
Mobil Krishna telah terparkir di pekarangan rumah Ayura. Keduanya lalu turun bersamaan.
"Apa mau mampir dulu Krish..?" Tawar Ayura
"Hmm, sepertinya nggak dulu deh Ay, soalnya aku juga lagi cape, mau istirahat. Nggak papa kan..?"
Ayura tersenyum. "Nggak papa Krish."
"Makasih sayang.. Besok pagi saat menjemput mu baru aku mampir sekalian bertemu dengan Om Bramantyo."
Ayura tersipu malu saat Krishna menyebutnya sayang. Krishna yang menyadarinya tersenyum lucu. Dia mengacak rambut Ayura.
"Udah, masuk gih. Di luar anginya sangat kencang. Aku juga langsung pulang."
"Aku ingin mengantar mu dulu, baru masuk."
"Baiklah kalau itu mau mu. Dah sayang, sampai jumpa besok pagi." Krishna kembali menggoda Ayura membuat gadis memekik kesal. Dia tahu Krishna tengah mengerjai nya
"Hati hati Krish..Sepertinya akan ada badai."
Mobil Krishna telah menghilang dari balik pintu pagar, Ayura pun beranjak masuk kedalam rumah.
Tapi saat diteras, Angel dengan tatapan menyeringai telah menunggunya dengan tangan bersedekap didada.
"Wah, rupanya tuan putri sudah pulang ya..? Gimana rasanya berkencan dengan pria kaya raya..? Apa kalian juga menghabiskan malam bersama..? Berbagi peluh..? Secara kalian hanya berdua saja disana, tak ada pengawasan. Apa kamu sudah menjual tubuhmu ini..?" Sarkas Angel dengan menunjuk dada Ayura dengan jari telunjuk nya.
Rahang Ayura menegeras, " Kau..." Pekik Ayura menunjuk Angel dengan jari telunjuknya dengan emosi yang membara.Kemudian menepis jari Angel yang masih menunjuk dadanya
Baginya kali ini Angel sudah keterlaluan, telah menganggapanya murahan
"Apa..?" Tantang Angel dengan wajah congkak
"Aku tidak serendah itu Angel. Dan tutup mulut busuk mu itu, karena aromanya tak sedap banget di hidung ku. Seharusnya yang rajin gosok gigi mu, agar mulutmu tidak menyebarkan bau yang seperti sampah itu." Sarkas Ayura tak kalah pedas.
Angel meradang, dia lalu mendorong tubuh Ayura hingga gadis itu terhuyung kebelakang.
Bersamaan angin kencang yang tengah menerpa mereka membuat pot bunga diatas balkon sedikit demi sedikit bergerak maju.
Ayura menyadari itu. Dan netral Ayura benar-benar membelalak saat pot itu benar-benar terjatuh dari atas.
"Angeeeellll... awaaass..."
Bukh....
"Auwww..." Darah segar telah mengalir deras di pelipis Ayura.
Sedangkan Angel terjatuh dilantai karena dorong Ayura, Tubuhnya menegang dan melemah karena masih shock dengan bencana yang terjadi tiba tiba.
Butuh beberpa detik hingga dia tersadar saat melihat wajah Ayura yang berdarah.
Buru buru dia beranjak bangun menghampiri Ayura, dan tepat dia menangkap tubuh Ayura saat gadis itu terhuyung hampir jatuh.
"Ay.... Kamu nggak papa...? Astaga Ay, bagaimana ini..?" Angel panik, dia terisak
Amarah, benci dan dendam mewarnai pertengkaran merka tadi sirnah, menguar entah kemana. Berganti rasa panik, takut dan sedih.
Angel lalu berteriak memanggil para art nya, memintai tolong. Dan Ayura lalu dilarikan ke kamarnya.
Angel berniat membawa nya kerumah sakit, tapi gadis itu menolak. Dengan alasan dia nggak papa dan hanya pusing sedikit, mungkin karena faktor kelelahan juga.
