Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Abi Sumber Kewarasan Ku


__ADS_3

Ayura memilih sibuk dengan pekerjaannya dan mengabaikan Yua yang sedang menikmati sarapan nya.


Tiba tiba pintu dibuka bersamaan dengan itu pulpen Ayura jatuh, membuat dia langsung menunduk mengambil nya. Tapi karena jatuhnya agak jauh membuat dia terpaksa harus turun dari kursinya. Berjongkok dibawah mencari pulpen ya yang menggelinding entah kemana.


"Kak Krish, kau sudah datang..?" Krishna hanya tersenyum menghampiri Yua.


Gadis itu pun langsung menghentikan aktivitas nya beranjak menarik tangan Krishna agar duduk disampingnya. "Ayo makan bersama ku, ini sangat enak loh ."


Krishna nurut aja duduk disamping Yua. "Ayo buka mulutnya. Biar aku suap..Aaa.."


Krishna tersenyum kemudian menggeleng. "Nggak Yua, kamu aja yang makan. Aku sudsh kenyang." Tolaknya sembari menepis sendok berisi makanan yang ada didepan mulutnya.


"Ck! Nggak boleh gitu kak. Kak Krish harus merasakan makanan ini. Aaaa.." Tanpa mengindahkan penolakan Krishna, dia langsung mengarahkan lagi sendok yang tadi di dorongan Krishna dengan wajah cemberut.


Tak ingin mengecewakan gadis ini, Krishna pun pada akhirnya membuka mulut dan menerima sendok penuh berisi nasi goreng dan lauk yang lain.


Yua begitu senang, dia bahkan terkekeh melihat Krishna yang mau disuap. "Enak kan.." Tanya nya dengan antusias dan Krishna mengangguk.


Melihat ada sisa makanan menempel di bibir Krishna membuat gadis itu dengan lancang mengusap bibir seksi itu.


Krishna begitu kaget, dia tidak sempat mengelak karena tangan Yua dengan cepat mengusap bibirnya.


Krishna refleks memegang tangan itu hendak menepisnya, tapi belum sempat dia melakukanya, dia kembali dikagetkan dengan kehadiran seorang gadis yang sangat dicintai yang tak dijumpai 4 hari ini sedang menatapnya dengan penuh kecewa.


Dia sangat kaget melihat keberadaan Ayura, karena saat masuk tadi dia tidak mendapat gadis yang sangat dirindukan ini berada ditempatnya.


Ayura sendiri melihat semuahnya, bagaimana Yua yang menyuapi Krishna dan Krishna yang tersenyum bahagia dengan itu. Terus dilanjutkan dengan adegan yang terakhir membuat dia merasa Krishna telah banyak berubah.


Uhukk....


Uhukk....


Uhukk....


Krishna tersedak Makanan. "Ay.." Lirihnya ,ingin berdiri tapi dicegat oleh Yua.


"Kak, minum dulu." Yua langsung menarik tangan Krishna, dan entah apa yang telah terjadi pada pria itu, dia hanya nurut saja saat Yua menarik tangannya meminta nya untuk kembali duduk.


Gadis itu langsung menyambar air minum dan diserahkan pada Krishna. "Minum dulu kak."


Krishna menerima air itu dan langsung meminumnya, tapi netrnaya tidak pernah lepas dari Ayura.


Yua memanfaatkan momen itu, dia langsung berdiri dibekakng Krishna, mengusap punggung pria itu, karena Krishna masih batuk. "Pelan pelan kak minumnya. Lagian kenapa sampai tersedak coba..? Kaget lihat setan ya..?" Canda Yua tapi, sejujurnya dia sedang menyindir Ayura


Dia bahkan tengah menikmati raut terluka Ayura yanag masih mematung ditempatnya.


"Sudah Yua." Menepis tangan Yua yang sedang mengusap punggungnya. Krishna beranjak ingin mendekati Ayura.


"Kak, kau mau kemana...? Kita belum menghabiskan sarapan nya." Ucap Yua dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Teruskan saja makan mu, aku sudah kenyang." Ucap Krishna dengan lembut. Sambil mengusap pucuk kepala Yua. Dan itu semuah disaksikan oleh Ayura. Hatinya begitu panas.


Dilihatnya Krishna yang mendekat. Dia langsung duduk dan memilih melanjutkan pekerjaannya. Yang entah bisa dikerjakan atau tidak karena suasana hatinya benar-benar kacau.


Walaupun selama 4 hari ini dia sudah mempersiapkan diri dengan peristiwa seperti ini, membentengi hatinya agar tidak terluka lagi tapi realitanya berbeda. Hatinya tetap saja berdenyut sakit.


