Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Nonton, Belanja Dan Makan.


__ADS_3

Seperti kesepakatan bersama hari ini ketiga bestie forefer itu memilih menghabiskan wekend untuk jalan-jalan bersama.


Dan untuk menghibur Ayura yang lagi galau, mereka menyerahkan keputusan rute perjalanan mereka padanya.


Maka pilihan pertamanya adalah nonton di bioskop. Dilanjutkan dengan belanja dan diakhiri dengan makan makan.


Dan disinilah mereka sekarang, Nanda dan Putri sudah lebih dulu datangnya, keduanya sedang menunggu Ayura.


Tak berselang yang ditunggu pun datang, senyum keduanya perlahan memudar saat tahu siap yang sedang mengekori langkah the Best bestie.


Semakin dekat jarak mereka, Putri mencoba tersenyum walau dengan sedikit paksaan, karena dia tidak ingin merusak senyum Ayura dan saudar tirinya yang tengah terkembang sempurna.


Tapi tidak dengan Nanda, gadis itu tetap mempertahankan raut tak sukanya itu. Sesungguhnya dia masih belum menerima Angel, dia masih menyimpan sikap waspada.


"Maaf kami sedikit terlambat. Apa kalian sudah lama menunggu..?" Kedua temannya hanya menggeleng pelan. "Nggak Papa kan kalau aku mengajak Angel..?" Ayura sudah bisa membaca raut tak suka kedua temannya itu


"Nggak Papa kok Ay, Iya kan Nan..?" Ucapnya semabri menyikut lengan Nanda.


"Iya nggak papa kok."Jawab Nanda datar.


"Sepertinya kalian nggak nyaman ya dengan kehadiran ku."Tebak Angel tepat sasaran.


"Nggak lah Jel, santai saja. Lagian lebih mendingan, ketimbang bertiga entar ada yang genapin" Seloroh Putri membuat Ayura dan Angel terkekeh, tapi Nanda malah memelototinya.


"Ck! Kamu kira kita lagi dihutan..?" Ketus Nanda kemudian ikut tersenyum.


"Yah udah, sekarang kita bagi tugas, aku dan Putri antrian tiket sedangkan kau dan Angel, membeli snack nya, ok!"Titah Ayura membagi tugas.


Nanda sedikit memberenggut tak suka dengan pembagian team, bagaimana mungkin dia disandingkan dengan gadis yang paling dia benci, tapi tak ingin membuat Angel semakin kecewa dia pun terpaksa mengiyakan.


Keempat gadi itu langsung berpencar.


"Maaf ya, kalau aku mengganggu acara kalian." Sesal Angel dengan sendu saat Keduanya tengah mengantri membeli snack.


"Nggak Papa kok Njel, santai aja. Aku juga minta maaf karena sikap ku membuatmu tak enak, aku belum terbiasa saja dengan dirimu. Tapi mungkin dengan kebersamaan kita kali ini, mungkin dapat mengikis jarak." Tutur Nanda tulus.


Angel tersenyum senang."Iya..Semoga saja kita bisa menjadi teman."


Film yang dipilih Ayura dan Putri adalah film horor. Vampir China. Film kesukaan Ayura, karena baginya meskipun horor tapi diselingin adegan adegan kocak yang bisa menghibur.


Dan benar saja , saat adegan horornya tiba keempat gadi itu tak segan segan berteriak histeris sesekali berpelukan.

__ADS_1


Dan disaat adegan lucu ke empat pun tertawa ngakak sesekali saling memukul karena tak bisa tahan melihat adegan lucu dimana seorang pria yang sedang mandi tiba tiba didatangi sang vampir, pria yang ketakutan itu langsung berlari dalam keadaan naked.


Kejadian di sebuah penginapan tua, sedangkan dibawah semuah pengunjung yang tengah menyantap hidangan dibuat terperangah melihat seorang priai yang sedang berlari kearah mereka sambil berteriak histeris.