__ADS_1
Tak ingin membantah saudara tirinya, Angel manut saja dengan seorang art dia memapahkan Ayura ke kamarnya.
Seorang art nya lagi, begegas kedapur mengambil air panas untuk mbersihkan luka Ayura.
Ayura telah dikamar, dan langsung mendapat penanganan dari art nya, Angel yang panik melihat darah yang tak kunjung berhenti mengalir langsung menghubungi Dokter keluarga.
Sambil menunggu kedatangan Dokter, Angel terus berdiri dikaki Ayura yang sedang dibersihkan darahnya oleh art itu.
Terlihat wajah tegang dan penuh rasa bersalah terlukis jelas diwajah antagonis nya itu.
Sesekali dia melirik jam tangannya. "Kenapa lama sekali..?" Umpat nya pada Dokter yang belum tiba. "Bi, kenapa darahnya nggak mau stop." Terdengar nada kekuatiran dari suaranya.
"Nggak tau non, tapi mungkin karena lukanya agak dalam." Jawab si art membuatnya bertambah gelisah.
"Keluarlah Angel, kegelisahan mu membuat ku muak" Sarkas Ayura dengan mata terpejam.
Sesungguhnya dia merasa senang Angel menguatirkanya. Tapi mengingat kejahatan wanita itu tadi sebelum insiden buruk ini menimpanya membuatnya membentangi hatinya agar tak termakan dengan kekuatiran ratu drama itu.
"Aku akan tetap disini sampai Dokter menangani mu."
"Kenapa..? Apa kamu ingin memastikan kalau aku akan mati atau tidak..?"
"Kau..."
"Kenapa..? Bukankah itu yang kau ingin kan dari ku..?"
"Diam kau.. Udah sekarat juga masih lantang.." Angel terpancing.
Tak berselang Dokter pun masuk kedalam kamar Ayura, seorang art yang ditugaskan Angel untuk menunggu Dokter dan menggntarnya kekamar Ayura.
Seorang Dokter muda dan tampan, tampak sungkan memasuki kamar Ayura.
"Ayura.. ? Lirih Dokter itu bercampur kaget, apalagi melihat darah yang masih mengalir di pelipis gadis itu.
Sontak Ayura membuka matanya. " Dokter Dani..?" Ayura pun kaget.
Angel pun terkejut, melihat Ayura mengenal Dokter tampan itu. Dia tidak menyangka akhir akhir ini Ayura berkenalan dengan pria pria tampan dan kaya, misalnya Abi, Krishna dan sekarang Dokter tampan ini yang baru diketahui bernama Dani.
"Astaga Ay, apa yang terjadi..?"
"Hanya kecelakaan kecil."
Dani lalu mendekat. "Aku akan mengobati mu, Astaga.. ini bukan kecil Ay, lukanya lumayan lebar." Ucap Dani saat melihat lebih dekat luka Ayura.
"Tunggu, aku ambil peralatan ku dulu di mobil, lukanya harus dijahit." Dani lalu berlari kebawah, mengambil peralatan nya yang memang selalu tersedia di mobilnya. Takutnya kejadian kejadian yang tak terduga saat di perjalannya, sperti kecelakaan atau yang lain. Membuatnya selalu siaga.
Dani lalu mengobati luka Ayura dan terakhir menutupnya dengan perban. " Sudah selesai. Usahakan jangan terkena air dulu yah, kalau mandi, wajahnya dilap aja pakai handuk. Aku akan meresepkan obatnya agar cepat sembuh, besok pagi aku akan kesini lagi untuk memgecek lukanya, sekalian mengganti perbannya."
"Makasih banyak Dok."
Dani tersenyum "itu sudah tugasku. Apa Abi sudah mengetahuinya..?"
Pertanyaan Dani membuat Ayura dan Angel kaget bersamaan.
Ayura menggeleng. "Belum Dok, dan aku mohon jangan memberitahu kan pada Pak Abi."Pinta Ayura penuh harap..
