
Abi memilih cuek menanggapi ucapan Ayura. Dia sedang berdiri di depan meja kasir guna melakukan pembayaran pada dua jacket yang sudah di pilih petugas mall itu.
Dia menyerah kan pada petugas untuk memilih jacket itu, karena bila meminta Ayura yang memilihnya sendiri, dia yakin gadis itu takan mau , dan memilih untuk membelinya di lantai bawah dengan harga yang lebih murah.
Dia menyerahkan kartu kredit nya pada kasir, tangan kasir itu sampai gemetar saat menerima kartu dari pemilik sesungguhnya mall tempat dia bekerja saat ini.
Tapi lirikan mata Abi yang mengisyaratkan cepat terima kartu ini, cepat gesek dan nggak usah bengong. Dan sepertinya kasir itu dapat membaca arti dari lirikan sang Boss. Terbukti dia langsung cepat melakukan perintah sang atasan walaupun dengan tangan gemetar. Gadis itu bahkan tidak bisa menelan salivanya dengan benar.
Setelah melakukan pembayaran, tiba tiba pria berjasa tadi mendekat dan menunduk, tapi sebelum pria itu benar-benar menunduk, Abi dengan sigap menahan tubuhnya. Dia hanya tidak ingin Ayura semakin menaruh curiga dan mengetahui kalau mall ini adalah miliknya juga selain di jalan XXX.
Maka dari itu dia tak mau semuanya petugas termasuk pria berjas ini yang diketahuinya adalah manager di mall ini memberi nya hormat atau bersikap terlalu berlebihan dalam melayaninya.
"Terimakasih atas kunjungan dan semoga hari Bapak menyenangkan" Ucap pria berjas itu sambil menunduk di ikuti petugas dan kasir.
Sang Manager yang dapat membaca situasi lalu mengucapakan kata kata yang memang sering diucapkan kapada pengunjung mall. Karena yang mereka tangakap sang Boss kali ini sedang main rahasia rahasiaan dengan teman wanitanya.
"Hemm.. " Abi hanya membalas berdehem, sedikit mengangguk dan langsung berlalu.
Ditariknya tangan Ayura agar cepat cepat berlalu. Karena sedari tadi gadis ini tidak henti hentinya menanyakan kepemilkan mall ini
"Kenapa mereka begitu hormat pada Bapak..? Jadi benar ini adalah mall Bapak..? Bukankah mall Bapak ada dijalan XXX ya..? "Cerocos Ayura
" Ck! Jelas saja mereka menaruh hormat pada ku aku kan kaya, lagian siap sih yang nggak kenal dengan Abi Gala Yudistira..?" Ucap Abi jumawa
"Cih! sombong... pamer.." Ucap Ayura sembari memicingkan mata, Abi terkekeh.
Pria itu lalau menarik tangan Ayura "Ayo"
Mall ini memang milik Abi, tanpa ada logo Yudistira didepan nya, seperti mall yang dimaksud Ayura dijalan XXX yang pernah di kunjungi bersama Airin dulu yakni mall milik keluarga.
Karena mall ini memang miliknya pribadi sedangkan mall yang dimaksud Ayura adalah milik keluarga, sehingga bisah diketahui siapa pemiliknya berdasarkan logo tersebut.
"Emang kita mau kemana Pak..?" Tanya Ayura sembari sedikit berlari mengikuti langkah panjang pria itu, dengan tangan yang digenggam Abi.
Tak berselang keduanya lalu masuk di sebuah ruangan. Bola mata Ayura membola sempurna menyadari dimana mereka sekarang.
Snow World Internasional
Dia tidak pernah menyangka Abi akan membawanya kesini, snow world International. Tempat yang merupakan area bermain salju yang memiliki suhu minus 10 derajat celcius.
"Apa kamu senang..?" Ucap Abi tepat ditelinga Ayura.
Ayura kaget, dia langsung berbalik dia tersenyum senang dan mengangguk. "Aku senang sekali Pak, Terimakasih banyak Pak." Ucap Ayura menarik dua tangan Abi dan mengenggamnya, sebagai tanda ungkapan terimakasih dan rasa bahgia
"Ayo Pak!" Ucap Ayura kemudian menarik tangan Abi.
"Tunggu Ay, kita pakai jacket dulu" Ucap Abi sembari menunjukan satu papperbag besar berisi jacket.
Ayura baru sadar kenapa Abi membeli jacket tadi, ternyata pria ini ingin mengajaknya ke sini.
Abi lalu mengeluarkan jacket itu, pria itu bahkan tanpa ragu membantu Ayura memakaikannya, Ayura yang canggung sempat menolak, tapi pria itu bergeming dan tetap membantu sang gadis memakaikan jacket itu.
Dia juga yang menarik resleting jacket itu kemudian mengangkat topi jacket menutup kepala nya lalu mengikatnya dengan sangat rapi, takut gadisnya kedinginan.
