Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Kembali Memperjuangkan


__ADS_3

Tak menghiraukan keterkejutan gadis disampingnya, pria tampan nan berwibawa itu memilih cuek memandang hamparan laut luas yang terlihat tenang.


"Apa Bapak mengikuti ku..?" Curiga Ayura dengan memicingkan kedua matanya.


Bagaiman mungkin setiap dia kesini selalu berjumpa dengan mantan bosnya ini.


"Cih! Pede..."Ucap pria itu cuek.Melirik Ayura sekilas, kemudian kembali memandang pemandangan indah didepannya dengan senyum samar.


"Kalau Bapak tidak mengikuti ku, kenapa setiap aku kesini Bapak selalu ada..?" Ayura masih mempertahankan kecurigaannya.


"Hei! Aku selalu kesini sebelum kamu datang dan menghancurkan ketenangan pantai ini, pertama dengan air mata mu itu dan sekarang dengan suara cempreng mu itu" Ucapan Abi menyulut kemarahan Ayura


"Apa maksud Bapak "Bibir Ayura sudah mengerucut tajam, mendengar hinaan Abi. Ya pria itu adalah Abimanyu sang CEO Yudistira Entertaiment dan mantan bosnya.


"Apa...? Kalau kamu tidak percaya, tanyakan saja pada pemilik warung makan yang pernah kita kunjungin atau penjaga pantai itu, mereka pasti akan mengatakan kalau aku adalah pengunjung setia, yang ramah dan sangat loyal. Aku terkenal disini dengan semuah kebaikan ku, bukan sebagai perusak ekosistem laut dengan air mata dan suara cempreng mu. Jadi berhentilah berfikir kalau aku mengikuti mu Nona." Ujar Abi panjang lebar kemudian menyentil kening Ayura dengan kuat hingga gadis itu memekik sakit.


"Auww.." Pekik Ayura memegang keningnya.


"Yaakkk! Pak..."Teriak Ayura begitu kesal melihat punggung Abi melangkah pergi setelah menyakitinya tanpa mau bertanggung jawab


Sedangkan didepan sana pria itu tergelak puas mengerjai Ayura, membuat gadis itu melupakan kesedihannya.


Dia yakin Ayura pasti sedang memiliki masalah hingga berteriak dengan keras, mengeluarkan amara yang berkecamuk dihati, dia juga sempat melihat netra gadis itu berembun saat setelah berteriak.


Dan dia selalu memiliki cara tersendiri untuk menghibur kekasih hatinya, tanpa mau mengorek ngorek isi hati gadis itu, yang akan semakin membuat dia bersedih.


Abi sudah melangkah jauh, tapi kemudian dia mengingat sesuatu hingga berbalik berlari kearah Ayura, dan menarik tangan gadis itu yang masih dengan raut kesalnya. "Ikut aku!"


Mobil hitam keluaran terbaru buatan Eropa melesat membelah jalan. Seketika Ayura mengenali jalan yang kini tengah mereka lalui.


Jalan rindang yang ditumbuhi pohon pohon yang menjulang tinggi sepanjang jalan. "Pak.." Pekiknya saat mobil telah berhenti.


"Ayo turun!" Seru Abi kemudian keluar dari dalam mobil.


Ayura mengekori langkah Abi, senyum bahagianya terpancar dibibir pinknya. Dia begitu bahagia akan ketempat ini lagi setelah sekian lama.


Saat akan menuruni tangga Abi mengulurkan tangannya meminta Ayura untuk memegang tanganya. Dan tanpa menunggu lama Ayura meraih tangan Abi yang menggantung karena dia ingat mereka akan menuruni tangga yang licin.


Bibir Abi melengkung sempurna melihat tangannya yang digenggam Ayura tanpa canggung.

__ADS_1


Keduanya lalu melangkah turun tapi Ayura sedikit tertegun melihat tangga yang sepertinya baru saja direnovasi karena terlihat banyak perubahan lebih bersih dan tidak selicin dulu.


