Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Berlian The Kohinoor


__ADS_3

"Ay, bisah jelaskan siapa diri mu..? Aku rasa kamu bukan gadis bias saja, dan apa hubungan mu dengan Angel dan kenapa gadis itu bersikap sangat aneh. Seperti bukan dirinya." Tanya Putri mulai melemparkan serangan


"Iya Ay, kenapa berbohong tentang statusmu selama ini, dan masalah rumah, yang benar yang mana rumah mu, yang ini apa yang digang depan..? Atau janganlah jangan dua duanya adalah rumah mu..?"Serang Nanda tak mau kalah.


Diberondong pertanyaan bertubi tubi dari teman temannya membuat dia kewalahan. Ayura sampai berteriak saat Putri kembali hendak membuka suara.


" Stoopp.. Stop aku mohon. Tolong izinkan aku untuk bernafas. Pertanyaan kalian membuat ku tak tau lagi cara bernafas." Ucap Ayura ngedrama. Tapi memang seperti itulah adanya dirinya saat ini.


Dia sampai tidak bisah bernafas dengan benar saat pertanyaan demi pertanyaan Nanda dan Putri lontarkan.


Dan belum juga dia menarik nafas dengan benar, eh sekarang mau diserang lagi oleh Putri, apa nggak bengek jadinya..?


"Aku akan menjawabnya satu satu, ok" Pintah Ayura sembari melirik kedua temannya bergantian.


Ayura pun sejenak menarik nafas berat.


"Sebelumnya aku minta maaf, bukannya akau ingin merahasiakan siapa diri ku pada kalian, tapi aku rasa itu nggak perlu. Karena aku ingin kalian berteman dengan ku karena aku apa adanya, bukan ada apanya. Aku juga memiliki alasan untuk menyembuhkan Identitas ku, dan maaf aku tidak bisa menceritakan nya. Tapi satu yang aku syukuri adalah memiliki teman yang tulus dan baik seperti kalian. Teman yang menerima ku apa adanya, dan tidak terlalu memcampuri urusan ku." Ayura lalu menarik kedua tangan Putri dan Nanda dan menggenggamnya erat.


"Terimakasih banyak, aku menyayangimu kalian.." Tambah gadis itu dengan mata berkaca kaca. Membuat keduanya ikut berkaca kaca. Ketiga nya lalu berpelukan.


"Jadi maslah rumah, inilah rumahku sebenarnya. Sedangkan yang didepan gang adalah milik orang lain, aku hanya menumpang berdiri di depan pagar mereka menunggu kalian datang menjemputku. Maaf." Lirih Ayura


"Dan maslah Angel, hubungan kami adalah saudara tiri. "


"Ya ampun. Benarkah itu..?" Tanya Nanda kembali memastikan dan Ayura mengangguk.


Baik Nanda maupun Putri keduanya menganga.


"Dan... untuk orang tua ku, Ibu ku sudah meninggal saat aku berumur 5 tahun." Ayura menjeda kata, Ada nada berat saat mengatakan ini. Putri dan Nanda langsung memeluknya.


"Maaf.. Kami membuat mu membuka luka lama." Sesal Putri.


"Kami bersma mu Ay..Kamu tak sendiri." Ayura tersenyum dalam dekapan Nanda.


" Terus Bapak mu..?" Putri kepo.


"Bramantyo Aksa"


"What...?"Pekik Nanda dan Putri bersamaan


" Jangan bilang Bramantyo Aksa pemilik tekstil terbesar di kota ini Ay..?" Bola mata Putri hampir keluar dari sarangnya saat menanyakan ini


Ayura mengangguk lemah.

__ADS_1


Baginya sudah saatnya terbuka pada kedua temannya. Dia tidak ingin menutup jati dirinya lagi. Dia tidak ingin kedua nya merasa kecewa bila suatu saat mereka mengetahui dari orang lain. Pasti mereka sangat kecewa.


Sama seperti dirinya yang kecewa pada Krishna yang sudah menutup jati dirinya selama ini. Dia tidak ingin mereka pun merasakan yang sama. Dia tidak ingin mereka kecewa dan malah meninggalkan nya.


Memikirkan itu membuatnya merasa yakin untuk menceritakan semuanya tentang nya kepada Keduanya.


"Astaga Ay, kamu bukan gadis biasa. Tapi luar biasa. Aku salut padamu Ay. Kamu memiliki kekayaan yang banyak tapi malah memilih bekerja di perusahaan orang lain dan memilih menjadi gadis biasa. Bahkan hidup mu bisa dibilang sangat sederhana loh Ay. Ohh.. Ya ampun aku nggak nyangka berteman dengan anak konglomerat, terkaya ke10 se Indonesia" Pekik Putri sambil menangkup kedua pipinya, tak menyangka.


"Terus masalah Angel. Aku penasaran. Emang dia seramah itu ya kalau lagi dirumah..? Atau sebuah pencitraan..?" Nanda masih kepo dengan Angel.


"Ck! Dia tuh memang baik. Hanya saja dia menutupi nya dengan keangkuhannya. Sebagai perisai nya agak tidak dianggap remeh oleh saingannya."


Ayura tidak ingin bercerita tentang kejadian yang sesungguhnya masalah dia di bully selama ini oleh Angel dan Mama nya, karena baginya biar itu menjadi rahasia keluarga. Toh sekarang Angel juga sedikit sudah berubah. Semogah saja sih.


"Benarkah..?"


Ayura mengangguk. " Seperti kata pepatah Dont judge book by its cover."


"Terus.. " Nanda yang hendak bertanya lagi langsung bungkam saat melihat seorang art masuk dengan nampan berisi minuman dan cemilan.


