Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Aku Akan Membunuh Mu, Krishna.


__ADS_3

Bukh...


Bukh...


Bukh...


Abi mengamuk dan menggila mendapat laporan dari Willy kalau kapal pasukan khusus yang diutus untuk menjaga Ayura belum sampai di pulau pribadinya. Mereka ternyata tersesat dan malah berlabuh dipulau seberang tak berpenghuni karena ada mata mata yang sudah menyusup masuk dan menyabotase kapal mereka.


Wajah Willy sudah babak belur, terdapat memar dan membiru hampir diseluruh wajahnya.


Darah segar juga sudah mengalir dari hidung dan kedua sudut bibirnya. Pria itu yang pertama menjadi sasaran amukan sang atasan atas keteledoran dirinya. Pukulan Abi tak main main.


Pria yang masih dikuasai amarah, kembali mengamuk dan menghancurkan seisi ruangan nya kala mendapat semuah pengawalnya tak ada satupun yang bisa dihubungi.


Belum puas dia mengamuk dengan mambanting semuah barang dalam ruangannya dirinya kembali menarik tubuh Willy dan menghajar pria yang masih bisa berdiri tegak dengan wajah tak berbentuk itu.


"Kenapa kau bisa seceroboh ini Willy..?"Sentak Abi dengan menarik keras baju Willy.


"Maaf Tuan. Aku mengecewakan mu.."


"Argghh..." Melepas kerah baju Willy dengan mendorong kuat tubuh Willy hingga pria itu terhuyung kebelakang. Abi lalu menyugar rambut dengan kasar. Dirinya benar benar kacau kali ini.


"Kalau sampai terjadi sesuatu pada Ayura, aku akan membunuh kalian semuah" Teriak Abi membuat willy kesusahan menelan ludahnya.


"Tuan, coba cek cctv vila. Kita bisa melihat apa yang terjadi" Usul Willy pada akhirnya. Sebisa mungkin dia mencoba tenang dan berpikir jernih dalam situasi kacau dan dengan keadaan yang tidak baik-baik saja ini.


"Sh*it!" Umpat Abi. Terlalu panik membuat dia tidak berpikiran untuk kesana.


Bergegas dia menyalakan ponselnya dan langsung memeriksa cctv vila yang tersambung ke smarthphonenya.


Tangan nya terkepal kuat, rahang nya mengetat sempurna dengan kedua bola mata yang memerah, tanda emosi pria itu sudah diatas rata-rata.


Dilayar ponselnya dapt dilihat, satu jam setelah kepergiannya, vila diserang oleh pasukan berpakaian seperti ninja. Menyerang semuah anak buahnya yang memang kalah pasukan.


Ada beberapa anak buahnya yang sudah diringkus dan di ikat tangan dan kaki mereka, terlihat juga semuah pelayan juga sama, di ikat tangan dan dikumpulkan diruang tengah.


Dan sekarang layar ponselnya retak ditangan pria itu kala melihat sebuah rekaman dimana gadis yang sangat dicintai melebihi dirinya sendiri tengah digendong seperti karung beras keluar dari kamarnya oleh seorang pria berpakaian ninja itu.


"Aargghh.."


Brakk...


Benda pipi mahal sudah behamburan diatas lantai, ketika tuannya melmparnya dengan sangat keras mengenai dinding dan terhempas kelantai dengan isi badannya memburai kemana mana.


"Krishna...Aku akan membunuh mu." Teriak Abi menggelegar di dalam ruangnya. Willy sampai bergidik ngeri.


Wajah sang boss sudah bukan manusia lagi melainkan seperti seorang malaikat pencabutan nyawa.


Pria itu sudah berlari keluar diikuti Willy dibelakang nya. Semuah mata karyawan yang berpapasan dengan Abi dan Willy ikut bergidik ngeri melihat wajah memyeramkan sang boss.


Tapi netra mereka pun tak kalah membeliak melihat wajah tampan Willy yang terlihat babak belur.

__ADS_1


Tapi mereka hanya bisa bungkam. Memang apa yang bisa mereka lakukan. Membuka suara sama saja mengantar nyawa pada kedua dewa kematian itu. Hingga akhirnya yang bisa mereka lakukan adalah hanya diam dan langsung menepi memberi jalan untuk atasan dan asistennya saat lewat dihadapan mereka.


"Aku saja yang membawa mobilnya Pak."Pinta Willy langsung menyerobot masuk duduk dibelakang kemudi tanpa menunggu persetujuan dari Abi.


Tanpa bantahan Abi pun langsung masuk dan duduk didepan, samping Willy.


