
Pandangan Krishna tengah menyapu ruangan seperti sedang mencari sesuatu. Mama Airin yang peka akhirnya bertanya. "Ada apa nak..? Apa yang kau cari..?"
"Kak Abi mana Mah..?" Tanyanya dengan netra yang masih bergerak kiri kanan
Alis Airin terangkat, tidak biasanya Krishna menanyakan keberadaan Abi saat dia berkunjung kerumah, apa lagi mencari nya seperti saat ini. Perempuan cantik itu merasa ada yang aneh tapi kemudian tersenyum, mungkin ini awal dari membaiknya hubungan kedua putranya. Apa lagi tadi seperti kata Krishna, keduanya makan malam bareng.
"Mah!" Sapa Krishna mengembalikan lamunannya.
"Iya sayang, kakak mu sedang dikamar. Apa kamu ada perlu sama kakak mu..?" Tanya Airin.
"Iya Mah! Ada yang ingin ku bicarakan bersama kak Abi, dengan Papa dan juga Mama." Ungkap Krishna menarik paksa senyuman Airin.
"Mama akan menyuruh bibi memanggil kakak mu." Ucap Airin. Walaupun ada perasaan tak enak menyerang, dia mencoba menepis nya.
"Sebenarnya ada apa sih nak..? Kelihatan penting.. ? Pertanyaan Airin dijawab senyum oleh Krishna
Abi telah bergabung dengan Krishna dan kedua orang tuanya diruang kerja Pak Ardiansyah. Merasa ada yang serius yang ingin dibahas Krishna, pria itu menyarankan ruang kerjanya untuk pembicaraan mereka.
"Sayang, kakak mu sudah disini. Ada apa..?
Apa yang mau kau bicarakan..?" Tanya Airin membuka obrolan
Krishna menarik nafas pelan, tatapannya tertuju pada Abi, yang diman pria itu hanya menatap nya datar. Abi sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakan nya.
"Aku kesini ingin mengatakan pada kalia kalau aku sudah siap." Ucapannya terjedah sebentar, alis kedua orang tuanya terangkat sebelah.
"Aku merasa sudah siap untuk memimpin Yudistira Entertainment. Aku ingin mengambil alih Yudistira entertainment yang saat ini dipegang oleh Kak Abi." Ungkap Krishna membuat kedua orang tuanya tersenyum senang, bukankah hal ini yang ditunggu tunggu.
Berharap dengan keputusan Krishna ini bisa membuat hubungannya dengan Abi membaik.
"Benarkah boy..? Ahh.. Papa sangat senang mendengarnya." Ucap Ardiansyah lalu berdiri memeluk putranya sebagai ungkapan bahagia dan ucapan selamat.
Sedangkan Mama Airin, senyuman perempuan itu yang tadi sempat merekah langsung berubah melihat raut Abi yang datar, perempuan itu bisah melihat ada kilatan tajam dimata Abi, pandangan nya lalu turun kejari jemari Abi yang terkepal sempurna.
Deg!
'Kenapa ekspresi Abi seperti ini, bukankah dia seharusnya senang dengan keputusan Krishna..? Apa semuanya baik baik saja..?' Batin Airin bingung.Perasaan nya menjadi tak enak sekarang.
Berbeda dengan Airin, suaminya malah terlihat sangat bahagaia, didekatinya Abi dan memeluknya. "Apa kamu senang..? Sekarang kamu akan terbebas dari Yudistira entertainment. Dan kamu bisa fokus pada perusahaan mu,nak." Ucap Ardiansyah bahagia.
"Aku ingin secepatnya mengambil alih Yudistira entertainment, dan aku harap Papa juga hadir saat pengalihan nya nanti."
"Tentu saja nak." Ucap Ardiansyah antusias
"Tidak bisa secepat itu" Abi akhirnya membuka suara. "Bukannya minggu depan kamu akan melakukan show di Jepang..? Selesaikan dulu semua kontrak yang sudah kau tandatangani. Baru kita membahasnya lagi" Ucap Abi dan langsung beranjak dari duduknya.
