Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Kedatangan Krishna


__ADS_3

Pesanan Krishna sudah datang, ketiganya menikmati santap malam mereka dengan Khidmat. Hingga suara Krishna memecah kesunyian.


"Ay, aku antar pulang ya..?"


Gadis itu tidak serta merta menjawabnya, diliriknya Abi yang hanya diam menikmati makanannya, dia ingin tau pendapat Abi, menahnnya atau membiarkan dirinya diantar oleh Krishna. Walau bagaimana pun kan tadi dia datang bersamanya, tapi melihat Abi tak ada reaksi diseberang, Ayura pun akhirnya mengangguk.


Krishna tersenyum senang, sedangkan Abi pria itu sedikit membuang pandang lalu kembali ke mode kaku tanpa ekspresi apapun.


Ayura tiba tiba teringat dengan masalah yang Krishna hadapi tadi, rasa keponya tiba tiba muncul ke permukaan,tak menahan lagi dia pun akhirnya bertanya. "Apa yang telah terjadi..?"


Menyadari Ayura tengah berbicara padanya, Krishna lalu mengalihkan perhatian dari makanannya. "Tidak ada." Jawabnya singkat. Tak ingin membahas masalah yang akan membuat dia semakin kesal dengan kakaknya, Krishna memilih tidak mau menceritakannya pada Ayura.


Alis Ayura terangkat sebelah, tidak ada katanya..? Lalu kenapa tadi begitu marah saat Adam membisikan sesuatu padanya..? Pikir Ayura


Gadis itu pun tersenyum dan mengangguk kecewa, sepertinya dia salah bertanya, menyadari Krishna tidak mau berbagi dengannya. Diletakan garpu dan pisau diatas piring, memilih menyudahi makannya yang masih bersisah. Diseruput nya minumannya.


Krishna yang menyadari perubahan wajah Ayura, memulas senyum tipis, dia pun ikut meletakan garpu dan sendoknya, menatap Ayura yang hanya fokus mengaduk aduk minumannya dengan sedotan.


"Hanya masalah sepele Ay! " Ucapan pria itu membuat Ayura mengalihkan tatapan ke wajah Krishna. "Hanya orang iseng yang ingin bermain main dengan ku" Tuturnya lagi sambil melirik Abi, sedangkan yang dilirik hanya memulas senyum meremehkan.


Ayura menatap Krishna bingung, dia tidak mengerti arah pembicaraan Krishna, melihat itu Krishna menarik nafas pelan, sepertinya dia harus mengatakan yang sesungguhnya agar gadis di depannya itu tidak bingung.


"Data data pribadi dan data data perusahaanku diretas oleh seseorang Ay." Akhirnya Krishna memilih jujur, dari pada bertele tele.


"Data data pribadi apa..? kau kan seorang artis, bagaimana bisa data data mu dicuri sedangkan di internet semuah data data mu tercantum dengan lengkap. Dan perusahaan mana yang kamu maksud..?" Tanya Ayura bingung.


Sejatinya dia memang belum mengetahui selengkapnya tentang kehidupan Krishna, belum genap sebulan dia bekerja di Yudistira entertainment, ditambah kesibukannya sebagai perancang untuk fashion show nanti membuat dia kurang up date.


Alis Abi terangkat sebelah, pria itu bingung mendengar pertanyaan Ayura, otak cerdas nya langsung bekerja, kesimpulan yang didapat kalau sampai detik ini Ayura belum mengetahui kalau Krishna adalah pemilik sesungguhnya Yudistira entertainment.


'Apa dia juga nggak tau kalau aku dan Krishna juga bersaudara..?' Ucapnya dalam hati


Abi tersenyum dalam hati, menyadari kepolosan gadis di depannya ini.


Sedangkan Krishna, pria itu kembali menghela nafas kasar, mengetahui sampai detik ini Ayura juga belum mengetahui sepenuhnya tentang dirinya. Dia pun tidak ingin menjelaskannya sekarang. Dia belum ada mood untuk mengatakannya. Mungkin lain waktu, pikir nya.


"Habiskan makanan mu dan kita pulang Ay, apa kamu nggak cape..?" Tanya Krishna mengalihkan topik.


"Aku udah kenyang, yah udah pulang yuk!"


Ayura pun lalu berterima kasih dan sekalian pamit oada Abimanyu. Pria itu hanya mengangguk pelan, wajahnya tidak tersirat apapun tapi kedua tangannya terkepal kuat dibawah meja.


* * * * *


DI KEDIAMAN YUDISTIRA


Abi masuk kerumah dengan langkah tegak dan berwibawa seperti biasa. Meninggalkan kelelahan dan kekesalan didepan pintu. Tak ingin membawa masalah dari luar atau dari perusahaan kehadapan orang tuanya, khususnya Mama Airin.


