Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Menganggapnya Sebagai Anak, Bukan Musuh.


__ADS_3

"Dan aku ucapkan selamat untuk Ibu Dona Arsinta dan Nikita Anjani. Selamat bergabung di Yudistira Entertaiment " Ujar Krishna tertuju pada kedua wanita beda generasi yang sudah dipilih menjadi bintang iklan kali ini.


Dan melupakan Amara yang masih dilingkupi perasaan kaget, wanita paruh baya itu masih shock dengan berita mengejutkan yang tak pernah disangka sangkanya itu.


Sedangkan Angel sendiri sudah mengepal erat kedua tangannya dibawah meja, rahangnya pun sudah mengetat menahan emosi melihat Mamanya diberlakukan seperti ini, diberhentikan dengan cara yang tidak terhormat.


Setelah mengucapkan selamat untuk kedua model baru itu, Krishna kemudian memandang Amara yang masih diam dengan raut tak percaya. "Maaf Bu,aku juga meras tak enak menyampaikan berita mengejutkan seperti ini, tapi sebagai model dan Artis papan atas seharusnya Ibu juga paham dengan dunia hiburan yang selalu menuntut untuk sebuah perubahan, lagian Ibu juga sudah lama sekali bekerja, dan sekarang waktunya untuk istirahat bukan..?" Ucap Krishna tanpa dosa.


Baginya ini waktu yang tepat mempermalukan wanita jahat ini setelah kejahatan yang dilakukan selam ini pada kekasihnya. Bukannya dia pernah berjanji untuk memecat kedua wanita jahat ini setelah mengambil alih Yudistira Entertaiment, dan hari ini saat yang tepat untuk memenuhi janjinya.


Tapi niat untuk membalas semuah perlakuan mereka tak serta merta mendapat simpati dari Ayura, karena setelah Krishna mengumumkan kemenangan untuk Ibu Dina Arisinta dan Nikita Anjani serta memberhentikan Amara Mama tirinya, Ayura sangat terkejut dan tak setuju dengan apa yang dilakukan Krishna.


Brakkk...!


Angel begitu emosi dan merasa kasihan dengan Mamanya yang sudah dipermalukan dan diperlakukan dengan tidak terhormat seperti ini, merasa tak terima. Dengan kedua tangannya dia menggebrak meja dengan sangat kuat. "Apa yang kau lakukan Krish..? Kamu tidak bisa seenaknya memecat Mama saya dengan cara seperti ini. Bagaiman pun selama ini Mama sudah sangat berjasa untuk perusahaan ini. Dia artis terbaik yang sering mengharumkan nama perusahaan Yudistira Entertaiment, apa begini cara mu membalas semuah yang sudah Mama ku kontribusikan untuk nama baik perusahaan ini ha..?" Umpat Angel penuh kesal.


"Jaga ucapan mu Nona Angel, ingat Pak Krishna adalah CEO disini, dimana letak sopan santun mu." Amuk Adam tak terima melihat sikap Angel bar bar tak menghormati Tuannya. Dia bahkan hampir melangkah ketempat Angel kalau Krishna tidak menghalanginya.


Krishna hanya tersenyum tipis melihat kemarahan Angel "Kalau anda tidak terima, anda juga boleh mengundurkan diri, kami tidak mengahalanginya." Jawab Krishna acuh.


"Pak..!" Kali ini suara Ayura memperingati Krishna yang dirasa sudah sedikit berlebihan.


Krishna mengangkat tangannya kanannya, meminta Ayura untuk diam. Ayura hanya menghela nafas sembari menggeleng, tidak percaya dengan sikap Krishna yang seenaknya.


Angel tersenyum miring. "Kamu jangan kuatir, tanpa diminta pun aku akan mengundurkan diri, aku tidak mau bekerja dengan atasan arogan dan seenaknya seperti anda." Maki Angel dengan emosi.


"Nona Angel.."Teriak Adam.


