
Selang beberapa detik dia menekan tombol 'play' pada ponselnya. Dan rekaman berikutnya membuat netranya tanpa sadar mengeluarkan cairan bening
Disana terlihat Kedua wanita diseret tanpa ampun oleh anak buah Adam. Kedua wanita itu bahkan terlihat menghiba dan meminta ampun untuk dilepaskan, tapi kedua pria itu malah menjambak rambut dengan begitu kasar.
Rekaman video itu mengingatkannya tentang kejadian yang pernah menimpa nya. Gadis itu sampai sesegukan membuat Krishna terlonjak kaget.
Buru buru dia menghampiri meja Ayura. "Sayang, ada apa..? Apa yang terjadi..?" Terlihat panik diwajah Krishna mendapat kekasihnya menangis tergugu.
Dengan netra yang basah Ayura menatap Krishna dengan tatapan tajam, terlihat gadis itu menyimpan amarah yang begitu besar.
"Ada apa hm..?" Semakin bingung melihat kemarahan Ayura.
Kaget Krishna menangkap ponsel yang hampir terjatuh karena Ayura memberikan nya dengan begitu kasar.
"Puas kamu sekarang..?" Bentak Ayura dengan sesegukan.
Krishna tertegun menonton vidio itu ditambah kemarahan kekasihnya. "Ay... " Lirih nya
"Aku tidak menyangka kamu sejahat itu Krish, sesalah apapun mereka, tidak bisahka kau memaafkan mereka. Mereka wanita Krish, tidakkah kau menaruh sedikit kasihan pada mereka.. Kau.. hikh... hikh... Kau..." Ayura tak dapat melanjutkan kemarahannya, karena suara nya hilang di tengah tangisannya.
"Ay... " Krishna hendak memeluk tubuh Ayura yang tengah bergetar karena menangis. Tapi Ayura mendorong tubuhnya sebelum tubuhnya benar-benar merapat.
"Kenapa mereka harus diseret seperti binatang Krish, kenapa kalian semuah jahat. Apa karena kalian memiliki kekuasaan hingga tidak bisah memperlakukan kami dengan lembut. Apa semuah kesalahan harus dibalas dengan cara memalukkan seperti ini, hikh hikh"
Deg!
Krishna paham sekarang, kenapa Ayura sampai menangis seperti ini, dia pasti mengingat perlakuan kasar Abi padanya dulu.
Dia mengutuk dirinya sendiri, yang secara tidak langsung membuat kekasih hati, pelipur laranya bersedih.
"Ay... " Krishna hendak menggenggam tangan Ayura, kembali gadis itu menepis.
Krishna benar-benar stres dibuatnya. Dia tak tega melihat Ayura menangis sampai seperti ini. Hatinya ikut sakit.
"Ay, aku tida tahu kalau mereka bertindak sampai sejauh itu. Aku hanya..."
"Hanya apa..?" Suaranya meninggi, jangan lupakan sorotan matanya yang begitu tajam."Kamu mau mengatakan kalau kamu tidak tahu apa apa, kamu mau melimpah kan semua kesalahan pada mereka, begitu..? Kalau bukan mengikuti perintah mu, mereka pasti tidak akan melakukan nya Krish." Ucap Ayura dengan penuh kebencian.
Krishna menyugar rambut kasar, dia bahkan sejenak berhenti bernafas, dia panik, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Dia hanya bisa membuka mulutnya kemudian menutupnya kembali saat Ayura tak memberi kesempatan untuk membela diri.
"Sayang... Dengarkan aku dulu." Kembali Krishna ingin memegang tangan gadis itu, dan kembali gadis itu menepis nya dengn kuat.
"Aku membencimu Krish,aku benci semuah pria kaya, sombong dan arogan seperti kalian" Umpat Ayura, lalu menyambar tasnya, didorong nya tubuh Krishna yah sedang memghalangi jalannya.
"Ay, kamu mau kemana Ay..?" Tanya Krishna dengan sendu, kemudian menarik tangan gadis itu.
"Lepaskan.. "
__ADS_1
"Kamu mau kemana..?"
"Aku mau pergi. Aku benci melihat wajahmu. Aku mau mengundurkan diri."
Deg!
Krishna tertegun, kaget dan shock, mendengar ucapan Ayura. Jantung nya seketika berhenti berdetak. Butuh beberapa detik mengembalikan kesadarannya, dia lalu berlari mengejar Ayura yang hampir saja membuka pintu.
Dengan cepat dia memeluk tubuh Ayura dari belakang. "Kumohon jangan pergi Ay. Aku akui aku bersalah, tapi jangan menghukum ku dengan semuah ini. Kamu tahu kan aku tidak bisa hidup tanpa mu. Aku mohon Ay."
Krishna lalu membalikan tubuh Ayura. dengan sedikit paksaan karena gadis itu mengunci tubuh nya dengan begitu kuat.
Krishna lalu mendekapnya dengan tak kalah erat.
"Lepaskan aku Krish." Ayura berontak dalam dekapan erat Krishna.
"Tidak akan, Aku tidak akan membiarkan kamu pergi."
"Lepaskan Krish." Ayura mencoba mendorong tubuh Krishna.
Pria itu meradang.Kemudin mengurai pelukan,dipegangnya kedua bahu Ayura. "Nggak, aku nggak akan melepaskan mu. Kalau kamu tetap memaksa untuk pergi, aku akan bunuh kedua pengawal itu tepat dihadapan mu.".Ancaman Krishna membuat mata gadis itu membola bersamaan dengan sisa-sisa tetesan air mata yang menetes.
