.?"
"Bagaiaman aku bisa kerja kalau melihat mu duduk diluar dan kedinginan begini." Jawab Abi sambil menelisik wajh Ayura yang sedikit sembab. Abi menghembus nafas kasar, melihat Ayura kembali menangis. Hatinya pun ikut sakit.
"Kakak memantau ku..?" Tanya Ayura tak percaya. Yang dia tahu Abi tenagh bekerja diruang kerjanya yang cukup jauh dari tempatnya duduk. Jadi dari mana dia tahu Ayura duduk diluar kalau bukan dari cctv.
Abi hanya tersenyum membuat Ayura berdecak kesal. "Aku bukan bayi yang harus terus dipantau 24 jam non stop kak." Kesal Ayura tak terima. Gadis itu bahkan mencebik kesal.
"Tapi bagi ku kau tetap gadis kecil ku." Balas Abi kemudian mengacak rambut Ayura.
"Kak.." pekik Ayura dengan memgerucut bibirnya.
"Hahaha, ayo masuk. Diluar dingin."
Abi menarik tubub Ayura, merangkul pundaknya dan mengajaknya kedalam.
__ADS_1
"Aku mau nonton dulu kak." Ucap Ayura ketika Abi hendak mengarahkannya kekamar.
"Baiklah. Tapi janji nggak duduk diluar sendiri lagi. Aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan baru menemani mu disini, hmm.."
Ayura menganguk. Abi pun berlalu meninggalkan Ayura yang sudah dengan film kesukaan, apalagi kalau bukan drama korea.
Ayura tengah begitu menghayati film itu hingga tidak menyadari kehadiran Abi yang sudah duduk disampingnya. "Nonton Apa sih.?"
Ayura kaget. Netranya hanya melirik sekilas, tapi kemudian fokusnya langsung kelayar datar didepannya. Tak ingin ketinggalan jalan ceritanya Ayura lebih memilih mengabaikan Abi. Pria itu mendengus kesal dan langsung menyambar remote yang berada diatas meja.
Pikirnya bermain main sebentar bersama gadis ini, akan sangat menyenangkan. Apalagi bisa membuat nya kesal dan melihat ekspresi cemberutnya, sepertinya bisa mengembalikan mood nya yang sempat ambyar karena sedikit terjadi kendala diperusahaan nya.
Saat acara kesukannya diusik membuat Ayura kaget, netranya langsung menyorot Abi. "Kak apa yang kau lakukan, kenapa dramanya diganti." Kesal Ayura kemudian beranjak hendak merampas remote itu.
Abi yang masih duduk disofa seketika menjauhkan remote hingga Ayura yang sudah berada diepannya tak bisa menggapainya. Tangan dan tubuh pria itu terllau panjang hingga Ayura sedikit kesulitan untuk meraih remote tersebut.
Ayura tak kehabisan ide, dia bahkan naik diatas sofa masih berusaha merebut remote dari tangan Abi, hingga tanpa sadar tubuhnya malah jatuh dan tepat diatas tubuh Abi, menindih tubuh lebar pria itu, dengan bibir yang kembali bersentuhan.
Baik Abi maupun Ayura, keduanya sama-sama terkejut, netra keduanya pun membola, nafas keduanya pun seakan terhenti.
Ayura yang tersadar hendak beranjak dari tubuh Abi, tapi tangan pria itu lebih dulu menahan tengkuknya, sebelah tangannya pun tak kalah cepat mendekap erat pinggang Ayura, hingga gadis itu tak bergerak, tak bisa beranjak dari posisi ekstimnya.
Ayura begitu kaget dengan perlakuan Abi, dia hendak menghindar tapi kedua tangan pria itu terlalu kuat mengunci tubuhnya
Lum*atan kini berganti menjadi sesapan dan pag*tan dengan begitu lembut. Hingga pertahanan Ayura melemah, perlakuan Abi yang begitu lembut membuatnya terbawa suasana .
Hingga dia pun ikut membalas ciuman Abi. Pria itu bersorak senang saat Ayura membalas ciumannya. Hingga ciuman keduanya semakin dalam dan menuntun.
Ciuman itu pun semakin panas. Abi bahkan dengan sengaja menggigit bibir Ayura hingga bibir gadis terbuka dan dengan cepat lidah Abi menerobos masuk, mengabsen deretan gigi putih Ayura, dan mengajak gadis itu berbelit lidah.
Tak berselang kesadaran Ayura pun kembali, buru buru gadis itu melepas pag*tan itu. Dan beranjak bangun dari tubuh Abi.
Ayura membuang muka, menyembunyikan wajah merona nya, dirinya benar-benar malu sekarang, dia bahkan merutuki dirinya, kenapa sampai ikut terbawa suasana. Dia merasa dirinya benar-benar tak punya harga diri sekarang.