Dahi Dani mengerut. Tapi lain bagi Angel, dia merasakan bersyukur kalau Ayura merahasiakan kecelakaan nya ini, bisah dibunuh dia sama Abi kalau melihat Ayura terluka seperti ini karena menolongnya, apalagi sempat diwarnai pertengkaran keduanya. Ancaman Abi masih terngiang di benaknya.
" Kenapa..?" Tanya Dani bingung.
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin dia kepikiran Dok. Lagian lukanya hanya dikit. Pak Abi terlalu banyak pekerjaan hingga tidak usah disibukan dengan hal remeh temeh ini."
'Hal remeh temeh..? Dia bahkan bisa gila bila melihat luka mu ini, aku bahkan yakin, dia akan memaksa menggendong mu ke rumah sakit sambil berteriak histeris memanggil ku.'
"Baiklah kalau itu mau mu. Aku pergi dulu, tapi tolong obatnya langsung ditebus agar dapat langsung diminum." Ucap Dani lalu menggantungkan resep obat ditangannya, bermaksud menanyakan pada siapa resep itu akan diberikan.
Angel peka, dia lalu mengambil resep itu dari tangan Dani. "Biar aku saja yang pergi." Angel pun langsung berlalu.
Dani tersenyum penuh makna saat tangan Angel tanpa sengaja menyentuh tangannya.
Dani pun ikutan pamit pulang.
Dibawah, di depan teras Angel masih berdiri menunggu taksi online yang baru di pesannya itu. Karena mobilnya masih di bengkel. Sedangkan mobil yang lain sedang digunakan Papanya dan Mamanya yang pergi dengan pekerjaan masing-masing.
Dani menghampiri nya. "Kenapa belum jalan..?"
"Aku sedang menunggu taksi nya Dok." Jawab Angel cuek, sambil melihat keluar pagar, siapa tahu taksi nya sudah datang.
Dani tersenyum. "Ini sudah sangat malam, nggak baik seorang gadis naik taksi." Ucap Dani ramah, sok perhatian, tapi Angel malah melirik nya tak suka.
"Kalau tidak keberatan, aku bersedia mengantar mu." Tawar Dani.
"Nggak usah, makasih" Tolak Angel angkuh. Dani hanya tersenyum menanggapi.
Dia belum beranjak, masih setia menunggu gadis cantik itu, siapa tau dia berubah pikiran, pikirnya.
"Kenapa belum pergi..?" Tanya Angel sinis.
Dani menghela nafas kasar, ternyata hati gadis ini tak tergoyahkan, terlalu angkuh.
"Baiklah kalau begitu, akun permisi, selamat malam." Dani melangkah dengan lesu. Niat ingin berduaan dengan gadis pujaannya kandas sudah.
Tapi baru dua langkah, dia mendengar Angel tengah mengobrol dengan seseorang melalui ponsel, karena dia mendengar tadi ponsel gadis angkuh itu berdering.
Dapat ditangkap kalau taksi yang dipesan gadis itu batal datang. Dengan senyum lebar dia terus melangkah tapi tentunya dengan langkah yang pelan, sangat pelan seperti kura kura.
"Satu..... "
"Dua..... "
"Tiga.... "
Hitung pria itu..
"Tunggu.. " Teriak Angel dan langsung berlari kearahnya.
Dani pura-pura tak mendengar dan terus melangkah meninggalkan mu, lelah hati menantikan sikap mu. (Lah, malah nyanyi Dokternya..)
"Dokter tunggu."Cegat Angel memegang lengan Dani.
Pria itu pura-pura bingung. Alisnya sengaja menukik keatas.
" Taksi ku nggak jadi datang. Jadi bisahkah kalau anda mengantar ku..?" Tanya Angel tanpa basa basi, sifat angkuhnya masih mendominasi
"Baiklah, mari." Jawab Dani sok cool. Pada hal dalam hati nya bersorak senang.
'Terima kasih Tuhan, setelah sekian lama,akhirnya diberi kesempatan berdekatan dengannya.'
🌿🌿🌿🌿🌿 BERSAMBUNG. 🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1