Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Bersinar Dan Berharga


__ADS_3

Seperti janji Krishna tadi malam pagi pagi dia sudah bertandang ke kediaman Bramantyo guna menjemput kekasih hati yang akan melakukan fiting baju di butik Tante Helena Bagaskara.


Begitu juga Dani dan Angel pun sama akan melakukan fiting baju tapi dengan butik yang berbeda.


Kedua pria itu bertemu diruang tamu, keduanya menyapa hanya dengan senyuman semata, tanpa obrolan apa pun.


Mengingat kejadian tadi malam, Dani memilih bungkam, tak ingin membuka obrolan yang nantinya akan menyinggung ego pria itu seperti semalam yang tanpa sengaja dilakukan Mamanya.


Begitu juga Krishna, menurutnya tak ada sesuatu yang harus di bahas dengan Dokter yang merupakan teman kakaknya itu. Karena mereka tak seakrab itu.


Tak berselang Ayura dan Angel pun datang menghampiri kedua calon suami mereka.


Tanpa basa basi lagi, kedua pasangan serasi itu pun langsung memilih pergi. Setelah pamit pada Bramantyo dan Amara tentunya.


"Bagaiamana kalau kita berangkatnya bareng, berempat satu mobil, kan biar rame. Krish kamu nggak keberatan kan..? Cetus Ayura tiba tiba saat Dani dan Angel hendak masuk kedalam mobil Dani, dan Krishna yang tengah membuka pintu mobil Ferrari biru miliknya untuk gadis yang tengah melempar permintaan aneh ini.


Sontak saja Angel dan kedua pria itu terkejut.


Wajah Krishna sudah menekuk, begitupun dengan Dani, pria itu cukup tertegun, hingga bantahan Angel menyelamatkan kedua pria itu.


"Ck! Aku nggak mau. Aku ingin berduaan saja dengan kekasih ku. Lagian tujuan kita berbeda kan..?"


"Ck! Kamu nggak asik Jel. Kan bisa saja, kalian menemani kami dulu ataupun sebaliknya." Pinta Ayura masih keukeuh dengan permintaan nya.


"Sayang...Jangan dipaksa, lagian kalau seperti itu kita akan sangat lama nantinya. Apalagi Fiting baju itu kan lama" Bantah Krishna dengan lembut.


"Tapi aku ingin kita pergi bersama sama Krish. Biar kita saling lebih mengenal lagi. Maksud ku kamu dan Dokter Dani. Kita akan menjadi satu keluarga bukan..?"


"Tapi sayang. Kita jangan memaksa, Angel Dan Dokter Dani baru saja bertemu, mereka pastinya ingin berduaan saja."


Dia harus bisa membujuk Ayura dan membatalkan rencana kekasih nya itu. Ya tentunya dengan alasan yang masuk akal dan suara yang lembut bukan. Dia tak ingin merusak suasan hati Ayura.


Karena salah bicara sedikit saja, gadisnya ini akan merengut dan ngambek, itu sama saja mencelakai diri sendiri.


Begitu juga Dani pria itu tengah berpikir keras, tentu saja dia juga tak setuju dengan usul iparnya ini.


Satu mobil dengan Krishna..? Yang benar saja. Itu sama saja merusak hari bahagianya. Karena dia ingin bebas dan berduaan saja dengan kekasihnya yang sangat dirindukan ini.


Krishna menghela nafas pelan, dia kemudian melirik Dani meminta tanggapan. Dokter tampan yang terkenal banyak modus itu pun langsung melirik calon istrinya itu. Karena dia tahu hanya Angel yang bisa mengatasi saudara tirinya itu.


Angel yang paham situasi pun mengangkat suara. " Tetap nggak bisa Ay, aku tetap nggak mau. Aku akan pergi dengan mas Dani. Lagian kapan kita berangkatnya kalau kau terus berdebat seperti ini. Aku sudah sangat lelah ini."


Dan ucapan Angel bukannya memberi solusi yang baik tapi malah menciptakan maslah baru buat Dani dan Krishna.

