
Ayura memeluk Amarah dari belakang saat perempuan itu mau melenggang pergi.
Amara mematung, ada rasa haru menyelingkup hatinya, gadis kecil yang dulu disiksa dan dijahatin tengah memeluknya dengan begitu hangat.
Begitu juga Ayura, dia merasa bahagia malam ini merasa dikuatirkan oleh Mama tirinya, apalagi melihat Amara tidak menepis pelukannya membuat perasaan nya benar benar menghangat.
"Anak nakal jangan membuat Mama kuatir lagi ya." Ucap Amara sembari memukul tangan Ayura yang sedang membelit perutnya.
"Iya Mah." Pelukan terurai. Amara membalikan tubuh. Dia mencoba tersenyum ramah pada Ayura membuat gadis itu membalas tersenyum dan kembali memeluk dirinya.
Terimakasih, sudah menguatirkan ku." Lirih Ayura sendu. Amarah tersenyum membalas pelukan Ayura
Tapi drama itu tak berjalan lama karena tiba tiba datang pengganggu yang menghancurkan momen haru itu.
"Ck! Lepaskan! Jangan lama-lama memeluknya, dia Mama ku" Ketus Angel sambil melepaskan belitan tangan Ayu pada tubuh Amara.
Ayura kemudian cemberut. "Angel apa yang kau lakukan, dia juga Mama ku. Mah lihat lah" Rengek Ayura pada Amara, hingga perempuan itu pun melayang pukulan pada lengan Angel.
"Berhentilah menggoda adik mu, Jel."
"Dia bukan adik ku Mah, kami seumuran" Kesal Angel tak terima.
"Tapi umur mu lebih besar satu bulan, jelas saja dia adik mu."
"Hahaha, ternyata kau lebih tua dari ku ya." Goda Ayura menekan kata Tua membuat Angel semakin kesal.
Dia yang ingin memukul Ayura tak berhasil karena kini Ayura telah berlari memutar tubuh Amara, menjadikan tubuh Mama tirinya sebagian perisai.
"Weekk dasar tua." Ejek Ayura.
"Awas sini kau, aku akan mencekik mu."
"Mah..tolong Mah..kakak jahat."Ayura kembali mengejek Angel.
Keduanya masih mengitari tubuh Amara membuat tubuh Amara miring kiri dan kanan.
"Pah tolong Pah..Dandanan ku bisa rusak ini." Ujar Amara meminta pertolongan, tapi bukanya segera melerai pertikaian kedua anak gadisnya, Bramantyo malah terkekeh melihta tingkah lucu ketiga wanitanya.
Bramantyo dan Abi tertawa melihat tingkah kedua saudara tiri yang seperti anak kecil. Abi tersenyum lega. Kekasih hatinya telah mendapatkan kasih sayang dari keluarga yang utuh.
Sedangkan Bramantyo, merasa lega baik Amara maupun Angel sudah memperlakukan Ayura dengan baik dan tentunya tulus.Tidak seperti dulu dulu yang hanya akan baik pada Putrinya saat dirinya ada dan akan berlaku buruk saat dirinya tak ada dirumah.
Dia bukanya tak tahu, perlakuan Amara dan Angel pada Ayura. Dia sangat tahu. Tapi dia memilih bungkam.
Ayura yang waktu itu setelah mendapat penindasan dari Angel dan Mamanya baik dirumah dan disekolah, berubah sikapnya menjadi pendiam dan introvert.
Gadis itu bahkan dikucilkan teman temannya dan membuat dia menutup jati dirinya.
Mengetetahui semuah itu dari Bi Siti, artnya. Awalnya dia begitu murka dan hampir saja menceraikan Amara.
Tapi dirinya malah menyadari sesuatu, penjahat yang dulu hampir membunuh Ayura, ternyata masih berkeliaran membuat dia harus menutup jati diri Ayura. Mau tidak mau dia pun membiarkan Amara dan Angel terus menyiksa Ayura.
