
Mobil Dani memasuki pekarangan mewah Bramantyo. Terlihat kegelisahan diwajah Angel, membuat Dani langsung menarik tangan gadis nya ,menggenggamnya erat mengatakan smuah akan baik baik saja, ada aku disini.
"Jangan takut, kita hadapi bersama hmm." Ucap nya mencoba menenangkan Angel .
Angel mencoba tersenyum. "Aku bisa menghadapinya Dan."
Keduanya bergegas masuk, tapi saat diteras langkah Angel langsung terhenti mendapat sorot tajam dari Mamanya. Dani yang masih dibelakang melihatnya langsung menghampiri Angel, menarik tangan gadis itu dan menggenggamnya.
"Dan! Apa yang kau lakukan..?" Bisik Angel takut dengan amarah sang Mama ingin menghempas genggaman tangan itu, tapi Dani malah mempereratnya.
"Pagi Tante." Sapa Dani dengan ramah.
"Dari mana saja kau, kenapa semalam nggak pulang Angel." Ucap Amara penuh penekanan. Dia bahkan cuek dengan keberadaan Dani yang tadi menyapanya.
"Maaf Tan..."
"Diam! Aku bertanya pada Putri ku. Lagian kamu siapa, kenapa bisa pulang bersama Angel, jangan bilang semalam kalian..."
"Mah..." Tegur Angel memotong ucapan Mamanya. Dan hal ini membuat Amarah kembali melototinya dengan penuh emosi.
"Semalam Dila ulang tahu, dan kami merayakan sampai larut jadi aku memilih menginap dirumahnya. Mobilku juga mogok jadi aku minta Dokter Dani untuk mengantar ku." Dusta Angel.
Tak mungkin dia menceritakan sebenarnya, tubuhnya bisa di cincang oleh Mamanya sampai tahu kejadian yang sebenarnya.
Dan dia mencoba memperkenalkan Dani sebagai Dokter agar wanita paruh baya itu tak curiga. Berharap status Dokter membuat Mamanya sedikit tenang dan itu terbukti.
Sorotan mata Amarah sedikit meredup, dirinya pun langsung melangkah pergi tanpa suara. Angel tentunya merasa sedikit lega, tapi tidak bagi Dani, pria itu sedikit kecewa, Angel tidak mengenalknnya sebagai kekasih.
"Sudah Dan, sampai disini saja." Tegur Angel tak membiarkan Dani ikut masuk kedalam rumah, karena dirinya masih takut Mamanya kembali menyerangnya dengan rentetan pertanyaan yang membuat dia pusing.
"Kenapa..? Kamu malu ya punya kekasih seperti aku. Hingga kau memperkenalkan ku sebagai Dokter bukan sebagai kekasih mu...?" Kesal pria itu
"Kekasih..? Beo Angel. "Kita bukan sepasang Kekasih Dan. Karena kamu tidak pernah memintaku untuk menjadi kekasih mu."
Dani kaget dan berfikir sebentar kemudian bibirnya tersenyum lebar menyadari sesuatu. "Oh iya benar, kita bukan sepasang kekasih tapi calon tunangan. Iya kan..?"
"Ck! Terserah kamu saja" Kesal Angel sambil memutar bola mata jengah. Dani terkekeh melihatnya.
"Baiklah aku akan pulang, masuk dan istirahat lah. Nanti aku akan mengabari mu kalau aku dan kedua orangtua ku akan datang. "
"Haa..?"
Dani telah pergi, Angel pun langsung beranjak masuk, tapi saat hendak masuk kedalam kamarnya, suara Mamanya membuat dia terhenti.
"Jel, Dimana anak itu, kata securiti semalam kalian pergi bersama."
Dahi Angel mengkerut. "Ayura maksud Mama..?"
"Yah dia lah, siapa lagi coba." Jawab Amara sembari memutar bola mata jengah. "Dimana dia, kenapa tidak bersma mu.?"
"Jadi Ayura juga belum pulang dari semalam..?" Tanya Angel begitu kaget.
"Ya belumlah, kalau sudah, ngapain Mama bertanya pada mu." Kesal Amarah. Bukanya menjawab pertanyaan nya, Angel malah bertanya balik membuat dia sangat kesal.
"Tpi Ayura tidak bersama ku Mah. Semalam aku hanya mengantarnya kerstoran, katanya mau diner bersama Krishna. Apa Mama sudah bertanya pada Papa, siapa tahu dia ada memberitahu pada Papa dia kemana."
"Papa mu sudah pergi pagi pagi, dan Mama tidak sempat bertanya padanya." Ungkap Amara. Kemudian melangkah pergi. "Kemana anak itu, tidak biasanya dia seperti ini." Rutuk Amarah yang masih didengar Angel.
Angel masih kepikiran dengan keberadaan Ayura tapi tiba tiba matanya membulat penuh mendengar nada kuatir dari ucapan Mamanya.
