
Ayura langsung masuk kemobil Abimanyu. Dia duduk di kursi belakang disana sudah ada Abimanyu yang sedang tertidur atau sekedar menutup matanya dan bersandar pada kursi mobil.
Mendengar pintu mobil berbunyi dan merasakan pergerakan disamping nya, pria itu lalu membuka matanya memerintahkan Willy untuk menjalankan mobilnya tanpa melihat Ayura.
"Jalan Wil! "
"Baik Pak! " Ucap Willy dan langsung melajukan mobilnya.
Didalam mobil hanya ada keheningan, baik Ayura maupun Abimanyu sama sama memilih diam.
Pria kaku itu melirik sekilas Ayura, ujung bibirnya berkedut melihat jarak duduk Ayura yang begitu jauh.
Gadis itu memilih duduk di ujung kursi dekat pintu mobil, dapat dipastikan kalau tempat yang tersisa antara dia dan Ayura bisa memuat tiga penumpang lagi, saking ujungnya Ayura duduk
Apa dia begitu takut dekat dengan ku..? Sehingga mengambil jarak yang begitu jauh. Pikir Abimanyu
Dan tiba tiba saja hujan pun turun, membuat kaca mobil berembun, Ayura pun menikmati pemandangan di malam hari ditaburi tetes tetesan air hujan.
Jari lentik gadis itu mencoret coret kaca mobil yang berembun. Hal ini membuat Abimanyu mengulum senyum, merasa gemas dengan tingkah Ayura.
Tiba di halaman restoran sang asisten langsung berlari keluar dan menyerahkan payung yang sudah dibuka ke Abimanyu.
"Ayo masuk!" Ajak Abimanyu sambil memayungi keduanya.
"Iya Pak."
Keduanya pun langsung melangkah masuk tapi melihat Ayura yang agak berjauhan dengannya membuat setengah badan Ayura terkena tetesan hujan, hal ini membuat Abimanyu langsung menarik Pinggang gadis itu agar merapat padanya.
Sontak saja hal ini membuat Ayura kaget. "Apa yang Bapak lakukan..?" Pekik Ayura waspada.
"Aku hanya tidak ingin kamu basah.Apa gunanya payung kalau kamu masih basah juga." Jelas Abimanyu
Ayura tidak menanggapinya, dia tetap memilih sedikit menjauh membuat pria itu gemas.
"Kamu ingin mendekat kesini dengan sendirinya atau aku yang merangkul pinggang mu sampai merapat pada ku..?" Ucap Abimanyu bernada ancaman.
Gadis itu menghentak hentakan kakinya tanda kesal sebelum akhirnya mendekat ke Abimanyu, membuat pria pemaksa itu menarik sebelah ujung bibirnya.
Didalam restoran semuah sudah menunggu di ruangan private room sesuai pesanan sang asisten Willy.
Semuah sudah duduk di kursinya masing-masing dan menyisakan dua kursi untuk Ayura dan Abimanyu.
Posisi Abi dikursi ujung meja dengan Ayura duduk disebelah kanannya.Mereka lalu menyantap semuah hidangan yang tersedia.
Ayura yang memang menyukai segala jenis sambal langsung mengambil sambal yang ada dengan porsi banyak membuat netra Abi langsung menyorot nya.
"Sambalnya jangan banyak banyak Ay. Nanti sakit perut" Ucap Abi perhatian.
Kagetlah semuah orang tak terkecuali Ayura, selain karena perhatian yang Abi berikan dan panggilan nama Ayura tanpa embel embel nona seperti biasa.
Menyadari semuah mata mengarah kepadanya Abi buru buru mengklarifikasi ucapannya.
"Jangan salah paham, aku hanya tidak ingin kamu sakit perut, mengingat tanggung jawab mu di fashion show nanti sangatlah besar. Dan mengenai panggilan tadi ini di luar jam kantor jadi maaf kalau aku langsung memanggik nama mu saja." Jelas Abimanyu.
"Iya Pak tidak apa apa." Jawab Ayura dan langsung mengembalikan sesendok sambal yang masih menggantung ditangannya ke tempatnya semula.
__ADS_1
Terlihat sekali ketidak relaan diwajahnya saat mengembalikan sambal itu, baginya tidak akan selera makan kalau nggak pakai sambal.
Abi yang menyadari kekecewaan Ayura langsung mengambil setengah sendok sambal dan diketakan diatas piring Ayura, membuat gadis itu kaget tapi setelahnya memulas senyum kecil.