Dilewati ruang tengah, nampak kedua orang tuanya tengah menonton acara di televisi, dengan Pak Ardiansyah yang tengah berbaring diatas sofa dengan menggunakan pah@ isterinya sebagai bantal, dengan tangan Mama Airin yang sedang mengusap usap lembut rambutnya.

__ADS_1


Abi tersenyum menyaksikan keromantisan kedua orangtua nya yang tidak pernah luntur sampai detik ini. Dia bahkan tidak pernah sekalipun mendengar kedua orang tuanya bertengkar. Salah paham dikit dikit ada lah, tapi tidak sampai bertengkar yang hebat apalagi menggunakan kekerasan.


Pak Ardian tipe suami dan Bapak yang sangat penyayang bagi isteri dan anak anaknya, dia selalu memanjakan isterinya dan selalu bersikap hangat dan humble untuk kedua putranya.


Sedangkan Mama Airin, dia merupakan oase di padang pasir bagi ketiga pria itu, menjadi penyejuk bagi hati yang panas,menjadi cahaya disaat ketiganya sedang dalam kegelapan dan menjadi penengah bila ada yang berselisih..Memberi perhatian dan kasih sayang yang tulus untuk kedua putranya.


Tapi karena penyakit Krishna membuat dia lebih memperhatikan Krishna dan sedikit banyaknya lebih mengutamakan Krishna membuat Abi sering merasa kecewa padanya. Jauh di lubuk hatinya, dia sangat menyayangi kedua putra nya itu tanpa ingin membanding bandingkan atau pilih kasih dalam mencurahkan kasih sayangnya.


Abi hendak berlalu ke kamarnya tapi suara Mama Airin menghentikan langkahnya.


"Abi sayang, kau sudah pulang..?" Tanya Mama Airin saat membalikan wajahnya tanpa sadar melihat Abi yang hendak berlalu ke kamarnya.


"Iya Mah!" Jawab pria itu dengan seutas senyum


"Kesini dulu sayang" Panggil perempuan paru baya itu, sembari melirik sofa di sampingnya, meminta Abu untuk duduk disana.


Abi lalu mengikuti permintaan Mamanya dan duduk disana. Mamanya masih memangku kepala Papanya. Pria tua itu hanya melirik nya sekilas, lalu menggerakkan tangan isterinya yang hanya diam diatas kepalanya. Dia merasa nyaman dengan usapan lembut isterinya hingga tak rela saat perempuan itu berhenti.


Abi hanya tersenyum melihat kemanjaa Papa nya pada isterinya.


"Bagaimana kerja mu sayang..? Tanya Airin dengan senyum hangat nya, dengan tangan yang masih membelai lembut rambut suaminya


" Seperti biasa Mah. Lancar!"


"Apa kamu sudah makan..?"


"Sudah Mah."


Airin selalu berusaha membangun komunikasi yang baik dengan putra sulungnya, tapi yah seperti itu jawabnya bila ditanya, singkat, padat dan jelas.


"Abi keatas dulu Mah, mau istirahat!" Pamit Abi padada akhirnya.


Airin hanya mengangguk pasrah. Abi selalu seperti itu, tertutup dan tak banyak bicara. Airin menghela nafas kasar.


"Jangan dipikirkan Mah, bukankah dia memang seperti itu..?" Ucap Ardiansyah menenangkan isterinya. Tau apa yang sedang dipikirkan Airin, dia mencoba menenangkan nya.


Keduanya punn kembali fokus menonton acara mereka, tapi satu suara berat yang sudah lama tak didengar mengagetkan Airin, "Selamat malam nyonya." Sapa pria itu tepat ditelinga Airin membuat perempuan terlonjak kaget.


Tapi saat melihat siapa yang tengah berdiri disampingnya dengan senyum lebar, membuat Airin langsung terlonjak bahagia.


"Krishna sayang.. " Pekik Airin dan langsung bangkit dari duduknya memeluk putra bungsunya yang sangat dirindukan nya ini.


"Mama...! " Pekik Ardiansyah penuh emosi dibawah lantai, pria itu jatuh tersungkur dilantai, karena Airin yang tiba tiba berdiri tanpa memberi aba aba padanya membuat dia langsung tersungkur.


Airin melepaskan pelukannya pada Krishna, dilihat suaminya yang sedang tergeletak di lantai spontan dia pun kaget. "Ya ampun Papa..Kenapa malah tidur di lantai..?" Tanya Airin tanpa dosa sembari mengangkat tubuh suaminya dari lantai. Pria tua itu mendengus kesal.


"Kamu apa apaan sih Mah, mentang mentang sudah ada anak bontot mu, aku di buang aja ke lantai tanpa perasaan." Sungut Ardiansyah penuh kesal.