Walau menyadari tangganya sudah tidak selicin dulu tapi Ayura tidak berniat melepaskan genggaman tangan Abi, mungkin karena merasa nyaman atau karena dia masih terkesima dengan indahnya pemandangan yang sangat menyejukan mata hingga tidak menyadari nya.


Abi sendiri apalagi, dia bahkan terus tersenyum sepanjang jalan melirik tangan kekarnya yang masih terpaut sempurna dengan jari jari lentik milik Ayura.


Dan saat sudah dibawah, Ayura melepaskan tautan tangan yang sedari tadi terpaut kuat.Dia kembali dibuat terkesima melihat tempat yang dulu dipenuhi batu batu besar kini berganti dengan bangunan kecil seperti bale bale mungkin untuk tempat istirahat dan makan makan mungkin, sedangkan disisi kirinya ada dua bangunan mini yang diyakini Ayura pasti toilet dan tempat ganti.


Dan juga ada jembatan kecil penghubung bale bale kekolam jernih itu.


Semuahnya tertata dengan begitu indah. Ditambah dengan suara deburan air terjun menambah nilai eksotis yang selalu membuat gadis itu tak henti hentinya berdecak kagum


Netra Ayura benar benar termanjakan dengan tempat yang sudah disulap dengan begitu indah dan sempurna ini.


"Pak kapan semuah ini dibuat..?" Tanya Ayura dengan wajah penuh binar


"Hmmm.."Abi pura-pura berfikir ."Kalau nggak salah setelah kita dari sini terakhir kalinya."


"Ahhh..benarkah..?"


Abu mengangguk "Kenapa...? Apa kamu suka..?"


Ayura mengangguk senang. "Sangat Pak. Aku tidak menyangka akan kesini lagi. Tempat ini dibuat semakin cantik, apa Bapak ingin menjadikan tempat wisata disini...?"Tanya Ayura tapi netranya terus menyapu segala penjuru tempat ini.


Mereka saling menatap dengan begitu lama hingga Ayura memutuskan pandangan itu. Menghilangkan rasa canggung diantara mereka Ayura kemudian mencebik.


Ayura tidak bertanya lagi kenapa hanya dirinya yang diperbolehkan kesini,dan kenapa tidak yang lain..? Karena dia sudah tau jawabannya yakni karena 'Dia istimewa'.


Dan pernyataan Abi akan membuat dia menjadi canggung.


Dia tak ingin terlalu memberi harapan untuk Abi karena dia sudah memiliki Krishna, ada hati yang harus dijaga, walaupun Krishna selalu menyakiti hatinya dan Abi yang mengobatinya tetap saja, dia harus menjaga jarak dan tidak ingin membuat pria tampan disampingnya ini semakin berharap.


"Ck! Padahal aku ingin mengajak teman temannku kesini." Cicit Ayura penuh kecewa.


'Nanti! Setelah kau benar benar menjadi milikku, maka tempat ini akan menjadi milikmu, dan kamu bebas mengajak semuah teman teman wanita mu kesini dan bebas melakukan apapun.'


* * * * *


Setelah mengantar Ayura, Abi lalu melesat kerumahnya. Senyum lebar selalu terkembang dibibir tebalnya, mengingat hari ini dia kembali menghabiskan waktu bersama Ayura, cinta pertamanya dan mungkin akan terus menjadi satu-satunya.

__ADS_1


Saat sampai dipekarangan rumah, dia melirik mobil sport warna biru yang sudah terpakir, dia tahu siap pemiliknya.


Dan tepat kakinya menginjak ruang tamu, tubuhnya sudah dihadang oleh tubuh tegap dan tak kalah koko sang adik.


Abi dapat merasakan ada aura mencekam yang sedang di lemparkan Krishna pada nya, sepertinya dia sedang menahan marah. Apalagi sorot matanya yang begitu tajam seperti hendak menembus jantung tembus kehati dan


menghancurkan semuahnya didalam sana.


