
Setelah melalui drama di pagi hari ini, kini keduanya sudah duduk didalam kamar Krishna untuk menikmati sarapan bersama.
Keadaan Krishna masih lemah membuat nya memilih makan didalam kamar.
Keberangkatan mereka pun ditunda sampai siang, menunggu Dokter datang memeriksanya dulu. Memastikan dirinya sudah bisah bepergian atau tidak.
Menurut nya dirinya sudah sangat sehat tapi baik Adam maupun Ayura bersatu padu memintanya untuk tetap diperiksa terlebih dahulu
Mereka tidak mau ambil resiko kalau terjadi sesuatu di pesawat nanti.
Mungkin kalau Adam saja yang memintanya, 100 persen dia langsung menolaknya, tapi kalau sudah Ayura yang turun tangan dia hanya pasrah.
Walaupun kesal tapi tetap saja dia sangat bahagia, merasa Ayura begitu peduli padanya.
Keduanya baru saja menyelesaikan sarapan nya, dan kini berdiri di balkon kamar. Ayura lah yang memintanya karena dia ingin berbicara serius dengan pria itu.
"Ada apa..? Apa yang mau kau bicarakan..?" Tanya Krishna. Keduanya tengah berdiri bersandarkan pagar pembatas.
Ayura menghela nafas pelan, mencoba mencari kata yang tepat untuk disampaikan nanti. Dia masih diam membuat Krishna gemas dengan tingkahnya yang hanya ham hem ham hem dari tadi.
"Ada apa Ay..?"
"Apa kamu benar-benar mencintaiku..?" Tanya Ayura seketika menunduk menahan malu.
Krishna mengernyitkan keningnya. "Kenapa..? Apa kamu meragukan ketulusan cintaku, hingga kamu menolakku semalam hmm..?"
"Bu.. bukan itu. Krish.. Aku tidak menolak mu." Ucap Ayura gugup. Tanpa sadar dia sedang ingin menyampaikan para Krishna kalau dia tidak menolaknya. Hanya saja semalam dia belum sempat menjawabnya saja.
Membuat Krishna tersenyum lebar. 'Kenna kau.'
"Kamu tidak menolak ku..?" Tanya Krishna sembari menelisik wajah Ayura dengan senyum. nakalnya. "Maksud mu Kamu menerima ku menjadi kekasih mu, begitu..?" Krishna menggigit bibir bawahnya. Gemas melihat wajah Ayura yang sudah memerah.
"Bu.. bukan I.. itu maksud ku Krish.." Ayura menghela nafas kasar. "Maksud ku..." Ayura tidak tahu harus berkata apa, dia kehilangan semuah kata katanya yang sudah dirangkainya saat mandi tadi
Berniat ingin mengatakan kalau dia mencoba menerima cinta Krishna, tapi entah mengapa semuah kata kata itu hilang hanya karena melihat wajah usil Krishna yang sedari tadi menggoda nya.
Ayura terlihat gelisah membuat Krishna memegang kedua bahunya. "Biar aku yang berbicara hmm..?" Krishna menelisik netra Ayura
"Jadi maksud dari ucapan mu tadi kamu tidak menolak ku..?" Ayura mengangguk kemudian menunduk.
Krishna mengangkat dagunya. Kemudian lanjut bertanya "Apa itu berarti kamu menerima ku sebagai kekasihmu..?" Dengan ragu Ayura kembali mengangguk
Krishna tersenyum " Apa kamu membalas cinta ku..?" Ayura tertunduk diam.
"Ay... "
"Kenapa diam. Jangan bilang kamu tidak menolakku tapi tidak juga mencintai ku Ay..?"
Ayura menghela nafas pelan, membalas tatapan Krishna. "Sejujurnya aku belum mencintaimu Krish, tapi aku akan mencoba nya, Biarkan aku tetap disisi mu sampai cinta itu hadir. Apa boleh begitu..? Apa kamu tidak keberatan..?" Tanya Ayura hati hati takut menyinggung perasan Krishna.
