Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Misi Ana Dan Frans.


__ADS_3

Didalam sebuah kamar mewah nampak seorang gadis cantik sedang mematuk diri didepan cermin dengan senyum lebar mengiasi wajah nya.


Senyum penuh kemenangan terus tersungging semenjak keluar dari rumah sakit tadi.


Walaupun masih sediki perih dikulit dengan bintik bintik merah yang masih terlihat tak membuat dia merasa sakit. Karena yang dirasa sekarang adalah sebuah kepuasan dan keberhasilan usahanya menciptakan keretakan hubungan Ayura dan Krishna. Yaa, gadis itu adalah Yua


Senyum miringnya terkembang sempurna kala mengingat kejadian tadi siang, dimana dia yang begitu kesal dengan hinaan dan sindiran Ayura, apalagi ditambah, panggilan sayang Krishna pada Ayura saat membantah pertanyaan Reza tentang hubungan mereka berdua membuat dadanya sesak, amarah dan cemburu menghantam bersamaan.


Gadis itu berfikir keras bagaiaman cara agar hubungan Ayura dan Krishna kembali renggang, hingga ide gila itu tiba saat dia kembali dari toilet, tak sengaja dia mendengar percakapan dua orang koki yang berbicara tentang bubuk udang yang baru saja datang.


Timbul ide jahat di otaknya. Dia mendekati kedua koki itu, mengajak mereka bekerja sama. Meminta mereka mencampur bubuk udang itu kedalam makannanya.


Kedua koki itu tentu saja menolak, tapi janji Yua, kalau makanan itu untuk nya, dan seandainya sesuatu terjadi padanya dia tidak akan melibatkan kedua koki itu, dan akan bertanggung jawab penuh dengan semuah rencananya.


Mendengar janji manis gadis licik itu ditambah dengan bayaran yang lumayan banyak, membuat kedua koki itu pun langsung menyetujui rencananya.


"Janji ya mbak, tidak akan melibatkan kami..?" Tanya koki itu kembali memastikan.


"Iya, aku janji Pak. Percaya deh sama aku, aku tidak akan menyusahkan kalian. Aku yang akan bertanggung jawab nanti." Dengan senyum lebarnya dia mencoba meyakinkan kedua koki itu.


🍒 🍒 🍒


"Kamu terlalu bersemangat untuk menghancurkan ku, lihat! akhirnya kamu sendiri yang hancur. Bahkan Krishna juga tidak mempercayai mu, apa lagi yang kau harapkan gadis naif." Terdengar tawa menggema dikamar itu.


"Aku sudah berusaha sejauh ini, dan kau ingin menghancurkannya..? Tinggal sedikit lagi aku mendapat kepercayaan Krishna dan saat itu tiba, aku akan dengan mudah mengorek semuah info itu dari pria menyebalkan itu."


Teringat kejadian sebulan yang lalu.


Flash back On


"Aku ada pekerjaan untuk mu, dan bayaran kali ini sangat mahal. Tugas mu hanya menyamar menjadi seorang anak yang bernama Yua."


"Oh ya, emang berapa bayaran ku..?" Tanya Yua pada rekan kerjanya yang sering berkecimpung didunia gelap.


"Lima kali lipat dari biasanya. Karena bos kita kali ini adalah orang luar. Dan pekerjaan kita juga cukup berisiko tinggi, karena pria yang akan kita jebak termasuk orang yang tidak sembarang. Dia orang hebat. Jadi kamu harus berhati hati. Dan ini data tentang gadis yang bernama Yua." Jelas pria yang bernama Frans.


"Tidak banyak data tentang gadis ini, bagaiman bisa aku berperan menjadi dirinya..?" Tanya Yua palsu sembari membaca data tentang Yua yang sesungguhnya. Karena data yang berada ditangannya sekarang memang hanya sedikit, itupun mereka dapat dari anak buah Krishna yang disuruh mencari gadis yang bernama Yua, teman masa kecilnya

__ADS_1


Berpegang pada info yang sedikit itu mereka harus pintar pintar berakting dan mencoba meyakinkan Krishna kalau Yuana yang sekarang adalah Yua, gadis yang dicarinya selama ini.