"Makasih Pak." Ucap gadis itu dan langsung menunduk.
"Makanlah, tapi cuman dikit" Balas Abi.
Perhatian kecil Abi terhadap Ayura membuat semuah orang meleleh tak terkecuali pria bertulang lunak pemilik nama lengkap Ali Syach Mukidin.
"Duuhh... so sweet banget ya Pak Abi nya, meleleh hati ekeh.. " Bisik Alisya genit membuat Putri yang duduk di sampingnya langsung menyorotnya tajam sambil menyikut lengannya.
"Huuss, jaga ucapan mu, Sampai didengar si kenebo kering itu bisa diseret keluar dari sini." Ucap Putri nggak kalah pelan sambil melirik si Willy yang tengah berdiri diujung meja.
Acara makan malam pun berlangsung khidmat, sesekali diselingi dengan canda tawa dari para karyawan dan karyawati, khususnya si Alisyah lidah tak bertulangnya mengoceh sana sini membuat suasana menjadi riang.
Sesekali Ayura pun ikut tertawa mendengar banyolan dari teman temannya. Hal ini tak luput dari netra Abi, pria itu pun ikut tersenyum bahkan tertawa santun, melihat gadis yang secara pelan tapi pasti mengisi kekosongan hatinya mengeluarkan tawa emasnya.
Tawa emas..? Ya baginya momen ini sangat langka karena selama bekerja bersama Ayura dia tidak pernah melihat gadis itu tersenyum apalagi tertawa cantik seperti ini.
Tak lama keceriaan mereka mendadak terhenti kala satu suara barito mengejutkan semuahnya. Atensi semuahnya pun teralaihkan dengan hadirnya seorang pria tampan di ruangan itu.
"Kenapa tidak mengangkat telpon dari ku Ay..? Dan kenapa ponsel nya malah mati..? Terus kenapa kesini nya nggak bilang bilang, coba..? Tanya pria itu dengan menekuk wajahnya.
Sontak saja Ayura menjadi kaget, dicecar dengan pertanyaan pertanyaan itu. Dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Krishna.
" Krishna..?" Kaget Ayura dengan bola mata yang membesar.
Dia menunggu Ayura saat pulang kantor tadi malah mendapat kabar dari Adam kalau Ayura sedang lembur.
Tapi dia sangat kecewa pada saat sampai di ruangan Ayura, ternyata ruangan itu sudah kosong dan melalui orang kepercayaan nya dia akhirnya mengetahui keberadaan Ayura.
Dan disinilah dia sekarang di hadapan Ayura dan yang lainnya.
Tak berselang masuklah seorang pelayan membawakan kursi untuk Krishna melalui perintah Adam, karena sesungguhnya kursi yang ada di ruangan itu sudah penuh.
Krishna pun lalu duduk di samping Ayura.
"Maaf, ponselku tadi mati kehabisan batrai." Jelas Ayura tanpa melihat Krishna.
"Lihat aku Ay, kalau lagi bicara." Kesal Krishna merasa diabaikan.
"Aku sedang makan Krish" jawab Ayura sambil melirik sebentar lalu melanjutkan makannya.
"Aku belum makan loh Ay, aku lapar." Aduh Krishna sambil memegang perutnya, mencari perhatian.
"Kalau belum makan kenapa nggak langsung makan" Kesal Ayura. Bisa bisanya dia berlagak manja dan mencari perhatiannya di hadapan semuah orang.
"Ambilin Ay." Ucap Krishna manja
"Ha..?" Gadis itu langsung mendelik kesal melihat tingkah lebay Krishna.
Semuah mata kini tertuju pada Krishna dan Ayura. Sama seperti Putri dan Nanda semuah orang pun kini bisa menebak kalau ada something antara mereka.
Sedangkan Abimanyu sendiri semenjak kehadiran Krishna sampai melihat tingkah manjanya membuat suasana hatinya menjadi berantakan.
__ADS_1
Dibawah meja kedua tangannya mengepal kuat tapi berbanding terbalik dengan wajahnya yang terlihat tenang dengan ekspresi seperti biasa datar.
Krishna sendiri memilih tidak mengindahkan keberadaan Abimanyu dan yang lain, dia dengan cueknya bersikap manja dengan Ayura, tanpa tahu kalau gadis itu tengah menyimpan sejuta kekesalan untuknya.