Tapi tak dapat diduga Krishna malah tersenyum dan langsung menarik tubuh Ayura masuk kedalam dekapan hangatnya.
"Aku sama sekali tidak keberatan Ay, Aku janji akan membuatmu mencintai ku. Dan kamu akan datang sendiri pada ku dengan semuah cinta mu, Aku janji itu Ay."
__ADS_1
Krishna begitu bahagia, sesungguhnya dia sudah merencanakan akan mengikat Ayura agar tetap disisinya, hingga gadis itu mau menerima nya sebagai kekasih dan membalas cintanya.
Tapi tidak disangka Ayura sendiri datang dengan sendirinya dan memuluskan rencananya.
Tapi sejurus kemudian Krishna mengingat sesuatu, dia lalau mengurai pelukan dengan mendorong pelan tubuh Ayura agar dapat melihat wajahnya.
"Tapi kamu melakukan ini bukan karena kamu merasa kasihan padaku karena penyakit ku ini kan..?" Telisik Krishna lebih dalam
Ayura menggeleng. " Tidak Krish."
"Sungguh..?"
Ayura mengangguk dan tersenyum. Krishna kembali memeluknya dengan sangat erat.
Kemudian dia mengurangi pelukan "Apa itu berarti sekarang kita pacaran..?"
Dan Ayura kembali tersenyum Dan mengangguk dengan wajah merona malu.
Krishna yang sedang diliputi perasaan bahagia langsung memeluk Ayura, diangkat nya tubuh mungil itu dan diputarnya dengan tawa bahagia.
"Terimakasih Ay, Terima kasih. Aku berjanji akan membuatu mencintai ku juga" Teriak Krishna masih memutar tubuh Ayura dalam dekapannya.
"Krish hentikan." Ayura memukuk dadanya pelan, mencoba menghentikan aksi memalukan pria itu. Tapi bukannya berhenti, Krishna malah semakin menjadi.
Diturunkan tubuh Ayura lalu dihujani seluruh kecupan diwajah mulus gadis itu.
"Krish... hentikan!" Teriak Ayura tak Terima. Dia mendorong kuat tubuh Krishna
Pria itu hanya terkekeh. "Maaf Ay, Aku hanya terlalu senang." Ayura masih merajuk marah. "Jangan marah Ay, Aku janji tidak akan mengulangi" Janji Krishna penuh takut melihat wajah kesal Ayura
sesungguhnya Ayura bingung dengan perasaannya, Dia merasa nyaman dengan Krishna, dia tidak tahu apa itu cinta atau tidak.
Minimnya pengetahuan dunia percintaan membuat dia tidak bisah mendalami hatinya sendiri.
Hingga timbul niatanya untuk mencoba membuka hatinya untuk Krishna, apalagi melihat kondisi Krishna yang begitu terpuruk semalam membuat dia mencoba membuka hatinya. Berharap suatu saat dia menyadari perasannya dan membalas perasaan Krishna.
*
*
*
Keduanya kini sudah duduk didalam mobil bagian belakang, dengan seorang pria Jepang sebagai supirnya dan Adam duduk disebelah si supir.
Mereka akan pulang ketanah air, setelah Dokter menyatakan kondisi Krishna sudah sehat dan bisa melakukan perjalanan jauh.
Dari hotel sampai dalam mobil, Krishna selalu menggandeng tangan Ayura dengan bibir yang selalu menyunggingkan senyum manisnya.
Sesekali dia mencium tangan gadis itu, wlaupun Ayura melarangnya tapi dia cuek dan tetap melakukannya.
Ayura begitu malu dengan sikap Krishna kali ini.
"Krish, hentikan. Malu dilihat Adam dan si supir" Rengeknya.
__ADS_1
"Adam apa kamu mengintip kami..?"Tanya Krishna tegas.
" Tidak Tuan. Aku tidak seberani itu."
"Kata Adam, tidak kok Ay." Ucap Krishna sambil nyengir membuat Ayura mendelik kesal.