"Angel.." Pekik Amara sembari menggeleng kepalanya. "Kamu tidak usah mengundurkan diri dari sini nak, Pak Krishna benar, Mama sudah tua dan waktunya untuk istirahat, tapi kamu masih muda masih panjang karir mu. Jangan mengambil keputusan disaat emosi seperti ini." Ucap Amara menengkan putrinya.


Baginya tidak apa-apa dia dipecat, toh dia sudsh tua tapi dia tidak ingin Angel yang masih muda masih memiliki masa depan yang panjang harus terhenti karier nya, karena dia tahu disini karier Angel lebih bersinar dan memiliki masa depan yang cerah dibawah naungan perusahaan besar Yudistira Entertaiment.

__ADS_1


"Tidak Mah, keputusan ku sudah bulat, aku tidak mau bekerja dengan pria menyeblakan seperti dia. Mari kita pergi Mah."


"Angel, nak..."Lirih Amara tak menyetujui Angel mengajaknya pergi tapi dia tidak bisa membantah melihat sorot mata Angel yang tajam padanya.


Hati Ayura sakit melihat kepergian Angel dan Mamanya dengan keadaan seperti ini. Sejahat jahtanya mereka tetap saja dia meras kasihan, apalagi hubungannya dengan Angel yang akhir akhir ini sudah membaik.


Setelah kepergian Amara dan Angel , Adam lalu membubarkan rapat atas permintaan Krishna dengan kode mengangkat sebelah tangannya.


Setelah semuah orang bubar, Ayura pun bergegas pergi karena ingin mengejar Angel dan Amara, dia yakin keduanya pasti sangat malu dan bersedih.


Rasa kesalnya pada Krishna membuat dia tidak berpamitan pada Krishna, sehingga dengan cepat Krishna menarik tangannya. "Mau kemana kamu...?" Tanya Krishna mencekal tangan Ayura


"Lepaskan! Aku ingin mengejar Angel dan Mama."Ucap Ayura dingin sembari menghentakn tanganya. Tapi tidak bisa karena Krishna menggenggam tangan nya dengan begitu kuat.


"Adam.." Krishna meminta Adam meninggalkan mereka berdua dengan menggerakkan kepalnya .


"Baik Tuan."


"Untuk apa mengejar mereka..?" Pertanyaan Krishna semakin menyulut kemarahan Ayura.


"Keluarga..? Mereka bukan keluargamu Ay, apa kamu lupa dengan apa yang mereka lakukan terhadap mu selama ini ha..? Keluarga macam apa yang kau maksud yang sering menjahti mu, membuly mu dan merampas semuah milikmu...?" Krishna tersulut emosi melihat Ayura masih membela Angel dan Amara.


"Dan kamu kira aku puas hanya membalas kelakuan mereka dengan cara memecat mereka, aku bahkan ingin membuat mereka lebih malu lagi, agar mereka berfikir dua kali untuk menjahati kamu." Ucap Krishna membuat mata Ayura membelalak tak percaya.


"Jadi kamu melakukan ini semuah karena sikap mereka kepada ku selama ini..?" Tanya Ayura tak percaya. Dan Krishna hanya tersenyum miring.


"Iya. Dan aku akan membalas perlakuan orang yang sudah berlaku jahat kepada mu,termasuk kepada kedua wanita itu..Kenapa...? Apa kamu terharu..?"


Ayura menggeleng tak percaya. "Terharu..? Untuk apa..? Kamu tidak profesional Krish. Kenapa kau campur adukan urusan pribadi dan urusan kantor..? Ini masalah ku, ini urusan ku dan aku tidak pernah berharap kamu membalasnya untuk ku, aku bisa mengatasinya Krish." Teriak Ayura tak terima.


"Ay, apa yang kau katakan..? Aku melakukan semuah ini untuk diri mu."