Nampak benda dibawah tubuh pria itu bergelantungan terlonjak kanan kiri mengikuti gerakan sang tuan.


Seorang Ibu Ibu yang tak tega hendak menolong si pria dengan memberikan nampan untuk menutup benda yang sedang ngelondong, bertepatan dengan munculnya si vampir dari belakang hingga si ibu pun kaget dan takut, reflek memukul dengan kuat tepat di benda yang sedang bergelntungan itu menggunakan nampan.


Sontak pria itu kembali berteriak histeris bukan karena vampir nya tapi karena rasa sakit dan ngilu pada perkututnya yang habis di tabok sama si Ibu. Tapi tetap saja dia terus berlari melihat vampir yang semakin mendekat di ikuti dengan pengunjung yang lain.


* * * * *


Keluar dari gedung bioskop, ke empat gadis itu masih menyisahkan tawa di bibir sembari memegangi perut yang sakit karena kebanyakan ngakak.


"Ya ampun, sumpah filmnya kocak amat,aku sampai sakit perut " Cicit Putri sembari memegang perut.


"Iya, bagaiman dengan nasib dengan perkututnya pria itu ya, apa masih berfungsi setelah dihantam dengan nampan stenlis itu." Pertanyaan Nanda membuat ke empat gadis itu kembali tertawa.


"Seru kan film pilihan ku..? Lain kali kita akan nonton lagi dan aku akan pilih yang lebih seru lagi.Bagaiman..?"


"Ide bagus tuh, bila perlu kita ajak semuah anak anak team desainer. Biar rame" Usul Putri.


"Good ide" Jawab Nanda sambil menjetikan jari nya pada Putri. "Kamu juga harus ikut Jel, biar kita bisa seru seru bareng"


Sedangkan Angel merasa terharu karena Nanada mengajaknya , dia bahkan sangat bersyukur bisa berkenaln dengan teman teman Ayura yang begitu setia, saling menyayangi dan tulus.


Sedangkan dirinya selama ini tidak memiliki teman yang tulus, karena rata rata sifat temannya adalah depan memuji, belakang menghujat. Dibibir memuji dihati mengumpat..Mereka saling bersaing hingga tak segan segan saling menjatuhkan. Dan tak bisa menampik, kalau dirinya pun sama seperti yang lain.


Seperti rute yang sudah dibuat Ayura, keempat gadis itu langsung menuju mall terdekat untuk berbelanja.


Keempatnya langsung sibuk memilih pakayan, tas dan sepatu yang hendak dibeli.


"Ya ampun, ternyata disini mahal mahal coy. Aku nggak sanggup membelinya. Lihat harga gaun ini, seharga gajian sebulan ku. Ck ck ck, nggak sanggup aku."Cicit Putri sedih.


"Ck, tas ini pun nggak kalah mahal, tiga kali gaji bulanan ku."Nanda menimpali


Mendengar omelan kedua sahabat barunya, Angel tersenyum dan menghampiri mereka. "Pilih aja yang kalian mau, aku yang traktir." Ujar Angel membuat kedua teman Ayura melongo.


"Nggak usah Jel, ini terlalu mahal. Dan aku tidak begitu membutuhkannya kok." Tolak Nanad tak enak.


Apaan, dia baru saja menerimanya sebagian teman, masa langsung ditraktir belanja, mana harganya mehong gini lagi. Ah nggak nggak dia tidak ingin dikatakan memanfaatkan Angel.

__ADS_1


"Iya Jel, nggak usah repot repot, aku juga tidak begitu membutuhkan gaun jelek ini. Lagian aku sangat sibuk dikantor hingga nggak ada waktu untuk kepesta, jadi untuk apa membeli gaun ini. mubazir, hehehe." Putri pun menolak halus.


