Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Bertemu Airin


__ADS_3

CEO itu kemudian menghela nafas pelan kemudian berujar lagi "Kalian tentu kenal dan masih ingat dengan gadis disamping ku ini kan..?" Tanya Abi dengan melirik semuah karyawannya sampai yang berdiri di sudut ruangan.


Terlihat beberapa karyawan sedang kasak kusuk, dan berbisik bisik mengenai siapa Ayura, hingga suara Abi menghentikan nya.


"Aku yakin kalian masih mengingat nya. Jadi aku tidak perlu menjelaskan lagi siapa gadis di samping ku ini. Tapi disini aku ingin mengatakan kalau aku sangat menyesal telah berlaku kasar padanya,aku pun sudah meminta maaf dan syukurlah nona Ayura memaafkan ku,masalah kami sudah clear." Ucapan Abi lalu memandang Ayura yang sedang menunduk.


"Dan masalah waktu itu bukan nona Ayura yang salah tapi aku yang saat itu khilaf hingga berlaku kasar padanya. Jadi sekarang aku minta pada kalian semuah untuk tidak menyinggung lagi masalah yang dulu, karena baik aku dan Nona Ayura sudah sepakat untuk melupakan kejadian itu dan aku harap kalian semuah juga sama, Dan apabila bertemu dengan Nona Ayura diluar sana tolong ingat dia sebagai mantan karyawan AK Group, bukan mengingatnya akan insiden itu.Kalian mengerti..?"


Semuah yang hadir mengangguk, menyetujui ucapan sang CEO.


Memang pertemuan kali ini Abi hanya ingin mengklarifikasi tentang maslah nya dengan Ayura dan sekalian membersihkan nama Ayura.


"Kalau begitu aku tutup pertemuan ini, terimakasih sudah hadir dan selamat bekerja"


Abi lalu menarik tangan Ayura dan mengajaknya keluar dari ruang rapat itu. Ayura patuh mengikuti langkah Abi dengan terus menunduk.


Keduanya lalu masuk kedalam ruangan kerja Abi, Ayura terkesima dengan ruangan kerja Abi yang terlihat lebih besar dan lebih mewah dari ruang di Yudistira entertainment, kesan manly begitu terasa dengan didukung prabot prabot mewah yang ditaksir bernilai fantastis.


"Kenapa kita kesini Pak..?" Dia merasa tidak nyaman berada diruang pria yang sempat dicap kaki itu.


"Temanin aku disini sebentar, aku ingin memeriksa beberpa laporan setelah itu aku akan mengajak mu bertemu dengan seseorang."


Ayura menghela nafas pelan, kejutan apalagi yang akan Abi berikan untuk nya hari ini, masalah yang tadi saja dia masih gugup dan takut, dan sekarang dia mau dipertemukan lagi dengan seseorang.


Abi tersenyum menanggapi kegundahan hati Ayura. "Percaya lah, aku yakin kamu akan sangat senang bertemu dengannya"


Ayura pun akhirnya pasrah mengikuti kemauan Abi, karena selain dia adalah atasannya, keberadaan batu putih ditangan pria itu membuat dis mau tidak mau harus mengikuti kemauan pria itu.


Seperti katanya, Abi pun mengerjakan pekerjaannya, terlihat tumpukan beberapa berkas disudut mejanya. Dia bahkan meminta bantuan Ayura.


"Ay, tolong kamu susun berkas berkas yang sudah aku periksa dan tanda tangan ini berdasarkan tanggal awalnya." Pinta Abi lalu menyodorkan berkas berkas itu.


Ayura yang awalnya duduk disofa, berpindah duduk di kursi depan meja Abi, dia pun mengerjakan apa yang Abi minta.


Sesaat Ayura menemukan ada kejanggalan pada salah satu berkas. "Pak, sepertinya disini ada terjadi keslahan pencantuman tanggal."


Atensi Abi teralihkan, Ayura menyodorkan berkas itu di hadapan Abi, tapi karena Abi terlihat bingung dengan penemuan Ayura, mau tidak mau Ayura akhirnya berdiri melangkah kesamping Abi lalu menunjukan kesalahan itu.


Ayura lalu mendekatkan dirinya disis Abi, tanpa sadar tubuh keduanya menempel, Abi belum mengetahui kesalahan itu sampai Ayura menjelaskannya.


Abi tersenyum, menyadari kejelian Ayura dia menoleh kesamping kebetulan Ayura juga menatapnya, tatapan keduanya terkunci, baik Ayura maupun Abi mematung.


