Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Alasan Terlambat.


__ADS_3

Tiga jam sebelumnya.


Dibelahan bumi bagian lain, tampak seorang pria dengan stelan rapi, terlihat sangat tampan dan berwibawa.


Senyum mereka tercetak jelas dibibir pria itu kala mengingat sebentar lagi akan bertemu kekasih hatinya yang baru tadi soreh berpisah.


Entah mengapa rindu itu kembali melanda.Tapi mengingat sebentar lagi dia akan bertemu dengan gadisnya membuat bibir tebalnya terus saja melangkung lebar.


Dia bahkan sudah merencanakan akan memghabiskan malam ini bersama sang kekasih, mengingat besok adalah wekend.


Dia baru saja akan pergi tapi mendadak ponselnya berdering. Dahinya seketika mengkerut saat nama anak buahnya yang disuruh mencari keberadaan Yua kecilnya menelpon.


Ya selama ini setelah memutuskan mengambil alih perusahaan Yudistira Entertaiment, dia meminta anak buah nya untuk mencari Yua nya itu.


Buru buru pria itu menggeser tombol warna hijau pada layar smarphonenya, panggilan pun terhubung.


"Ada apa..?" Tanyanya setelah panggilan terhubung


"Lapor Tuan! Kami sudah menemukan keberadaan teman kecil Tuan." Lapor anak buahnya itu.


Rahang Krishna seketika terbuka dengan wajah tak percaya nya. "Benarkah..? Terus diman dia sekarang..? Apa dia sekarang bersamamu..?" Cecar Krishna penuh haru.


"Dia belum bersama kami Tuan.Tapi kami sudah mendapatkan alamatnya. Dan kami sedang menuju rumahnya untuk menjemput nya."


"Katakan dimana posisi kalian, aku akan menyusul kalian. "


"Maaf Tuan, tapi nona Yua tinggal diluar kota. Jadi saran saya, Tuan tunggu saja disitu, kami yang akan membawanya kesana." Ujar pria itu dengan sedikit hati hati, takut menyinggung perasaan si Boss.


"Kamu berani memerintahkan ha..?" Bentak Krishna tak terima. Bagaiman mungkin dia disuruh menunggu saja setelah sekian lama dia menunggu untuk momen seperti ini, bertemu dengan teman masa kecilnya.


"Aku tidak berani Tuan. Disini cukup terlalu jauh untuk menjangkau rumah Nona Yua, kalau harus menunggu Tuan lagi, aku takut jadinya semakin lama kita bertemu dengan Nona Yua, Tuan." Jelas pria itu dengan sabar


Krishna terdiam, dan akhirnya kembali berseru "Baiklah, tapi tetap kabari aku hal sekecil apa pun oke. Aku akan menunggu kalian disini, dan kalau bisa malam ini langsung bawa dia menemuiku." Intrupsi Krishna dengan senyum terkembang sempurna.


Perasaannya begitu bahagia, akhirnya penantian panjang dan usahanya selama ini berbuah hasil. Bertemu dengan teman masa kecilnya.


Seperti apa dia nanti, apa secantik dulu, apa dia masih mengingat ku, apa yang harus kulakukan bila bertemu dengannya nanti. Begitu banyak pertanyaan berputar putar dibenaknya, dan memikirkan apa saja yang disiapkan dan dilakukan untuk menyambut kehadiran gadis itu hingga dia melupakan janjinya bersama Ayura, kekasih nya sekarang.


Terlalu fokus menelon sana sini, menanyakan keberadaan Yua nya, menelpon Adam untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut gadis itu, membuat dia mengabaikan telpon dan pesan Ayura.


Diapun hanya sekali membalas pesan Ayura diantara banyak nya pesan gadis itu.


Dia pun menelpon Ayura mengabarkan kalau dia sudah dalam perjalanan, tapi baru saja mobilnya keluar dari apartemennya, dia kembali mendapat kabar kalau Yua nya sudah dalam perjalanan.


Tak ingin membung waktu Krishna lalu memutar setir, melaju ke bandara dengan tidak sabar nya menunggu disana.


Tapi hampir sejam lebih menunggu pria itu mendapat kabar kalau sedikit ada masalah membuat mereka tak jadi terbang malam ini.


Dia terlihat sangat kesal, mengomel, mengumpat tidak jelas hingga tiba tiba dia mengingat janjinya bersama Ayura, Krishna kembali melajukan dengan cepat mobil sportnya. Pria itu seperti oran gila malam ini.