Krishna kemudian mengusap pipi mulus Ayura. "Maaf! Ucapan Krishna tersendat, rasa bersalah menghimpit dada membuatnya seketika merasa sesak, tangannya meremas dadanya.
" Krish..."Panik Ayura menyadari Krishna sedang kambuh.
* * * * *
Hukum untuk kedua wanita itu pun sudah dicabut. Atas permintaan Ayura. walaupun dia tahu sesungguhnya keduanya sudah menerima hukumannya.
Tapi satu yang bisah dicegah adalah keduanya tak jadi dipecat.
"Bagaimana perasaanmu sekarang..?"Tanya Ayura sembari menggenggam tangan Krishna yang sedang terbaring.
"Udah agak mendingan."Membalas senyum. "Maaf...Aku sudah mengecewakan mu.Aku bukan Kekasih yang baik" Sesalnya dengan sendu.
"Tiak ada manusia yang lepas dari khilaf dan dosa. Terpenting kita mengakui kesalahan kita dan mau berubah." Mengusap punggung tangan Krishna "Aku hanya minta tolong lebih menghargai wanita, jangan gunakan kekuasaan dan jabatan ntuk merendahkan kami."
Krishna mendengar nasihat sang kekasih dengan rasa bersalah. Hingga pria itu tak henti hentinya meminta maaf.
"Tidurlah! Kamu kelihatan sangat lelah" Titah Ayura perhatian karena yang ditangkap netranya saat ini Krishna terlihat sangat lelah dengan wajah kuyu dan kantong mata yang menghitam.
"Ay..boleh aku minta sesuatu..?" Pria itu mendongakan wajahnya guna melihat raut Ayura.
"Apa..?"
Krishna terlihat ragu mengungkapkan keinginannya,hingga dilihat senyum kembang dibalik bibir sang kekasih, dia pun akhirnya berani mengungkapkan keinginannya.
__ADS_1
"Ay, aku ingin memeluk mu. Disini.." Pinta Krishna sambil menepuk kasur disebelahnya.Memohon agar Ayura tidur disampingnya.
"Ha..?"Ayura kaget.
Krishna menyadari ada rasa enggan diwajah Ayura. "Aku hanya ingin memeluk mu, aku janji tidak macam macam Ay. Aku sangat lelah,banyaknya pekerjaan membuat ku tak bisa tidur akhir akhir ini." Nada Krishna terlihat menghiba hingga Ayura merasa tak tega.
Gadis itu pun kemudian mengangguk membuat bibir Krishna melengkung sempurna. Dia bergegas menggeser tubuhnya,memberi ruang untuk Ayura.
Ditepuknya kembali kasur disampingnya itu saat Ayura hanya terdiam ditempat.
Dengan perasan canggung Ayura akhirnya naik keatas kasur dan berbaring dengan memunggungi Krishna.
Jangan ditanya bagaimana jantungnya kini yang berdetak dengan hebat.Apa lagi saat tangan Krishna tanpa permisi mendekap pinggangnya dengan erat.
"Krish.."Lirih Ayura tak didengarkan pria itu.Karena baginya dia sudah mendapatkan posisi nyaman sekarang hingga tak butuh waktu lama kedua netra atas bawahnya menyatu dengan sempurna.
Ayura masih gelisah,tubuhnya bahkan menegang hebat apalagi dirasa sapuan nafas Krishna di tengkuknya membuatnya meremang.
Sampai terdengar bunyi nafas Krishna yang teratur,menandakan pria dibelakang nya ini sudah tertidur.
Dengan pelan, Ayura menjatuhkan tangan Krishna yang memang sudah mengurai. Dan dengan pelan juga dia membalikan badanya hingga posisi keduanya kini berhadapan.
Ayura menatap wajah tampan Krishna yang terlihat sangat lelah. Di usapnya pelan wajah pria itu.Hingga tanpa sadar dirinya pun masuk kedalam dunia mimpi.
Keduanya tertidur dengan saling berpelukan dengan begitu lama sampai akhirnya pria terjaga duluan.
Hatinya menghangat, perasaannya sangat bahagia.
Sangat sangatlah bahagia mendapat Ayura tertidur lelap dalam dekapannya.
Tak ingin mengusir tidur sang gadis,dia memilih diam tanpa suara tanpa gerak. Dipandangi wajah Ayu dan polos sang kekasih dengan intens.
Bibirnya pun melengkung sempurna.Sampai terdengar suara lenguhan Ayura, gadis itupun perlahan membuka netranya.
Satu detik...
Dua detik....
Tiga detik....
"Aaaaa..." Teriak Ayura kala kesadarannya kembali.
Refleks tangannya mendorong kuat tubuh kokoh Krishna.
Sedangkan Krishna yang menyadari keterkejutan Ayura dengan sigap menangkap kedua tangan Ayura yang sedang mendorong nya.
Tak ingin kejadian di Jepang terulang kembali ,dimana dia dihempas dengan begitu kuat oleh Ayura keatas lantai membuat dia sigap menangkap kedua tangan gadis itu,hingga Ayura masuk dalam dekapannya.
__ADS_1
"Kecilkan suara mu sayang, nanti dikira kita lagi enna enna." Canda Krishna .
🍁🍁🍁🍁🍁 BERSAMBUNG 🍁🍁🍁🍁🍁