Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Bertunangan


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun telah tiba, bertempat di gedung megah bintang lima yang sudsh disulap oleh WO dengan begitu elegan.


Hanya sedikit tamu yang diundang baik dari keluarga Krishna maupun Ayura beserta kolega kolega bisnis yang dekat saja.


Acara pertunangan pun telah berlangsung, Krishna begitu tampan dengan tuksedo hitamnya, begitu pun juga Ayura yang kini tampil dengan busana mahal rancangan sendiri.


Netra Krishna tak pernah lepas dari tunangannya., senyum terus saja terkembang dibibir seksi milik pria itu.


Dia tidak menyangka akan berada diposisi ini bersama gadis masa lalunya, gadis yang sangat dicintainya.


Berbanding terbalik dengan Ayura, walaupun dirinya juga tersenyum, membalas sapaan hangat para tamu, tapi hatinya terlihat tidak begitu tenang.


Netra gadis itu senantiasa melirik kesana kemari seperti sedang mencari seseorang. Hingga suara Krishna mengagetkannya.


"Ada apa sayang, kamu sedang mencari siapa..?" Bisik Krishna tepat ditelinga Ayura membuat gadis itu terjenggit.


Kedua tangan pria itu tak tinggal diam langsung merangkul pinggal Ayura, dan cup! Satu kecupan mendarat mulus dipipi Ayura membuat bola mata gadis itu membesar


"Krish! Apa yang kau lakukan..? Malu dilihat orang." Tegur Ayura sembari melotot kearah Krishna. Kemudian netar gadis itu menyapu kedepan, semburan merah langsung menerpa wajah gadis itu saat melihat para tamu tersenyum kearah mereka.


Bukannya ikut merasa malu pria itu malah terkekeh meihat wajah tunangnnya yang memerah menahan malu. "Biarkan saja, hari ini milik kita berdua, tidak usah pedulikan yang lain. Lagian mereka juga mengerti kok" Tegas Krishna tanpa melepaskan belitan tangannya.


"Krish..!" Pekik Ayura tak suka. "Lepasin Krish, atau aku akan sangat marah padamu." Ancam Ayura serius.


Dia sudah terlalu malu dengan tingkah Krishna kali ini, bagaiman mungkin pria ini malah santai dan terlihat cuek memeluknya dihadapan semuah orang yang kini tengah tersenyum kearah mereka. Dapat dilihat gadis itu, bahkan ada tamu yang sedang tertawa bahkan menggeleng geleng kepla melihat tingkah kedua pasangan itu.


"Ck, kau nggak peka Ay. Tak kau sadarikah kalau aku sedang bahagia." Rutuk Krishna dengan kesal. Bukannya takut Ayura malah kembali memelototinya membuat Krishna mengalah. "ya, aku akan melepas pelukan ini tapi jawab dulu pertanyaan ku dulu, kamu sedang melihat siapa tadi, siapa yang kau cari..?"


"Aku sedang mencari kedua temannku, Putri dan Nanda." Ucap Ayura setengah berdusta, karena selain mencari kedua temannya Ayura pun tengah mencari seseorang. Seseorang yang ingin ditemuinya saat ini.


"Benarkah..?" Ayura pun mengangguk. Dan dengan wajah ditekuk, Krishna pun akhirnya melepaskan belitan tangannya pada pinggang Ayura.


Krishna belum rela berjauhan dari Ayura, ditarik kedua tangan itu dan menggenggamnya. Ditatapnya wajah Ayura malam ini yang terlihat berkali-kali lipat cantik. Pujian dan decakan kagum terus dilontarkan pria itu. Tak sungkan sesekali mengecup tangan Ayura.


"Krish.." Pekik Ayura dengan setengah menghiba melihat pria itu yang kembali berulah dengan memgecup kedua tangannya bergantian. Dia seperti nya ingin menguji mental Ayura.


"Aku hanya ingin menghapus bekas bekas tangan pria itu yang sudah berani berani bersalaman dengan mu. Aku nggk suka Ay." Jawab pria itu cuek. Ayura hanya bisa menghela nafas pelan.