Ayura menikmati senyuman Abi dengan jarak yang begitu dekat, pria itu terlihat sangat tampan, Ayura seakan terhanyut didalamnya. Begitu juga Abi, pria itu tak melepas kesempatan yang ada, menikmati paras Ayu Ayura yang begitu dekat dengan bibir pinknya.


Netra keduanya bahkan tak berkedip. Keduanya masih hanyut dalam pandangan yang seakan menenggelamkan sampai suara ketukan pintu mengembalikan kesadaran mereka.


Ayura yang kaget langsung menjauhkan tubuhnya, menarik nafas mencoba menenangkan degupan jantungnya. dia menjadi gugup tapi tidak bagi Abi, dia mengutuk siapa yang sedang berdiri di balik pintu itu.


Pintu dibuka setelah Abi bersuara, masukkan sang sekertaris Senopati "Maaf mengganggu Pak. Mau nanya makan siang nya mau dipesan atau makan diluar..?" Tanya Senopati sedikit gugup menatap tatapan tak bersahabat sang CEO.


"Kami akan makan diluar."


Senopati mengangguk mengerti "Baik Pak" Tapi saat hendak berlalu suara Abi kembali menghentikannya.


"Seno, disini ada berkas yang terjadi salah penulisan tanggal. Kenapa bisa begitu..?"


Seno begitu terkejut, mampuslah dia kali ini pikirnya. Abi pasti sangat marah padanya, pantes saja wajah pria itu tidak bersahabat saat Seno masuk tadi.

__ADS_1


Tapi ucapan Abi kemudian membuat kepala nya yang tadi menunduk seketika terangkat.


"Lain kali lebih hati hati lagi , aku tahu kamu sangat sibuk dan kerepotan sendiri menghandel perusahaan ini, tapi aku sangat tahu kemampuan anda hingga aku memilih mu menjadi sekertaris ku. kali ini aku maafkan tapi tidak untuk lain kali."


Senopati tetegun, baginya ini bukan Pak Abi yang dikenal, pria dengan segala kesempurnaan, tak boleh ada celah dan salah. Dan satu yang pasti tidak ada kompromi untuk sebuah kesalahan walaupun itu kesalahan terkecil.


Tapi apa ini, Abi bahkan memakkumi kesalahan nya kali ini, bahkan ekspresi nya menjadi sedikit ramah.


Seno mulai pikir apa ini karena gadis disamping atasannya ini, kalau benar ia, dia akan berterima kasih pada nya.


Abi berdiri dari duduknya. menepuk pundak Seno. "Kami akan makan diluar. Lanjutkan pekerjaan mu setelah makan siang."


"Baik Pak."


Ahh, bolehkah dia terharu kali ini dengan sikap lembut dan perhatian Abi.


* * * * *


Abi dan Ayura telah sampai di sebuah restoran mewah, keduanya tengah menunggu makanan yang telah dipesan.


"Emang siapa yang mau kita jumpai lagi Pak..?" Tanya Ayura sedikit kesal, entah kejutan apa yang akan Abi berikan.


Abi hanya memulas senyum membuat Ayura berdecit.


"Bapak nggak aneh aneh lagi kan..?" Semenjak mendeklarasikan pertemanannya mereka, Ayura menjadi sedikit berani pada Abi, Pria itu tak keberatan malahan senang karena merasa Ayura tidak takut lagi padanya.


"Kalau masih lama, aku pulang aja." Ancam Ayura.


Abi kemabli tak menanggapi tapi dia lalu mengeluarkan kekuatan nya dan kelemahan bagi Ayura, batu putih itu.


"Yaakkk! lagi..?" Pekik Ayura tak terima. "Kenapa Bapakk jadi jahat begini ha..? Kenapa Bapak menggunakan Batu itu untuk menindas ku..?" Pekik Ayura kesal.


Pria itu merasa senang melihat kemarahan gadis di depannya ini.


Tak lama pesanan mereka datang, bersamaan muncukah seseorang yang sedang ditungguin.


"Maaf, aku terlambat." Ucap perempuan tepat di belakang Ayura.


Merasa mengenal suara itu, reflek Ayura berbalik. Dan begitu kaget bercampur senang melihat siapa yang datang.


"Tante Airin.." Pekik Ayura bahagia


"Ayura sayang, ya ampun nak tante kangen sama kamu." Ucap Airin lalu memeluk Ayura, keduanya berpelukan. Abi hanya memulas senyum menyaksikan kedua perempuan yang sangat disayang tengah melepas rindu.


"Abi sayang, jadi ini kejutan untuk Mama..?"