Ayura mematung melihat semuah tingkah Abi, dia merasa sangat malu dan canggung, tapi secara bersamaan dia juga merasa bahagia.
__ADS_1
"Sudah cantik, badut cantik ku." Candaan Abi membuat bibir Ayura mengerucut.
Dan saat Abi hendak memakai jacket nya, Ayura yang merasa tau membalas budi, mengambil jacket dari tangan Abi. "Mari aku bantu." Ucapan Ayura membuat hati Abi terlonjak senang.
Ayura juga melakukan hal yang sama, seperti yang Abi lakukan. setelah mengikat tali topi jacket itu, Ayura dengan gemasnya mencubit pelan pipi Abi. "Sudah ganteng, badut ganteng ku.".Ucap Ayura mengikuti Abi.
Sontak keduanya langsung tergelak.
Ayura lalu menarik tangan Abi. " Ayo Pak, waktunya kita main." Teriak Ayura langsung menghambur hampara salju
Puas bermain salju, Ayura dan Abi memilih membuat boneka salju, dia sangat bahagia bisa bermain salju disini dimall ini, di Indonesia pula, tak perlu repot repot keluar negeri.
Puas melihat hasil ciptaan mereka si boneka salju. Jiwa iseng Ayura naik ke permukaan dengan usilnya dia melemparkan bola salju yang dia buat tepat diwajah Abi.
Pria itu kaget, menyeka wajahnya yang masih menempel salju, Ayura sedikit ciut takut sang atasan marah, tanpa diduga Abi menyeringai, ia pun ikut membuat bola salju dan langsung melemparnya, dan akhirnya aksi saling lempar melemparkan bola salju tak terelakan.
Ayura bahkan memasukan salju itu kedalam jacket Abi, Abi kaget dan mengejar Ayura. Keduanya kembali tergelak,Abi menangkap tubuh Ayura lalu membantingnya diatas salju, Abi lalu ikut berbaring disamping Ayura.
Ayura sampai ngos ngosan disela tawanya. "Ahhh, ini seru sekali Pak" Ucap Ayura masih menatap keatas.Kedua tangan dan kakinya tak henti digerakkan diatas salju.
Abi memiringkan wajahnya, memandang wajah letih dan bahagia Ayura. "Apa kamu senang..?"
Ayura ikut memiringkan wajahnya kearah Abi, netra keduanya beradu, tatapan keduanya terkunci, ada getaran hebat mengalir dari tubuh keduanya.
"Apa kamu bahagia hari ini..?" Tanya Abi menutup kecanggungan
Ayura mengangguk, masih dengan posisi yang sama. " Makasih sudah mengajak ku kesini."
"Apa pun untuk mu, asal kamu senang." Ucap Abi sembari membelai pipi Ayura, tubuh Ayura meremang.
Sampai seruan Abi kedua baru gadis itu tersadar dan langsung mengulurka tangannya, Abi langsung menarik tubuhnya.
Baik Ayura maupun Abi terlihat sangat bahagia walaupun sedikit letih tapi mereka sangat menikmati.
Mereka berdua pun terlihat berpose bersama beberapa kali menggunakan ponsel Abi, karena ponselnya masih didalam tas, dan Abi melarang nya saat dia mau mengambilnya. Ayura pasrah.
Awalnya gadis itu menolak saat dipotret Abi, karena malu dan tak enak, tapi janji Abi meyakinkan, dia akan mengirim semuah foto Ayura setelah itu akan menghapusnya. Apa ia akan menepatinya janjinya..? Tentu saja tidak.
Mengirim foto foto gadis itu iya, tapi untuk menghapusnya, no no no.. Dia bahakan mengambil beberapa foto Ayura secara candid di air terjun tadi.
Sedangkan masalah ponsel Ayura yang sengaja dimatikan karena Abi memiliki maksud terselubung, niatnya hari ini dia hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Ayura tanpa gangguan dari siapapun khususnya Krishna.
Apalagi mengingat lusa gadis itu akan pergi ke Jepang bersama Krishna, mengingat itu membuat nya sangat kesal.
Dari itulah dia menyabotase ponsel Ayura.
* * * * *
Puas bermain wahana permainan dan di tutup dengan bermain salju, kini keduanya sudah berada di food court mall itu untuk mengisi perut sebelum pulang.
Keduanya makan dengan sangat lahap, bukan keduanya sih lebih kepada Ayura. Gadis itu terlihat sangat lahap menyantap makannya, Abi sampai menyembunyikan tawanya melihat cara makan Ayura yang nggak ada jaim jaim nya.
'Ternyata sebahagia ini berdekatan dengan nya dalam hubungan pertemanan. Dia bahkan tidak canggung sedikitpun dengan ku. Berarti dia benar-benar sudah memaafkan ku, dan menganggap ku sebagai teman. Hari ini kita mulai dengan teman, mungkin besok aku akan menaikan menjadi satu tingkat lebih tinggi dari sebuah pertemanan.' Batin Abi.