Dan selanjutnya dia tak mengijinkan para pria itu untuk menyalami atau mengucapkan selamat pada Ayura. Dia selalu menyabotase tangan para pria itu yang terulur ingin bersamaan dengan tunangannya.


Dia bahkan ingin mencolok mata semuah tamu pria yang menatap Ayura penuh damba. Dia tahu pria itu sedang mengagumi kecantikan Ayura. Dan dia tak rela.


Kalau nggak ditegur dan diancam Ayura mungkin pria itu sudah bertindak diluar nalar, membentak para tamu atau pun menghajar mereka.

__ADS_1


Hingga tak berselang netra gadis itu menangkap dua sosok gadis cantik yang sudah dicarinya daru tadi, siapa lagi kalau bukan kedua temannya Nanda dan Putri.


Ayura akhirnya bisa bernafas lega saat dia bisa terlepas dari cengkraman Krishna karena pria itu dihampiri teman temannya dan para kolega bisnisnya, mereka selain memberi selamat juga mengajak pria itu untuk mengobrol.


Hingga Ayura mendapat kesempatan untuk bertemu dengan kedua temannya. Ditambah dengan Angel, keempat gadis itu pun asyik mengobrol melepas kangen.


Hingga tanpa sadar netra Ayura menangkap seseosok bayangan yang dicarinya dari tadi, sedang melihatnya dari jauh.


"Aku ketoilet dulu." Pamit Ayura pada Angel, Nanda dan Putri.


"Mau aku temanin..?" Tanya ketiga gadis itu serempak. Ketiganya kaget dan kemudian tertawa bersama. Ayura pun ikut terkekeh.


Dia tidak menyangka ketiga gadis ini sangat peduli padanya hingga mau ketoilet pun ketiganya serempak menawar menemaninyya.


"Nggak usah. Aku bisa sendiri. Kalian disini saja, makanlah. Ambil makan yang kalian suka." Jawab Ayura, mempersilhakna Nanda dan Putri untuk mengambil makanan. Karena kedua temannya belum menyantap hidangan karena asyik mengobrol bersama dirinya.


"Baikaklah, kami menunggu mu disini." Jawab Nanda. Dan langsung mengajak Putri dan pergiu mengambil makanan.


"Benar nggak mau ditemenin Ay..?" Tanya Angel lagi, mencoba memastikan. Dan anggukan Ayura disertai sebuah senyuman membuat Angel akhirnya ikut mengangguk dan akhirnya mengikuti langkah Nanda dan Putri yang sudah berjalan ketempat dimana tersedia beraneka ragam hidangan yang tertata indah diatas meja panjang.


Setelah memastikan ketiga gadis itu menjauh, gegas Ayura pun melangkah ketoilet. Lebih tepatnya kebelakang hotel, ketempat dimana dia melihat seseorang yang dicarinya melangkah kesana.


Dan benar saja tepat dibelakang hotel seseorang yang dicarinya beberapa hari ini sedang berada disana, berdiri memunggunginya, terlihat pria itu seperti sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel.


"Tetap berada diposisi kalian masing masing pasang mata dan telinga kalian baik-baik, aku tidak ingin terjadi kekacauan. Tetap berkoordinasi satu sama lain bila melihat sesuatu yang mencurigakan. Kalian mengerti..?" Pungkas Abi dengan seseorang diseberang sana.


"Baiklaha, aku mengandalkan kalian."


Panggilan pun berakhirnya dan disaat pria itu berbalik, dia begitu tertegun melihat tunangan sang adik tengah berdiri dihadapannya dengan netra berembun.


'Sh*it' Umpat Abi dalam hati.


Dia terlalu kaget melihat gadis yang sangat dicintainya kini tengah berdiri dihadapannya. Dia tidak bisa lagi untuk memghindar.


Netra pria itu menatap dalam netra Ayura, menatap langsung wajah gadis yang selama ini hanya bisa dilihat dari jauh kini berada tepat dihadapannya yang terlihat begitu cantik


Ada rindu yang menggunung untuk gadis ini, tapi melihat kedalam manik hitam milik sang gadis ,ada lapisan cairan bening yang menggumpal disana membuat hatinya mendadak nyeri.


