
Dalam keadaan panik dan ketakutan hanya Abi lah yang hadir dalam ingatnnya..Ayura kini memejam mata pasrah. Berteriak pun tak kuasa, tangan dan tubuh pria itu terlalu kuat, bukan tandingnya.
Tubuhnya bergetar hebat saat gaun bawahnya disingkap dengan kasar oleh tangan pria itu.
'Tuhan, kini aku pasrah kepada mu, kalau selama ini aku adalah orang jahat, maka aku akan siap menerima hukuman ku, tapi bila Kau ingat kebaikan ku maka, selamatkan lah aku dari monster monster ini.'
Mata Ayura terpejam dengan buliran air mata yang tiada pernah berhenti berderai.
Hingga....
Dukkk
"Auuww!"
Satu tendangan mendarat di perkutut sipreman membuat dia jatuh tersungkur, disusul dengan hantaman keras pada wajah nya secara bertubi tubi dan membabi buta, membuat pria itu tak ada waktu untuk menangkis ataupun melawan.
Ayura yang sedari tadi hanya memejam matanya, menjadi panik dan histeris, mendengar pukulan, tendangan bahkan teriakan sang preman menahan sakit membuat tubuhnya semakin bergetar hebat.
Merasa cekalan tangannya terlepas, dia mencoba mencari tempat perlindungan, tanpa melihat siapa dewa penolong yang dikirim Tuhan untuknya, seperti doa yang sempat dipanjatkannya.
Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia lebih memilih sembunyi di sudut ruangan dengan duduk sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Sedangkan matanya senantiasa terpejam.
Tiba-tiba saja sekelabat bayang masa lalu menari nari diotaknya.
Terlihat dirinya yang sedang disekap bersama pria tanggung oleh pria pria bertubuh besar dan bertato, dirinya diseret dan dilemparkan kesudut ruangan yang gelap kemudian pria pria itu pergi meninggalkannya bersama pria tanggung itu.
"Kak Abi kita dimana, kenapa kita ada disini. Hikh hikh.." Tanya Ayura kecil pada pria tanggung itu yang sekarang sedang memeluknya erat.
"Jangan takut sayang, ada kak Abi disini, kak Abi akan menolong mu dan kamu akan aman bersama ku hmm." Ucap pria tanggung itu sembari mengelus lembut rambut gadsi kecil yang berusia 10 tahun itu.
Tiba tiba pintu kembali dibuka dengan keras oleh seorang pria yang sangat besar dan tinggi, dengan wajah yang begitu menyeramkan, berjalan mendekati Ayura kecil dan pria yang dipanggil kak Abi itu.
"Kak Abi tolong aku, mereka datang. Mereka sudah dekat. Kak Abi aku harus apa, aku harus bagaimana." Ucap Ayura dewasa dengan posisi masih terduduk dioojokan dengan tubuh bergetar dan mata terpejam.
Sedangkan di bagian lain, keempat preman itu sudah dibekukan oleh Abi, Willy dan anak buahnya.
"Wil, seret mereka kemarkas dan tunggu aku disana"
Ya..dan seperti biasa dewa penolong, dewa kebahagian Ayura kembali hadir ,walaupun sedikit terlambat tapi paling tidak dia sempat menggagalkan perbuatan tercela sang preman.
Flash Back ON.
Direstoran..
Setelah melihat Krishna dan Ayura sudah masuk kedalam restoran dengan langkah gontai Abi meninggalkan restoran itu.
Dia tak langsung pulang kerumah ataupun keapartemen tapi memilih singgah di sebuah taman. Menikmati suasana taman kota yang begitu ramai pengunjung. Maklum lagi wekend, banyak pemuda pemudi bahkan ada yang sudah berumur menikmati waktu kencan berdua, menghabiskan malam bersama.
Abi tersenyum kecut. Hampir satu jam dia duduk disana, setelah suasana hatinya sedikit membaik dia beranjak pergi
Sampai dia didepan mobilnya netra elangnya menangkap mobil Krishna yang melewati tepat dihadapnnya, posisi berdirinya bagian kiri hingga dia dapat memastikan kalau Ayura tidak bersama adiknya itu.
Dia berpikir sejenak, tidak mungkin Krishna telah mengantar Ayura, dengan waktu pulang pergi dengan begitu cepat.
Entah mengapa suasana hatinya mendadak tak tenang. Ingatan nya langsung tertuju pada Ayura
Segala pikiran buruk menghantamnya. Apakah mereka berantem lagi. Apakah Krishna tidak jadi mengantar Ayura, atau apa Ayura sendiri memilih pergi sendiri..?.
__ADS_1
Tak ingin berperang dengan pikirannya sendiri, Abi lalu membanting setir melajukan mobil kearah restoran itu. Entah mengapa dia merasa Ayura sedang tidak baik-baik saja.
