
Abi pun menceritakan pada Dani apa yang terjadi pada Ayura. Pria itu pun terlihat Geram dengan kedua tangan terkepal kuat mendengar cerita Abi.
"Kasiha sekali nasibnya, kamu harus buat perhitungan dengan mereka Bi, serahkan mereka pada polisi biar mereka mendekat didalam penjara."Sembur Dani penuh emosi.
"Tidak! Aku tidak akan menyerahkan mereka kepada apolisi. Penjara bukan tempat yang tepat untuk penjahat seperti mereka, tidak ada efek jeranya. Aku malah sudah mempersiapkan hukuman apa yang pantas untuk mereka. Mereka terlalu berani berurusan dengan ku." Ujar Abi dengan penuh kebencian. Pria itu menyeringai iblis membuat Dani bergidik ngeri.
Dia sudah hafal dengan ekspresi Abi yang satu ini, ekspresi yang jarang diperlihatkan, tapi kalau dia sampai menyeringai iblis seperti ini maka lawannya tidak akan baik baik saja.
"Bagaimana dengan kondisinya, apa ada yang parah..?" Tanya Abi dan langsung mengganti ekspresi nya menjadi sendu.
"Dia tertidur, sepertinya dia sangat lelah.Aku meresepkan obat buatnya dan juga salep, oleskan pada semuah luka lukanya. Dan untuk kejiwaan nya, lihat besok kalau dia sudah mau diajak bicara, maka tidak apa apa. Tapi kalau dia msih ketakutan dan meracu tak jelas, maka bawalah dia ke rumah sakit."
Dan kemudian percakapan mereka terputus karena ada telpon masuk dari ponsel Dani. "Tunggu." Ucap Dani pada Abi.
Dia pun lalu menerima panggilan itu. " Halo..APA..?" Teriak Dani "Cepat share loc, dan tetap disitu, jangan keman mana, aku akan segera kesana." Dani mematikan panggilan.
"Bi maaf tapi aku harus pergi. Ada urusan penting."
Setelah kepergian Dani, Abi kembali menghampiri Ayura, duduk ditepi kasur membelai pipi Ayura yang terluka. "Aku janji, akan membalas semuah perlakuan mereka pada mu. Aku pastikan mereka akan menyesal karena telah menyentuh mu. AKU JANJI ITU" Ucap Abi dengan penuh penekanan.
"Tidurlah, aku akan kembali nanti " Ucap Abi lagi kemudian mendaratkan sebuah kecupan dikening gadis yang masih tertidur lelap.
"Bik.." Panggil Abi pada Bik Sumi yang tengah duduk dimeja makan. "Aku akan pergi sebentar, tolong temanin Ayura didalam. Usahakan jangan membuatnya terbangun. Tapi kalau pun dia terbangun, segera hubungi aku."
"Iya Den."
Bik Sumi pun langung menuju kamar yang ditempati Ayura sekarang.
Abi lalu mengambil ponsel pintanya dalam saku celananya. Dia akan menghubungi Willy
Panggilan pun terhubung. "Mereka dimana..?" Tanya Abi to the point
"Dimarkas Tuan." Jawab Willy.
"Jangan sentuh mereka, mereka bagian ku" Ujar Abi dengan menyeringai tajam. Senyum iblisnya tak pernah ditampak pada siapapun, kecuali pada semuah musuh musuhnya. Dan siapapun melihat senyum nya itu pasti akan bergidik ngeri.
"Ba..baik Tuan." Willy yang sudah lama mengabdi dan bekerja pada Abi tentu tahu, arti ucapan Tuannya. Dia bahkan langsung begidik hanya dengan ucapan sang Bos.
Dipandangnya ke empat preman yang sedang duduk terikat di kursi masing masing. "Kalian salah mencari lawan. Kalian telah membangunkan monster yang selama ini tertidur." Ucapnya pada keempat preman itu sembari berjalan mengitari kursi yang mereka duduk.
__ADS_1
"Berdoalah, semoga kalian langsung dibunuh, tanpa harus disiksa, karena kalau itu sampai terjadi, maka kalian pasti akan menangis menyesal telah dilahirkan kedunia ini" Ucap Willy lagi semabri menepuk pipi sang Bos preman. Ke empat nya langsung begidik ngeri.
* * * * *
Abi mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, Sorot matanya begitu tajam lurus kedepan, dengan rahang yang mengeras, genggaman pada setir mobil pun terlihat sangat kuat hingga buku buku tangan nya memerah.
Dia bahkan menekan klakson dengan begitu kuat dan terus menerus, saat laju mobilnya dihalang oleh pengendara lainnya..Terdengar makian dan umpatan dari pengendara lainnya saat dirinya menyelip.
Dia hanya ingin cepat cepat pergi kesuatu tempat, setelah mengetahui dari anak buahnya orang yang ingin dijumpainya berada.
Tak menunggu waktu lama, pria itu sudah sampai di rumah utama. Abi menekan klakson dengan begitu keras saat pagar rumah tak dibuka denga cepat oleh penjaga rumah. Dia bahkan hampir menabrak pagar besi itu kalau saja penjaga itu tidak cepat cepat membukukan pagar tersebut.
