
Setelah menyelesaiakn pekerjaannya di Kafe, seperti janji Airin sekarang mereka berdua tengah Jalan Jalan di sebuah Mall terbesar dikota itu. Tentu saja Mall itu milik keluarga Yudistira, dan saat mereka berbelanja semuah pegawai dan pelayan yang bertugas di mall itu yang mengetahui kedatangan nyonya besar, mereka semuah pun langsung tunduk memberi hormat dan melayani nyonya besar dengan ramah tentu nya.
Dan hal itu membuat Ayura merasa risih karena sepanjang perjalanan memilih barang belanjaan selalu diberi hormat oleh semuah pegawai dan pelayan yang Ada di mall itu.
"Santai saja Ayura, biarkan saja mereka melakukan itu" Ucap Airin coba menenangkan Ayura yang terlihat tak nyaman dengan perlakuan semuah pelayan mall.
"Tante sudah sering bilang kemereka untuk bersikap bias saja, tapi mereka tetap tidak mau mendengarkan ku, karena mereka takut dipecat sama atasan mereka." Cicit Airin. "Miris ya mereka lebih takut sama atasan mereka ketimbang aku yang sebagai nyonya besar pemilik mall ini." Ucap Airin dengan raut sedih mencoba bercanda dan berhasil candaan Airin menerbitkan senyum tipis di bibir Ayura.
Setelah berbelanja lebih tepatnya menemani Airin berbelanja karena Ayura sendiri tak ikutan berbelanja, dan Ayura juga menolak dengan halus semuah pemberian Airin, membuatnya terpaksa memberikan semuah belanjaan yang di niatkan untuk Ayura kepada beberapa pelayan yang tengah bertugas dan membuat para pelayan tidak henti hentinya mengucapkan terima kasih karena mendapat pakaian yang di nilai satu harga barang aja bernilai puluhan juta.
Hari semakin malam dan kini kedua perempuan beda generasi itu berada di food court untuk mengisi perut karena mengingat waktu ini sudah memasuki jam makan malam mereka. Saat sedang menyantap hidangan tiba tiba mereka di kejutkan dengan satu suara barito menyapa mereka.
"Hai Ma, Hai Ayura" Sapa pria itu canggung
"Abi.. kamu disini sayang..? " Kaget Airin menyadari kehadiran Abi (Tapi boong, hayyu ðŸ¤) Sejatinya perempuan itu tahu Abi sedang ada rapat di mall ini tapi dia berakting hebat kaget seakan akan tidak mengetahui keberadaan Abi di mall ini. Airin sebenarnya merencanakan pertemuan Abi dan Ayura agar Abi bisa menjalankan misinya meminta maaf pada Ayura.
"Iya Mah, tadi ada pertemuan dengan beberapa kolega di mall ini dan nggak sengaja lihat Mama disini. "Kata Abi dengan posisi berdiri disamping Mamanya dengan sebelah tangan melingkar di kursi tempat Airin duduk sambil netranya sesekali melirik Ayura yang berada di depannya.
Melihat Ayura yang hanya diam tertunduk tanpa memberi respon akan kehadirannya membuat Abi kembali bertanya " Aku tidak mengganggu kan..?" Kembali melirik Ayura.
"Ahhh, enggak kok" Jawab Airin cepat. "Ayura, nggak papa kan Abi ikut bergabung..?"
Gadis itu pun mengangguk dan memaksakan senyuman, sejujurnya gadis itu pun enggan bertemu dengan Abi tapi menolak pun dirasa kurang begitu sopan, bagaiman pun dia nggak ada hak untuk menolak pemilik mall itu untuk duduk disini di mall ini, bahkan kalau Abi mau mengusirnya dari mall ini pun dia bisa apa..?
"Iya Tante, nggak papa. " Jawab Ayura langsung tertunduk mengaduk ngaduk makanan yang masih penuh di piringnya.Gadis itu kehilangan selera makannya.
