
Hari ini Abi kekantor seperti biasa, mengecek beberapa laporan serta membubuhi tanda tangan di beberapa berkas.
Tidak sampai sejam dikantor, pria yang dicapai kaku oleh Ayura, langsung keluar dari kantor.
"Will, batalkan semuah pertemuan hari ini dan tolong kamu handel semuanya, hari ini aku ada urusan mungkin sampai sorean. Kalau ada yang bertanya katakan saja aku sedang di kantor AK Group." Interupsi Abi pada sang asisten setianya.
"Baik Pak."
Abi lalu melajukan mobil hitam nya keluaran Eropa yang bernilai fantastis, diraihnya ponsel didalam saku jas dan menghubungi seseorang. "Kamu sudah siap..? Aku sudah dalam perjalanan"
"Iya Pak, aku sudah siap." Jawab si gadis diseberang sana, terdengar helaan nafas.
"Kenapa, apa kamu keberatan pergi bersama ku..?" Tanya Abi menyadari sepertinya dari suara diseberang terasa berat.
"Tidak Pak" Jawab di seberang dengan cepat
"Baiklah,tunggu aku disitu. " Ucap Abi menutup panggilan.
15 menit mobil Abi sudah terpakir di pekarangan rumah Ayura, Ayura yang memang sudah menunggu Abi, langsung beranjak keluar.
Tapi langkahnya tertahan saat kedua wanita mengerikan dalam hidupnya mendekat, keduanya berjalan dengan anggun sambil bersedekap dibarengin dengan tatapan julid.
"Ck ck ck, Lihatlah Mah, gadis kampung ini, sudah bergaya pagi pagi mau pergi." Sinis Angel menghadang jalannya.
"Jadi gadis kok kegatelan banget sih, semalam dengan pria lain dan sekarang dengan lain lagi, apa kamu berniat menjual diri ha..?" Sarkas Amarah dengan menyeringai.
Ayura menatap keduanya dengan emosi, tapi sebaisa mungkin ditahan, seingat nya sudah beberapa hari ini dia hidup dengan damai tanpa gangguannya dari keduanya, tapi kenpa hari ini mereka berulah lagi.
"Maaf aku tidak ada urusan dengan kalian. Aku mau pergi" Balas Ayura. Dia hendak melangkah pergi tapi lagi lagi Angel dan Mamanya kembali menghadangnya.
Keduanya menggenggam tangan Ayura dan mendorongnya ke belakang, Ayura terhuyung kebelakang.
"Kami belum selesai anak sialan." Umpat Amarah.
Ayura murka "Bisah nggak sih kalian membiarkan aku hidup dengan tenang. Sebenarnya apa sih mau kalian.. ?" Pekik Ayura emosi
" Mau kami..?" Amarah tersenyum sinis.
"Jauhi Abi." Angel yang menjawab
"Kenapa aku harus menjauhinya..? Dia adalah atasan ku, sudah sewajarnya kami akan selalu bertemu atau terlihat bersama, apa nya yang salah..?" Jawab Ayura cuek
" Yah slah lah, kamu jadi wanita jangan kegatelan, semalam sama Krishna dan sekarang sama Abi, kamu memang serakah mau menggoda kakak beradik itu ha..?" Teriak Angel sambil mendoro tubuh Ayura hingga terhuyung kebelakang.
Ayura kaget dengan serangan Angel yang begitu mendadak membuat gadis itu tidak fokus saat Angel mengucapkan kata kakak beradik.
Ayura hampir saja terjebak ke lantai, untung ada tangan kokoh menangkap tubuh kecil miliknya.
"Angel.. " Pekik Abi tertahan.
Dia yang sudah menunggu lama didalam mobil, menyadari Ayura yang belum muncul membuat instingnya menghampiri gadis itu kedalam rumah, ternyata ini yang dilihatnya
"A.. Abi..?" Angel kaget bercampur takut melihat tatapan tajam Abi yang seperti belati yang siap memcabi cabik tubuhnya.
"Kenapa kamu selalu kasar pada Ayura ha..? Kamu memang nggak bisa berubah.".Marah Abi
__ADS_1
" Kamu nggak papa..?" Tanya Abi setelah membantu gadis itu berdiri.
Ayura memggeleng "Aku nggak papa Pak."
Abi tersenyum pada Ayura kemudian melempar tatapan mematikan kepada kedua wanita itu. "Kenapa Tante melakukan itu pada Ayura, seharusnya kalian berterima kasih pada Ayura karena berkat Pak Bramantyo kalian bisa hidup enak dan menikmati semuah kemewahan ini, bukan malah merundungnya setiap hari. Kalau tidak tahu caranya berterima kasih paling nggak, nggak usah cari masalah dengannya."
