Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Berebutan Oleh Oleh.


__ADS_3

"Minumlah dulu!" Seru Putri menyodorkan segelas air putih, setelah membaringkan tubuh lemah Angel dikasur.


"Kami pergi dulu, sekalian pamit pulang."Pamit Putri dengan ramah Sesungguhnya dia sangat kasihan dengan kondisi Angel. Sedangkan Nanda, gadis itu hanya menatap kesal melihat tingkah Angel yang dianggap terlihat angkuh.


Putri lalu mengajak Nanda keluar. Gadis itu terlihat masi memberenggut kesal.


" Terimakasih." Lirih Angel membuat langkah kaki keduanya terhenti. Kedua gadis itu langsung berbalik.


"Ayura begitu beruntung , dikelilingi oleh oleh orang yang baik. Aku begitu iri padanya. Tapi dia pantas mendapatkan semua itu, karena memang hatinya sangat baik." Lirih Angel dengan suara bergetar.


"Kita bisa berteman kalau kamu nggak malu Njel." Dan kali ini bukan suara Putri melainkan suara Nanda. Putri melirik nya kaget, tapi kemudian tersenyum.


"Terima kasih" Lirih Angel lagi.


Keduanya tersenyum"Sama sama. Istirahat lah, kami juga mau pulang."


Kita tinggalkan Angel yang tengah merenung nasibnya yang menyedihkan. Pria yang begitu dicintainya sejak dari kecil begitu membencinya dan berlaku kasar tanpa ampun padanya.


Ditaman samping Ayura masih ngobrol dengan Abi.Terlihat raut cemas diwajah gadis itu. Sesungguhnya dia hanya takut kedatangan Papa nya dan memergok Abi dirumahnya. Dia tak ingin kejadian kemarin dulu terulang lagi.


Abi menyadari itu. "Ada apa..? apa kamu nggak suka aku disini..?"


"Bukan begitu Pak, aku hanya tidak ingin Papa datang dan memergokin Bapak disini. Aku tidak ingin terjadi keributan lagi."


Abi diam sejenak. Kemudian mencoba tersenyum.,"Baiklah aku akan pergi, lagian ini sudah malam, kamu juga harus istirahat kan..?"


Abi pun beranjak, hendak pergi tapi dia kembali mengurungkan niatnya demi menanyakan sesuatu pada gadis itu.


"Ay... kita masih berteman kan..?" Ayura mengerenyit bingung.


"Kita sudah tidak sekantor lagi, kita akan jarang bertemu, apa nanti aku boleh mengajak mu ngopi atau makan bareng..?" Ditatap nya wajah Ayura dengan begitu dalam, dengan netra yang begitu sendu.


Ayura menyadari kesedihan pria itu, entah mengapa pertanyaan Abi membuatnya juga merasakan sedih. Dengan pelan gadis itu pun mengangguk. "Kita masih satu kota Pak.Dan kita akan tetap berteman."


Sontak hal itu membuat Abi bahagia, refleks pria itu langsung menubruk tubuh Ayura. Memeluk nya dengan erart.


Ayura terlonjak kaget, mata gadis itu membesar. "Pak... " Tegur Ayura mendorong tubuh kekar Abi.


"Aku sangat merindukanmu mu. Aku hampir gila. mendengar kamu terluka.." Abi lalu mengurai pelukan.


Masih dengan tangan dikedua bahu Ayura,pria itu berujar lagi. " Kedepannya kamu harus memiliki ekstra sabar saat bersamanya. Dia memang sedikit keras kepala. Bila dia melukai mu, datangkah pada ku. Ada aku yang akan mengobati mu. Berjanjilah untuk selalu bahagia hmm.."


Ayura masih mematung, mencerna semuah ucapan Abi, dan tanpa disadarinya dengan gerakan begitu cepat Abi sudah mendaratkan sebuah kecupan di keningnya, gadis itu tekejut tanpa sempat menolak.