__ADS_1
Abi lalu menarik sebuah kursi dan duduk dihadapan Ayura. Tatapan nya terus tertuju pada Ayura yang seperti enggan melihatnya. Tak berselang munculah sekumpulan Ibu Ibu yang menghampiri meja mereka dan mereka itu adalah teman teman arisan Airin yang akan melakukan arisan di mall itu.
Airin memanglah cerdik, dia telah merencanakan ini semua dengan sangat matang. Hari ini memang jadwal arisan mereka, dan pagi tadi dia mengetahui kalau Abi akan mengadakan pertemuan dengan beberapa kolega bisnisnya, hingga timbul akal cerdas nya, mengajak Ayura jalan jalan ke mall, mengirim pesan ke teman teman sosialita nya untuk melakukan arisan di mall ini dan sekalian mengirim pesan ke Abi agar menghampiri dia dan Ayura yang tengah makan di food court ini. Dan semuah nya sesuai rencana tinggal kini meminta maaf pada Ayura, meninggalkan nya bersama Abi karena dia harus bertemu teman temannya dan membiarkan Abi menjalankan misinya untuk meminta maaf pada Ayura. Ahhh bukankah dia terlalu cerdas..?
"Ay, maaf ya Tante harus ikutan arisan bersama teman teman Tante, nggak papa ya Tante tinggal..?" Ujar perempuan itu dengan rasa bersalah dan dianggukin oleh gadis itu.
"Nggak papa ya pulangnya diantar sama Abi..?" Tanya Airin.
"Haa..? " Ayura jelas saja terkejut , bagaiman mungkin dia mau diantar sama Abi, pria nomor satu yang ingin dihindari nya.
"Bi, bisahkan anterin Ayura pulang..?" Mengabaikan rasa enggan gadis itu, Airin terus saja melancarkan aksinya.
"Bisa kok Mah" Jawab Abi sambil melirik Ayura
"Ahhh, nggak usah, akun bisa pulang sendiri kok. " Tolak gadis itu cepat.
Melihat Ayura yang hanya diam membuat Airin kembali memelas "Boleh ya sayang..? Biar Tante nggak kepikiran dan merasa bersalah. "
Gadis itu menarik nafas kasar, kemudian mengangguk pasrah. "Baiklah." Lirihnya.
Abi lalu menarik tipis ujung bibirnya, sedangkan Airin langsung bersorak sorak bergembira dalam hati, target masuk dalam perangkap.
Setelah menganggukin permintaan Airin kini Ayura sudah bersama dengan Abi didalam mobil dimana Abi yang menjadi supirnya sedangkan Ayura sendiri duduk di sebelahnya.
Suasana terasa hening karena sama sama mereka memilih diam karena masih canggung. Ayura sendiri lebih memilih membuang pandangan keluar jendela samping mobil, mengabaikan Abi yang memilih fokus mengemudi. Tapi jangan ditanya detak jantung Abi malah dah dig dug boom. Pria itu selain fokus mengemudi dia juga tengah sibuk menyusun kata kata maaf yang akan diucapkan pada gadis disebelahnya ini.
__ADS_1
Dan setelah mengumpulkan keberaniannya akhirnya Abi pun memecah keheningan, mengeluarkan suara bariton nya "Maaf.. " Hanya kata itu yang bisa diungkapkan saat ini, menunggu reaksi balik dari lawan disebelahnya ini. Ayura kaget tapi gadis itu malah menyembunyikan rasa kagetnya dan memilih menatap Abi datar. Membuat pria itu kembali membuka suara.
"Sekali lagi maafkan aku atas perlakuan kasar ku dulu." Pinta pria itu lagi sambil menatap Ayura yang tengah menatap nya membuat Ayura mengalihkan pandangannya ke depan.
"Kalau perempuan itu bukan aku, bukan putri Bramantyo, bukan saudara tiri Angel tunangan Bapak, apa Bapak juga akan meminta maaf..?" Tanya gadis itu dengan sorot mata tajam membuat Abi meremang. Dia pun dibuat kesal dengan ucapan Ayura yang mengatakan Angel tunangannya.