Merasa menjadi gadis yang begitu lemah dan murahan.
Apa yang akan dipikirkan pria itu tentang dirinya. Murahan ataukah gadis gampangann. Dia ingin sekali lenyap dari hadapan Abi. Tapi untuk berdiri saja, tubuhnya dirasa sangat lemah tak bertenaga.
Dia masih berperan melawan gejolak dalam dirinya hingga suara Abi kembali membuatnya shock.
__ADS_1
"Ay.." Lirih Abi tepat dibelakang Ayura. Pria itu bahkan sudah duduk dibelakang Ayura dengan jarak yang begitu dekat. Gadis itu bergeming.
"Aku mencintaimu." Dua kata itu membuat tubuh Ayura menegang hebat. Jantungnya pun serasa berhenti berdetak.
Belum juga dia menetralkan perasaannya setelah ciuman panas tadi, kini Abi kembali menyerang nya denga sebuau ungkapan yang tak pernah diduga sama sekali.
Ayura tetap diam masih dengan segala perasaan nya hingga Abi membalikan tubuhnya yang sedari tadi hanya memungungginya.
Tubuh Ayura sekarang bergetar hebat, dia bahkan tidak memiliki keberanian hanya untuk menatap netra Abi saat keduanya sudah berhadapan. Dia menunduk.
Tangan Abi terulur mengangkat dagunya, hingga netral keduanya saling menatap dan dengan satu garis lurus. "Aku sangat mencintaimu. Sejak awal melihat mu, saat awal mengetahui kamu Putri ku, saat itu aku sudah mencintaimu. Tapi aku mengalah untuk mundur, saat mengetahui kau sudah mencintai Krishna. Aku sangat terluka saat itu, ingin sekali merebut mu dari nya, tapi saat mengetahui kau bahagia dan mencintainya, aku mengalah. Tapi itu tidak membuatku mundur atau menjauh, karena hanya dengan melihat mu tersenyum dan bahagia saja itu sudah membuat ku ikut bahagia." Abi kemudian tersenyum miris. "Aku terlau menyedihkan bukan..?"
Netra keduanya masih saja beradu, Ayura melihat ada kesungguhan dan kesedihan dinetra elang Abi.
Sesungguhnya dia begitu tertegun dengan semuah pengakuan Abi. Tapi dirinya hanya mematung, dia terlalu terkejut. Possisinya tangan Abi masih memegang dagunya. Ayura bingung, entah dia mau bereaksi seperti apa.
Sedangkan Abi, melihat kebingungan dan ketegangan Ayura membuat dia memberikan senyum hangatnya. " Jangan kuatir, aku tak menginginkan jawab mu. Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku mencintaimu, sangat sangat mencintai mu."
Ujar Abi lagi, sebelah tangannya kini mengelus pipi Ayura, dan kembali membuat tubuh Ayura kembali menegang. Hingga wajah Abi kembali mendekat, dan dengan cepat menyesap bibir Ayura yang sedikit membengkak karena ciuman panas tadi.
Ayura refleks mendorong tubuh Abi dengan kuat, dia mengeleng geleng kepalanya, mengatakan kalau apa yang mereka lakukan adalah salah .
Tak menunggu lagi gadis itu pun langsung beranjak dan berlari kedalam kamarnya, meninggalkan Abi yang hanya menatap nanar punggung gadis yang menghilang dibalik pintu kamar.
🍒 🍒 🍒
Pagi menyapa, matahari pun sudah merangkak naik dengan teriknya. Tapi tak ada tanda tanda kalau pintu kamar gadis yang membuatnya tak bisa tertidur semalaman akan terbuka
Ya, sejak kejadian semalam, sejak Ayura pergi meninggalkan nya, posisi Abi masih sama sampai pagi menjelang. Dia terbangun dalam keadaan duduk dengan punggung bersandar pada sofa.
Semalaman suntuk dia hanya menatap pintu kamar gadis itu. hingga dirinya pun tak sadar sampai tertidur disofa. Dia tak tahu kapan dia tertidur dan berapa lama dia tertidur.
Jarum jam sudsh menunjukan angka 9 pagi, tapi Ayura belum juga keluar.
Sedangkan Ayura sendiri, dirinya pun jangan ditanya, sama seperti Abi, tak dapat memejamkan matanya.
Ucapan cinta Abi terlalu mendadak, dan semuah pengakuan nya membuat hati Ayura terenyuh, tapi dia juga bingung dengan perasaan nya.
Dia tak dapat memungkiri kalau dia merasa nyaman dan selalu merasa bahagia dengan pria itu, tapi itu bukan berarti cinta 'kan..?
__ADS_1
Dia baru saja putus dengan Krishna, hatinya pun belum sepenuhnya move on dari pria itu. Untuk sekarang dia masih ingin menata hidupnya.