__ADS_1


"Kamu lelah..? Astaga! Apa keponakan aunty baik baik saja..? Kalau begitu biar aku bersamamu agar bisa menjaga mu Jel"


Angel memutar bola mata jengah. "Ay.. Apa kamu lupa kalau Mas Dani itu seorang Dokter..?" Kesal Angel dengan suara naik satu oktaf. "Lagian kenapa sih dari tadi kamu ngotot bersama kami.? Apa kamu takut berduaan saja sama calon suami kamu ha..?"


Dan ucapan Angel seperti sedang membuang granat ditengah tengah mereka.


Krishna melirik tajam Ayura, karena terpengaruh dengan ucapan Angel. Apa benar Ayura merasa tak nyaman bersamanya hingga dari tadi ngotot pergi berempat..?


Suasan disekitar menjadi panas, dan sedikit horor saat tatapan Krishna mengintimidasi Ayura.


Dani yang tahu akan ada badai, gegas menarik tangan Angel, membukakan pintu mobil dan menyuruh nya untuk masuk, duduk disebelah tempat kemudi.


Dokter tanpan itu pun berlari memutari mobilnya dan langsung melesat pergi tanpa pamit kepada kedua pasangan yang sedang mematung itu.


"Krish ayo kita pergi" Ayura mencoba mengalihkan topik tanpa berniat menatap wajah pria yang dia tahu sedang menahan amarah itu. " Ayo Krish. Kenapa diam..?" Ucapnya lagi dengan mencoba berkelit dari kemarahan pria ini.


"Apa kamu takut pergi bersama ku Ay..? Apa aku semengerikan itu dimata mu..?" Tanya Krishna dingin, Sangat dingin hingga membuat Ayura sedikit merinding.


'Kurang ajar si Angel, dia telah mendorong kedalam jurang dan langsung kabur tanpa berniat menolong ku.' Umpat Ayura dalam hati.


"Kenapa kamu terpengaruh dengan ucapan Angel. Kalau aku takut dengan mu ngapain aku mau menikah dengan mu.?"


'Karena kamu terpaksa menerima ku Ay.' Desah Krishna dalam hati


🍒 🍒 🍒


Tiga hari berlalu dan malam ini adalah malam resepsi pernikahan Dani dan Angel setelah melaksanakan akad tadi pagi dikediaman Bramantyo yang hanya dihadiri anggota keluarga terdekat saja.


Dan malam ini malam puncak acara dengan ribuan tamu memadati aula hotel Diamond hotel milik keluarga Syailendra.


Angel dan Dani masih didalam kamar hotel president suit, mereka berdua tengah di dandan sebelum akhirnya turun kebawah untuk puncak acara.


Begitu juga dengan Ayura, gadis itu pun masih didalam kamarnya untuk berias. Hingga pintu kamar terbuka.


Hampir seluruh kamar The Diamond hotel ini dipakai oleh kedua keluarga. Baik dari keluarga Dani maupun keluarga Angel. Karena banyak keluarga yang datang dari jauh hingga diberikan menginap gratis dihotel bintang lima ini.


Ayura sedikit kaget, kemudian tersenyum melihat calon suaminya yang terlihat sangat tampan sedang melangkah masuk.


"Krish..."Ayura tersenyum lebar. Menunggu pria itu mendekati meja risanya, tempat dimana dirinya sedang duduk merias diri.


Gadis itu terlihat sangat cantik dengan baju rancangannya yang terlihat begitu elegan, membuat Ayura terlihat seperti bidadari yang tertinggal para saudaranya saat turun kebumi untuk mandi disungai, tapi dia malah nyasar didalam kamar hotel. 🤭


Langkah Krishna terhenti, pria itu tak bisa lagi melangkah, senyum kekasihnya dan penampilan gadis yang terlihat sangat cantik didepannya ini membuat dia terhipnotis.

__ADS_1


Pria itu mematung, netranya bahkan tak berkedip. Panggilan Ayura beberapa kali tak lagi didenggarnya, dunianya serasa terhenti berputar melihat bidadari hatinya melangkah kearahnya dengan senyum yang ahhhh....


"Krish kamu tidak papa..? Kamu kenapa..?" Ujar Ayura sembari menepuk pelan lengan pria itu hingga Krishna tersentak.