Abi langsung berlalu dengan senyuman lebar meninggalkan Ayura yang masih diliputi perasan kacau.


Kejadian beberapa detik itu membuat hatinya berdesir hebat.


Baru saja beberapa langkah, Angel sudah berlari kearah mereka dengan wajah tegangnya.


"Gawat Ay, Papa dan Mama sudah di depan. Dan kau Abi, jangan ikut dalam, keluarlah lewat samping."

__ADS_1


"Benarkah..?" Ayura pun tak kalah panik. Ditariknya tangan Abi yang hendak nyelonong masuk lewat dalam rumah. "Pak!. Ikut aku!"


"Ay, aku bukan pencuri. Aku akan ikut sini sekalian mau pamitan pada. Om." Abi hendak melepaskan tangan Ayura. Dia tidak ingin terlihat seperti pencuri. Baginya dia pria sejati.


" Jangan macam macam kamu Pak, aku nggak mau Bapak babak belur lagi ditangan Papa."


Ayura lalu menarik tangan Abi, tak ingin membuat gadisnya kuatir, Abi akhirnya pasrah saat diseret oleh Ayura, bukannya marah atau melawan, Abi malah tersenyum senang melihat tangannya digandeng kuat oleh Ayura


Dengan sedikit drama yang menegangkan itu akhirnya Ayura mengantar Abi keluar pagar. Sedangkan kedua security yang tadi sempat diikat oleh Willy sudah terlepas dari tadi.


Keduanya pun melakukan tugasnya seperti biasa seperti tidak terjadi sesuatu sebelumya.


Willy pun sudah memarkirkan mobil nya di depan Abi dan Ayura. Entah dimana dia saat orang tua Ayura datang tadi tapi yang jelas pria itu baru saja memarkir mobilnya saat Ayura dan Abi keluar.


"Maksih Ay, aku pergi dulu." Pamit Abi.


" Iya Pak.!"


Abi tersenyum simpul, melihat tangannya yang terus digenggam Ayura. Pada hal sudah beberapa kali pria itu pamit, dan Ayura mengangguk tapi dia tetap menggenggam tangan itu tanpa sadar.


Ayura pun bingung melihat Abi yang tidak beranjak tapi sudah beberapa kali berpamitan. Sampai netra Abi memandang tangannya. Sontak Ayura kaget dan langsung melepas tangan Abi yang digandeng nya dari tadi.


Wajah gadis itu seketika merona. Abi tersenyum, dibelain nya rambut Ayura. "Masuklah, aku juga akan pergi."


Ayura yang masih malu seketika langsung berlari masuk meninggalkan Abi yang sedang tergelak kecil.


* * * * *


Karena rencananya hari ini dia akan kembali bekerja. Setelah seminggu lebih absen.


Semalam, Bramantyo juga sudah mengetahui perihal kejadian yang menimpa. Ayura. Pria paruh baya itu kaget saat melihat kening putri kesayangannya tertempel perban saat dia melihat Ayura dikamarnya.


Ayura mengatakan ini hanyalah sebuah musibah tanpa memberitahu kejadian yang sebenarnya.


Sedangkan Amarah, perempuan paruh baya itu terlihat sangat senang mendengar cerita dari Angel tentang musibah yang menimpa Ayura.


"Syukurin, ini karma yang bagus untuk anak manja. itu." Celetuk Amarah penuh senang.


"Mah.. " Pekik Angel dengan marah.


"Kenapa..? Emang kamu nggak senang kalau dia terluka haa..? Jangan bilang kamu berubah menjadi baik karena merasa hutang budi Angel." Bola mata Amarah sudah menyorotnya tajam.


"Dia terluka karena menolong ku Mah. kalau bukan dia mungkin sekarang aku sudah menyandang status almarhumah Mah." Angel menarik tangan Mamanya dan di genggamnya lembut.


"Sudah Mah, aku mohon hentikan dendam mu. Mari kita hidup dengan baik, kalau tidak bisa berbuat baik padanya, setidaknya tidak usah lagi berpikir untuk berkata kasar ataupun berlaku jahat padanya." Pinta Angel dengan sendu.


