
Didalam kantor
Saat masuk kedalam ruangannya Ayura diberitau kalau pagi ini akan ada meating bersama Abimanyu, setelah meletakan tasnya bersama kedua temannya Nanda dan Putri mereka menuju ruang rapat.
Setelah semuanya sudah berkumpul tak berselang Abimanyu pun masuk keruangan itu, semuah karyawan bagian desain itu langsung berdiri dan memberi hormat. Abi yang terlihat sedikit terlambat hanya mengangguk pelan membalas hormat para karyawannya dan sebagai kode menyuruh semuanya untuk duduk.
Saat hendak menduduki kursi kebesarannya Abi dan semuah yang hadir dibuat kaget kala pintu dibuka dengan sedikit kasar, dan masuklah Krishna dengan aura dinginnya.
Pria itu hanya memandang sekilas semuah yang ada, dan tatapannya langsung terkunci pada seorang gadis yang juga sedang menatap nya dengan kening terlihat halus. Gadis itu adalah Ayura, yang posisi duduknya di sebelah kanan Abimanyu.
Krishna tak menghiraukan keterkejutan semuah yang hadir, dia bahkan mengacuhkan tatapan tajam Abimanyu, dengan cueknya dia malah duduk disebelah kiri sangat CEO yakni Abimanyu sangat kakak kandungnya.
Posisi duduknya jadi berhadapan dengan Ayura yang terpisah meja panjang itu.
"Selamat pagi semuanya" Sapa Abimanyu membuka rapat. "Seperti perkataan ku kemarin kalau kita akan sering berjumpa membahas acara fashion show yang sudah semakin dekat. Aku akan kembali mengingatkan kepada kalian untuk lebih fokus bekerja nya karena disini kita akan mempromosikan karya karya baru kita, mempromosikan suatu kreasi dari perancang mode atau produk terbaru kita yang disain khusus oleh nona Ayura." Menatap sekilas Ayura.
"Seperti tahun tahun sebelumnya dengan acara ini kita juga akan mengumpulkan dana untuk kita sumbangkan kebadan sosial seperti panti jompo, panti asuhan, pembangunan rumah sakit, pembangunan tempat ibadah serta sumbangan bagi korban bencana alam." Ucap pria itu sambil melirik Krishna yang sedari tadi terus menatap Ayura membuat dia mengepalkan kedua tangannya dibawah meja.
"Dan menjelang hari H mutlak harus diadakan gladi resik sebagai persiapan terakhir untuk melihat adanya kekurangan kekurangan. Dan aku harap saat gladi resik nantinya kalian harus sudah mempersiapkan busana baik pakaian, aksesoris, tata rambut dan sepatu atau high heels yang akan digunakan model nantinya, bisah dimengerti semuahnya..?"Tanya Abi dan kembali melirik Ayura, gadis itu pun mengangguk dengan senyum tipisnya.
" Dan untuk nona Ayura, akun harap sudah bisah menyerahkan desain desain mu nanti kemeja ku karena nanti akan di seleksi lagi oleh ku. "
"Iya Pak." Jawab Ayura pelan.
"Dan untuk modelnya seperti yang kalian dengar artis atau model kita Krishna akan menjadi salah satu modelnya nanti, jadi aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik dan dengan profesional"
Abi menekankan kata profesional karena disini dia melihat ada sesuatu yang terjadi antara Ayura dan Krishna,hubungan mereka tidak sedang baik baik saja.
Untuk itu secara tidak langsung dia meminta Krishna untuk profesional dalam bekerja, tidak melibatkan perasaannya karena sepengetahuan nya, Krishna memang orang yang tidak bisa menempatkan antara urusan kerja dan urusan pribadi.
Saat Krishna masuk dia sudah mendapatkan ada yang tidak beres dengan hubungan keduanya melihat tatapan dingin dan datar dari Krishna sedangkan Ayura terlihat enggan menatap Krishna pada hal sepengetahuan nya keduanya memiliki hubungan yang sangat baik, terlihat beberapa kali keduanya bercanda bahkan tertawa bersama.
"Ada yang mau kau sampaikan Krish..?" Tanya Abimanyu hanya dengan lirikan singkat kearah adiknya itu.