Saat sudah di depan pintu, tanpa membalikan badanya, tapi matanya masih bisa melirik Krishna,pria itu kembali berujar "Belajarlah untuk bertanggung jawab dengan pekerjaan mu. Bagaimana kamu bisa memegang perusahaan yang besar ini, kalau hal yang kecil saja kamu tidak bisa bertanggungjawab..?" Sindir Abi dan langsung berlalu.
Bukan tak mungkin Abi menegaskan pada Krishna untuk bertanggungjawab, mengingat sikap Krishna yang seenak hati membatalkan kontrak kerjanya, dengan kekuasaan dan uang yang dimiliki membuat dia bertindak sesuka hati dan menyerahkan segala urusannya pada Adam.
"Boy! " Menepuk pundak Krishna "Apa yang dikatakan kakak mu itu benar. Selesaikan dulu semuah urusan mu diluar, biar nanti tidak berdampak pada kepemimpinan mu pada Yudistira entertainment" Nasehat Ardiansyah bijak
"Iya Pah. Aku ngerti." Jawab Krishna dengan menyunggingkan senyuman.
"Sayang, kamu tidur disini kan..?" Tanya Airin membuka suara, setelah diam dari tadi mencoba mencerna apa yang tengah terjadi pada kedua putranya.Tapi dia belum bisa menebak.
Yang menjadi pertanyaannya, kenapa tiba tiba Krishna meminta jabatan di Yudistira entertainment, dan kenapa Abi malah terlihat enggan melepaskan Yudistira entertainment, pada hal selama ini dia selalu merasa berat dan terpaksa memimpin perusahaan itu..?
Perempuan paru baya itu hanya bisa berhipotesa sendiri.
"Tentu dong Mah! Suruh Bibir untuk membersihkan kamarnya." Ardiansyah yang menjawab.
"Kamar nya sudah bersih Pah, udah di bersiin bibi setiap hari."
__ADS_1
"Yah udah. Boy istirahat lah, karena Mama dan Papa juga mau istirahat." Ucap Ardiansyah. "Ayo Mah." Menarik tangan isterinya.
Kedua orang tua itu pun langsung berlalu.
"Mah, pinggang ku masih sakit loh,ini semuah gara gara kamu. Malam ini Papa akan menghukumu, urut pinggang ku sampai nggak berasa sakit lagi, ok!" Ucap Ardiansyah saat keduanya tengah melangkah pergi.
"Ck! Papa sendiri yang nggak hati hati, kenapa Mama yang disalahin..?"
Krishna mendengar perdebatan kedua orang tuanya, dengan suara yang semakin menjauh dia hanya tersenyum sambil menggeleng geleng kepalanya.
* * * * *
Saat tiba dikamarnya, terdengar bunyi deringan telpon dari ponselnya. Abi melihat nama yang tertera di layar benda pipih itu, dahinya terlipat halus.
"Halo" Ucapnya saat panggilan terhubung
"Ada apa..?"
"Maaf Pak, sepertinya data data tentang nona Ayura tak bisa terlacak. Sepertinya ada orang hebat dibelakang nya yang menutup semuah informasi tentangnya.Sedangkan data data yang telah kami kirim dulu itu tidak akurat. Sepertinya ada orang yang sengaja menutup semuah informasi tentang nona Ayura.Dan mengganti dengan data data yang baru" Jelas pria diseberang.
"Coba kamu cek, kapan data data lama Ayura diganti dengan yang baru" Tanya Abi
"13 tahun yang lalu Pak"
"13 tahun yang lalu..? "Tanya Abi ulang
" Iya Pak!"
Dahinya terlipat halus 'Apa karena kejadian itu..?' Gumamnya.
"Baiklah, terus selidiki dan kabari aku hal sekecil apapun" Interupsi nya bersamaan panggilan pun dimatikan.