"Nanti kalau pria itu bertanya tentang kejadian dimasa lalu kalian, kamu tinggal saja bilang, kamu pernah mengalami kecelakaan hingga kehilangan banyak memori tentang masa lalu. Lagian kamu kan memang pernah mengalami kecelakan, jadi kita bisa menggunakan keterangan dari rumah sakit itu untuk melengkapi akting mu nanti."


"Dan selain itu, nama mu Yuana sama dengan nama gadis itu, apalagi Mama mu juga pernah dirawat dirumah sakit yang sama , dan persamaan lainnya Mamamu dan Mama gadis itu meninggal dihari yang sama. Jadi ini suatu keberuntungan untuk kita agar bisa mempemulus aksi kita."


"Sebenarnya apa misi kita kali ini..?"Tanya Yua.


"Mencari kalung ini." Frans menyodorkan foto kalung berlian pada Yuana. "Harganya ratusan triliun." Jelas Frans lagi, membuat mata Yuana melotot sempurna.


"Kalung itu terakhir kali terlihat dipegang oleh anak kecil yang bernama Krishna, sekarang pria itu yang akan kau dekati. dan cari tahu keberadaan kalung itu. Karena bos kita yang baru sangat menginginkan kalung ini.


Flash back off.


Dan disinilah dia sekarang, walaupun awalnya Krishna sedikit menaruh curiga padanya tapi berkat boneka beruang lusuh yang dibawa, akhirnya Krishna bisa percaya.


Boneka beruang yang sering dibawa Yua kecil saat berada dirumah sakit.


Entah Frans dapat dari mana, tapi setidaknya ini bisa membantu nya memuluskan rencana mereka.


Dan tanap diduga, dia malah jatuh cinta pada pria arogan itu, pria yang selalu menjaga jarak dan terkesan kaku padanya. Kalau saja dia tidak bersikap agresif mendekati atau bertindak manja pada Krishna mungkin pria itupun hanya diam saja.


Dsn sekarang Walaupun dia tahu Krishna sangat memanjakan nya tapi pria itu tidak pernah bertindak lebih selain memeluk, atau mengusap rambutnya dengan begitu tulus. Membuat dia sekarang terbawa suasana.


Dan misinya kali ini selain mencari tahu keberadaan kalung itu, dia juga ingin menjebak Krishna, menarik pria itu naik keatas kasurnya, hingga bila suatu saat penyamarannnya tebongkar, dia bisa menggunakan bukti ini untuk menjerat Krishna dan meminta pria itu untuk bertanggung jawab.


Tapi sampai detik ini semuahnya masi abu abu, keberadaan kalung itu dan hati Krishna yang sampai detik ini belum bisa dia miliki sepenuhnya karena ada Ayura diantar mereka.


Saat sedang berpikir dengan rencana jahatnya tiba-tiba saja ponselnya berbunyi tanda ada panggilan. Dahi Yuana berkerut melihat siapa yang meleponya.


Klik..Panggilan terhubung.


"Halo.." Sapa Yuana datar.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu disitu, apa kamu sudah mendapatkan apa yang kita cari..?" Tanya sipenelpon yang tak lain dan tak bukan Frans


"Belum." Jawab Yuana singkat. Dia sadar kali ini misinya agak begitu sulit, sudah hampir dua minggu dan dia belum bisa mendapatkan apa yang mereka cari, padahal sebelum sebelumnya mereka hanya membutuhkan waktu tak sampai seminggu untu menyelesaikan misi mereka.

__ADS_1


Frans benar, kali ini target mereka cukup kuat dan hebat. Krishna tak bisa ditebak dan didekati lebih dalam.


"Apa yang kau bilang, meman apa saja yang kau lakukan disitu ha..? Ini sudah hampir dua minggu Ana, jangan main main, kalau kita tidak bisa mendapatkan info tentang kalung itu, jangankan mendapatkan uang, nyawa kita juga tidak bisa diselamatkan. Bos kita kali ini orang jahat dan tak punya hati. Ingat itu Ana. Lakukan tugas mu ,dan selesaikan misi ini dan kembali. Ingat jangan menggunakan perasaan." Ancam Frasn dengan serius.