Sedangkan Krishna selama meeting berjalan netra pria itu terus tertuju pada Ayura dengan tatapan dingin membuat yang ditatap menjadi salah tingkah. Hal ini tak luput dari pengamatan Abimnayu. Karena pria datar itu pun selama memimpin rapat tatapannya pun sesekali tertuju pada gadis disamping kanannya ini.
"Aku ingin Ayura menjadi stylish ku." Pinta Krishna sekaligus perintah tanpa mengalihkan sedikitpun tatapan dari Ayura.
Dan ucapan bernada perintah dari bibir Krishna sontak membuat semuah yang hadir kaget, tak terkecuali Ayura. Bola mata gadis itu pun membola sempurna. Bagaiman tidak terkejut setahu semuah yang ada Ayura adalah seorang perancang busana, dengan tugas dan tanggung jawab yang begitu besar dalam acara fashion show nanti, bagaimana bisa dia mengatur waktunya menjadi stylish buat Krishna.
Abi pun dibuat kaget dengan permintaan Krishna yang dianggap konyol.
__ADS_1
"Tidak bisah, pergelaran fashion show sebentar lagi dan perusahaan membutuhkan desain desain yang akan dipakai nantinya. Jadi keinginan mu tidak bisa di penuhi." Sanggah Abimnayu cepat.
"Baiklah, tapi saat fashion show nanti aku ingin Ayura yang menghandle segala keperluanku dari pakaian dan semuah aksesoris yang akan kupakai nanti"
"Tidak bisa begitu Krish" Bantah Abimanyu dengan suara meninggi. "Yang menguras segala keperluan mu nanti sudah ada orangnya, seperti biasa. Sedangkan Ayura disini sebagai perancang bukan sebagai stylish mu."
Hawa panas kini menyelimuti ruang rapat, dinginnya pendingin ruangan tak bisa mendinginkan tatapan panas kedua petinggi Yudistira Entertainment itu membuat semuah yang ada ikut terkena imbasnya. Para karyawan juga dibuat tegang dengan perdebatan kedua kakak beradik itu.
Ayura sendiri jangan ditanya, tangannya sampai gemetar mendengar perdebatan atasannya dan Krishna. Didalam hatinya dia bertanya tanya siapa sebenarnya Krishna ini sampai berani beraninya menantang seorang CEO.
Pikir gadis itu mugkin Krishna sendiri merupakan artis kebanggan Yudistira entertainment atau pun ikon Yudistira entertainment hingga dia pun memiliki kedudukan yang tinggi dengan sang CEO, makanya dia berlagak berkuasa disini, pikir gadis itu menjawab sendiri kegalauan hatinya.
Sejatinya sampai detik ini dia pun belum tau kalau Krishna adalah salah satu petinggi Yudistira entertainment dan merupakan adik dari atasannya.
"Aku tidak mau tau, aku tetap menginginkan dia yang menangani segala keperluan ku nantinya." Ucap Krishna sambil menunjuk Ayura dengan gerakan matanya yang mengarah ke Ayura.
Dia masih terlihat santai diatas kursinya dengan menyandarkan punggungnya pada kursi sambil menggoyangkan tubuhnya kekiri dan kanan dengan kursi itu tapi tatapannya tak pernah lepas dari Ayura, membuat gadis itu seperti ditelanjangi oleh tatapan Krishna.
"Kalau kalian benar-benar menginginkan ku menjadi bagian dari acara ini, maka turuti permintaan ku."
Ancam Krishna langsung beranjak dari kursinya dan pada saat tangannya hendak menyentuh gagang pintu dia lalu kembali berseru.
Sedangkan Abimanyu tangannya mengepal erat, matanya tanpa ekspresi, namun bibirnya yang terkatup rapat hingga rahangnya mengeras. Dia tak bisa menyembunyikan amarahnya yang tersembunyi.
* * * * *
Setelah menunggu dengan waktu yang cukup lama, menyadari Ayura yang belum muncul di ruangannya membuat Krish beranjak dari kursi kebesarannya menuju ruang Ayura. Disana dia malah tidak menemukan gadis yang sudah membuat hatinya ketar ketir diruang kerjanya.
"Diman Ayura" Tanya Krishna pada Putri. Wajahnya terlihat kesal dengan bola mata yang masih melayangkan pandangan ke seisi ruangan.
