Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Makan Malam


__ADS_3

Hari ini di manfaatkan Krishna dan Ayura untuk berjalan jalan sebelum besok mereka akan kembali. Ayura begitu antusias, menikmati pemandangan kota Jepang yang baru pertama kali ini dia datangi.


Rencananya Ayura juga akan berbelanja pernak-pernik sebagai oleh oleh untuk Papanya dan untuk semuah teman satu teamnya.


Jarak yang ditempuh sedikit jauh membuat Ayura tertidur didalam mobil.


Krishna yang menyadari hanya bisa menggeleng, melihat Ayura tertidur dengan begitu pulas.


"Anak ini hobi sekali tidur dalam mobil, benar-benar tidak bisa dibiarkan naik kendaraan umum seorang diri." Keluh Krishna.


Pria itu lalu membetulkan tidur Ayura yang agak miring. Diraihnya kepala Ayura lalu disandarkan pada bahunya.


Krishna tersenyum senang menikmati wajah polos Ayura saat tertidur. Begitu damai dan cantik.


"Dam, jalankan pelan pelan mobilnya, biarkan dia tertidur dengan lama." Titah Krishna pada Adam yang sedang mengemudi.


"Baik Tuan."


Mobil telah sampai ditempat yang dituju. Waktu tempuh yang seharusnya 30 menit, menjadi 1 jam karena Adam memgedarai mobilnya dengan pelan seperti titah Tuanya.


Karena dia tahu selain membiarkan Ayura tidur dengan lama, dia juga yakin kalau sebenarnya Krishna ingin berlama-lama dengan gadis itu.


"Ay, sudah sampai." Ucap Krishna membangunkan Ayura


Gadis itu hanya terbangun sesaat lalu kembali tertidur dengan mencari posisi nyaman pada bahu kokoh Krishna.


Hal itu membuat Krishna terkekeh, merasakan gemas dengan tingkahnya.


"Ay... Hei! Bangun kita sudah sampai" Ucap Krishna lagi sembari menepuk pelan pipi Ayura.


Ayura melenguh dan akhirnya perlahan membuka matanya. "Sudah sampai ya..?" Tanya nya sembari mengucek kedua matanya dan melihat sekeliling lewat kaca mobil.


"Sudah Tuan putri." Ucap Krishna dengan senyum lebar.


"Hehehe, maaf aku ketiduran ya..?" Wajahnya seketika memerah, menyadari dia ketiduran di bahu Krishna.


Tubuhnya langsung bergeser menjauh, merapikan rambutnya tanpa melihat Krishna. "Maaf aku ketiduran dibahu mu." Sesal gadis itu menahan malu.


"Tidak papa Ay, walaupun kepala mu sangat berat, tapi aku nggak keberatan untuk gadis secantik kamu." Gombal Krishna disertai kekehan membuat Ayura berdecak kesal.


Dia kemudian ikut tersenyum menyadari kalau Krishna hanya bercanda padanya.


Keduanya lalu bergegas turun dari mobil, Krishna kemudian menggenggamnya tangan Ayura tapi Ayura melepaskan genggaman tangan Krishna.


Membuat Krishna menatap heran pada Ayura "Kenapa..?"


"Ha..?" Ayura yang tidak menyadari itu langsung memasang wajah tak mengerti.


"Kamu melepas tangan ku Ay."

__ADS_1


"Oh.. Aku takut ada yang memgenali mu dan memberitakan mu."


Krishna menghela nafas kesal." Tidak akan ada yang memgenali ku Ay, aku memakai topi dan kaca mata. Lagian disini tempat nya ramai, semuah orang sibuk dengan urusannya, jadi tidak akan ada yang mengenalik ku. Lagian akau takut nanti kita malah terpisah."


Menyadari kekesalan Krishna, Ayura lalu merai tangan Krishna dan menggenggamnya. Satu yang disadarinya kalau Krishna orangnya cepat kesal, membuat Ayura harus bisa banyak mengalah.


"Ayo!" Ajak Ayura membuat pria itu melengkungan bibirnya.


Shinshainbashi shopping street yang merupakan tempat belanja populer di Osaka menjadi tempat tujuan mereka untuk berbelanja pernak-pernik, pakaian sebagai oleh oleh.


"Disini kawasan perbelanjaan yang paling terkenal di Osaka. Dan asal kamu tahu tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asal Indonesia jadi jangan heran, disini ada spot yang tulisan 'Selamat datang'" Jelas Krishna


"Wah benarkah..?" Tanya Ayura antusias


Dan benar saja saat mengexplore semuah kawassn itu telat dihadapan mereka terdapat tulisan 'Selamat datang' membuat Ayura terlonjak senang.


Puas berbelanja, keduanya langsung singgah di market Street, mencicipi semuah kuliner khas Jepang sekalian mengisi perut yang keroncongan


Krishna terus mengganggam tangan Ayura, dengan alasan takut mereka terpisah, walaupun Ayura merasa risi tapi dia membiarkan nya.


Setelah lelah berjalan jalan, berbelanja dan menikmati kuliner, keduanya pun memutuskan untuk pulang.


"Capek ya..?" Tanya Krishna saat keduanya sudah didalam. mobil.


"Enggak Krish, aku sangat senang kok. Makasih banyak yah."


"Untuk..?"


"Itu semuah tidak seberapa Ay, aku yang seharusnya berterimakasih karena sudah bersedia ikut dengan ku."


Keadaa menjadi hening beberapa lama hingga suara Krishna memecah keheningan.