Pikirnya dengan begitu Ayura akan tetap menutup jati dirinya dari dunia luar. Bahkan dia juga diam saja saat Ayura tidak menggunakan semuah fasilitas mewah darinya termasuk mobil. Dia juga membiarkan saja Ayura bekerja direstoran atau pun kafe. Dengan begitu tak ada yang mengenalnya sebagai Putri Bramntyo.
Sakit..? Jelas saja sakit. Tapi dia harus tega demi keselamatan sang putri. Maka dari itu dia lebih banyak menghabiskan waktunya dikantor karena saat pulang dia akan sangat terluka melihat sorot mata Ayura yang menyimpan banyak kesedihan tanpa bisa diungkapkan.
__ADS_1
Terus, kenapa sekarang dia seperti membiarkan Ayura mendapat kasih sayang Amara dan Angel, apa dia tidak takut jati diri Ayura terungkap nantinya.
Maka jawabannya adalah karena Ayura sudah bersama orang yang tepat yang pasti akan menolong dan menjaga nya siapa lagi kalu bukan Abimanyu Gala Yudistira .
Angel dan Ayura masih saja berantem hingga suara salam mengejutkan semuahnya. Terlalu bahagia membuat mereka tidak mendengar deru mobil yang telah terpakir dipekarangan rumah
"Jel, hentikan! Malu dilihat calon mertua mu." Tegur Amarah, memukul bahu Angel. Melihat Dani sedang melangkah masuk setelah memberi salam .
Angel awalnya sedikit terkejut dengan kehadiran Dani.
Tapi dia lebih terkejut lagi mendengar Mamanya mengatakan calon mertuanya, apa ini berarti Mama nya sudah menerima Dani.
Dan jawabannya Iya. Sebelum kedatangan Abi dan Ayura, dia belum menerima Dani dan masih berharap kalau Angel bisa bersama Abi.
Tapi setelah melihat kedatangan Abi dan Ayura, melihat bagiaman pria itu memperlakukan Ayura dan tatapan pria itu yang tak pernah lepas dari Ayura dan menatapnya dengan begitu lembut, membuat dia tersadar. Tidak ada harapan lagi dia mengharapkan Abi menjadi milik Angel.
Maka dari itu dia pun langsung berubah haluan. Apalagi melihat kesungguhan Dani, dan Angel yang juga seperti mencintai pria itu membuat dia menurunkan egonya. Saat ini kebahagian Putri Putrinya itulah yang utama.
Dani langsung menyapa kedua calon mertuanya dan menyalim takzim. Baik Abi dan Ayura sedikit terkejut dengan kehadiran Dani. Sedangkan netra Abi terus menyorot Dani meminta penjelasan, Dani tahu itu tapi dia memilih cuek.
Ayura juga kaget tapi lebih bingung mendengar Mamanya menyebut kata calon mertua Angel.
Dan disusul seorang pria paruh baya sedang mengekor dibelakng Dani dan disampingnya ada perempuan cantik dan elegan seumuran Amara menyapa ramah, membuat Bramantyo, Amara dan Angel tertegun parah,terkecuali Abi. ya, karena dia sudah tahu siapa pria tua itu dan isteri yang ada disampingnya itu.
"Pak Syailendra..?" Beo Bramantyo dengan begitu terkejut.
Begitu juga Amara dan Angel, netra keduanya sampai membola sempurna melihat kehadiran David Nugraha Syailendra.
Siapa yang tidak kenal pria tua itu, pemilik hotel terbesar dikota ini Diamond Hotel dengan banyak Anak cabang yang hampir diseluruh Indonesia.
"Kenalkan Om ,Tante, ini kedua orang tuaku yang memang sudah tua tapi syukurlah belum pikun." Canda Dani dan mendapat pukulan dibahunya.
"Apaan sih Pah, suka ngambekan deh." Balas Dani menggoda Papanya membuat semuahnnya terkekeh.
"Maaf Pak Bramantyo, apa kami terlambat...?"Tanya David kemudian saling berjabat tangan bersama calon besannya.