__ADS_1


Perasaan bersalah menghantam dirinya mengingat janjinya bersama Ayura. Diliriknya jam mewah dipergelangan tangannya, dia menarik nafas kasar, apa gadis itu masih menunggunya, kalau iya dia akan merasa sangat bersalah.


Tapi kalau pun dia sudah pulang, penjelasan apa yang akan diberikan padanya besok.


* * * * *


Abi dan Ayura mekngkah keluar restoran dengan saling bergandengan. Abi tak melepaskan genggaman itu meskipun dia tahu Ayura merasa tak nyaman dan berusaha mengurai genggaman itu.


Sampai didepan, Ayura yang sedang menunduk tersentak saat namanya dipanggil oleh suara yang begitu sangat dikenalnya.


"Ayura.."Panggil Krishna saat melihat gadis nya itu keluar dari dalam restoran itu.


Dia melangkah cepat kehadapan Ayura. "Maaf Ay, aku terlambat " Ucapnya dengan penuh rasa bersalah.


Ayura menatap datar, gadis itu kemudian menyeringai membuat Krishna susah menelan salivanya. Dia pun dapat menangkap mata bengkak dan memera Ayura, dia yakin gadis itu pasti habis menangis. Hal itu membuat hatinya tercubit.


"Apa bisa langsung mengantarku Pak...? Aku sudah terlalu lama disini, dan ini sudah larut. "Ujar Ayura pada Abi, tanpa melirik sedikit pun kearah pria yan sudah mengabaikannya.


"Ay..."Lirih Krishna dengan penuh rasa bersalah. "Aku bisa menjelaskan semuanya, ayo ikutlah dengan ku" Pinta Krishna sembari ingin menarik tangan Ayura, tapi nafasnya sedikit tercekat melihat kesepuluh jari jemari Ayura mengenggam erat jari Abi.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan, aku sudah sangat mengerti dengan kesibukan anda. Jadi tidak usah buang buang waktu lagi karena aku sudah sangat lelah. Ayo Pak!"


Ayura langsung menarik Abi untuk pergi, tapi Krishna yang melihat itu langsung menarik tangan Ayura hingga sebelah tangannya terlepas, dan dengan sedikit kasar Krishna kemudian melepaskan tangna Ayura dari genggama Abi. Abi hanya pasrah.


"Tidak, kita harus bicara, dan biarkan aku yang mengantar mu."Tegas Krishna sembari menggengam tangan Ayura, tak lupa dia melempar sorotan tajam kepada Abi.


Apabila gadis itu memaksanya untuk mengantarnya pergi maka akan dilakukan walaupun harus berdebat dengan Krishna.


Tapi bila Ayura memutuskan memberi kesempatan untuk Krishna makan dia pun akan mengikuti kemauan gadsi itu. Selama itu keputusan Ayura maka Abi akan mengikuti nya.


Ayura sangat kesal, gadis itu pun tak mau kalah menyorot tajam kearahnya. Denga keras menghempas tangan Krishna dan langsung kembali melangkah masuk kerestoran itu.


Krishna kemudian menyeringai sebelum akhirnya mengikuti langkah Ayura. Tapi baru beberapa langkah, dirinya sudah dicegat oleh suara Abi.


"Tunggu! Abi langsung bergegas menghampiri Krishna. "Jangan lagi menyakitinya karena aku tidak akan mengampuni mu. Ingat! Semakin dalam kau melukainya semakin besar kesempatan ku untuk mendapatkan nya."Bisik Abi dngan ancaman


"Ck!" Cebik Krishna semabri mendorong dada Abi yang begitu dekat dengannya.


Krishna hanya menyeringai kemudian melangkah meninggalkan Abi dan menyusul Ayura.


"Ay.."Panggil Krishna dengan lembut sembari menarik tangan gadsi itu untuk digenggamnya.


"Cepat jelaskan Krish, aku sudah sangat lelah dan ingin pulang." Ketus Ayura lalu menarik kuat tangannya yang hendak digenggam Krishna.


Krishna tersenyum kecut melihat Ayura membencinya. "Kita makan dulu ya." Aja Krishna dengan lembut.


"Maaf tapi aku sudah kenyang. Pak Abi sudah mentraktirku dan sekalian menemani ku maka malam tadi." Dan Ucapan Ayura seketika membuat rahang pria itu mengeras, tapi dia tetap berusaha untuk tetap bersabar.