"Lagian kamu, ngapainn kesini nggak bilang bilang dulu, kan aku jadinya dibuang sama isteriku sendiri." Kini kekesalannya ditujukan pada Krishna

__ADS_1


"Pah.. apaan sih, anak baru datang bukan nya disambut malah Diomelin." Ucap Airin memukul lengan suaminya.


Krishna terkekeh menyaksikan pertengkaran Mama dan Papa nya, dia bahkan tidak ambil hati dengan omongan Papa nya barusan, karena dia tahu Bapaknya kesal karena merasa diabaikan oleh Mamanya.


Tak jarang pria tua itu pun cemburu pada dia dan Abi, bila Mamanya lebih menunjukan perhatian nya pada kedua putra nya dan mengabaikannya.


"Sayang, duduklah dulu! Mama akan siapkan makanan untuk mu." Ucap Mama hendak berlalu, tapi Krishna langsung menahan tangannya.


"Aku sudah makan Mah."


"Benarkan..?"


"Hmm.. Dengan kak Abi tadi." Ucap Krishna membuat Airin sedikit terkejut, tapi kemudian perempuan itu memulas senyum senang.


"Benarkah..?" Tanya Airin antusias.


"Iya Mah!" Senyum. " Apa kak Abi tidak memberi tahu pada Mama..?"


Airin memggeleng, "Kamu tau sendiri sifat kakak mu Nak." Ucap Airin dengan senyuman dan dibalas senyum oleh Krishna.


Diliriknya Papanya yang dibelakang punggung Mama Airin, terlihat pria itu sedang bersungut sungut sambil mengusap pant@tnya.pada hal setahun Krishna, pria itu jatuh tidak terlalu kuat, tapi mungkin faktor 'U' atau karena ingin menarik perhatian isterinya, membuat Krishna terkekeh gemas.


Dia lalu memberi kode pada Mamanya menggerkan matanya kearah Papan nya sambil tersenyum usil.


"Biarkan saja. Memang manja dia." Bisik Airin sambil melirik sekilas kebelakang.


"Masih sakit Pah, bok*ongnya..?" Usil Krishna pada Papanya.


"Diam kamu! Dasar anak laknat, ini semuah gara gara kamu tau nggak." Kesal Ardiansyah pada putranya, membuat Airin mendelik kesal tapi Krishna malah terkekeh, melihat kekesalan Papanya.


"Kenapa baru kesini nak..? Mama merindukanmu tau..? Kamu tuh jarang banget kunjungin Mama, kaya tinggal diluar negeri aja, padahal kita kan masih satu kota..?" Sungut Airin. Krishna hanya tersenyum mendengar omelan Mamanya.


"Sibuk Mah!"


"Ck! Selalu saja begitu alasannya."Kesal Airin sambil mengerucut kan bibirnya.


" Ck! Dia kesini pasti ada maunya Mah. Tak mungkin kan tiba tiba saja dia kesini tanpa maksud..?Tebak Ardiansyah dengan nada sedikit kesal, sepertinya dia masih menaruh dendam pada Krishna karena insiden kecil tadi.


"Iya, aku kesini karena merindukan mu Mam." Ucap Krishna sembari memeluk Airin erat dan mendaratkan kecupan di pipi perempuan yang telah melahirkannya itu.


"Hei bocah tengik, lepaskan isteriku." Kesal Ardiansyah sambil memukuk lengan Krishna.


Pria itu tak menggubris kekesalan papanya, dia malah mempererat pelukannya, kedua Ibu dan anak itu malah tertawa lebar dan mengabaikan Ardiansyah dengan ekspresi marahnya, kedua tangganya kini diletakan diatas pinggangnya.


Begitu lah Krishna kehadiran nya selalu saja memberi kebahagian dan ceria buat kedua orang tuanya, khusus Mama Airin, tapi tidak buat Papanya, karena Papanya malah merasa posisinya terancam bila ada dirinya. Karena perhatian isterinya sepenuhnya akan tercurah kan kepada si bontot itu.


Tapi apa pun itu, Ardiansyah pun tak menampik kalau dia juga sangat bahagia dengan kehadiran Krishna dirumah ini, karena dia selalu busa mencairkan suasana, membuat suasana menjadi hangat.


Baik Ardiansyah maupun Airin,mereka sangat merindukan suasana hangat seperti dulu dimana mereka selalu terlihat kompak,ngumpul bareng, hangout bareng dan makan bareng dimeja makan.

__ADS_1


Suasana itu hilang saat mereka berdua memilih mengurus Krishna, mencurahkannya limpahan kasih sayang dan tanpa sengaja mengabaikan Abimanyu.


Semenjak saat itu Abi menghindar dan menjadi pendiam. Walaupun aslinya dia memang pendiam, tapi saat bersama keluarga nya dia begitu hangat dan peduli, tapi itu dulu.


__ADS_2