Abi memandang bintang bintang yang tengah bersinar. Dulu dia dan Putri gadis masa kecilnya senang sekali memandang dan menghitung bintang setiap malam, saat Papa gadis itu tak ada di sampingnya, menemaninya yang tengah merindukan Mamanya.
* * * * *
13 tahun yang lalu saat itu Abi berumur 17 tahun. Dia memutuskan pulang ke Indonesia untuk menjenguk kakeknya Pak Yudistira dan tentunya kampung halamannya, tanah airnya Indonesia.
Sudah beberapa hari dia berada di kediaman kakeknya, rumah dulu dia dan Krishna dilahirkan.Dan Pada hari itu sang kakek yang ingin menjenguk temannya dan dia pun mengajak Abimanyu bersamanya.
Karena bosan dirumah teman kakeknya, pria tanggung itu pun meminta Izin untuk jalan jalan ke taman yang tak jauh dari rumah teman si kakek.
Abi memilih duduk di kursi taman itu, menikmati pemandangan indah taman dengan penghuni komplek yang juga tengah beristirahat atau sekedar menemani anak anak mereka bermain.
Pandangan tertuju pada seorang gadis kecil berdres putih sembari berlari mengejar layang layang yang tengah diterbangkan seorang perempuan paruh baya.
Rambut panjang gadis itu ikut bergoyang seiring langkah nya ditambah Wajah putih terpapar sinar matahari membuat gadis itu terlihat sangat cantik.
Anak itu terlihat ceria, berlari dan loncat. Sesekali tertawa dan bahkan mengepakan kedua tangannya, memutar mutar seperti burung
Tapi setelah itu gadis itu mengambil alih layang layang yang dipegang permpuan paruh baya itu dan membiarkan nya terlepas terbang keudara. Terlihat bibir nya bergerak seperti sedang mengatakan sesuatu dengan netral yang berembun.
Pandangan Abi menjadi tidak teralihkan pada sosok gadis itu, dan dua kali dia melakukan yang sama, sampai layang layang yang ketiga, bukannya terbang ke angkasa, layang-layang itu malah nyangkut di atas pohon yang tidak begitu tinggi.
"Bi, ambilin." Pinta gadis itu dengan suara bergetar.
Perempuan yang dipanggil Bi itu langsung mengambil layang layang itu, tapi si Bi tidak cukup tinggi untuk meraih tali layang layang itu.
"Maaf Non, Bibi nggak bisah" Ucapan Bibi membuat tangisan gadis itu pecah.
"Bibi harus usaha dong, kalau nggak bisa bagaimana layang layang nya bisa terbang ke atas, itu layang layang ketiga Bi, doanya semoga Mama bahagia di atas sana, hikh hikh.."
"Iya non, Bibi akan usaha, tapi jangan nangis dong sayang."Ucap Bibi mencoba menenangkan nya tapi bukannya berhenti, tangisan gadi itu malah semakin jadi.
__ADS_1
Hati Abi terenyuh melihat gadis itu menangis, dia lalu bergegas berdiri, dengan sedikit berjinjit dia bisah menarik ujung layang-layang itu, Dia yang memiliki postur tubuh yang cukup tinggi hingga bisa menjangkau layang layang itu.
" Hei gadis cantik, udah nangis nya, ini kaka udah ambilin layang layang mu." Abi berjongkok di hadapan gadis itu yang tengah menangis .
Sontak gadis itu pun mengangkat wajahnya, dengan mata yang masih sembab dia langsung tersenyum melihat layang layang ditangan Abi.
"Ini layang layang mu kan..?"
Gadis itu mengangguk " Iya kak!"
"Yah udah, jangan nangis lagi hmm.. " Ucap Abi sambil mengusap pipi sembab gadis itu.
Gadis itu langsung mengambil layang layang yang disodorkan Abi. "Makasih banyak kak." Ucapnya lalu memeluk tubuh Abi dengan erat.
Awalnya dia terkejut tapi lalu membalas pelukan gadis itu, hatinya menghangat. Dirinya tiba tiba teringat Krishnan. Sudah lama sekali mereka tidak berpelukan seperti ini.