"Kemana saja kalian, kenapa lama bukanya..?"Umpat Abi penuh kesal, membuat sang penjaga tertegun. Ini bukan sifat Tuannya.
Saat masuk kerumah utama, rumah tempatnya tinggal bersama kedua orang tuanya, Abi berlari masuk dengan ekspresi tak bersahabat.
"KRISHNA....KAU DIMANA....?"Teriak Abi menggelegar, tak peduli semuah penghuni rumah telah terlelap, karena saat ini sudah jam tepat 12 malam.
Dia tahu Krishna ada dirumah ini, dari anak buahnya yang disuruh melacak keberadaan Krishna.
Setahunya Krishna pun belum lama berkunjung kerumah ini, jadi dia yakin adik nya pasti belum tidur.
Melihat keberadaan Abi yang sempat berteriak memanggil nama Krishna apalagi melihat wajah amarah Abi, membuat kedua orang tua Abi berdiri dengan wajah penuh bingung, ada apa sebenarnya ini...? Mungkin seperti itu pertanyaan dalam hati kedua suami isteri paruh baya itu.
Belum hilang kagetnya, saat Krishna datang bersama seorang gadis ditengah malam, mengatakan kalau gadis itu adalah teman masa kecilnya yang dicarinya selama ini.
Belum usai cerita Krishna, mereka sudah dikejutkan dengan teriakan Abi memanggil nama Krishna. Apalagi didapat wajah Abi yang menyiratkan kemarahan yang berapi rapi.
Abi melangakah dengan cepat, Krishna pun sama, tahu dirinya yang sedang dicari sang kakak, memilih menghampiri nya
Walaupun Airin sempat menghalang tubuh Krishna, tapi Krishna menurunkan tangan Mamanya yang sedang menahan pergerakan nya. Disertai sebuah senyuman penenang, mengatakan semuah baik baik saja.
Disaat kedua pria bertubuh sama sama tegap, sama sama tinggi dan kekar itu berhadapan tanpa menunggu lagi,
Bukh...
Bukh...
Bukh...
__ADS_1
"Brengsek kamu, aku akan membunuh mu." Teriak Abi beriringan dengan ayunan tangannya yang begitu kuat menghujani wajah tampan Krishna yang bertubi tubi hingga pria itu jatuh tersungkur kelantai.
"Aaaaa" Teriak Mama Airin yang kaget melihat Abi menghajar Krishna
Belum puas sampai disitu, Abi menarik tubuh Krishna dan kembali menghujani wajah dan perut adiknya dengan pukulan yang membabi buta.
"Aku akan membunuh mu, bajingan.. Brengsek kamu." Abi terus saja memaki, mengumpat sembari meninju wajah dan perut Krishna tanpa ampun.
Pak Ardiansyah tak tinggal diam, bergegas dia menghampiri kedua putranya berniat melerai. "Abi...Stop! Apa yang kalian lakukan, ha..?" Baru saja dia menarik tangan Abi tapi Abi yang masih dikuasai emosi, menghempas kuat tangan sang panutannya, hingga pria malang itu jatuah terduduk di lantai.
Perkelahian kini seimbang, karena Krishna pun telah melakukan serangan balas, walaupun pukulan dan serangan bisa dihalau bahkan di elak oleh Abi, tapi tetap saja sesekali dia pun membalas menghantam wajah sang kakak.
Teriakan dan tangisan Airin, tak didengar lagi, Abi sudah menggila. Bayangan bayangan, Ayura menangis, ketakutan dan terluka membuat dunianya menghitam, tak ingat lagi siapa tandingannya, yang dipikirkan nya sekarang adalah habisi sang lawan .
"Aku sudah memperingati kamu untuk tidak membuat nya terluka kan, tapi apa ini."
Bukh...
Bukh...
"Aku sudah bersumpah, akan membunuh mu malam ini" Tangan Abi kembali terangkat, hendak menghantam wajh Krishna yang sudah tak berbentuk.
Prang.....
"Hentikan..." Teriak Airin setelah menghancurkan sebuah keramik.
"Kalau kalian masih sayang sam Mama, makan hentikan." Teriak Airin, dengan tangan yang memegang pecahan keramik, ingin mensayat pergelangan tangannya.Diiringin dengan tangisan pilu melihat kedua putranya berkelahi.
Kedua tangan Abi dan Krishna seketika menggantung diudara, melihat wanita yang mereka cintai ingin bunuh diri.
Abi lalu mendorong tubuh Krishna, pria itu sempoyongan hampir jatuh tapi seketika ditangkap oleh seorang gadis. "Kak Krish.."Panghil gadis itu sembari merangkul tubuh Krishna yang hampir jatuh.
Dengan ibu jarinya, Abi mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Dirinya kemudin tersenyum miring "Apa karna wanita ini kamu membuang Ayura dijalanan...?" Sinis Abi, melirik tajam gadis itu
"Bukan urusan mu" Jawab Krishna tak kalah sinis.
"Kamu tahu, karena kelakuan brengsek mu Ayura hampir saja diperkosa brengsek." Teriak Abi.
Dan Ucapan Abi membuat bola mata Krishna membesar, begitu pun Airin dan Ardiansyah.
__ADS_1
"A..apa maksud mu.?" Tanya Krishna.