"Pak..!" Melihat kemarahan Abi, Ayura lalu menarik lengan jas Abi, berusaha meredam emosi pria itu.
Abi masih diliputi emosi, dipegang nya kedua bahu Ayura, didorong nya pelan kesamping, agar Ayura tak menghalangi nya untuk melabrak duo racun ini.
Abi lalu melangkah maju. "Aku harap ini terakhir kalinya aku melihat sikap kasar kalian kepada Ayura, karena kalian mengulanginya lagi, kalian berhadapan dengan ku." Abi lalu menuju Angel. "Ingat karir mu berada digenggaman ku, sedikit saja kamu berulah, kamu akan habis ditangan ku" Ancam Abi sembari meremas tangannya dengan kuat seakan akan meremas tubuh Angel.
Kedua wanita beda generasi itu bergidik ngeri. Jangankan untuk membalas ucapan Abi, untuk menelan saliva saja mereka kesusahan.
Ancaman Abi tak main main, terlihat dari raut wajah dengan mata memerah dan rahang yang mengeras, terlihat sangat menyeramkan. Angel dan Amara bahkan sampai bergetar.
Bagi Abi, ini sudah keterlaluan, mendapat gadis kecilnya ditindas seperti ini membuat sikap iblisnya muncul kepermukaan. Walaupun masih ada beberapa bukti lagi yang harus dikumpulkan untuk membuktikan kalau Ayura adalah gadis yang dicari selama ini, tapi entah bagaimana dia merasa yakin 80 persen kalau Ayura adalah gadis masa kecilnya.
Bukan Angel dan Amara saja yang bergetar melihat kemarahan Abi, bahkan Ayura pun ikut bergetar, dia melihat sosok Abi yang sama saat marah dan menyeretnya waktu itu.
Ayura mematung dengan tubuh gemetar.
"Ay, kamu nggak papa..?" Tanya Abi kuatir melihat tubuh Ayura bergetar.
Dia menghela nafas kasar, menjambak rambutnya kala menyadari trauma Ayura, dia yakin gadis ini sedang ketakutan pada nya.
"Maaf Ay." Diraihnya kedua tangan Ayura dan menggenggamnya lembut, menyalurkan ketenangan. Setelah itu Ayura sedikit merasa nyaman, gadis itu mengangguk.
"Kita pergi ya..?".Ayura mengangguk. Dilriknya Angel dan Amara yang masih mematung.
Didalam mobil, Kedua nya memilih diam. Ayura masih shock dengan kemarahan Abi tadi, Abi menyadarinya.
"Iya Pak." Ayura memaksa sebuah senyuman "Kita mau kemana..?"
Abi melirik Ayura, tersenyum tipis kemudian fokus mengemudi. "Ada yang ingin aku tunjukkan pada mu."
Alis Ayura terangkat.
"Lihat saja, Kamu akan tahu nanti." Ucap Abi menyadari kebingungan Ayura
Mobil Abi memasuki pelataran kantor AK Group, kedua bola mata Ayura membesar, menyadari dimana mereka sekarang. " Kenapa kita kesini Pak..?" Tanya Ayura tak Terima.
Memandang kantor ini mengingatkan nya, akan perlakuan kasar Abi padanya, setiap jengkal tempat yang dilalui nya mengingatkan nya pada semuah perlakuan kasar Abi padanya.
Dimulai dari loby, dan jalan yang sedang dilalui saat ini, diingat betul dari Abi memarahinya, menyeretnya sampai memakinya dan berakhir mengusirnya tanpa perasaan.
Abi menyadari perubahan wajah Ayura. "Ay" Panggil Abi, sembari menyentuh tangan Ayura.
Refleks Ayura menepis tangan Abi dengan Kasar, Abi kaget. "Aku mau pergi" Ucap Ayura kemudian membuka pintu mobil dan setengah berlari dia meninggalkan Abi yang akhirnya mengejarnya dari belakng.
"Ay, tunggu..Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu." Abi lalu menarik tangan Ayura.
"Nggak Aku nggak mau, aku mau pulang." Ucap Ayura menepis tangan Abi.
Abi meletakkan kedua tangannya dibahu Ayura, memaksa badan gadis itu agar menghadap nya. "Kita masuk dulu, karena ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan" Jelas Abi sabar.
__ADS_1
Dia tahu Ayura masih trauma dengan kantor ini, apalagi tempat kejadian perkara yang sekarang ini mereka berdiri. Pasti kenang buruk itu terpampang di depan wajahnya, tapi sebenarnya dia memgajaknya kesini karena ada sesuatu yang mau dia tunjukan berkaitan dengan kasus ini.
