
Sesi acara makan malam pun berakhir, kini tibalah semuah karyawan untuk undur diri disertai ucapan banyak banyak terimakasih kepada kedua big boss mereka.
Bersama yang lain Ayura pun akhirnya berjalan ke luar dari restoran itu, tapi saat di pintu tanganya langsung dicegat oleh seseorang dan ternyata itu adalah Krishna..
"Ay.. " Panggil Krishna. "Aku antar ya!" Tawarnya lembut sambil menarik pelan tangan gadis itu
"Nggak usah Krish, aku bisa naik taksi" Tolak Ayura sambil melirik tangannya yang sedang digenggam Krishna.Gadis itu menarik nafas pelan.
"Lepaskan tanganku Krish, cara mu yang seperti ini akan menimbulkan gosip tentang kita."
"Bukankah kita sering berpegangan tangan seperti ini..? Kenapa sekarang kau mempermasalahkan nya..?"
Gadis itu memutar bola mata jengah "Sekarang beda Krish."
"Apa yang beda..?" Bantah pria itu cuek
Perdebatan keduanya terhenti saat mendengar satu suara bariton menyapa, mengagetkan keduanya khususnya Ayura.
"Ay, aku duluan ya! Sampai jumpa besok dikantor." Ucap Abi sambil melirik tangan Ayura yang sedang digenggam Krishna.
Ayura yang menyadari tatapan Abi pada tangannya, refleks menarik tangannya dengan kuat membuat Krishna mendengus kesal.
"I.. iya Pak!" Balas Ayura tak enak hati.
Pria kaku versi Ayura mentap sekilas Krishna dan akhirnya memilih berlalu tanpa mengucapkan kata pamit pada adiknya. Huff benar-benar hubungan yang rumit.
"Cih! Lihatlah, kau begitu ramah dan sopan kepadanya, kenapa tidak dengan ku..?" Kesal Krishna.
"Apa kau lupa, kalau Pak Abi itu atasan ku..?" Sinis Ayura merasa tidak terima Krishna membanding bandingkan dirinya dengan Abimanyu.Jelas saja dia harus berlaku hormat dan sopan pada pria itu, karena dia tidak ingin atasannya itu murka dan kembali berlaku kasar padanya seperti yang dulu dulu.
Ayura nggak tahu aja kalau pria tampan yang disebut kaku itu sudah berubah hangat padanya. Jangankan berlaku tidak sopan, sekalipun Ayura meninju atau pun mencakar cakar wajahnya, dia dengan senyum akan mengatakan aku tidak papa, lakukanlah bila itu membuat mu senang. Ck ck ck, sampai segitunya Pak Abi..? π
Karena sejatinya pria itu tengah menyimpan rasa untuknya, hanya saja sikap datar yang ditunjukkan pria itu membuat Ayura tidak menyadarinya.
"Udah ah, tunjukan mana mobil mu dan cepat antar aku pulang, aku sudah sangat lelah dan ingin cepat cepat istirahat."
Krishna langsung memulas senyum lebar, merasa bahagia akhirnya Ayura mau juga diantar olehnya.
Sedangkan bagi Ayura, mengalah adalah cara aman yang ditempuh agar dia cepat pulang, karena kalau dia terus menolak dipastikan sampai subuh pun mereka masih berdiri didepan restoran ini karena Krishna tidak akan melepaskannya.
Dengan riang gembira Krishna membukakan pintu mobil bagian belakang dan mempersilahkan Ayura masuk.
"Silahkan tuan putri." Canda Krishna.
"Ck! "
"Maafkan aku Ay." Ucap Krishna saat keduanya sudah didalam mobil yang sudah melaju.
Gadis itu langsung melirik Krishna tanpa membuka suara.
"Aku bukannya ingin membohongimu tentang status ku. Tapi melihat kamu yang begitu polos dan tidak mengetahui siapa aku, membuat ku sangat senang, apa lagi bisa berdekatan dengan mu sebagai orang biasa, bukan sebagai artis. Biasanya semuah perempuan yang mendekatiku karena hanya ingin mengincar harta dan popularitas ku, tapi kamu tidak Ay, kamu beda." Jelas Krishna jujur.
"Semuah orang mendekatiku dengan senyum dan wajah palsu mereka, didepanku mereka memuji bahkan mengelu ngelukan ku tapi dibelakang ku mereka malah tersenyum mengejek merasa bangga bisa memanfaatkan ku"
Ayura sendiri hanya diam menyimak dan memberi ruang untuk Krishnan menjelaskan semuanya.