"Ay.." Lirih Krishna saat sudah berada didepan meja Ayura. Memanggil nama gadis yang sangat dirindukan karena melihat Ayura yang tak melihat keberadaannya.


Mendengar namanya dipanggil dengan begitu lembut, memaksa atensinya teralihkan. Dengan senyum yang terpaksa dia menatap Krishna.


"Iya Pak. Selamat pagi."Jawab Ayura dengan begitu formal dan dingin tentunya.


"Bagaiamana keadaan mu..?"


Ayura kembali tersenyum. "Aku baik. Sangat baik. Seperti yang Bapak lihat."


Krishna mentapnya sendu, melihat Ayura yang begitu dingin dan memanggilnya Bapak membuat hatinya serasa ditampar. Ayura tengah membangun tembok yang tinggi dan kokoh untuk dirinya.


Dan melihat Ayura yang begitu acuh padanya, padahal dia ingin sekali memeluk gadis itu, dan mendaratkan banyak kecupan diwajahnya tapi belum juga dia sampai disamping Ayura, tanganya sudah ditarik oleh Yua.


"Kak, bukankah tadi pagi kak Kris sudah berjanji pada ku untuk menemaniku berbelanja..? Ayo kita pergi, aku sudah habis sarapannya." Seloroh Yua menarik tangan Krishna yang dilihat sudah mau mendekati Ayura.


"Ha..." Beo Krishna


"Ayo kak, nanti siang kak Kris akan ada meating lagi, nanti nggak keburu belanjanya." Rengek Yua dengan manja.


Ayura memejamkan matanya, menahan sakit hatinya yang termata perih Kedua tangannya bahkan terkepal kuat.


"Nggak bisa begitu kak, kak Krish sudah berjanji pada ku." Kesal Yua dengan bibir cemberut.


Krishna menjadi tak enak, dia yang ingin menyapa Ayura, sepertinya tak jadi. Karena dia juga tidak ingin mengecewakan Yua. Dia masih mencoba membujuk Yua, tapi sepertinya gadis itu tak mau peduli dan terus saja merengek.


Ingin sekali Ayura bangkit dan membentak kedua manusia yang tak tau diri ini untuk menyingkir dari hadiahnya. Sebenarnya dia tau Yua sedang ingin memanas manasin dirinya, dan dia tidak peduli.


Tapi melihat cara Krishna yang begitu lembut dan penuh kasih sayang dan terkesan memanjakan Yua membuat hatinya seperti dicabik cabik.


Seingatnya saat bersamanya Krishna lebih banyak menuntut dan memaksa kehendaknya pada Ayura, tapi apa ini..? Dia bahkan terlihat seperti kerbau dicocok hidungnya.


Tak berselang ponsel nya berdering tanda sebuah pesan masuk. Melihat siapa pengirim pesan itu membuat dia seketika menyunggingkan senyum lebar.


Hal ini ditangkap netra Krishna, karena saat mencoba menenangkan Yua, netranya terus menatap Ayura dengan penuh rasa bersalah.


Dia sedikit penasaran dengan siapa Ayura sedang berkirim pesan, karena gadis langsung tersenyum dengan begitu lebar, dan penuh semangat membalas pesan itu. Dan mengacuhkan dirinya.


Melupakan keberadaan Krishna dan Yua, Ayura membaca pesan dari Abi. "Bagaimana kabar mu.? Kamu baik-baik saja kan.?' Belum juga Ayura sempat membalasnya, Abi kembali mengirim pesan. "Kalau kamu tidak senang disitu, bagaimana kalau aku jemput saja. Kita jalan jalan."


"Aku baik-baik saja Kak. Kak Abi tenang saja. Aku akan menghubungi Kak Abi kalau keadaan ku terjepit.😁🤭" Canda Ayura dengan menyertakan emot tertawa. Berharap Abi dapat tenang ditempat kerjanya dan tidak begitu menguatirkannya.


"Kamu...😡" Abi tak mau kalah sengaja mengirim emot marah, menunjukan kalau dia marah dengan pesan yang Ayura kirimkan

__ADS_1


"😁😁😁✌✌"


"Awas kamu Ay. Aku akan memberi mu hukuman nanti."


Melupakan keberadaan Krishna dan Yua, Ayura terus berkirim pesan degan Abi dengan senyum lebar.


Mengingat Abi membuatnya seketika melupakan perasaan kesal dan amarah yang sempat membuncah.


