
Bunyi suara tembakan membuat riuh para tamu. Terjadi kericuhan dan panik yang begitu dahsyat, para tamu mulai berhamburan, lari menyelamatkan diri masing masing.
Tak ada yang peduli dengan apa yang sedang terjadi diatas pelaminan itu.
Tapi tidak dengan para pasukan khusus, body guard dan semuah anak buah dari Pak Ardiansyah, Abi, Krishna dan Pak Bramantyo, mereka sudah langsung berlari membentuk perisai, berusaha menjalankan tugas mereka masing masing.
Semuah mata kini tertuju pada area pelaminan, diman disana sudah ada banyak para musuh berbaju hitam tang sedang berdiri menodong senjata kesatu titik.
Kejadian begitu cepat tanpa mereka sadari para penjahat itu sedari tadi menyamar menjadi pelayan dengan begitu apik.
Rasa tegang menyelingkupi wajah semuah orang, Krishna dan Dani bersamaan berlari naik keatas pelaminan yang kini telah berdiri beberapa pria berbadan tegap dan tinggi yang sama sama dari mereka sedang menodong senjata kesatu titik.
Dimana titik itu telah terkapar seorang pria dengan punggung yang sedang mengeluarkan darah segar.
Wajah Krishna dan Dani telah pias dan memucat. Apalagi Dokter muda itu saat melihat isterinya yang baru dinikahi tadi pagi berdiri mematung dengan wajah cantiknya memucat seperti mayat.
"Kak Abi..."Lirih Krishna dengan tubuh bergetar.
Kini netranya menyapu pelaminan itu yang tak dijumpai sosok kekasih hati yang tiga hari lagi akan dinikahi.
Tapi kemudian netranya membulat sempurna dengan kaki bergetar saat mendapatkan gaun putih yang di kenakan Ayura. Tengah terlentang dibawah kunkungan Abi dengan tubuh yang sama sekali tidak bergerak.
Deg
Pria itu hendak berlari menghampiri kakak dan kekasihnya tapi satu suara berat menghentikan kakinya.
"Diam ditempat! Selangkah lagi kamu mendekat, aku tidak akan segan segan melepaskan timah panas ini ke kedua tubuh itu. Dan kupastikan satu kali tembakan keduanya langsung meregang nyawa." Ancam seorang pria bertubuh besar dan sangat tinggi dengan wajah beringasnya, sedang mengarahkan pistol kearah Krishna.
Sontak semuah orang tak terkecuali Krishna dibuat sangat terkejut melihat siapa yang tengah berbicara barusan.
Sosok penjahat yang sangat berbahaya yang sedang menjadi incaran FBI, pemimpin organisasi bawah tanah "The King Cobra". Begitulah julukan pria itu
Selama ini dia bersembunyi dengan begitu rapat hingga tidak bisa terendus keberadaannya, dan hanya mengirim anak buahnya yang di bawah pimpinan Serkhan untuk menjalankan misinya.
Tapi entah apa yang tengah di incar pria itu hingga kali ini dia bisa keluar dri tempat persembunyiannya.
Mengingat siapa musuh yang tengah dihadapinya kali ini membuat Krishna tak bisa bertindak gegabah.
Ancaman pria berwajah seram ini pun tak main main. Apalagi senjata yang dipegang pria ini bukan senjata main main.
__ADS_1
Krishna hanya pasrah, melihat Abi dan Ayura terkapar dilantai tanpa bisa berbuat apa apa.
"Angkat pria itu dan bawakan gadis itu kepada ku" Titah King Cobra pada anak buahnya.
Titah pria bringas itu membuat Krishna tersentak, langsung memandang pria yang terlihat sedang menyeringai mengejek pada Krishna
Seorang anak buah yang mendapat perintah langsung mengerjakan tugasnya, berniat menghempaskan tubuh Abi, tapi pada saat tangan itu menyentuh lengan Abi, pria itu malah terdorong dengan begitu kuat hingga terjungkal kebelakang.
Abi sendiri yang melakukannya, setelah mendorong tubuh anak buah King Cobra, Abi tak bergeming, masih dengan posisinya, mengukung tubuh Ayura, berusaha melindungi gadis itu yang sedari tadi tersadar, tapi memilih diam dalam kukungan Abi, atas perintah pria itu sendiri.
"Kurang ajar, brengsek! Dasar payah" Umpat King Cobra dan terdengar sebuah tembakan yang ternyata mengenai anak buah nya yang tak bisa menjalankan tugasnya.
"Kau!" Tunjuk King Cobra pada anak buahnya yang lain, "Lakukan tugas mu dengan baik, kalau tidak nasib mu pun akan sama dengan pria itu."
Dan anak buah yang ditunjuk King Cobra pun mendekati Abi, kali ini dengan seringai jahatnya anak buah itu menekan punggung Abi yang tertembak dengan ujung sepatutnya dengan begitu kuat membuat Abi memekik keras.
"Auww!!!"
"Kak Abi..." Lirih Ayura pelan dengan tubuh bergetar.
Abi tak tinggal diam dia pun melakukan perlawanan hingga....
Dor....
"Auww!!!"
"Abi...."
Terdengar terikana semuah orang saat melihat Abi terjatuh dengan tembakan yang kini mengenai punggung lainnya yang tak terluka.
"Seret gadis itu kemari." Titah King Cobra lagi. Dan kali ini Serkhan sendirilah yang bertindak, menarik tangan Ayura dan mendekatkan ke hadapan King Cobra.
"Kak Abi, tolong..Aku takut..." Rengek dan Pinta Ayura dengan begitu menghiba.
Jangan lupakan wajah cantik Ayura yang sudah memucat dengan air mata yang sudah membasahi wajah ayunya. Tubuh nya pun bergetar hebat dalam genggaman Serkhan.