Abi melihat bibir Ayura yang blepotan dengan saus sambal, langsung menyeka dengan ibu jarinya, Ayura tertegun, kaget dan lebih kaget lagi sampai membulatkan mata nya saat Abi menjilat ibu jarinya tanpa jijik.
__ADS_1
"Kenapa..? Lanjutkan makan mu!" Ucap Abi tanpa dosa.
* * * * *
Keduanya kini sudah didalam mobil, dan Abi yang mengambil alih duduk dibelakang kemudi.
Setelah dari air terjun tadi, tangan Abi mendadak sembuh, walaupun lukanya masih sedikit basah dan memerah tapi tidak mengganggu keseruan mereka berdua tadi.
Dan kini saat didalam mobil, sebelum Abi melajukan mobilnya, dia meminta Ayura mengoleskan salep dan membalut perban pada tangannya.
"Apa nggak papa Pak nyetir nya, kenapa nggak aku aja..?" Tanya Ayura kuatir
Abi tersenyum, "Ngak papa Ay, ini udah agak mendingan kok. Kamu duduk istirahat saja disitu, aku tahu kamu pasti sangat letih seharian ini kan." Ucap Abi tulus menyejukan hati Ayura.
Jujur saja dia benar-benar letih dan sangat mengantuk. Sehingga tanpa terasa dia ketiduran disamping Abi yang sedang mengemudi.
Mobil berhenti karena terjerat lampu merah, fokus Abi lalu kepada gadis disamping nya ini, dengan pelan dan sangat hati hati dia merapikan anak rambut Ayura yang menjuntai diwajahnya, takut gadis itu terganggu tidurnya.
Dan dengan pelan dia membelai pipi Ayura. Dia lalu melepaskan seatbelt nya dengan pelan layaknya seorang pencuri, secara diam diam dia mencuri satu kecupan di kening gadis itu. "Aku menyayangimu, gadis kecil ku." Gumamnya.
Mobil telah melaju lagi, gadis itu benar-benar lelap dan tidak terganggu sedikitpun dengan ulah Abi yang sekarang tanpa rasa malu menggenggam tangan Ayura semenjak dari lampu merah. Bahkan sesekali dia mengecup tangan Ayura layaknya sepasang kekasih.
Abi benar-benar bahagia dan menikmati segala aksinya dengan senyum lebar.
Mobil Abi kini sudah berhenti di pekarangan rumah Ayura, setelah penjaga membuka kan pintu pagar. Terlihat di depan sana seseorang pria tengah menatap mereka dengan tatapan tajam yang mematikan.
Abi juga dapa melihat kepala tangan pria itu, dia hanya tersenyum miring.
Mobil telah berhenti Abi lalu membangunkan putri tidur yang begitu pulas tertidur, Abi bahkan sangat cemas mengetahui cara tidur Ayura yang begitu lelap.
Bagaiama kalau dia naik taksi atau angkutan umum dan tertidur seperti ini, bagaimana kalau dia dicopet atau bahkan lebih sadis di lecehkan atau...? Ahh Abi mendesah tidak bisa meneruskan kekuatiran nya.
Abi lalu membangun kan Ayura. "Ay.. Ay.." Menoel pipi Ayura, tak ada reaksi
"Ay.., hei bangun kita sudah sampai." Menggoyang lengan Ayura. Gadis itu melenguh dan membuka mata pelan
Abi menyambut nya dengan sebuah senyuman.
Hari ini Abi terlihat beberapa kali tersenyum lebar bahkan terlihat sangat sering, hingga predikat kaku menghilang dari otak Ayura
"Kita sudah sampai, masih mengantuk hmm..?" Ayura terlihat masih mengumpulkan nyawanya yang mungkin tengah berterbangan di angkasa
"Kenapa..? Apa mau digendong kedalam..?" Goda Abi.
Sluuurrppp....
Nyawa Ayura yang sedang melambai lambai di udara langsung berlarian masu kedalam raga Ayura saat mendengar ucapan Abi. Gadis itu langsung duduk tegap sambil merapikan rambut dan pakai nya.
Abi terkekeh...
"Terimakasih banyak Pak untuk hari ini." Ucap Ayura sebelum membuka pintu mobil. Abi hanya membalas dengan senyuman. Lagi lagi dia tersenyum.
Ayura lalu keluar dari mobil, menutup pintu mobil dan kemudian membungkukan sedikit badannnya. Abi membalas nya dengan lambaian dan sebuah senyuman, sebelum akhirnya melajukan mobilnya.
Mobil sudah menghilang, Ayura pun membalikan badan hendak masuk kedalam rumah, tapi tubuhnya malah mematung ketika melihat pria di hadapannya yang sedang menatapnya dengan tatapan kecewa..
__ADS_1