"Ay, entar malam aku ingin mengajak mu makan malam diluar, ada yang ingin ku sampaikan."


Netra Ayura lalu menelisik netra Krishna dengan bingung. "Ada apa..?"


Krishna tersenyum. "Entar malam kamu akan tahu hmm. Jangan lupa dandan yang cantik ya." Ucap Krishna sembari mengedipkan matanya. membuat Ayura ingin tertawa tapi ditahannya.


Malamnya seperti permintaan Krishna, Ayura tampil anggun dengan sheath dress berwarna putih dengan keyhole di bagian dada. Penampilan nya disempurnakan dengan baguette bag berwarna peach dipadukan dengan stilleto shoes berwarna senada, membuat penampilan Ayura secantik dewi Yunani.


Krishna telah menunggu di depan pintu kamar Ayura, sudah beberapa kali dia mengetuk pintu belum ada jawaban dari dalam.


Sampai saat Ayura membuka pintu, Krishna yang sedang menunduk didepan pintu kamar sembari menggerakan ujung sepatu kanan diatas lantai langsung mengangkat kepalanya.


Seketika matanya membola dengan rahang yang terbuka, dia terkesima dengan penampilan Ayura.


Ayura dibuat salah tingkah melihat netar Krishna yang tak berkedip. "Penampilan ku berlebihan ya..? Apa ini terlalu mencolok..? Biar aku ganti saja."


Melihat reaksi Krishna yang hanya diam membuat Ayura merasa minder, dia pikir Krishna tidak menyukai penampilannya hingga dia berniat kembali mengganti pakaian nya, tapi baru saja dia membalikan badanya, Krishna langsung menjegal tangannya

__ADS_1


"Tida usah Ay." Krishna menahan tangan Ayura yang hendak berbalik. "Kamu sangat cantik malam ini." Puji Krishna masih dengan memandang wajah cantik Ayura


Dia terkesima sampai tak berkedip. Refleks tangan kanannya terangkat membelai lembut pipi Ayura. "Kamu sangat cantik" Puji Krishna lagi.Netranya masih memandang takjub ciptaan Tuhan yang begitu sempurna


Ayura kaget dan langsung membuang muka hingga tangan Krishna terlepas dari pipinya. Sesungguhnya dia merasa canggung dengan situasi seperti ini


"Ayo kita jalan" Ucap Krishna kemudian melingkarkan sebelah tangann meminta Ayura untuk menggandeng tangan nya.


Ayura merasa risi, dia hanya terpaku. " Ayolah Ay." Pinta Krishna.


Dan dengan perasaan sungkan Ayura lalu melingkarkan tangannya pada tangan Krishna


Ayura merasa sedikit canggung dengan sikap Krishna yang memperlakunnya seperti seorang tuan putri, dari membukakan pintu mobil untuknya, dan saat mereka sampai lagi lagi Krishna pun melakukan hal yang sama. Membuka kan pintu untuk nya.


Kemudian pria itu mengulurkan tangannya, masih dengan perasan risih Ayura meletakan tangannya diatas tangan Krishna.


Bak seorang pangeran dan Ratu keduanya melangkah kedalam restoran mewah yang sudah disiapkan Adam.


"Apa kita akan makan disini..?" Tanya Ayura sembari menyapu restoran dari luar yang terlihat begitu megah. Dia yakin makanan yang disajikan didalam pun pasti harganya sangat fantastis


Krishna mengangguk" Apa kamu suka..?"


"Apa ini tak terlalu mewah Krish..? Kita kan hanya makan malam biasa..?"


"Kata siapa hanya biasa..?" Tanya Krishna dengan senyum semrik.


"Maksud mu..?" Ayura bingung. Sesungguhnya dia tidak tahu apa yang tengah direncanakan Krishna


"Ayo" Ajak Krishna tanpa menjawab kebingungan Ayura. Dia kemudian melangkah diikuti Ayura disamping nya, karena posisi mereka masih bergandengan


Saat sudah didalam restoran Ayura kembali dibuat tertegun dengan dekorasi didalam restoran yang sepertinya sengaja didekorasi dengan sangat indah dan elegan.


Terdapat beberapa bunga berwarna-warni disetiap sudut ruangan, dan saat memasuki lebih dalam netranya membola melihat suasana lebih indah dan romantis dengan nyala lilin disetiap jalan, bunga beraneka ragam dengan kita berwarna warni.


Terlihat di depan mereka sebuah meja dengan nyala lilin aromaterapi dan bunga segar tak kalah cantik.


Perasaan Ayura menjadi tak tenang, pikiran nya berkecamuk. Gadis itu berpikir sepertinya bukan makan malam biasa seperti apa yang dipikirkannya tadi.


"Apa kamu suka..?" Bisik Krishna tepat ditelinga Ayura.


Gadis itu meremang, memaksa sebuah senyuman dan memgangguk.


"Tapi kenapa seheboh ini Krish, kalau hanya untuk makan malam." Tanya Ayura


Wajah Krishna merengut "Ini bukan malam biasa Ay. Karena ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada mu. Tapi bukan sekarang karena aku ingin kita makan dulu hmm..?"


Krishna lalu menarik sebuah kursi untuk Ayura. Gadis itu masih bergeming membuat Krishna memegang kedua bahunya lalu mendudukannya dikursi yang sudah ditariknya tadi.


Lagi lagi Ayura memaksa sebuah senyuman. "Makasih Krish."

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2