"Oh tentu tidak Pak. Belum jam tuju juga." Ucap Bramantyo sembari melihat jam dipergelangan tangannya
"Dan Om, ini Bidadari syurga ku"Ucap Dani memperkenalkan sang Mama.
"Malam Pak Bramantyo, kenalkan aku Nurul Arafah Syailendra" Ucap Mama Dani dengan menekan nama Syailendra.
Nada nya sedikit ketus ,apalagi kini dirinya bersalaman dengan Amara, geng sosalitanya yang terkena sombong dan angkuh.
Walaupun Dani tidak menceritakan kalau Amara tidak menerima hubungan Dani dan anaknya, tapi sebagi Ibunya dia cukup tahu melihat sikap cemas dan stres putranya saat memintanya untuk datang malam ini.
Memintanya untuk tidak membuat ulah, memintanya untuk tidak sinis dan menyindiri keluarga Angel, dan masih banyak permintaan yang intinya, Dia tidak boleh membuat kekacauan di rumah kekasihnya itu. Kesal..? Tentu saja.Tapi mau bagaimana. Ini permintaan putra sekalian anak semata wayangnya.
Apalagi mengetahui kalau Angel adalah gadis yang disukai Dani, awalnya dirinya juga tidak mau putra semata wayangnya, berhubungan degan Angel, model yang sikap yang tak jauh dari Mamanya yang sombong dan angkuh.
Tapi melihat kesungguhan Dani dan mendengar cerita tentang kebaikan Angel dimasa lalu yang sering membantunya dan melihat begitu besar cinta puranya untuk model angkuh ini membuat dia mau tidak mau menerima nya.
Amara sendiri merasa tercekat saat bersalaman dengan Nurul. Perempuan yang merupakan teman geng sosialitanya. Perempuan yang bermulut pedas dan kalau berbicara selalu menusuk sampai ke Ulu hati ini.
Dirinya bahkan sering mendapat serangan dari perempuan yang cantik dan elegan ini. Keduanya bahkan terkenal saling baku saing dalam segala hal.
__ADS_1
"Hai Jeng, nggak nyangka yah, kita akan berbesanan. Pada hal aku sudah menjodohkn Dani dengan gadis cantik tapi ternyata dia malah malah memilih Putri mu." Sinis Nurul dan langsung memindai penampilan Angel dari atas smpai bawah, membuat gadis itu seperti ditelanjangi.
"Mah.." Tegur Dani tak terima, melihat Angel yang tertunduk sedih.
Amara sendiri hanya diam. Dia tak berani membalas makian sang ketua geng. Sesungguhnya sekarang dia benar benar merasa malu dan menyesal telah menghina Dani tadi pagi.
Dirinya bahkan merutuki Angel yang tidak mengatakan padanya siapa orang tua Dani sesungguhnya. Dia tidak tahu saja, anaknya juga sebenarnya tidak tahu siapa calon mertuanya, kejadian begitu cepat. Dari tragedi malam itu sampai Dani yang mau bertanggung jawab dan ingin melamrnya membuat dia tidak berpikiran untuk menanyakan pada Dani siapa kedua orangtua pria itu.
Tapi justru itulah yang membuat Dani semakin mencintai Angel, baginya gadisnya mau menerimanya tanpa melihat siapa orangtuanya bukannya itu lebih bagus. Angel menerimanya apa adanya, bukan ada apanya.
"Mah, kenalin ini Angel."Menarik tangan Angel ,mendekati Mamanya.
"Malam Tante. Aku Angel." Angel mengulur tangannya.
"Sudah tahu" Jawab Nurul cepat dan sedikit ketus.
Dani menghela nafas kasar. Baginya Mama nya sekarang terlalu berlebihan. Bukankah mereka sudah sepakat tadi pagi..?
Semuahnya kini berpindah keruan tamu, baik Syailendra maupun isterinya masih belum mau untuk menyantap makan malam karena mereka ingin mengobrol dan saling kenal terlebih dahulu.