Ayura memilih melihat kesamping jendela mobil, menyembunyikan rasa malu dan kesalnya
Sedangkan disebalhnya terlihat Krishna sedang menghubungi seseorang.
"Halo Mah.." Sapa Krishna lembut membuat atensi Ayura teralihkan. Menatap Krishna penuh tanya.
Ayura sudah merasa tak enak sekarang mendengar kata "Mah" dari bibir tebal pria itu.
"Aku sudah dalam perjalanan. Tunggu aku dirumah. Aku akan mengenalkan seseorang pada Mama." Seloroh Krishna. lalu menatap Ayura dengan senyum.
Wajah Ayura pias dan panik. Gadis itu menggeleng kepala kearah Krishna tanda tak setuju dengan rencana Krishna yang ingin mengenalkan dirinya pada orang tua nya.
Ayura merasa ini terlalu awal untuk itu. Tapi Krishna malah tersenyum hangat kepadanya. Mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.
"Iya Mah, sepertinya kita bisa makan malam bersama. Aku janji itu. Masak yang banyak dan jangan lupa rendang, karena kekasih ku sangat menyukai nya."
"Sampai jumpa dirumah. Aku menyayangi mu.."
Panggilan berakhir.
Kalau mereka sedang syuting sinetron makan akan terlihat asap mengepul keluar dari kepala dan telinga Ayura karena menahan geram pada Krishna
"Kamu apa apaan Krish." Sentak Ayura penuh amarah
"Emang Aku kenapa..?" Tanya Krishna tanpa dosa dan sok polos.
"Kamu tanya kenapa..? seharusnya kamu meminta persetujuan ku dulu sebelum membuat janji dengan orang tuamu Krish. Kamu harus tanya aku sudah siap atau belum, bukan malah memutuskan sepihak Krish" Bentak Ayura penuh emosi.
"Ay.. " Lirih Krishna kecewa, karena Ayura meninggikan suaranya. Dia juga menganggap Ayura tidak serius dengan hubungan mereka.Terbukti dia tidak ingin bertemu dengan kedua orang tuanya.
Melihat perubahan wajah Krishna, Ayura mencoba menghela nafas pelan guna menetralkan emosinya.
"Aku hanya takut mereka tidak menerima ku dan malah mengusir ku dari rumahmu. Aku belum siap untuk hal terburuk itu." Keluh Ayura dengan sendu.
Mendengar isi hati Ayura, bukanya menenangkan gadis nya, Krishna malah menyemburkan tawa keras. Bahkan sampai sudut matanya berair.
Ayura yang sedang kesal dibuat bingung dengan tingkah kekasih hatinya yang baru dihitung jam. itu.
"Ay... Ay.. Kamu itu pikiran apa sih. Ini nih gara-gara kebanyakan nonton drama korea." Celah Krishna disela tawanya.
Ayura mendelik tajam kearahnya.
"Orang tua ku nggak sekolot itu Ay, mereka orang tuan modern yang terbuka dan sangat santai.. Apa lagi Mama ku, aku sangat yakin kalian pasti akan saling menyukai." Tutur Krishna sembari menggenggam lembut tangan Ayura
"Percaya pada ku Ay. Orang tua ku tidak akan melemparkan mu segepok uang atau selembar cek kosong kepada mu lalu memintamu menjauh dari ku. Aku yakin nggak akan ada drama seperti itu Ay. Percaya deh." Lalu Krishna kembali menyemburkan tawa kerasnya.
"Ih.. kamu... " Pekik Ayura lalu menyerang Krishna, memukul lengan dan beralih ke punggung karena Krishna membalikan badanya mencoba menyelamatkan tubunya dari amukan sangat kekasih.
__ADS_1
Krishna lalu menarik tubuh Ayura dan memeluknya. Di labuhkan sebuah kecupan sayang di kening Ayura. "Kamu lucu banget sih Ay.."
Sedangkan Adam yang di depan hanya memulas senyum tipis, melihat kebahgiaan Tuannya.