"Disini Bapak meminta maaf pada ku karena merasa hutang budi karena telah menolong tante Airin, Mamanya Bapak, tapi kalau aku juga tidak pernah menolong Tante Airin, apa Bapak juga akan meminta maaf padaku..?"
Pria itu pun hanya diam tak bersuara, Ayura memang benar dia meminta maaf karena Ayura yang menolong Mamanya dari pencopet itu hingga terlambat kekantor, dia juga meminta maaf karena Ayura putri dari Bramantyo, kalau bukan karena semuah itu apa dia mau bersusah payah untuk meminta maaf, disini dia menyadari siapa dirinya sebenarnya, titel arogan dan dingin pantas disematkan untuk dirinya.
"Bapak diam nggak bisa jawab pertanyaan ku karena semuah yang ku katakan itu benar kan..?" Sindir Ayura tajam. "Disini Bapak memang nggak tulus dan menyesali perbuatan kasar Bapak. Kalau Bapak benar benar menyesalinya seharusnya Bapak langsung mencari ku dan meminta maaf bukan baru sekarang setelah tahu siapa aku sebenarnya." Lidah pria itu keluh untuk menjawab semuah sindiran Ayura yang dirasa seperti ribuan jarum yang menancap tepat dijantungnya.
"Aku yakin Tante Airin juga sudah mengetahui cerita sebenarnya hingga merencanakan pertemuan kita yang bagiku bukan sebuah kebetulan semata" Cibir Ayura lagi membuat Abi melotot nggak percaya dengan kecerdasan gadis di sampingnya ini. Sepertinya mulai sekarang dia harus hati hati dengan gadis ini pikirnya.
"Bapak mungkin nggak enak sama keluarga ku dan mungkin sudah mendapat omelan dari Tante Airin, makanya Bapak sekarang disini satu mobil dengan gadis sampah seperti ku untuk meminta maaf. "
Chhiitt... Bunyi gesekan ban terdengar kuat saat beradu dengan aspal ketika Abi tiba tiba menginjak rem kala mendengar ucapan Ayura yang menyamakan dirinya dengan sampah, karena kata itu pernah dilontatkan Abi kepadanya dan sekrang Ayura kembali mengulangnya membuat dia semakin merasa bersalah.
"Ay... " Lidah pria itu keluh hanya untuk memanggil nama gadis itu. Pria itu hanya bungkam saat Ayura kembali menyerang nya dengan kata kata pedasnya.
"Dengan meminta maaf dari ku, apa Bapak bisah mengembalikan harga diri dan nama baik ku..? Karena pada saat Bapak menarik dan menyeret ku semuah karyawan menyaksikannya, malah ada yang sempat mengambil foto atau pun vidio. Dan mungkin sekarang vidionya sudah viral di dunia maya."
"Haaa...? " Abi dibuat kaget dengan fakta baru yang disampaikan Ayura, pria itu tidak menyangka kalau peristiwa itu direkam oleh karyawannya, dan bagaiman sampai vidio itu sampai ke tangan Bramantyo, apa yang akan dijelaskan pada nya..?
Ayura memilih diam melihat Abi terpaku, gadis itu merasa puas setelah mengeluarkan unek unek nya selama ini, dia yang sedari tadi terus menyerang Abi dengan kata kata pedasnya sampai pria itu tidak bisah menelan salivanya dengan baik dan benar.
__ADS_1
Dan bagi Abi, Ayura benar-benar menghukumnya dengan kata kata pedasnya. Dia merasa sedari tadi gadis itu tidak pernah memberi celah atau pun kesempatan untuk membela diri. Dan ungkapan kalau Ayura itu kalem dan pendiam terbantahkan sudah setelah apa yang didengarnya sedari tadi, sindiran dan cibiran yang tak henti henti gadis itu lontarkan kepadanya.
🌷**HAPPY READING**🌷