Bagaimana dia yang bersalah disini dan kesalahannya cukup fatal.

__ADS_1


"Baiklah, duduklah dulu dan aku akan menjelaskan semuahya." Krishna lalu menarik tangan Ayura yang sedang bersidekap dada itu.


Tapi Ayura menghindar hingga tangan Krishna hanya bisa menggantung diudara.


Ayura lalu duduk dikusi dengan kedua tangan yang masih terlipat diatas dada.


Krishna pun menarik nafas pelan sebelum akhirnya menjelaskanpada Ayura alasa dirinya terlambat.


"Kamu tahu Ay, kenapa aku memilih menjadi aris dan mengabaikan perusahaan ku...?" Kalimat pembuka Krishna membuat atensi Ayura sedikit teralihkan. Ayura melirik sekilas Krishna, karena sedari tadi dia membuang muka.


Ayura menggeleng. Kemudian kembali membuang muka.


Krishna menarik nafas, mencoba menarik tangan Ayura yang dari tadi terlipat cantik didada mau digenggamnya tapi Ayura tetap menolak, Krishna tidak menyerah hingga dengan terpaksa Ayura membiarkan sebelah tangannya digenggam pria yang sudah sering mengecewakan nya.


Dan setelah itu Krishna pun menceritakan alasan dia meninggalkan perusahaan Yudistira Entertaiment dan memilih menjadi Artis. Yakni karena mencari keberadaan teman masa kecilnya.


Dia juga menceritakan tentang awal mula pertemanan nya dengan Yua, hingga menjanjikan gadis kecil itu akan menikahinya bila dewasa nanti, dan bagian ini Krishna terkekeh pelan kemudian tersenyum lebar membuat hati Ayura tercubit.


"Jadi kau akan menikahinya bila bertemu nanti..?" Tanya Ayura dengan sinis.


Krishna tersenyum. "Apa kamu cemburu..?"Tanya Krishna menggoda.


"Ck! Aku bertanya Krish."


"Entahlah! Sudah 18 tahun kami tidak bertemu aku nggak tahu apa dia sudah menikah apa belum."


"Terus kalau dia belum menikah dan menunggunmu, apa kau mau menikahinya..?" Tanya Ayura dengan hati yang sedang jedag jedug. Jawaban Krishna menentukan nasibnya kedepan. Terus bersamanya atau akan berpisah.


Pria itu hanya menggeleng, tidak tahu mau jawab apa. Hingga suasana menjadi hening.


"Terus apa hubungannya gadis masa lalu mu dengan ketidak hadiran mu...?" Tanya Ayura dengan tatapan sinis.


"Aku sudah menemukannya Ay."Jawab Krishna dengan raut yang terlukis jelas kebahagiaan.


Deg!


Ayura tertegun 'Menemukannya..?' Hatinya terasa tercekat. Kalau dia sudah menemukan gadis masa lalunya ,terus nasibnya Bagaimana..? Apa Krishna akan mencampakannya.


"Apa dia cantik..? Apa dia belum menikah..?" Dia mengumpulkan semuah keberanian yang untuk menanyakan hal ini.


Krishna menggeleng "Aku belum bertemu dengannya, tadinya aku akan menjemput nya di bandara tapi ada sedikit kendala hingga keberangkatan nya ditunda." Jawab Krishna dengan sendu. Dia terlihat sangat bersedih karena tidak jadi bertemu dengan gadis masa lalunya itu.


Ayura terluka mendengarnya. Dia mencoba menahan gejolak didada, sesak tiba-tiba menyeruak. "Jadi...." Berhenti sejenak menarik nafas. "Apa karena ini kamu tidak datang menemuiku..?" Tanya Ayura lagi dengan suara bergetar


Krishna terkesiap "Ay...aku..."


"Tidak usah dijawab Krish, aku sudah tahu alasannya. Kamu pasti sangat bahagia bila bertemu dengannya. Pasti itu." Ayura memaksa sebuah senyuman. "Ini sudah larut ,aku harus pulang." Tutur Ayura, langsung beranjak meraih tasnya dan langsung melangkah pergi dengan hati yang hancur sehancurnya.


Dia pikir Krishna tak jadi datang karena sibuk dengan pekerjaannya, dan itu lebih baik dari pada dia harus mendengar karena kekasihnya ternyata sedang sibuk menyambut gadis masa kecilnya yang dijanjikan akan dinikahinya bila dewasa nanti.

__ADS_1


__ADS_2