__ADS_1


"Tapi aku tidak butuh Krish, apalagi dengan cara yang seperti ini. Mereka pasti sangat malu dan bersedih. Ahhh..kamu mana mengerti,karena kamu egois kamu arogan Krish."


"Ayura.."Teriak Krishna dengan nafas yang memburu, tak terima, bagaimana mungkin kebaikannya tidak dihargai oleh Ayura.


"Kenapa...? Apa kamu marah pada ku, kamu kecewa..? kamu mau memecatku karena aku sudah tidak menghormati mu, tidak menghargai mu..? Silahkan aku tidak peduli " Tanpa menunggu lagi Ayura meninggalkan Krishna dengan kekecewaan yang mendalam, netranya bahkan berembun mendapat kekasih hati yang sudah dibela tidak menghargai kebaikan dan perhatiannya.


Ayura melangkah pergi, membiarkan Krishna yang mematung karena dia tidak menyangka Ayura menaikan suaranya hanya untuk membela Amara dan Angel.


Melihat punggung Ayura yang menghilang dibalik pintu, dengan perasaan marah dia membuang semuah barang barang diatas meja dengan kasar hingga semuah nya berhamburan diatas lantai.


Tanpa sepengetahuan siapapun, pertengkaran Ayura disaksikan oleh Amara dan Angel.


Angel yang tak terima Mamanya diperlakukan seperti ini, ingin kembali melayangkan protes kepada Krishna, Amara tak mau Angel harus berurusan dengan Krishna yang keras dan tak terbantahkan itu. Mencoba menghalangi Angel, tapi disaat pintu terbuka keduanya mendengar semuah perdebatan Krishna dan Ayura .


Ayura yang dengan lantang nya membela mereka dan ikut menyalahkan Krishna, Ayura yang menangis karena kelakuan Krishna yang sudsh membuat mereka malu, dan Ayura yang mengatakan merek adalah keluarganya.


Keduanya hanya mematung didepan pintu ruang rapat dengan tubuh yang bergetar menahan haru, tidak menyangka gadisnyang selama ini mereka siksa dan mereka jahatin begitu peduli pada mereka dan menganggap mereka bagian dari keluarganya.


Dan saat melihat Ayura hendak melangkah keluar, keduanya langsung bergegas sembunyi dibalik sebuah tiang. Tak ingin Ayura melihat mereka dengan keadaan menyediakan seperti ini, tapi mereka juga tidak tahu kalau keadaan Ayura juga sangat menyedihkan, merasa kecewa dengan Krishna, dan merasa sedih dengan nasib Angel dan Amara.


Angel dan Amara langsung pulang, didalam mobil keduanya sama sama memilih diam, Angel yang tengah mengemudi sesekali melirik Amara yang pandangannya kosong dengan mata yang berembun. Harapannya semoga dengan kejadian ini Mamanya bisa membuka mata dan hatinya untuk menerima Ayura sebagai anaknya,bukan musuhnya.


* * * * *


Ayura sedikit kecewa saat tak mendapat Angel dan Amarah dimanapun bahkan diparkiran kantor hingga gadis itu memilih pergi menenangkan dirinya untuk sementara waktu.


Dan disinilah dia saat ini disebuah pantai berpasir putih dengan pemandangan yang indah dan cukup menenangkan bagi hati yang sedang stres ataupun galau. Dan ini kali kedua dia menginjak kaki dipantai ini.


Ayura membutuhkan tempat luas dan sedikit sepi ini untuk meluapkan semuah perasaan sedih, kecewa dan stres yang berkecimpung dihatinya.


Berdiri ditepi pantai dengan air laut yang sudah membashi kaki jenjangnya beserta celana panjangnya "Aaaaaaaaaaa....."Teriak nya dengan sangat kencang

__ADS_1


"Kamu sudah mengganggu ketenangan isi laut dengan suara cempreng mu." Suatau suara Barito mengagetkannya.


"Kau....?"


__ADS_2