Ayura sendiri, memang dia sudah memaafkan Abi dan berniat melupakan peristiwa itu, tapi entah mengapa setelah melihat kantor ini membuat nya kembali mengingat peristiwa buruk itu.
"Aku mohon ikutlah dengan ku sebentar." Ajak Abi dengan memelas. Ayura tak merespon.
Abi lalu memilih saku jasnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. "Kamu ingat janji mu..?" Tanya Abi sembari menunjukan batu putih pada Ayura.
Gadis itu mencebik kemudian mengangguk. Membuat lengkungan tipis pada bibir Abi.
Keduanya kemudian melangkah masuk, gadis itu masih gamang, langkah nya terasa berat, hingga Abi melangkah mundur menaik tangannya, menggenggamnya lembut, pria itu tersenyum, mengisyaratkan semuah baik baik saja.
Ayura menarik nafas pelan, dia mengikuti langkah Abi dengan terus menunduk, tak berani menatap setiap karyawan yang lewat, karena dia masih merasa malu pada semuanya dengan kejadian menyediakan yang dialaminya dulu ditambah genggaman tangan Abi yang begitu erat, membuat nya bertambah malu.
Ayura berpikir, pasti semuah karyawan tengah membicarakan nya, mereka pasti berpikir loh ini kan gadis yang diseret Pak Abi dulu, lah kenapa sekarang dia datang kesini, dengan Pak Abi pakai gandengan tangan pula.
Dan binggo, memang seperti itulah apa yang dipikir semuah karyawan yang tengah mencuri curi pandang kearah mereka.
Keduanya lalu memasuki lift eksklusif. "Sampai kapan kamu terus menunduk..? Kita sudah dalam lift loh"
"Kenapa, emang Bapak mau mengancam ku dengan batu itu agar tidak menunduk ha..?" Celetuk Ayura kesal
"Kalau memang itu diperlukan, kenapa nggak..?"
"Ck! Menyebalkan!" Cebik Ayura sambil mengerucut tajam bibir nya.
Abi hanya melirik sekilas dengan senyuman tipis, kemudian fokus dia ke depan, dia melirik tangannya yang masih menggandeng tangan Ayura, sepertinya gadis itu tidak sadar sehingga membiarkan kedua tangan mereka tetap bertaut. Atau mungkin dia sendiri merasa nyaman..? Entahlah..
Lift terbuka, nampak seorang pria berjas hitam rapih menunduk kerahasiaan mereka, Ayura tahu pria itu adalahh sekertaris Abi.
"Apa semuahnya sudah siap..?"Tanya Abi sembari melangkah keluar lift.
" Sudah Pak, dan semuanya sedang menunggu Bapak." Jawab pria itu.
Abi tak menjawab, dia terus melangkah. Sedangkan Ayura sendiri, jantung nya semakin berdetak hebat, perasaan cemas semakin hebat mendera. Tangan nya bahkan mengeluarkan keringat panas dingin, Abi menyetop langkahnya, dia berbalik memastikan keadaan Ayura.
Tunuhnya semakin bergetat hebat melihat sebuah ruangan didepan mereka.
"Ay.. Kamu kenapa gemetaran begini..? Hei kita nggak mau perang."
"Aku takut Pak..?" Jawab gadis itu gugup
"Ada aku hmm. Aku mohon tenangkan dirimu."
Sekertaris Abi yang diketahui bernama Seno pati langsung membukakan pintu "Ayo masuk!"
"U.. untuk apa aku diajak kesini Pak?" Tanya Ayura gemetar
Tanpa menjawab Abi yang terlihat gemas dengan tingkah Ayura yang takut cemas dan gemetaran sedari tadi langsung menarik tangan Ayura yang sempat dilepas tadi.
Keduanya masuk terlihat disana semuah kepala bagian dan staf staf penting kantor beserta karyawan yang memenuhi ruang rapat yang sepertinya sedang diperluas agar bisa menampung semuah orang.
Ayura terus menunduk, gadis itu bertanya tanya, Sebenarnya apa mau pria ini.Mengajaknya kesini dengan mengumpulkan hampir semuah karyawan AK Group.
Abi lalu mengajak Ayura keatas podium.
__ADS_1
"Selamat pagi semuah, terimakasih karena sudah hadir disini. Ada yang ingin kusampaikan." Ucap Abi menjeda lisan.
CEO itu kemudian menghela nafas pelan kemudian berujar lagi "Kalian tentu kenal dan masih ingat dengan gadis disamping ku ini kan..?" Tanya Abi dengan melirik semuah karyawannya sampai yang berdiri di sudut ruangan.