Ingin sekali dia menarik tubuh Ayura dan membawanya kedalam dekapan nya. Ingin sekali dia menghujani banyaj kecupan diwajah gadis itu dan mengatakan kalau dia sangat mencintai nya dan sangat merindukannya.


Ingin sekali dia membawa gadis ini pergi sejauh jauhnya, dan memiliki seorang diri.


Tapi kembali sadar, dia harus bisa menahan diri, saat ini gadis yang sudah membuat tidur malamnya tak bisa lagi nyenyak sudah menjadi tunangan sang adik dan dia sendiri yang telah menyerahkan Ayura dengan suka rela.

__ADS_1


Dia tak boleh egois karena keselamatan Ayura dipertaruhkan disini. Begitu juga harga diri Krishna dan kedua orangtuanya yang pasti akan sangat malu kalau dia bertindak gegabah mengikuti perasaannya membawa pergi calon tunangan adiknya. Ini nggak lucu.


Hening.


Sama sama mereka belum mengeluarkan suara.


Keduanya masih mematung dengan netra mereka yang masih saling mengunci, ada rindu yang begitu besar tengah mereka salurkan lewat tatapan itu.


"Kak Abi../ Ay.." Ucap keduanya bersamaan.


"Apa kabar..?" Tanya keduanya lagi secara bersamaan. Hingga Abi memilih membuang muka merasa malu tapi gemas dengan tingkah mereka.


Melihat Abi yang membuang muka membuat hati Ayura berdenyut nyeri. Sepertinya Abi memang benar benar tidak ingin melihatnya.


"Apa kabar kak..?" Tanya Ayura dengan sangat pelan.


"Baik" Jawab Abi singkat. " Kenapa berada disini.? Masuklah! Krishna pasti sedang mencari mu." Ucap Abi dan kembali membuang muka.


Ayura menghela nafas pelan. "Aku mencari mu, aku ingin bertemu dengan mu, aku ingin mendengar alasan kak Abi mencampakan ku. "


Abi pun ikut menghela nafas kasar. "Maaf kalau sudah membuat mu salah paham atas sikap ku selama ini. Tapi mulai sekarang lupakan semuah yang pernah aku ucapkan selama kita dipulau itu. Anggap saja itu tak pernah ada. Dan mulai hari ini anggap saja kita tak pernah saling kenal. Mengerti."


Deg..


'Segampang itu dia mengucapkan nya..?'


Sesak, perih dan kecewa itu yang dirasakan Ayura sekarang. Walaupun selama ini dia sudah mengumpulkan keberanian untuk mendengar langsung ucapan pria ini tapi tetap saja disaat mendengar langsung dari bibir pria ini seperti ada batu besar yang sedang menghantam dan menghimpit dadanya.


"Bukankah selama ini kau ingin mendengar alasan ku menghindar dari mu. Dan sekarang kamu sudah tahu kan alasan nya, kalau aku tidak benar-benar dengan ucapanku, perhatian ku pada mu karena kamu adalah gadis masa lalu ku, dan itu tidak lebih, dan mengenai ucapan cinta. Maaf, aku tidak sungguh sungguh mengatakannya dari hati ku. Jadi sekarang pergi dan raih kebahagiaan mu bersama adik ku, karena dia sangat mencintai mu."


Tes


Tes


Tes.


Tetes air mata yang sedari tadi menggantung dipelupuk mata Ayura telah berderai dengan deras.


Semuah ucapan Abi bagai ribuan jarum yang menghujat hati tembus kejantung.


Dia tidak menyangka Abi yang dianggapnya dewa penolong, pria yang paling mengerti dan dengan sejuta perhatiannya rupanya tak lebih dari pria brengsek dan jahat yang tak memiliki hati.


Bagaiaman bisa dia bisa memepermainkan perasaannya, membantu dia melewati hari menyakitkan saat disakiti Krishna, menghiburnya serta menghujani begiti banyak perhatian dan melambungkan angannya akan indahnya cinta tapi pada akhirnya menghempaskannya dengan begitu sadis.

__ADS_1


Kukira kamu adakah kebahagiaan ku, tenyata sumber luka terhebat.


__ADS_2