Amarah hanya merdecak kesal sembari membuang muka.


Angel tersenyum, walaupun Mamanya tidak berkata kata lagi tapi dia tahu Mamanya sedang memcerna semuah kata katanya tadi.


"Udah dulu Mah. Aku mau lihat Ayura dulu, mau memastikan dia sudah meminum obatnya atau belum." Angel langsung melangkah pergi.

__ADS_1


"Jangan terlalu berlebihan kau Angel. Ingat dia sudah memiliki segalanya, kekayaan, kasih sayang dan kecantikannya. Kamu disini yang patut dikasihani, bukan dia." Teriak Amarah saat Angel hendak membuka pintu


Gadis itu berbalik, "Kita sudah menikmati hidup dengan gratis selama ini Mah, kita sudah merebut semuah miliknya dan menikmatinya selama ini. Dan sekarang aku sudah tidak mau lagi."


Dan Angel pun benar-benar pergi. meninggalkan Amara yang masih diselimuti amarah.


* * * * *


Kantor Yudistira Entertainment


Ayura sedang melangkah pasti keruangannya bagian team desain. Dan kedatangan nya disambut riuh oleh semuah teamnya itu.


Apalagi saat melihat kantong kresek begitu besar yang dibawah gadis itu sontak semuah nya langsung berebutan merampas kantong kresek itu. Mereka tau itu adalah oleh oleh buat mereka.


"Eh.. eh.., jangan rebutan. Semuah nya kebagian kok.Disitu sudah ada namanya masing-masing." Teriak Ayura. Tapi tidak digubris, karena mereka sedang fokus dengan oleh oleh itu.


Ayura hanya mampu menggeleng, kemudian tersenyum senang, melihat teman temannya bersorak senang saat mendapat oleh oleh yang sesuai dihati, mana mahal lagi.


"Ay sayang... Akhirnya kau datang juga. Aku sangat senang, akhirnya kita bisa kerja bareng lagi." Seru Putri sembari memeluk Ayura.


"Kenapa nggak menghubungi ku untuk menjemput mu. Atau jangan jangan dijemput ama ayang beb ya..?" Tebak Nanda.


Ayura hanya menggeleng lemah. Tapi kemudian tersenyum menutupi kekecewaan hatinya karena pagi ini Krishna juga tidak menjemputnya.


Bahkan belum menghubungi nya dari semalam. "Aku diantar sama Papa tadi."


Baik Nanda maupun Putri hanya ber "oh" ria. "Yah udah, biar nanti pulang aja kita bareng. Iya kan Put..?" Nanda menyikut Putri, gadis itu pun langsung mengangguk setuju.


Keduanya tahu kalau temannya sedang sedih.


Tiba tiba, mereka dikagetkan dengan kedatangan Adam. Semuahnya mematung, dan langsung enghentikan aksi hura hara mereka memilih oleh oleh


"Maaf Nona Ayura, anda diminta datang keruangan tuan Krishna."


"Oh.. Baiklah.."


"Mari Nona. "


Keduanya pun langsung berlalu. Dan sebelum punggung Adam benar-benar menghilang, ruangan itu kembali gaduh.


Adam mempersilahkan Ayura masuk setelah membukakan pintu untuk kekasih Tuannya.


Krishna yang masih sibuk dengan laptopnya langsung beranjak dari duduknya, tersenyum senang mendekati sang kekasih. Tapi kemudian tertegun melihat stempel luka menempel di kening Ayura.


Luka Ayura memang sedikit mengering, hingga dia menggantikan perban nya dengan stempel luka.


"Ay.. Apa yang terjadi..?"


🌿🌿🌿🌿🌿 **BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿


MOHON SELALU TINGGALKAN JEJAK, LIKE KOMEN N VOTE YA GAESS.. πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™**

__ADS_1


__ADS_2