Ayura sendiri memilih mengabaikan Krishna dan menikmati makanan nya, dia pun sadar semuah mata kini tertuju padanya tapi dia mencoba untuk mengabaikan karena saat ini dia sangat lelah, ingin segera beranjak dari ruang ini dan cepat cepat pulang untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya.
Tak lama para pelayan masuk mengantar pesanan Krishna dengan menu yang sangat banyak sehingga sebagai piring yang telah kosong diungsikan pelayan kebelakang.
"Ayo yang mau makan lagi silahkan diambil" Tawar Krishna dengan senyum lebar.
Sontak saja semuah yang ada bersorak senang, sepertinya malam ini menjadi malam bersejarah bagi mereka karena dilimpahkan dengan makanan makanan mahal. Dan yang memanjakan lidah mereka adalah kedua bos besar mereka yang selama ini terkenal dingin, cuek dan tak tersentuh.
Melihat Ayura yang hanya diam tanpa menyentuh makanan yang baru dihidangkan membuat Krishna langsung menegurnya.
"Ay, kok nggak nambah..? Inikan makanan kesukaan mu..?" Tanya Krishna sambil menunjuk rendang.
"Tapi aku sudah kenyang Krish."
"Tapi kamu harus mencobanya, rendang disini paling enak loh Ay, dijamin yummy.." Ucap pria itu sambil memperagakan gerakan yang pernah dibuat Ayura dan dirinya saat makan diwarung pinggir jalan.
"Atau mau aku suap..?" Canda Krishna sambil menaik turunkan alisnya.
"Apaan sih..." Kesal Ayura dengan wajah merona menahan malu dengan tingkah konyol Krishna.
Dia menjadi tidak enak dengan yang lain terutama Abimanyu. Karena tanpa sengaja netranya menangkap wajah Abi yang yang terlihat menahan marah dengan rahang yang mengeras.
Hal ini membuat Ayura susah menelan salivanya. Ditambah tatapan aneh teman temannya yang tertuju padanya membuat gadis itu serasa berhenti bernafas.
Keadaan yang hangat dan penuh canda tawa tiba tiba berubah tegang kalau kedua bos besar mereka sedang menunjukan aura permusuhan.
Ekspresi Abi yang terlihat datar tapi tidak dengan tatapan tajamnya kearah Krishna dan rahangnya pun terlihat mengeras saat Krishna mencoba bermanja ria dengan Ayura.
Krishna sendiri dengan cueknya menggoda dan bermanja ria dengan Ayura tanpa memperdulikan Abimanyu dan yang lainnya.
Sedangkan yang lain ikut merasa tegang, makanan yang baru dihidang pun terasa tak nikmat lagi melihat hawa panas yang dikeluarkan kedua bos mereka.
Tapi ada pula yang memilih cuek dan terus menyantap hidangan yang ada. Termasuk Alisah pria setengah wanita itu, dia tak mau peduli dengan suasana panas ini baginya inilah waktunya menikmati makanan makanan mahal tapi gratis ini walaupun sesungguhnya sempat ada kepo di hatinya.
Ayura yang merasa tak enak dengan Abi dan teman temannya memilih cuek dengan celotehan celotehan Krishna dan hal ini membuat Krishna kesal dan muncul ide usil untuk mengerjai Ayura.
"Ay, aku merasa sesak..!" Ucap pria itu sambil memegang dadanya seperti yang sering dilakukan sebelum sebelumnya.
Sontak saja gadis itu pun kaget. "Haa...?" Atensi Ayura terlihkan kewajah Krishna.
Seketika wajah tegang Ayura berubah menjadi kesal kala melihat wajah Krishna yang terlihat baik baik saja sambil memulas senyum usilnya. Pria itu telah menipunya.
"Ck! Kamu menipuku Krish!" Kesal Ayura sambil melempar lirikan tajam kearah pria itu.
"Lagian disini restoran bintang lima, kebersihan dan keamanan nya terjamin buat orang kaya seperti kamu. Bukan seperti warung di pinggir jalan." Sindir Ayura membuat Krishna merasa bersalah.
Pria itu yakin Ayura telah mengetahui sedikit banyak tentang dirinya dari ucapan Ayura tentang penyakitnya yang tidak bisah berada di tempat umum.
Dia pun yakin Ayura sekarang pasti merasa minder karena telah mengajaknya makan di warung pinggir jalan. Pada hal baginya itu pengalaman yang sangat berkesan untuknya.
Seketika raut usilnya berubah senduh. "Maaf!" Lirihnya.
__ADS_1