Gadis itu patuh saat diseret Serkhan, dengan wajah yang terlihat menyedihkan, menghiba kepada Abi dan Krishna memohon pertolongan.
Baik Abi dan Krishna hanya bisa menahan geram dengan kedua tangan terkepal kuat, rahang yang mengeras karena hanya bisa melihat gadis yang sangat mereka cintai, menjemput maut tanpa bisa melakukan apa apa.
__ADS_1
"Jangan coba coba menyentuhnya brengsek! Akan kupatahkan tangan kalian bila melukainya." Ancam Abi. Dengan mengabaikan lukanya, dia langsung berdiri menantang King Cobra dan Serkhan.
"Hahahah...." Tawa King Cobra menggelagar, "Jangan kuatir kan keadaan gadis ini, dia aman bersamaku, tapi pikirkan keselamatan nyawa mu, karena satu kali tembakan dari senjata ku maka kamu tidak bisa lagi bersuara apalagi mengumpat dan mengancam ku. Cukup selama ini kau bermain main dengan ku. Kamu kira dengan menyembunyikan gadis ini, dia akan selamat selamanya ha.?"
"Kamu kira setelah menciptakan drama, merelakan gadis ini bersama adik mu, aku tidak akan tahu keberadaan nya..? Kamu salah, justru gadis ini yang dengan sendirinya mengantar nyawa padaku." King Cobra kemudian melirik Ayura dalam genggaman Serkhan dengan tubuh bergetar dan air mata yang tak henti hentinya mengalir dipipi pucatnya.
Tangan King Cobra kemudian terulur mengarah keleher Ayura dan menarik kalung yang dipakai nya.
"Cukup lama kau bersembunyi sayang.. Cup" Ucap The King Cobra sembari mengecup liontin kalung yang terjuntai dihadapannya. "Berkat kalung ini, akhirnya aku akan menjadi penguasa dunia. Hahahaha...." Tawa King Cobra dengan begitu kuat.
Kemudian tawanya berhenti. Disimpannya kalung berlina 'The Khoinoor ' kedalam saku jasnya. Kemudian menarik Ayura kesampingnya sembari menoding pistol kekening gadis itu.
Sontak saj kejadian itu membuat semuah orang memekik hebat.
"Hei...!!! Lepaskan dia." Teriak Krihsna yang sedari tadi hanya bisa diam, tapi kali ini dia tidak bisa hanya diam saja melihat nyawaAyura dalam bahaya.
King Cobra hanya terkekeh, menatap Krishna dengan remeh. "Cepat hubungi helikopter! Lima belas menit aku memberi waktu, kalau tidak gadis ini taruhannya!" Tihah beserta ancam dilayangkan King Cobra.
"Cepat!!!" Teriak King Cobra, melihat Krishna hanya diam, menatapnya dengan tatapan tajam. Dengan senjatanya semakin ditekan kekening Ayura membuat gadis itu semakin gemetar, terdengar pekikan dari semuah orang, melihat kejadian itu.
Krishna tak mau gegabah dengan perasan kuatir bercampur kesal, pria itu merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Cepat bawa helikopter kesini dalam lima belas menit." Krishna lalu mematikan panggilannya. Netra tajamnya tak pernah lepas menyorot King Cobra, tapi tatapan menjadi sayu kala menatap kesamping kala melihat wajah Ayura yang semakin seputih kapas.
"Ikut aku. Kita keatas." Ucap King Cobra pada Serkhan, dan kangsung berjalan sambil menyeret Ayura.
"Brengsek! Lepaskan dia. Aku sudah mengikuti perintah mu." Maki Krishna. Dia kemudian hendak melangkah maju, menarik Ayura tapi satu tembakan dari King Cobra hampir mengenai ujung sepatunya membuat pria itu terdiam, dengan luapan emosi yang semakin membuncah, terlihat dengan wajahnya yang semakin memerah menahan geram.
"Selangkah lagi kamu maju, kupastikan nasib mu akan sama dengan kakak mu itu" Ancam King Cobra sembari melirik Abi, yang terlihat sedang berdiri tegak dengan kedua lengan jasnya yang terlihat basah dengan ujung jari yang sedang menetes darah segar yang berasal dari punggungnya.
"Tarik semuah anak buah mu." Perintah King Cobra lagi. Dan dengan satu kali anggukan semuah anak buah dan pasukan khusus yang juga menodong senjata kearah King Cobra terpaksa mundur perlahan dengan senjata yang masih diarahkan ke arah King Cobra dan ank buahnya.
Baik Abi maupun Krishna hanya bisa mengutuk keadaan, mereka tak bisa berbuat apa apa melihat kekasih hati tersebut semakin jauh dari pandangan.
Tanpa ingin membuat King Cobra marah, Abi, Krishna dan lainnya mengikuti dari belakang dengan langkah perlahan. Menjaga jarak aman agar King Cobra tidak mengamuk.
Sampai diatas, King Cobra akhirnya menyeringan melihat baling baling helikopter dari bawah gedung
Hingga helikopter yang dipesan Krishna mendarat diatas roff top itu.
__ADS_1
Melihat King Cobra beserta Serkhan dan anak buah nya hendak mendekati helikopter tersebut, Abi dan Krishna pun ikut melangkah maju, hingga pria berwajah sangar, berkepal botak, pemimpin tertinggi organisasi bawah tanah itu membalikkan badan dan dengan seringai jahat dia mendorong tubuh Ayura dengan begitu kuat kearah Abi dan Krishna.
Hingga Krishna langsung menangkap dengan cepat tubuh Ayura dan langsung membawanya bersembunyi dibalik dinding, dan tak berselang lama terdengar bunyi tembakan, dan disusul dengan tembakan tembakan yang lainnya.