Tapi bukan Abi namanya kalau tidak menanggapi dengan santai alias cuek.


Karena tanpa menghiraukan keberadaan Krishna dan amarahnya, Abi memilih berlalu tanpa berniat untuk menyapanya.


Tapi baru selangkah dia melewati tubuh Krishna, Ucapan sang adik menghentikan langkahnya.


"Kemana kau membawa kekasihku hari ini...?" Suara Krishna terdengar sangat dingin dengan menekankan setiap kata katanya.


Abi hanya tersenyum miring tanpa berniat menjawabnya. Dia kembali melangkah. Tapi lagi lagi suara Krishna kembali menahan langkahnya.


"Apa kamu tidak merasa malu, membawa kekasih orang pergi tanpa izin..? Berhentilah jadi pengganggu dalam hubungan kami. Apa kau tidak bisa mencari wanita lain hingga menggoda kekasih adik mu sendiri ha..?" Tak ada lagi sopan santun dari setiap ucapannya.


Baginya ini pantas didapatkan Abi, karena sudah lancang membawa Ayura pergi. Bahkan parahnya Abi sendiri memutuskan akses hingga Krishna tidak bisa mencari tahu atau pun melacak keberadaan mereka.


Tempat seperti apa yang mereka datangi hingga kekuatan dan kecerdasan Krishna tidak bisa melacak keberadaan mereka. Dia benar benar dibuat geram, karena tidak bisa melawan kehebatan kakanya yang memang selalu selangkah diatasnya.


Sekuat apa pun dia dan sehebat apa pun dia, Abi lah yang paling kuat dan hebat dalam hal apa pun. Ya, dalam hal apapun termasuk cara menggaet kekasihnya.


Diakui Krishna, sekaku kakunya Abi dia bisa membuat Ayura nyaman dan bahagia disisinya, sedangkan dia taunya hanya membuat luka dan kecewa.


Kedua tangan Abi terkepal kuat mendapat hinaan dari Krishna. Dia langsung membalika badanya dan kedua mata elang mereka beradu dengan saling melempar tatapan tajam dan mengeluarkan aura permusuhan.


Tatapan mereka masih beradu sengit, tapi kalau dibiarkan lama mungkin saja netra mereka akan mengeluarkan kilatan kilatan cahaya putih dan merah yang saling menyerang.


Abi kemudian melangkah mendekati Krishna, dia merubah rahang yang sedari tadi mengetat kuat dengan senyum miringnya. "Aku akan memperjuangkannya kalau kau sering menyakitinya. Aku yang selalu ada menghapus air matanya dan selalu membuat dia tersenyum saat kau melukainya dan mengecewakannya, jadi jangan salahkan siapapun kalau rasa nyaman yang aku berikan berubah jadi suka"


"Kau..." Geram Krishna, mencengkram kuat kedua sisi kerah Abi. Abi hanya menyeringai dan bergeming


"Aku diam selama ini karena tahu Ayura bahagia dengan hubungan kalian, tapi sekarang aku merasa dia selalu bersedih bahkan menangis dan itu semuah karena mu. Jadi sekarang aku memutuskan untuk kembali memeperjuangkannya. Mari kita bersaing secara sehat" Abi melepaskan tangan Krishna yang mencengkram kuat kerah bajunya dengan kasar.


Krishna tak terima "Kau.." Hati Krishna seperti dibakar mendengar ucapan Abi yang ingin memperjuangkan gadisnya. Panas itu yang dirasakan nya

__ADS_1


Dengan amarah yang ada dia mengangkat kepalan tangannya hendak meninju wajah Abi. tapi dari jauh teriakan Airin menggema melihat kedua putranya sedang bersitegang. "Abi....Krishna...Apa yang kalian lakukan nak..?"


Wanita paruh baya itu berlari cepat dan langsung. menjauhakan tubuh keduanya sebelum mereka bena benar bertarung.


__ADS_2