Dia sempat turun direstoran dan menanyakan keberadaan Ayura tapi dari pelayan mengatakan kalau Ayura dan Krishna baru beberapa menit pergi.
Instingnya mengatakan terus saja mencari Ayura karena dia merasa Ayura sedang dalam bahaya.
Tapi naas, tidak jauh dari tempat kejadian mobil yang ditumpangi Abi mogok, buru buru pria itu keluar dari mobilnya, memandang sekitar, sambil melakukan panggilan kepada Willy agar datang menjemputnya.
Tapi seketika mata nya terbuka sempurna, saat menyadari didepan sana gadis yang sedang membuatnya panik, dan hampir melemahakn seluruh sarafnya tengah diseret bak binatang oleh dua orang preman.
Rahangnya seketika mengeras, berbarengan itu Willy pun mengangkat panggilannya.
"Ada apa Tuan...?" Tanya Willy bingung karena Abi tak ada suara.
"Segera kejalan XXX , Ayura dalam bahaya. SEGERA!" Teriak Abi langsung mematikan panggilan.
Dan disinilah dia sekarang , tidak bisa dikatakan tepat tapi paling tudak Ayura belum di lecehkan oleh preman itu.
Karena kalau itu sampai terjadi dia tidak akan memaafkan dirinya. Bahkan keempat preman itu mati detik itu juga ditanganya.
Flash back off
* * * * *
Setelah menjatuhkan si bos preman dan meninggalakn beberapa pukulan maut diwajah pria iblis itu, buru buru Abi menghampiri Ayura yang sedang berjongkok dengan tubuh bergetar, dengan menutup kedua telinganya.
"Ay.." Ucap Abi sembari berjongkok dihadapan Ayura, mencoba memanggil Ayura dengan menyentuh lengan gadis itu..
"Ahhh..kumohon Lepaskan aku, jangan ganggu aku, aku mohon pergilah, aku takut hikh..hikh..Tolong aku..Pergi...pergi..."Teriak Ayura dengan histeris semakin merapatkan tubuhnya kediding, karena yang dia kira itu adalah preman yang ingin melecehkannya.
"Ay ini aku. Aku Abi aku datang menolong mu, jangan takut ada aku disini, kamu sudah aman hmm."
Dan saat mengetahui kalau yang berada dismpingnya adalah Abi sontak dia langsung memeluk Abi dengan begitu erat. "Kak Abi, Kak Abi sudah datang..? Aku takut hiikh hikh...aku sangat takut. Bawa aku pergi."
Deg!
"Kak Abi..?"Gumam Abi. "Apa dia...? Haiitsh..."
Buru buru Abi membubarkan pikirannya sendiri ada hal yang lebih penting dari ini semuah.
Abi mencoba mengurai belitan tangan Ayura pada lehernya karena dia mau mengajak gadis itu pergi dari tempat terkutuk ini. Tapi Ayura menolaknya, pelukannya malah semakin erat.
"Jangan tinggalkan aku, kumohon. Selamatkan aku." Pinta Ayura tanpa mau melepaskan belitan tangannya.
Tapi Abi dengan sedikit paksaan hingga belitan tangan itu terlepas. Ditangkap kedua sisi wajah Ayura "Hei..Ay..Dengar aku, aku tidak akan meninggakaknnmu mu. Kita akan pergi dari sini." Tutur Abi dengan lembut sembari mengusap kedua pipi Ayura yang terus mengalir kristal kristal bening itu.
" Lihat aku, ini aku Abi" Ucap Abi lagi
"Pak Abi....?" Tanya gadis itu memastikan.
Abi mengangguk dan mencoba tersenyum, walau dihatinya dirasa seperti dicabik cabik. "Iya , ini aku."
"Hikh...hikh...Aku takut..Mereka..mereka ingin memper..."
"Ssstt..."Abi menempelkan jari telunjuk di bibir Ayura, agar gadis itu tidak melanjutkan ucapannya "Mereka sudah pergi, dan kamu aman,hmm."
Ayura mengangguk, Abi kembali menyeka air mata yang masih mengalir, hatinya begitu perih melihat pipi mulus Ayura bergambar tangan pria iblis itu.
__ADS_1
Pandangannya pun turun kebawah, dan melihat gaun Ayura terobek dibagian atas seketika dia memejamjan mata, menahan hatinya yang teramat perih.
Buru buru dia membuka jasanya dan memakaikan pada Ayura, guna menutup tubuh nya yang hampir setengah telanjang.
"Aku akan membuat kalian menyesal karena telah menyentuh gadis ku. Dan kau Krish, kupastikan kau akan hancur ditangan ku." Geram Abi penuh amarah yang meletup letup. Giginya bahkan gemeretak kala digigit dengan kaut sang pemilik tubuh .
Abi lalu memggendong tubuh lemah Ayura ala bridal style, sedangkan Ayura yang masih dihinggap perasan takut menyembunyikan wajahnya didada bidang Abi. Gadis itu masih sesegukan.