Abi mengangguk "Apa kalian senang dengan kejutan yang ku berikan..?".Tanya Abi dan langsung dianggukin oleh kedua perempuan itu.


Kini kedua perempuan itu telah duduk, Ayura duduk disamping Abi sedangkan Airin di depan keduanya.


" Cih! Padahal tadi ada yang ngomel ngomel loh Ma" Sindir Abi membuat dia mendapat hadiah Capitan dari Ayura di pinggangnya membuatnya meringis.


"Auuww, Ay.. Sakit" Keluhnya, mengusap pinggangnya yang memang sedikit sakit.


Ayura melotot kearahnya, disela sela sakitnya Abi sempat memulas senyum.


Mama Airin yang menyaksikan interaksi Abi dan Ayura menjadi tersenyum bahagia.

__ADS_1


Ketiganya pun terlibat percakapan yang hangat terutama Ayura dan Airin, Keduanya benar benar melepas rasa rindu karena selama ini tidak. pernah berjumpa lagi setelah dari mall itu.


Airin lebih banyak bertanya tentang pekerjaan Ayura dan kesibukan nya di Yudistira Entertainment sampai pada memasukin obrolan serius.


"Ay, mau nggak jadi menantu Tante..?" Tanya Airin dadakn membuat Ayura tersedak udara.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk."


"Minum dulu Ay.." Ucap Abi menyodorkan minumannya sembari mengusap lembut punggung Ayura.


"Makasih Pak."


"Ya ampun maaf nak, kalau pertanyaan Tante mengagetkan mu." Sesal Airin


"Tidak papa tante" Terlihat Ayura salah tingkah.


"Tapi tawaran Tante itu serius loh Ay."


"Mah...?" Tegur Abi tak enak melihat perubahan wajah Ayura yang nggak nyaman.


"Iya iya maaf." Ucapnya pada Abi " Tapi coba dipikir pikir lagi ya nak" Mengulang lagi permintaannya membuat Abi menarik nafas kasar sedangkan Ayura tersenyum paksa.


Karena Airin sedang ada urusan begitu juga Abi yang masih harus kekantor membuat mereka terpaksa berpisah "Ck! Padahal Tante ingin ajak kamu jalan jalan loh nak, tapi tante ada urusan yang tak bisa tante tinggalkan." Sesal Airin sedikit kecewa.


Ayura tersenyum. "Tidak papa Tante, lain kali aja kalau ada waktu.".Ucap Ayura ramah.


" Ahhh, baikkah. Biar nanti Abi yang mengaturnya, ya kan Bi."


Pria itu hanya mengedik bahunya.


Airin telah berangkat dengan supir pribadianya, diikuti mobil nya Abi dengan arah yang berlawanan.


"Terimakasih banyak Pak" Ucap Ayura setelah diam dari tadi.


Abi yang fokus mengemudi kemudian melirik Ayura, "Apa kamu senang..?"


Ayura mengangguk dan tersenyum "Iya Pak"


"Syukurlah, aku kira kamu bakalan ngomel ngomel tuh" Sindir Abi dengan senyum menggoda. Membuat bibir Ayura mengerucut.


"Ck! Aku hanya takut Bapak bertindak seenaknya seperti di kantor AK Group tadi."


"Loh, kenapa..? Aku hanya ingin membersihkan nama mu saja Ay, agar kedepannya semuah karyawan tidak menggosip tentang dirimu diluar sana."


"Iya, aku tahu maksdu Bapak. Dan Terimakasih. Tapi tetap saja aku..." Ucapan Ayura terpotong.


"Udah Ay, aku hanya nggak ingin kamu sakit hati atau sedih bila di bully oleh karyawan itu. Apa lagi kalau mereka sampai mengira kalau kamu yang salah, aku nggak terima itu."


Ayura tertegun mendengar semuah pernyataan Abi "Kenapa Bapak begitu peduli..?"


"Karena kamu istimewa." Jawab Abi, menelisik netra Ayura. Membuat gadis itu salah tingkah dan membuang muka.


"Lawakan Bapak nggak lucu" Ucap Ayura sembari membuang muka, menutup kecanggungan yang tengah terjadi. Abi hanya mengheka nafas pelan. Ayura tak peka.


'Sepertinya aku harus bersabar menunjukan rasa suka ku. Gadis ini terlalu polos untuk membaca semuah kode yang kuberikan.' Batin Abi.


**HAR INI SENIN YA, MOHO VOTE NYA.. 🥰🥰🥰

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN JUGA.. 😊😊😊


HAPPY READING... 🌹🌹**


__ADS_2