"P.. Pak Krishna..?" Bukanya menjawab gadis itu malah salting dan grogi saat berada sedekat ini dengan idolanya.
"Hei! Aku tanya diman Ayura..?" Tanya pria itu lagi dengan kesalnya.
Dirinya yang sudah sangat kesal karena Ayura tidak mengindahkan permintaan nya untuk menemuinya keruangannya, saat mencari diruangan Ayura pun tidak menemukan gadis itu dan sekarang saat bertanya bukannya menjawab dengan cepat, gadis itu malah mematung membuat dia bertambah kesal saja.
"A..a..Ayura masih di ruangan Pak Abimayu, Pak."Gadis itu sempat terbata awalnya tapi kemudian menjawab pertanyaan Krishna hanya dengan satu tarikan nafas. Dia benar benar gugup dan bahagia bercampur jadi satu.
Putri menyematkan panggilan " Pak" pada Krishna, karena sebuah peraturan, apabika Krishna berada di lingkungan kantor semuah karyawan wajib memanggilnya dengan sebutan Pak atau pun Bapak. Tapi bila diluar kantor atau pria itu sedang manggung, mereka dibebaskan memanggil dirinya hanya dengan sebutan nama.
"Sejak kapan dia di ruangannya Pak Abi..?" Tanya Krishna masih mempertahankan wajah datarnya.
__ADS_1
"Setelah rapat tadi pagi Pak. Dia diminta Pak Abi menyerahkan hasil desainnya yang akan dipakai fashion show nanti Pak.
Tanpa menunggu lama Krishna pun langsung berlalu meninggalkan Putri yang masih dengan perasaan gugup dan bahagia itu.Bahagi karena bisa sedekat itu dengan Krishna dan gugup karena melihat wajah datar Krishna beserta kesal yang menurutnya sedikit menakutkan.
Dan selepas kepergian Krishna, Nanda dan yang lainnya langsung mendekati Putri. Jiwa kepo mereka meronta ronta melihat artis idola mereka terjun langsung keruangan mereka hanya untuk menanyakan keberadaan Ayura yang sepengetahuan mereka baru beberapa hari bekerja dikantor ini.
" Put, sebenarnya apa hubungan Ayura dan Krishna ya..? Kelihatan mereka ada something..?" Tanya Nanda penasaran.
"Iya juga sih. Tapi bukannya Ayura bilang dia nggak kenal dengan Krishna..? Pasti ada sesuatu, kita harus segera tanyakan ini pada Ay. Aahh Jiwa kepo ku meminta ronta." Timpal Putri tak kalah penasaran.
* * * *
Saat sampai di ruangan Abi, Krishna yang hendak mendorong pintu itu sudah ditarik dari dalam.
Nampak Ayura yang yang berjalan keluar dari ruang Abimanyu. Melihat Krishna yang sudah berdiri di depan pintu membuat Ayura kaget.
Sedangkan dari dalam ruangan Abimanyu mengerutkan keningnya saat melihat Krishna didepan ruangannya
"Ikut aku!" Ajak Krishna bernada perintah dan langsung menarik tangan Ayura.
"Maaf Krish, ini sudah jam makan siang dan aku mau pergi makan." Balas gadis itu langsung menepis tangan Krishna.
"Kalau begitu aku ikut!"Ucap Krishna membuat Ayura menatapnya tajam.
" Jangan gila kamu Krish. Kehadiran mu akan membuat riuh dikantin nanti, dan aku tidak suka, karena aku ingin makan dengan tenang." Sewot Ayura.
Bagaimana mungkin dia makan dikantin dengan begitu banyak karyawan yang ada di kantin itu. Dia bahkan sudah bisa memastikan keadaan kantin akan menjadi seperti apa ramainya mengingat siapa dia sesungguhnya, artis papan atas yang sedang dipeluk elukan baik pria maupun wanita.
Pria itu pun menghela nafas kasar. "Kalau begitu aku tunggu kamu sehabis jam kantor. Dan nggak ada penolakan Ay." Pria itu pun langsung melangkah pergi meninggalkan Ayura dengan kekesalan nya.
Dan ternyata obrolan keduanya dapat didengar oleh Abimanyu. Terbit senyum menyeringai di bibir pria itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**JANGAN LUPA...
LIKE... 🌷
KOMEN... 🌷
VOTE... 🌷**
__ADS_1