Semenjak kejadian itu hubungan dengan adiknya merenggang, Abi membangun dinding yang kokoh di hatinya untuk Krishna. Semenjak itu pula dia menjadi tidak menyukai anak anak, baginya mereka sangat menyebalkan, cengeng dan merepotkan.
Gadi kecil itu kini bangkit menerbangkan layang layang nya kemudian melepasnya.
"Kenapa layang layang nya dilepas dek..? Tanya Abi bingung. Untuk apa dia menangis layang layang nya tadi kalau sekarang malah dilepas..? Dan ini sudah yang ketiga kalinya.
Gadis kecil itu menatap layang-layang nya yang semakin menjauh, kini tersenyum pada Abi yang sudah duduk dirumputan, dengan tanpa canggung dia malah duduk diatas pangkuan Abi, posisi duduk gadis itu miring, dikalungkan sebelah tangannya di leher Abi.
Sontak Abi terkejut, dia ingin memindahkan tubuh gadis itu di rerumputan, tapi dilihatnya gadis itu tengah mendongak dengan mata yang berkaca kaca, hati nya menjadi tak tega.
" Aku hanya ingin menyampaikan pada Mama, kalau aku sangat merindukannya. Aku mengirimkan doa untuk Mama melalui layang-layang itu kak." Tutur gadis itu sendu.
Abi bisa merasakan kesedihan gadis itu, diusapnya lembut punggung gadis itu. "Tapi kenapa harus dilepas layang-layang nya, kenapa nggak kirim langsung doanya..?"
Gadis itu menatap Abi "Kata teman aku layang-layang tadi akan terbang sampai ke langit, dan doa yang kukirim lewat layang-layang itu akan langsung sampai pada Mama."
"Haa..?" Abi sedikit terperangah.
Gadis itu tersenyum menyadari keterkejutan Abi. "Aku tau, itu nggak benar kak. Tapi aku hanya ingin mencobanya siapa tau Tuhan mendengar doa dan usaha ku dan mengabulkan nya." Tuturnya dan langsung tersenyum membuat bibir pria itu pun melengkung tipis.
Dasar bocah, baru saja tadi mata nya berkaca kaca, sekarang sudah tersenyum. Mereka begitu cepat melupakan kesedihan dan begitu gampang menangis. Pikir Abi.
Tapi satu yang pasti pria dingin itu malah menikmati kebersamaan nya dengan gadis cantik ini. Hatinya menghangat dan merasa nyaman.
"Aku sangat merindukannya, berharap Mama bahagia diatas sana dan ditempatkan di surga" Gadis itu masih menatap keatas, melihat layang-layang nya yang sudah hilang.
Netra Abi kini fokus pada wajah gadis itu. kulit nya yang begitu putih dengan hidung yang mancung, sedikit runcing bagian atasnya. bibirnya berwarna pink, rambut lurus hitam pekat yang sedang bergoyang-goyang di wajahnya karena tertiup angin membuat gadis itu terlihat sangat cantik. Wajah yang begitu polos membuat nya seperti seorang bidadari di mata Abi.
πππππππππππππππ
**JANGAN LUPA....
LIKE... π·
KOMEN... π·
VOTE... π·
HARI INI HARI SENIN, MINTA VOTE NYA.. πππ
MAAF BILA ADA TYPO, AUTHOR HANYALAH MANUSIA BIASA YANG TAK PERNAH LUPUT DARI SALAH DAN DOSA... ππ
SEMENTARA MENUNGGU UP NYA, SILAHKAN KUNJUNGI KARYA OTHOR YANG LAIN YAKNI CS. "MENCINTAI ADIK ANGKAT KU"
ADA KESETIAAN CINTA, POSESIF, BUCIN DAN AIR MATA. SOK ATUH MARI MERAPAT.. πππ
LOVE YOU ALLβ£οΈβ£οΈβ£οΈ
__ADS_1
πΉHAPPY READINGπΉ**