Entah mengapa dia merasa sangat bahagia hanya karena berkirim pesan dengan pria itu. Dan sekarang dia yakin bahwasanya Abi adalah sumber kewarasannya .


Ayura melanjutkan pekerjaannya setelah Krishna pamit padanya untuk keluar menemani Yua berbelanja. Terlihat pria itu pergi dengan berat hati. Tapi satu yang bisa ditangkap Ayura, sepertinya Krishna sangat memanjakan Yua, mengikuti semuah mau gadis itu yang terlihat sangat pemaksa itu.


Beda dengan dirinya yang selalu mengalah dan menurut dengan semuah kemauan Krishna selama ini.


Jam pulang telah tiba, Ayura telah merapikan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang. Sedangkan Krishna sendiri tak terlihat batang hidung nya setelah pergi bersam Yua tadi pagi. Dan kemana pun mereka pergi ,Ayura tidak tahu dan sepertinya tak mau tahu.


Baginya dia ingi cepat menyelesaikan proyek kerja sama bersama Alexander Group setelah itu mengundurkan dari dari kantor ini.


Dia sudah muak melihat interaksi Krishna dan Yua. Dia hany ingin menjaga kewarasannya saja.


Berjalan dengan elegan, menyapa semuah karyawan kantor dengan begitu ramah. Dan dibalas dengan tak kalah ramah oleh semuah karyawan. Sudah tak ada lagi bisik bisik tetangga ataupun lirikan mata mu...menarik hati ..Seperti lagu lagu jadul yang sempat tenar pada masa nya🤭


Ayura sudah menghubungi Abi agar segera datang menjemput nya. Dia sekarang dia sudah menunggu diloby samapi satu suara Barito mengagetkannya.


"Ay..Kamu sudah mau pulang.?" Tanya Krishna dengan senyum lebar sedang menghampiri nya. "Ayo, biar aku antar "Ajak Krishna dengan ramah.


Belum juga Ayura menjawab setuju ataupun tidak Ajakan Krishna, terdengar suara seorang gadis dari arah belakang. "Kak Krish.." Panggil Yua setengah berteriak, berlari menghampiri Krishna. alis pria itu pun terangkat sebelah.


"Kamu kenapa ada disini, bukankah Aku sudah mengantar mu tadi siang keapartemen..?" Tanya Krishna dengan raut bingung. Karena setaunya setelah berbelanja pria itu sudah mengantarnya keapartemen, tapi kenapa malah disini.


"Aku bosan diapartemen kak, makanya menyusul mu kesini." Seru Yua kemudian Merangkul lengan Krishna tanpa beban. Dan Krishna sendiri terkekeh pelan melihat tingkah Yua yang dianggap menggemaskan.


Dan interaksi keduanya diabadikan Ayura dengan tatapan datar. Krishna benar-benar mengabaikan nya lagi dan lagi.


Tak berselang klakson mobil berbunyi mengalihkan tatapan Ayura. Senyumnya seketika mengembang sempurna melihat pria yang sempat dicap kaku itu kini tersenyum dan melambai padanya..


"Maaf Aku duluan." Suara Ayura seketika mengembalikan atensi Krishna yang sedari tadi hanya tertuju pada Yua dan mengabaikan Ayura .


"Ay.." Panggil Krishna kemudian melepas tangan Yua dengan sedikit paksa, karena gadis itu merangkulnya dengan begitu kuat. Gadis itu tak terima melihat Krishna berlari menghampiri Ayura. " Kak.." Kesala Yua sembari menghentakan kedua kakinya. Tangannya bahkan terkepal kuat melihat Krishna yang terus berteriak memanggil nama Ayura.


Ayura sudah mau membuka pintu mobil tapi Krihsna dengan cepat menahan pintu mobil agar tak terbuka.. "Biar aku antar Pulang Ay.." Pinta Krishna dengan sendu


"Nggak usah Krish, lagian aku tidak mau jadi obat nyamuk buat kalian." Sindir Ayura sembari melihat Yua yang sedang menghampiri mereka. "Pergilah, jangan buat dia kecewa pada mu."


"Kak, kenapa meninggalkan ku, ayo kita pulang, lagian Ayura juga sepertinya nggak mau diantar sama kakak." Kesal Yua langsung menarik tangan Krishna.


.


Ayura hanya tersenyum miring kemudian melepaskan tangan Krishna yang masih menahan pintu mobil dengan sedikit kasar.

__ADS_1


"Maaf aku duluan." Ucap Ayura kemudian menutup pintu mobil. Krishna sendiri hanya mematung melihat mobil menghilang dari pandangan .


__ADS_2