"Ya ampun, apa ini berarti Mama sudah menerima Ayura.?" Angel melangkah masuk kedalam kamarnya dengan senyum lebar.
__ADS_1
*
*
*
Sudah tiga hari Ayura tinggal bersma Abi, kondisi gadis itu pun sudah membaik. Hingga malam ini Abi akan mengantar Ayura pulang atas permintaan Pak Bramantyo.
"Kamu sudah siap kan, malam ini aku akan mengantar mu" Tanya Abi saat Keduanya tengah menikmati sarapan.
Ayura hanya diam tanpa ingin menjawab perkataan Abi. Karena entah mengapa gadis itu merasa enggan untuk pulang kerumah. Tiga hari bersama Abi dan mendapat kasih sayang yang begitu tulus dan banyak membuatnya sepertinya berat untuk meninggalkan apartemen Abi.
"Ay.." Panggil Abi melihat Ayura hanya diam. "Kenapa..? Apa masih ingin disini hmm.? Kalau iya aku akan menyampaikan pada Om Bramantyo agar kau tetap disini" Sesungguhnya Abi pun begitu berat harus mengantar Ayura pulang
Kebersamaan mereka tiga hari dengan Ayura yang begitu dekat dan lengket dengannya membuat dia begitu bahagia.
Dia bahkan enggan kekantor karena ingin menghabiskan waktu bersama gadis itu.
Melihat Ayura yang enggan pulang kerumahnya membuat hatinya menghangat, bukankah itu berarti gadis itu merasa nyaman bersamanya..?
Tapi dia tidak boleh egois, saat ini dia bukan siapa siapa nya Ayura dan Pak Bramantyo lebih berhak atas diri gadis itu.
Ayura masih diam. Membuat Abi beralih duduk berjongkok dihadapanya Ayura yang tengah menunduk. Meraih tangannya dan mengenggam nya lembut. "Ada apa...? Apa ada yang kau pikirkan hmm." Netra Ayura terangkat dan langsung bertatapan dengan netra Abi dengan satu garis lurus.
Ayura menggeleng. Menghembuskan nafas kasar. Kemudian akhirnya membuka suara. "Aku hanya tidak ingin bertemu dengan Krishna kak. Aku masuh sakit kalau harus bertemu dengannya. Aku takut dia kerumah nantinya."
Cicit Ayura sedih. Teringat kejadian kemarin Pria itu datang ke apartemen dan memaksa bertemu dengan Ayura saat Abi tak ada di apartemen.
Kemarin pagi diapartemen Abi.
Pagi itu saat Abi baru saja pergi, terdengar bunyi bel dari pintu apartemen. Bik Sumi yang tidak tahu terpaksa harus membuka pintu apartemen hingga sedikit terkejut melihat Tuan mudanya melangkah masuk.
Ayura yang sedang kesal dan kecewa padanya, memilij mengurung diri didalam kamar tanpa ingin bertemu dengannya.
Ayura bergeming tanpa suara. Didalam kamar dirinya hanya bisa menangis mengingat perlakuan Krishna pada nya.
"Ay. Buka pintunya. Kalu tidak aku akan hancurkan pintu ini. Aku serius dengan ucapan ku." Ayura masih saja diam hingga terdengar bunyi pintu yang seperti sedang didobrak.
Setiap bunyi pintu yang begitu kencang, semakin Ayura merapatkan kedua tangan pada telinganya. Menutup telinganya dengan begitu kuat. "Ay..Buka..!"
Brakk...
"Aku hitung sampai tiga, kalau kamu nggak buka jangan salahkan aku, kalau pintu ini akan hancur atau aku yang akan mati karena sesak." Ancam Krishna pada akhirnya. Tak bisa dengan kelembutan maka jalan terakhirnya harus dengan kekerasan dan sedikit ancaman. Pikir pria itu.
Brakk....
Satu....
Brakk...
Dua....
Ti....
Ceklek...
Pintu pun dibuka oleh Ayura.
Tak ingin pintu kamar Abi menjadi rusak, karena ulah Krishna yang memang selalu seenaknya dan pemaksa. Bagaimana pun Abi sudah banyak menolongnya, dia akan menjadi sangat tidak tahu diri kalau samapi pintu kamar ini akan rusak gara gara dirinya.
"Ay..." Lirih Krishna dengan tersenyum senang. Dia langsung maju ingin memeluk Ayura tapi tubuhnya langsung didorong oleh Ayura.
__ADS_1
Krishna sedikit kecewa saat Ayura menolaknya, tapi dia mencoba tersenyum. Mencoba bersabar menghadap Ayura yang memang sedang kecewa padanya. Bagaiman pun disini dia lah yang salah.
"Aku minta maaf Ay." Sesal pria itu lalu menarik tangan Ayura ingin menggenggamnya tapi Ayura menghempas nya dengan kuat. Krishan kembali dibuat kecewa.