Willy tak ingin Abi mengemudi mobilnya dalam keadaan diselimuti amarah seperti ini. Karna sudah bisa dipastikan akan banyak korban kecelakaan yang aka ditimbulkan pria ini.


Dia sudah tau bagaiaman Abi mengendarai mobilnya dengan suasana hati yang sedang kacau balau ini.


Yang ada mobil mobil yang menghalangi jalannya akan ditabrak dengan brutal tanpa sungkan sedikit pun.


Willy sendiri yang masih berpikir jernih dan dengan segala keahliannya hingga bisa cap cus diatas jalanan yang sedikit padat kendaraan, nyalip kanan kiri denga lincah, bahkan mereka menerobos lampu merah atas perintah pria disampingnya ini.


Hingga mobil yang mereka tumpangi tiba dirumah sakit Himeldi hanya dalam waktu limabelas menit.


Dengan amarah yang masi membunca Abi beranjak dari dalam mobilnya dengan begitu cepat dan langsung berlari kedalam rumah sakit tepatnya menuju ruangan Krishna.


Willy sendiri melihat Abi yang sudah berlari keluar, tanpa sempat memarkirkan mobilnya dengan benar.


Dia buru buru mengejar langka Abi yang hampir menghilang. Dia harus cepat sampai sebelum Tuannya merealisasikan ucapan nya tadi yakni ingin membunuh Krishna, adiknya sendiri.


Dengan amarah dan emosi yang masih menyelimuti Abi, bukan tak mungkin pria itu mewujudkan kata katanya.


Willy hanya ingin tidak terjadi pertumpahan darah. Kalau saja lawan mereka bukan Krishna putra dari pria yang sudah menolong dan mengangkat derajatnya beserta adik sepupunya, mungkin dia akan mendukung Abi bahkan membantu pria itu untuk membunuh nya. Karena bagi Willy, apa yang dilakukan Krishna sudah sangat keterlaluan.


Menjebak dia dan Abi lewat Pak Ardiansyah dan sekan membuat Abi terlihat bodoh dengan akal bulusnya, Sengaja berbincang bincang dengan Abi, agar bisa mengulur waktu Abi agar tidak langsung menghubungi Ayura seperti janji pria itu. Memecah konsentrasi mereka dengan mengirim para cyber, hingga konsentrasi mereka terbagi dan akhirnya melupakan keselamatan Ayura dan berakhirnya menculik gadis itu dengan cara kotor.


Brakk...


Bisa dipastikan kedua orangtua itu pun terlihat sedang panik dan cemas. saat Abi masuk kedalm dengan wajah bak monster.


"Mana bajingan itu..."Teriak Abi tanpa menghiruak Mamanya yang sedang melangkah mendekatinya.


Sontak saja langkah Airin terhenti, Ardiansyah yang tau sesuatu yang buruk telah terjadi langsung menarik tubuh istrinya agar menghindar. Karena yang dilihat Abi sedang tidak baik-baik saja


"B...Bi..." Lirih Airin dengan tebata.


"Mana anak kesayangan kalian..?" Tanya Abi dengan wajah amarah kepada Papanya. Kecewa dan emosi membuat dia hilang rasa hormat nya pada kedua orangtuanya.


"Jaga sopan santun mu Abi.." Ucap Ardiansyah dengan begitu tegas


"Aku tanya mana bajingan itu, tidak bisa kah Papa menjawab dimana dia ha..?" Teriak Abi dengan netra menyalang dan memerah.


"Kau.." Hardik Ardiansyah tak kalah emosi.


"Pah..." Cegah Airin dengan menggelengkan kepalanya. Dia langsung maju menghadap Abi. "Kami tidak tahu diman adik mu ,nak. Saat kami datang dia sudah tidak ada, kami pun sedang mencarinya." Tutur Airin dengan air mata berderai.


Naluri keibuannya mengatakan sesuatu yang buruk telah terjadi. Kedua putranya yang tadinya sudah melambungkan kebahagiaan untuknya ternyata hanya bekamufkase belaka, sejatinya keduanya masih sama seperti dulu, masih bersiteru dan saling mendendam, bahkan mungkin ini lebih parah.


Air matanya tak henti hentinya berderai. Belum juga rasa kekuatiran nya mereka saat mengetahui Krishna menghilang kini ditambah lagi dengan Abi yang datang dengan mengamuk seperti ini. Hatinya benar-benar hancur saat ini.

__ADS_1


Abi tersenyum mengejek dengan ucapan sang Mama. "Aku tidak percaya lagi pada Mama dan Papa. Kalian pasti telah bersekongkol dengannya untuk menjebak ku kesini kan..?" Sinis Abi lebih tepatnya kepada Ardiansyah.