"Kenapa kau menuduhku seperti itu..? Jangan cerewet Frans. Aku disini juga lagi berusaha, kamu kira gampang menghadap Krishna yang begitu dingin dan arogan, belum lagi asisten sialannya itu yang terus menatapku penuh curiga. Aku harus waspada dan berhati hati, aku tidak ingin gegabah." Jawab gadis yang dipanggil Ana dengan sedikit sewot.


"Maaf, aku hanya memperingatkan kamu saja Ana."


"Yah sudah aku matikan, aku akan memberimu kabar kalau sudah mendapatkan info tentang kalung itu."


"Kalung apa..?" Suara berat dari arah belakang, membuat tubuh gadis yang disapa Ana itu seketika menegang hebat.


Tangan yang sedang memegang ponsel pun bergetar, tapi buru buru Ana mematikan panggilan yang masih terhubung.


"Kalung apa Yua, dan kau sedang berbicara dengan siapa..?"


"K..Kak Krish.." Ucap Ana terbata bata, dengan pelan dia mencoba memutar tubuhnya yang dirasa seperti jeli ,lemah tak bertenaga.


Sejak kapan pria itu berdiri disana, apa dia mendengar semuah percakapannnya...?


Tapi saat pandangan tertuju pada wajah Krishna yang datar seperti biasa, tidak ada guratan kemarahan disana membuat ia bernafas sedikit lega.


"Aku sedang berbicara dengan kakak ku, Frans." Ucap Ana sambil menunjukan layar ponselnya, dan disana terlihat panggilan masuk dan nama yang tertera adalah Frans. "Dia meminta ku untuk mengingat dimana aku menyimpan kalung yang pernah kau berikan pada ku dulu." Wajah Ana tiba tiba berubah sendu.


"Tapi sampai detik ini aku tidak mengingatnya dengan jelas, jadi aku berkata padanya, aku akan memberinya info kalau aku sudah mengingat tentang kalung itu." Dusta Ana dengan apik, karena Krishna mempercayai nya, dia bahkan ikut sedih melihat wajah sendu Yua palsunya, ditarikknya tubuh Yua palsu dan memberikan pelukan hangat.


"Sudah, kalau tak bisa mengingatnya, nggak usah dipaksakan. Kepala mu akan sakit nanti. Lagian kamu sedang sakit sekarang." Ujar Krishna sembari mengusap lembut punggung Yua palsu.


Krihsna kemudian mengurai peluka, Ana sedikit tak rela tapi dia hanya pasrah saat tubuh nya menjauh dari tubuh kekar Krishna. "Bagaiaman keadaan mu, apa masih sakit dan perih." Tanya Krishna sambil melirik tangan dan wajah Ana yang masih memera dan masih ada bintik bintik itu.


Ana tertunduk lesu, kepalanya menggeleng tanda dia belum sepenuhnya sembuh. Gadis itu bahkan sekarang terisak. "Ini masih sakit dan perih, kepalaku juga masih sedikit pusing." Dia mencoba menghela nafas


"Aku tidak menyangka Ayura memiliki hati yang jahat, aku kira dengan kebaikan ku dia bisa menerima kehadiran ku, tapi aku salah ternyata dia sangat membencinku, aku tak apa dipermalukan dan dihina, tapi kenapa dia sejahat itu sampai harus meracuni ku, hikh..hikh..." Gadis itu kembali menjalankan aktingnya dengan apik.


"Maaf kan dia,Yua. Dia hanya merasa cemburu saja. Dan aku pastikan kejadian ini takan terulang lagi, hmm."


Dan malam ini, berkat akting yang hebat akhirnya, Ana bisah membuat Krishna nginap diapartemen nya. Mengatakan dia masih sakit dan sedikit pusing, membuat Krishna tak tega dan mau tidak mau Krishna pun akhirnya mengiyakan permintaan nya.

__ADS_1


__ADS_2