"Rencananya aku akan menceritakan yang sebenarnya pada mu, tapi eh kau malah mengetahuinya sendir" Jelas pria itu lagi.
Sementara keadaan menjadi hening sampai pria itu membuka suaranya lagi.
"Ay" Panggil Krishna lembut.
Manik keduanya beradu "Kita masih bisa berteman kan..?" Pinta Krishna dengan wajah memelas.
__ADS_1
Ayura menggeleng.
"Tapi kenapa..?" Tanya Krishna penuh kecewa.
Ayura menarik nafas pelan sebelum akhirnya membuka suara "Kamu itu artis papan atas Krish, setiap tindak dan gerakanmu akan menja sorotan media, dan aku tidak ingin kehidupan ku yang damai terusik oleh media bila kedapatan bersama mu."Jelas Ayura
"Aku akan meminta pada semuah wartawan untuk tidak mengganggu kehidupan mu ataupun meliput mu Ay."
"Apa itu bisa..?"
"Tentu saja bisa!" Balas Krishna dengan senyum menyeringai. "Aku memiliki kekuasaan untuk itu Ay." Tambahnya lagi penuh jumawa.
"Cihh, sombong." Ketus Ayura membuat Krishna tertawa besar
"Ay.. " Lirihnya lembut
"Hmmm.. "
"Jangan menghindar lagi dariku, itu sungguh menyakitkan." Pinta Krishna sendu.
"Apa kamu nggak takut aku memanfaatkan mu Krish..? Aku kan sudah tahu siapa kamu.. ?" Tanya Ayura dengan senyum mengejek
"Aku malah senang kalau dimanfaatkan sama kamu. Kamu beda dan kamu diistimewakan." Ucap Krishna lalu menarik tangan Ayura dan menggenggamnya lembut.
"Krish!" Seru gadis itu kaget saat Krishna menarik tangannya dan menggenggamnya, Ayura hendak menarik tangannya tapi Krishna malah menahannya.
" Biarkan seperti ini dulu Ay. Genggaman tangan mu menenangkan. Aku tidak akan melepaskan nya. Dan aku pastikan kamu akan selalu disisiku, menggenggam tangan ini sampai kapan mu." Ucap pria itu memaksa.
"Cihh! Maksa." Cibir Ayura sambil mengerucut kan bibirnya membuat Krishna tertawa keras lalu dengan gemasnya mengacak rambut Ayura.
Tak lama mobil pun sampai dikediaman Ayura. Atensi Krishna teralihkan saat melihat rumah Ayura yang dari luar terlihat sangat megah.
Gadis itu pun mengucap terimakasih sebelum akhirnya keluar dari dalam mobil. Saat hendak membuka pintu pagar, Krishna malah menarik tangannya. Pria itu masih penasaran dengan Ayura. Siapa dia..? Kenapa sampai tinggal dirumah semewah ini..?
"Ada apa lagi Krish..?" Gadis itu sampai memekik kesal.
"Siapa kamu sebenarnya Ay..? Seperti nya kamu bukan dari keluarga biasa biasa saja..?"
Ayura yang menangkap arah pembicaraan Krishna langsung memutar bola mata jengah.
"Ini rumah orang tuaku Krish, dan aku hanya menumpang disini." Jelas gadis itu "Aku lelah dan mau istirahat."
Krishna pun Akhirnya melepaskan tangan Ayura. "Baiklah kalau kamu tidak mau jujur, aku akan cari tau sendiri."
"Terserah" Ucap gadis itu malas dan langsung berlalu.
"Besok pagi aku akan jemput Ay." Teriak Krishna melihat Ayura yang semakin menjauh.
Saat sudah didalam mobil
"Adam! Cari tau tentang Ayura dan beri aku kabar besok pagi." Perintah Krishna.
*
*
*
Dilorong sebuah rumah sakit, ada seorang gadis kecil sekitar berumur empat tahun sedang menangis sambil menggendong boneka tedy nya.
Tiba tiba datang seorang anak laki-laki tampan mendekatinya lalu duduk di samping gadis kecil itu. "Hei! Kenapa menangis..?" Tanya anak laki-laki itu.
Gadis kecil itu pun seketika menoleh, menatap anak laki-laki itu. "Aku sedih kak, Mama ku sedang sakit di dalam dan dia belum bangun bangun dari kemarin, hikh hikh hikh.." Jawab gadis sambil menangis.