"Jaga ucapan mu Abi." Teriak Ardiansyah. Dia tidak terima Abi menuduh mereka seperti ini. Karena sesungguhnya dia pun tidak tahu apa yang terjadi.


"Kenapa Pah. Bukankah yang kukatakan ini benar, bukankah dari dulu kalian selalu berpihak padanya dan mengabulkan segala permintaan nya, dan mengabaikan perasan ku...? Apa sekarang pun aku masih harus mengalah..?" Ucap Abi dengan sendu.


"Tidak nak..Kamu salah sangka Abi. Kami tidak tahu apa apa nak. Hikh..hikh.." Tangis Airin pecah.


Abi hanya mendengus, dirinya bahkan tidak tersentuh dengan tangisan Mamanya, hatinya telah kebas.


Abi masih dengan emosinya. "Aku akan mencarinya walau samapi keujung dunia. Aku akan menemukannya, dan aku akan membunuhnya saat itu juga."


Brakk...


"MAMA..." Teriak Ardiansyah saat melihat istrinya sudah jatuh pingsan tanpa sempat dia tangkap tubuh sang istri yang kini tergeletak dilantai.


🍒 🍒 🍒


Sebuah bangunan besar dan megah berbentuk kastil berdiri kokoh ditengah hutan dengan terlihat banyaknya penjaga berbadan kekar dan berpakaian serba hitam yang hampir menyebar disetiap sudut bangunan indah itu.


Didalam kastil itu sendiri tepatnya didalam sebuah kamar mewah, nampak seorang gadis masih terbaring pulas. Tepatnya tidak sadarkan diri.


Ya dialah Ayura, gadis yang sudah diculik oleh anak buah Krishna dan dibawah kesebuah kastil tengah hutan.


Gadis itu tertidur untuk waktu yang cukup lama hingga tak berselang netranya mulai terbuka dengan perlahan, mungkin pengaruh obat bius itu sudah menghilang hingga membuat gadis itu pun akhirnya terjaga.


Masih dengan tubuh berbaring lemah, netra gadis itu menyapu seluruh isi ruangan, dahinya sedikit mengkerut saat merasakan dia berada ditempat asing.


Buru buru dia bangun dengan begitu cepat membuat kepalanya seketika teras sakit. "Auuw.." Pekik Ayura dengan memijat pelan keningnya.


Netra nya terus saja menyapu ruangan itu, kesadaran nya belum begitu sempurna ditambah kepalanya yang masih terasa sakit, mungkin karena pengaruh obat atau karena tidurnya yang cukup lama membuat dia hanya duduk dengan tangan masih memijat keningnya.


Hingga suara pintu terbuka. Munculah seorang pria tua berpakaian seperti seorang pelayan, dengan dua pria berbadan kekar berpakaian serba hitam dengan kedua sisi lengan pria itu bertato.


Seketika sekelabat ingatan tentang dirinya yang diculik tadi pagi melintas dibenaknya.


"Nona, kamu sudah bangun..?" Sapa pria tua itu ramah, sambil mendekat di ikuti kedua pria dibelakang nya.


Sontak Ayura merasa takut, tubuhnya seketika bergetar hebat, "Siapa kalian..? Apa mau kalian dan kenapa aku ada disini..?" Racu Ayura dengan tubuh bergetar, tubuhnya kemudian terus mundur hendak menjauh dri ketiga pria itu yang semakin mendekat.


"Nona...,"


"Jangab mendekat!" Teriak Ayura memangkas ucaoan sang pria tua yang merupakan kepala pelayan.


"Nona kami hanya ingin..," Kini pria berpakaian hitam itu yang berbicara, tapi belum habis ucap nya Ayura sudah kembali berteriak.


"Aaaa...." Teriak Ayura histeris sampai tubuhnya terjembab kelantai karena dilihatnya kedua pria itu semakin mendekat dengan menjulurkan tanganya kearahnya.


Seketika bayangan 13 tahun yang lalu dimana dia di culik dan disekap oleh pria pria bertubuh kekar, berpakaian hitam dan bertato kembali muncul di ingatanny, membuat dia begitu takut dan histeris.


"Jangan mendekta! Pergi!! Hikh...hikh..., apa mau kalian ha..?" Teriak Ayura disertai isakan dengan terus melempar ketiga pria itu dengann bantal, guling, bahkan semuah barang yang ada diatas nakas tak luput dari incaran Ayura.

__ADS_1


__ADS_2