Tapi setelah sudah di mobil yang dibawakan Willy tadi Abi mengumpat kesal karena dia tidak meminta satu anak buah pun untuk mengantar mereka.
Akhirnya dia membuka kan pintu mobil bagian tengah, hendak mendudukan Ayura disana, tapi Ayura begitu kuat merangkul lehernya, sepertinya gadis itu tidak mau lepas darinya.
Mungkin dia masih takut hingga tidak mau ditinggal duduk sendirian dikursi belakang. Pikir Abi.
Hingga Abi memilih mendudukannya di kursi depan, samping supir. "Ay, duduk disini ya.." Pinta Abi lembut sembari menduduki gadis itu di kursi depan samping supir
"Jangan..Jangan tinggalkan aku,aku mohon, aku takut. "Isak gadis itu tak juga melepaskan belitan tangannnya .
Abi paham Ayura sedang mengalami trauma hebat sekarang, dan tak ada pilihan lain, dia lalu menuju kursi belakang setir, masuk dan duduk dikursi kemudian dengan begitu pelan dan hati hati, agar kepala Ayura yang masih dalam gendongannya tak terpentok pintu mobil.
Dan sekarang Ayura berada diatas pangkuan Abi yang hendak mengemudi, dengan kedua tangan tetap pada tempatnya, tak bergeser, dan wajah senantiasa sembunyi di dada bidang pria itu.
Abi pun melajukan mobilnya dengan sangat pelan dan hati hati, karena gerakannya terbatas karena ada gadis yang dicintai berada diatas pangkuannya.
"Ay, lihat aku! Jangan takut lagi, kamu sudah aman, hmm." Bujuk Abi agar Ayura terlepas dari rasa takutnya, karena yang dilihat ia senantiasa menyembunyikan wajahnya dengan badan yang masih bergetar.
"Tidak! Aku takut, mereka akan kembali" Ucap Ayura dengan isakan membuat Abi semakin terpukul. Dibelai lembut surai hitam Ayura dengan penuh sedih, dan mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala sang gadis.
Mobil yang melaju dengan pelan itu akhirnya sampai di Basement apartemen Abi, banyak pertimbangan membuatnya memilih membawa Ayura kesana.
"Ay..Kita sudah sampai." Dan ternyata gadis itu tertidur. Dengan penuh sayang Abi mendaratkan sebuah kecupan berdurasi lama di kening gadis itu.
Abi lalu membawa tubuh mungil nan lemah itu kedalm apartemen nya .
Didalam sudah ada Bik Sumi yang sudah menungunya. Pembantu Mama Airin itu bekerja paruh waktu, dia datang hanya untuk bersih bersih seminggu dua kali. setelah itu pulang kerumah utama.
Dan Abi memintanya untuk datang dan menunggunya diapartemen.
"Bik, tolong buka pintu kamarnya."
"Kamar yang mana Den..?"
"Kamar ku Bik."
Bik Sum pun langsung membuka pintu kamar Abi, dia tahu dan kenal gadis dalam gendongan Abi. Tapi tak mau bertanya lebih lanjut, kenapa dan mengapa.
Abi dengan pelan membaringkan tubuh Ayura diatas kasur King size nya. Dia pun langsung menghubungkan Dokkter Dani untuk memgecek kondisi Ayura lebih lanjut.
Pakayan Ayura pun sudsh diganti oleh Bik Sumi, dengan menggunakan kaos besar milik Abi.
Abi begitu kuatir dengan kondisi Ayura, apa dia ketiduran atau pingsan karena tidur gadis itu tak terusik sama sekali saat Bik Sumi menggantikan pakaiannya.
Tak berselang Dokkter Dani pun datang.
"Bi..." Panggil Dani saat dia masuk kedalam kamar, tampak Abi tengah duduk ditepi kasur samping Ayura dengan terus menggenggam tangan gadis itu sembari membelai surai hitam milik gadis itu.
Mendengar namanya dipanggil, Abi menoleh sekilas. Menyadari Dani telah datang bergegas dia pun berdiri. "Dan, tolong cepat periksa kondisinya. Aku tidak tau dia pisang atau tidur, karena dari tadi dia sama sekali tak bergerak." Tutur Abi penuh cemas.
__ADS_1
Dani langsung bergegas menghampiri kasur, dia pun langsung melakukan pemeriksaan pada kondisi Ayura. Banyak pertanyaan tersimpan di benak, tapi dia mencoba menepisnya untuk sementara waktu, karena sepertinya sesuatu yang buruk sedang terjadi pada Ayura.
Dahinya terlipat halus. "Dia kenapa Bi, kenapa ada begitu banyak luka di tubuhnya. Siapa yang melakukannya..?" Tanya Dani dengan tangan menunjuk pipi Ayura yang memerah dengan sudut bibir yang terluka.