"Udah, stop interview nya dulu. Basahin dulu kerongkongan nya, tuh kelihatan jakunnya naik turun." Canda Ayura membuat kedua temannya membeliak.


"Ck! Kurang asam lu." Umpat Putri sembari memukul lengan Ayura. Ayura dan Nanda pun tertawa disusul Putri.


"Bagaimana dengan luka mu, sebenarnya apa yang terjadi..?" Tanya Nanda disela ngemilnya


Ayura menghela nafas. Sebelum akhirnya menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Yakni dirinya yang menolong Angel tanpa menceritakan kejadian sebelum tragedi itu menimpa.


"Pantas aja dia menjadi baik, karena kamu sudah menolong nya Ay. Karena aku sudah filing, dia nggak akan seramah itu kalau nggak merasa hutang nyawa sama kamu. Aku sangat paham karakter nya Ay, saat fiting baju diacara fashion show kemarin dulu, aku masih ingat bagaimana jahatnya dia ingin mempermalukan mu. Kalau dia baik seperti yang kau katakan dia tidak akan mencari gara gara dengan mu dan berusaha menjatuhkan mu.Kamu jangan terlalu lugu, hingga mudah dikibulin sama dia. Ingat dia itu seorang artis . Jadi masalah akting beginian mah, kecil."


100 persen Nanda yakin kalau kebaikan Angel itu hanya kamuflase, dia juga merasa sedikit aneh saat dia menyambut kedatangan mereka dengan begitu ramah. Ternyata ini kejadian yang sebenarnya.


Tapi lain Nanda lain juga pemikiran Putri. "Jangan su'udzon Nan, siapa tau dia memang berubah baik karena merasa hutang nyawa sam Ayura, siapa tau aja Tuhan mengirim nya hidayah dengan jalan seperti ini. Kita harus menerima kebaikannya ini, merangkulnya lebih dekat biar dia merasa kebaikannya dihargai


Bukan malah berprasangka seperti ini, yang malah membuatnya kecewa dan kembali menjadi jahat. Karena berpikir kebaikannya tak dihargai." Ucap Putri bijak.


Ayura speclees refleks mengangkat kedua jemponya kearah Putri. "Kita satu server, bestie"


"Cih! Merangkul sih merangkul. Tapi jangan terlalu percaya juga. Menerima sih iya tapi kudu waspada juga Ay. Takutnya dia hanya baik saat kamu sakit, tapi setelah kau sembuh dia malah kumat lagi jahatnya." Nanda masih dengan Instingnya.


"Udah ah debat kusirnya, btw dari tadi aku belum minum obat loh." Seru Ayura membuat keduanya kaget.


"Astaga.. benarkah..?" Nanda

__ADS_1


"Ya ampun, kok. kamu bisa lupa sih." Putri


Ayura hanya nyengir "Nan tolong ambilin dong"


"Ahh baiklah, tapi dimana..?" Tanya Nanda sembari berjalan kearah nakas.


"Di laci tengah sebelah atas Nan."


Nanda pun langsung mencari obat yang dimaksud Ayura. Kurang fokus membuatnya bukan membuka laci yang dimaksud Ayura. Gadis itu malah membuka laci bagian lain. Hingga mata nya membelalak dengan lebar, kedua bola matanya bahkan hampir keluar dari sarangnya.


"Astag Ay.. Apa ini..?" Pekik Nanda,, mengambil sesuatu dalam laci yang sudah membuatnya hampir kehilangan kata kata.


Ayura dan Putri pun dibuat bingung.


"Ada apa..?" Tanya Ayura bingung.


Nanda masih terpaku ditempatnya dengan memegang sebuah benda yang ternyata adalah sebuah kalung yang sangat cantik dengan liontin berbentuk hati.


Hatinya terbuat dari batu ruby merah dan disekeliling hatinya itu ditaburi berlian berlian kecil sangat memukau.


"Ay.. kalung siap. ini..?" Tanya Nanda dengan suara bergetar. Dia masih shock dengan kalung yang dipegangnya.


"Oh itu. Itu kalung ku. Kenapa..? Cantik kan..?" Jawab Ayura dengan senyum bangga.


Tapi Nanda hanya melirik nya sekilas. "Kamu tahu ini kalung apa..?" Tanya Nanda sembari berjalan menghampiri Ayura dan Putri yang sedang bingung dengan kerutan halus dikening mereka.


"Yah taulah. Itu kalung miliku. Kata Bibi pengasuh ku itu pemberian seorang teman masa kecil ku. Tapi aku nggak tahu siapa, soalnya aku lupa. Bibi juga sudah meninggal."


"Kamu tahu Ay., ini kalung harga berapa..?"


"Emang berapa Nan..?" Tanya Putri cepat.


Sebagai anak dari penjual perhiasan, sedikit banyaknya Nanda tahu dengan perhiasan yang bagus, mahal ataupun imitasi.


Nanda menghela nafas berat sebelum menjelaskan suatu fakta yang diyakini bisa membuat kedua temannya ini mati berdiri.


"Dengarkan aku. Kalian lihat berlian ini..?" Nanda menunjuk berlian berlian kecil yang mengelilingi liontin hati berwarna merah itu.


Ayura dan Putri pun mengangguk.


"Ini Berlian The Kohinoor. Berlian ini sangat legendaris berasal dari India. Dan asal kalian tahu, berlian ini juga ditempatkan di bagian depan mahkota ratu Elizabeth" Nanda menjedakan ucapan, melihat reaksi Ayura dan Putri yang sedang memblelak dengan rahang sedikit terbuka.


🌿🌿🌿🌿🌿 **BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


SEDIKIT DEMI SEDIKIT KEBENARAN AKAN TERKUAK YA GAESS... DAN DIMULAI DARI KALUNG. 🥰🥰**


__ADS_2