__ADS_1
"Emang Mama mu sakit apa..?" Tanya bocah berumur tujuh tahun itu
Gadis itu menggeleng, " Aku tidak tau kak, tapi kata dokter Mama ku sakit parah."Jawab gadis kecil itu sambil mengusap air mata dan ingusnya dengan punggung tangannya.
"Emang sakit parah itu apa kak.. ? Apa itu sejenis batuk parah atau pilek parah..?" Tanya gadis kecil itu polos.
Anak laki-laki itu seketika berfikir dengan pertanyaan gadis kecil disamping nya ini. "Hmmm, bisa jadi dek, bisa jadi sakit batuk parah atau sakit pilek parah" Jawabnya sok tahu
"Apa Mama ku bisa sembuh..?"
"Bisa! Asalkan Mama mu rajin minum obat dan kau pun harus berdoa agar Mama mu cepat sembuh." Ucap anak laki-laki itu dengan tersenyum kearah si gadis kecil.
Gadis kecil itu pun seketika berbinar "Benarkah..?"
Tanpa menjawab anak laki-laki itu malah mengangguk dengan senyuman manisnya. Gadis itu pun akhirnya ikut tersenyum senang dan melupakan rasa sedihnya.
"Oh iya, nama kakak siapa..?" Tanya gadis kecil itu
"Nama ku Krish. Kalau kamu..?"
"Ohh, jadi nama kakak Kiss. Nama ku Yua."
"Bukan Kiss dek, tapi Krish." Ralat Krishna kecil.
"Iya aku tahu, nama kakak Kiss kan..?" Yua yang memang cadel jadi hanya bisa menyebut nama Krishna dengan sebutan Kiss.
"Hadeehh..." Krishna kecil menepuk jidatnya. "Baiklah kamu boleh memanggilku dengan sebutan itu" Ucapnya pasrah. "Tapi kamu harus janji setiap kamu memanggil nama ku Kiss kamu harus mencium pipi ku. Itu hukuman untuk mu karena memanggil namaku dengan KISS (Cium)."
Gadis itu pun mengiyakan permintaan Krishna kecil " Baiklah kak Kiss,, hmmuuaahh" Ucap gadis kecil itu dan langsung mendaratkan sebuah kecupan panjang di pipi anak laki-laki itu.
Keduanya pun lalu tertawa ceria dan melupakan sejenak kesedihan gadis kecil itu.
Hari hari berikutnya kedua anak itupun jadi sering bertemu di rumah sakit yang ternyata milik kakek bocah itu.
Krishna kecil yang merupakan cucu dari kakek Yudistira, sering diajak untuk menemani kakeknya yang sering berkunjung ke rumah sakit itu.
Sedangkan Yua sendiri menghabiskan banyak waktunya dirumah sakit itu untuk menemani Mamanya yang sedang menderita penyakit kanker payudara.
Semenjak pertemuan itu, keduanya semakin lengket dan tak terpisahkan, Krishna kecil pun menjadi sering ke rumah sakit dan bocah itupun terlihat betah bermain bersama Yua dan menghibur gadis kecil itu untuk melupakan kesedihan nya.
Tapi suatu hari Krishna kecil datang ke rumah sakit untuk pamitan pada Yua, karena dia beserta keluarganya akan pindah dan menetap diluar negeri.
Tapi setelah mencari kesana kemari dia tidak menemukan Yua nya, dia pun mencari keruangan Mama gadis kecil itu dirawat, tapi bocah itu kembali kecewa karena disana juga dia tidak menemukan sosok gadis kecil yang telah menempati hatinya, bahkan Mama si gadis kecil itupun sudah tidak ada disana.
Sambil menangis bocah itu pun menanyakan keberadaan Yua nya pada sang kakek.
Dari petugas rumah sakit dia mendapat berita duka kalau Mamanya Yua yang selama ini dirawat telah meninggal dunia. Bocah itu pun menjadi sedih dan merengek pada kakeknya untuk diantar kerumah orang tua Yua.
Mengantongi alamat dari petugas rumah sakit, Krishna kecil dan kakek langsung mendatangi kediaman Yua.
Netra bocah itu langsung menyapu seluruh ruangan mencari keberadaan Yua. Pandangannya lalu tertuju pada seorang gadis kecil yang tengah menangis dalam dekapan seorang perempuan paruh baya.
"YUA... " Teriak Krishna kecil.
ππππππππππππππππ
**JANGAN LUPA....
LIKE... π·
KOMEN... π·
VOTE... π·
__ADS_1
FAVORIT JUGA YA... π₯°
πΉ HAPPY READINGπΉ**