"Kamu kenapa..?" Tanya Ayura lagi saat nyawa Krishna sudah kembali.


"Kamu cantik sekali malam ini sayang.." Puji Krishna sembari mengelus pipi mulus sang kekasih, membuat wajah Ayura seketika merona.


"Ck! Kamu berlebihan Krish." Sela Ayura dengan menutup rasa malunya. Dia hendak berbalik tapi tangan Krishna lebih dulu menahan tangannya.


Krishna langsung menarik pinggang Ayura hingga tubuh keduanya menempel sempurna. "Aku sudah tak sabar untuk memiliki mu Ay, aku sangat takut kehilangan mu. Berjanjikah untuk tidak meninggalkan ku." Pintanya sendu sembari menelisik netra gadis itu yang tengah menatapnya.


Cinta pria itu semakin tumbuh subur saja, semakin hari semakin berkembang, kecantikan Ayura, rasa nyaman dan cinta yang begitu besar pada bidadarinya ini membuat dia selalu merasa cemas dan takut ditinggal pergi oleh Ayura.


"Berjanjilah padaku sayang" Pinta Krishna lagi dan hanya dianggukin Ayura.


Pria itu tersenyum, netranya kini beralih kebibir Pink Ayura, wajahnya perlahan mendekat. Terhitung semenjak berpisah dengan Ayura setelah insiden kehadiran Yua palsu dirinya tidak pernah lagi merasakan bibir tipis Ayura.


Dan malam ini, dia ingin sekali mencicipinya, penampilan Ayura malam ini membuat dirinya benar benar menginginkan Ayura saat ini juga.


Tapi saat tinggal beberapa centi bibirnya menyentuh bibir Ayura. Tangan gadis itu sudah langsung menahan dadanya.


Entah mengapa Ayura merasa canggung, seperti ada sesuatu yang membuat dia enggan untuk adegan ini, walaupun dulu mereka sering berciuman tapi kali ini Ayura merasa ada yang mengganjal, tapi dia tidak tahu mengapa.


Mungkin karena hatinya yang belum ada cinta.


"Krish, apa yang kau lakukan..? Kau akan merusak riasanku." Tolak Ayura dengan alasan riasannya akan rusak. Sesungguhnya dia hanya tak ingin pria itu merasa sedih atas penolaknnya. Dan berhasil, pria itu tak merasa tersinggung malah terkekeh.


"Ay, kita nggak usah turun ya." Pinta disertai perintah Krishna, sembari mengikuti langkah Ayura yang sudah berdiri didepan meja riasnya.


"Ck, kenapa bisa begitu..? Kita harus ikut turun Krish. Lagian aku akan menemani Angel kebawah." Tolak Ayura membuat Krishna menghel nafa pelan.


Sungguh sangat berat membiarkan bidadari nya ini turun kebawah dan menjadi pusat perhatian. Dia tak rela kecantikan Ayura dinikmati dengan tatapan memuja pria pria hidung belang dibawah sana.


Tapi mau bagaiman lagi, mau tidak mau, rela tidak rela dia harus mengikuti kemauan Ayura kan.


"Tunggu! Aku ada sesuatu untuk mu." Cegah Krishna, saat Ayura hendak berbalik, mau menuju kekamar Angel.


Krishna membalikan badan Ayura hingga dapat dilihat wajah cantik sang kekasih dari pantulan cermin didepan nya ini.


Krishna teleihat mengambil sesuatu dari saku celananya. Netat Ayura membulat melihat apa yang tengah dilakukan Krishna.


Pria iti sedang mengalungkan sebuah kalung yang tak lain adalah kalung Ayura yang diberikan Krishna saat mereka kecil.

__ADS_1


"Krish.." Lirih Ayura saat Krishna berhasil mengalungkan kalung berlian the Khoinoor dileher jenjangannya. Tak lupa pria itu pun meninggalkan sebuah kecupan dileher Ayura membuat gadis itu mematung dengan tubuh menegang


"Kamu cantik sekali sayang. Kamu seperti berlian ini, bersinar dan berharga."


__ADS_2