Raut Angel seketika berubah sendu." Ohh ayolah, anggap saja ini ucapan terimakasih ku karena sudah menerima ku sebagian teman kalian. Aku mohon, ya ..ya...yaa...?" Pinta Angel dengan tatapan menghiba membuat kedua nya tersenyum lebar dan langsung mengangguk kuat.


"Benar ya, nggak nyesel ya nanti uangnya habis karena membelanjakan kami..?" Tanya Putri memastikan


"Ck! Tenag saja, Aku nggak akan jatuh miskin hanya karena membelikan kamu gaun jelek ini." Angel ikut mengatai gaun yang dipegang Putri itu jelek. Membuat Putri terkekeh pelan.


"Berarti aku juga ditraktir dong, secara aku kan yang ajak kamu tadi" Seloroh Ayura dari belakang.


Sebenarnya dia sangat senang dan terharu dengan kebaikan Angel, dan sikap kedua temannya yang sudah menerima kehadiran saudar tirinya.


"Eh..Nggak ya. Buat kamu bayar sendiri gih. Enak saja, minta aja gih ama kekasih kau tuh, diakan kaya, kenapa malah mintanya sama aku, seorang pengangguran lagi."


"Kamu nggak adil Jel, sama mereka kamu bayarin. Masa sama aku nggak." Ayura mencebik kesal. Dan melangkah pergi meninggalkan Angel dengan perasan kesal.


Tiba tiba Angel berlari kecil mengahmpirinya dan langsung Merangkul pundaknya, sesungguhnya dia hanya mengerjai Ayura. Dia memang tidak ingin memberikan Ayura pakaian atau aksesori yang lain karena ada sesuatu yang ingin dibelikan untuk gadis itu.Sesuatu yang istimewa dan tentunya lebih mahal.


"Aku tidak akan membelikan kamu ini" Tunjuk Ange pada gaun gaun yang tengah dipegang Ayura "Tapi bagaiaman kalau aku membelikan kamu mobil, terserah kau mau yang mana. Aku bayarin. Bagaiman...?" Tawar Angel membuat langkah Ayura terhenti, dia langsung menatap dalam netra Angel mencari kesungguhan disana.


"Benarkah..? Aku yang pilih..?" Angel mengangguk


"Kamu yang bayar..?" Kembali mengangguk


"Kamu nggak bohong kan..?"


"Iya Ayura Putri Bramantyo "Teriak Angel penuh kesal.


Ayura memicingkan matanya. "Bagaiaman kalau pilihanku sangat lah mahal..? Apa kamu tetap nggak keberatan..?"


"Nggak, kalau uangku nggak cukup, kan aku bisa minta sama Papa."Jawab Angl cuek.


"Berarti itu sama aja Jel." Teriak Ayura tak terima.


Angel ngakak. "Aku becanda Ay. Tapi yang tadi aku serius. Kapan kamu ada waktu aku akan nemenin kamu untuk memilih ya."Ujar Angel dengan raut serius.


Dan Ayura menyadari nya itu, dia terharu dan langsung berhambur memeluk Angel. "Makasih banyak Jel, aku terharu" Dan ungkapan Ayura membuat Angel tergelak pelan.Tapi sesungguhnya dia pun terharu, dipeluk hangat oleh Ayura.


Dan tak jauh dari sana, Nanda dan Putri ikut menyaksikan drama Ayura dan saudara tirinya, keduanya pun ikut terharu.


Keduanya pun sangat yakin kalau Angel memang benar-benar sudah berubah.

__ADS_1


Dan hari ini dilewati ke empat gadis cantik itu dengan penuh tawa dan bahagia. Terutama Ayura dan kedua temannya. Karena belanjaan, makanan dan minuman mereka ditraktir oleh Angel, teman baru mereka.


Setelah makan di Ford court area dalam mall, keempatnya pun berpisah, Putri pulang sembilan dengan Nanda. Begitu pun Ayura semobil dengan Angel.


__ADS_2