"Kita pulang ya, tempat mu bukan disini." Dan Ucapan Krishna membuat darah Ayura seketika mendidih. Amarah yang ditahannya dari tadi seketika meluap.
"Oh ya..? Terus menurut mu dimana tempatku...? Ditengah jalan..? Tempat diman para preman premna yang hampir memperkosa ku. Begitu maksud mu..?" Sinisnya.
"Ay.." Lirih Krishna lagi ingin menarik tangan Ayura kedalam genggaman nya tapi lagi lagi Ayura pun menepisnya dengan sangat kuat.
"Untuk apa mengajak ku pulang, bukankah kau sudah menemukan gadis masa lalu mu. Terus untuk apa kau datang kesini menjemput ku. Apa untuk menjadi penonton dan pendengar setia saat kalian bercerita kisah kalian dimasa lalu."
"Ay..." Kini suara Krishan sedikit meninggi mendengar Ayura yang menghina Yua.
"Cih! Lihatlah kau bahkan langsung meninggikan suara mu saat aku berkata tentang gadis mu itu. Apa sebegitu berharganya dirinya, hingga kau terus terusan membelanya. Disini aku kekasih mu atau dia ha..?"
"Ayura..." Kini Krishna benar-benar sudah berteriak. Dan itu kembali membuat Ayura terluka, netranya berembun dan tak lama air matanya pun menetes perlahan.
"KURANG AJAR...BRENGSEK...."
Bukh...
Bukh....
"Aaa..." Pekik Ayura kaget. Netranya langsung membola melihat Abi tengah menyerang Krishna secara mendadak.
"Pak Abi..Hentikan!"
"Tuan.. Kamu tidak papa..?"
Adam dan Willy yang datang tepat waktu langsung melerai kedua bos mereka sebelum akhirnya terjadi saling pukul antara keduanya.
Abi yang hari ini meminta izin pada Ayura untuk kekantor sebentar karena ada sedikit masalah sangat terkejut saat Bik Sumi memberitahu kalau ada Krishna diapartemen dan ingin bertemu dengan Ayura membuat dia yang baru tiba dikantor langsung berlari keapartemennya.
Saat ini kondisi Ayura belum begitu baik, dia takut kedatangan Krishna membuat Ayura kembali terluka atau trauma.
Dan benar saja saat tiba dipintu apartemennya dia dibuat sangat geram saat mendengar Krishna meninggikan suara nya pada Ayura. Apalagi melihat Ayura yang kembali bersedih membuat dia hilang kendali. Dua pukulan kembali di layangka diwajah adiknya.
Beruntung Wily yang mengetahui atasan nya buru buru pergi dari kantor langsung mengikutinya, diperjalanan dia pun tak lupa menelpon Adam untuk ikut juga. Dan filing nya benar kehadiran mereka bisah mencegah perkelahian itu. Walaupun mereka tahu Abi sudah lebih dulu melayangkan pukulan.
"Sampai kapan kau terus meluakainya Krish...?"
"Jangan ikut campur. Ini bukan urusan mu. "
Abi menyeringai. "Tapi segala sesuatu yang berhubungan dengan Ayura merupakan urusan ku. Jadi jangan pernah macam macam dengannya kalu tidak ingin habis ditangan ku."
"Kau..."Geram Krishna ingin menghajar Abi tapi langsung ditahan oleh Adam.
"Sudah Krish, Jangan buat kekacauan disini."
"Kau..Berani beraninya menasihati aku. Lepaskan aku brengsek." Amuk Krishna pada Adam.
"Bawa dia pergi dari sini."
Usiran Abi membuat Krishna mengeram kesal tapi kemudian dia melihat Ayura dan meminta gadis itu ikut dengannya. "Ayo Ay, ikut dengan ku. "Pinta Krishna dengan sendu, tangannya pun terulur meminta Ayura ikut dengannya.
Ayura yang masih menangis hanya menggeleng, membuat Krishna benar benar terluka.
"Baiklah kalau sekarang kamu tidak mau ikut, tapi aku akan tunggu kamu dioantor. Ingat! Masih ada tanggung jawab mu dikantor. Kalau pun ingin pergi paling tidak selesaikan urusan mu dulu disana"
Dan ucapan Krishna membuat Ayura benar benar terluka, Fiks Krishna sudah melepaskannya. Krishna sudah tidak menginginkan dia lagi.
__ADS_1
Ayura bergeming, melihat punggung Krishna yang keluar tanpa menoleh.
Tanpa dia ketahui Krishna juga sangat terluka Ayura tidak mau ikut dengannya. Sedangkan semuah kata kata nya tadi hanya ingin agar Ayura sadar masih ada tanggung jawab nya dikantor dan tidak begitu saja risign dari kantor karena kalau itu sampai terjadi maka dia akan sangat terluka nantinya.