Dan dalam obrolan mereka, Nurul tak henti hentinya mengucapkan kata kata manis tapi pahit dihati Amarah. Perempuan itu selalu memojokan Amara. Membuat Amarah merasa malu dengan ucapan menohok sang besan yang selalu menyudutkannya.
"Jel, Dani ini anak kami satu satunya, pewaris Syailendra Group. Tapi dia itu sangat sederhana dan tidak menyukai kesombongan dan keangkuha. Jadi Tante harap kalau seandainya kalian memang berjodoh kamu harus bisa mengimbangi gaya hidup Dani. Begitu juga Tante, Tante juga nggak suka dengan orang yang sombong dan angkuh mulut ku tidak akan tahan untuk tidak berkomentar, dan Mama mu paling tahu sifat Tante. Jadi....Mengerti kan maksud Tante .?"
"Mah..." Cegah Dani tak suka. Nurul hanya melirik dan kemudian mencebik.
"Iya Tante."Jawab Angel gugup.
Amara sendiri hanya pasrah melihat kali ini anaknya yang diserang.
Ayura sendiri, hanya diam, memilih jadi penonton. Begitu juga Abi, pria itu tak terganggu malah tak perduli dengan apa yang terjadi didepannya, karena fokus nya hanya pada Ayura, dia lebih memilih menikmati wajah Ayura yang banyak memiliki ekspresi, kadang dia mengernyit bingung, kadang tersenyum dan kadang ikut tertawa membuat Abi gemas.
"Kak." Bisik Ayura pada Abi yang sedang duduk disampingnya.
Abi mendekatkan telinganya melihay Ayura yang ingin berbisik.
"Apa kakak mengenal Mamanya Dokter Dani..?" Bisik Ayura lagi dan Abi hanya mengangguk. "Apa Mamanya Dokter Dani memang ketus begini ya..?" Abi menggeleng.
"Tapi mengapa dari tadi ketus mulu ya sama Angel dan Mama.?"
"Mungkin mereka pantas mendapatkan nya." Jawab Abi dengan santai membuat Ayura memelototinya. Abi malah terkekeh.
Dan interaksi keduanya membuat Nurul yang sedari tadi fokus pada Angel dan Mamnya teralihkan. Sedari tadi dia tak menyadari kehadiran gadis cantik yang seketika menghipnotisnya.
"Astaga, ternyata ada bidadari disini, kenapa aku nggak tahu ya." Ucap Nurul mengarah pada Ayura membuat gadis itu kaget, kemudian tersenyum malu.
Bramantyo terkekeh. "Ini Putri kedua ku Nyonya Syailendra. Ay kenalkan dirimu sayang."
"Aku Ayura Tante, adiknya Angel." Ucap Ayura dengan ramah, tapi kata adik begitu menggelitik dikuping Angel, membuat dia menyorot tajam Ayura, Ayura sendiri hanya bisa terkekeh.
"Wah..cantik banget Pak Bramantyo. Kok Aku ngga pernah tau ya kalau jeng Amara punya dua anak gadis. Tau begini kan buat Dani saja." Ucapan Nurul sontak membuat semuah orang tertegun.
"Mah..." Pekik Dani dan Papanya bersamaan.
Perempuan paruh baya itu malah terkekeh, melihat reaksi semuah orang. "Aku hanya bercanda ,kenapa dengan ekspresi kalian semuah..? Hahaha...Ternyata kalian orang yang sangat serius tak bisa diajak becanda ya." Seloroh Nurul tanpa dosa.
__ADS_1
"Nah, Abi sendiri ngapain disini.? Jangan bilang kamu dan Ayura pacaran. "Ucap Nurul sambil memicingkan matanya kearah Abi.
"Doakan saja Tante, lagi otw." Dan ini bukan Abi atau Ayura yang jawab, tapi Angel. Dia yang kesal karena Ayura memperkenalkan dirinya sebagai adiknya membuat dia berniat membalas dendam, dan dia merasa puas melihat ekspresi Ayura yang kesal dan sedang memberenggut.