Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Ingatan Kembali


__ADS_3

Satu tembakan dari anak buah Abi kearah helikopter yang sedang dinaiki King Cobra membuat helikopter kehilangan keseimbangan, melihat itu King Cobra langsung melompat keluar dengan wajah penuh amarah.


Dan tak berselang terdengar ledakan hebat dari arah bawah yang bisa dipastikan ledakan dari helikopter tersebut.


Dengan geramnya King Cobra melepas tembakan kearah depan dimana semuah anak buah Abi dan Krishna tengah mengeksekusi semuah anak buahnya yang sudah tergolek diatas lantai rof top, entah sudah pada mati atau hanya terluka ringan dan pingsan.


Tertinggal dirinya dan Serkhan yang juga sudah tertembak bagian lengannya.


Tembakan yang dilakukan tanpa henti membuat isi revolver miliknya kehabisan amunisi.


Dirinya menyeringai puas, melihat anak buah Abi dan Krishna pun semuahnya sudah tergolek diatas lantai.


Penjahat berwajah bengis itu membuang pistolnya kesamping, lalu melangkah maju di ikuti Abi yang juga melangkah mendekat, dengan tatapan tajam penuh kobaran amarah.


Perkelahian sengit tak terelakan, melupakan rasa sakit dikedua sisi punggungnya, Abi dengan tak kalah beringas melempar dan menangkis serangan yang membabi buta dari King Cobra.


Tak mau kalah dengan sang kakak, Krishna sendiri tengah berhadapan dengan Serkhan.


Sedangkan Ayura sendiri sudah diamankan oleh Willy, kedalam hotel.


Beberapa kali pukulan King Cobra mengenai punggung Abi yang terluka membuat pria itu hampir tak berdaya, tapi bukan Abi namanya kalau menyerah dengan rasa sakit.


Dia terus mensugesti dirinya kalau luka dibahunya hanyalah dari sebuah sayatan kecil hingga membuat dirinya, terus bangkit dan berjuang sampai titik darah penghabisan.


Tapi satu tendangan kuat dari King Cobra membuat pria itu hilang keseimbangan dan jatuh berlutut.


Tapi itu tidak lah lama, karena dengan segera Abi bangkit, memeluk dengan erat pinggang lebar sang pemimpin bawah tanah, mendorongnya dengan begitu kuat hingga terbentur sebuah dinding dibelakangnya.


Dengan seringai hebat dan tanpa memberi jeda atau kesempatan buat lawan Abi langsung melempar pukulan demi pukulan keperut pria itu hingga wajah King Cobra memucat hebat.


"Cuihh!!! Segini aja kehebatan mu Pak tua..?" Hina Abi dengan tersenyum devil, melihat darah segar mengalir dari bibir hitam pria itu.


'Damn it !' Umpat pria itu menyadari Abi mengetahui kelemahannya.


Tak cukup sampai disitu, Abi kembali melayangkan pukulan pada perut King Cobra membuat pria itu terjatuh berlutut dibawah sana.


Dan sebelum Abi kembali melayangkan pukulan, pria yang diperkirakan seumur Papanya tengah mengarahkan senjata kearah nya.


Senjata yang diambil diam diam tanpa sepengetahuan Abi, senjata yang berasal dari anak buah Kig Cobra yang tengah tergeletak disampingnya.


"Kenapa berhenti..? Apa kau takut wahai anak muda..? Hahaha...Cuihh!!! Segini saja kehebatan mu anak muda..?" Umpatan balik King Cobra yang sudah berdiri dihadapan Abi dengan masih mengarahkan senjata kearah Abi yang terkejut dengan kejadian yang tak terduga ini.


"Aku tidak selemah itu anak muda. Kamu bukan lah lawanku, tanding ku sesungguhnya adalah kakek mu si sok jagoan Yudistira. Bahkan dia mati diujung senjataku, apa kau tahu itu..? Hahaha.." Tawa King Cobra kembali menggema melihat wajah marah Abi


"Mau tahu suatu rahasia..?" Tanya pria jahat itu dengan menyeringai. "Kau mau tahu, kenapa aku menghabiskan pria tua itu..? Karena dia selalu saja menghalangi diri ku untuk menjadi penguasa dunia. Dia terus saja menolak dan menyembunyikan kalung ini yang bisa membuat ku jadi penguasa." Ungkap King Cobra dengan mengangkat kalung kehadapan Abi lalu mengecup kalung itu, "Tapi lihatlah, sekarang kalung ini jatuh ketangan ku, setelah pencarian panjang ku, dan saatnya aku jadi penguasa tanpa ada yang bisa mencegahnya" setelah itu kembali disimpan kalung itu kedalam saku jas panjangnya.


Tapi tiba-tiba Abi menyeringai, dan didetik berikutnya sebuah tembakan dari arah belakang, dari dalam helikopter yang barusan muncul dari bawah gedung hotel, melepaskan timah panas tepat dipunggung sebelah kiri King Cobra hingga mata pria itu melototo hebat.


Darah segar langsung mengalir deras dari sudut bibirnya.


Diduga tembakan yang mengenai tepat dijantung pria itu, hingga tak berselang pria yang selama ini menjadi incara FBI langsung jatuh terkapar dan langsung meregang nyawa.


Sedangkan dibelakng sana, keadaan Serkhan pun sama sudah terkapar dilantai dengan keadaan yang begitu mengenaskan.

__ADS_1


Krishna tak memberi kesempatan kepada orang kedua dalam organisasi hitam milik King Cobra itu untuk melawan.


Rasa marah dan kesal mengingat apa yang sudah dilakukan orang itu pada Ayura membuat nya menghantam pria itu dengan membabi buta.


Ternyata tembakan dari dalam helikopter merupakan anggota FBI. Dan kini King Cobra beserta anak buah nya sedang diamankan oleh anggota FBI, dibantu dengan anak buah Abi dan Krishna yang tersisah.


Abi teringat Krishna dan langsung membalikan badannya guna mencari adik semata wayangnya.


Dia tersenyum mendapat Krishna baik baik saja.


"Krishna..." Gumamnya..


"Kak Abi..." Panggil Krishna dan langsung melangkah mendekati kakaknya yang seperti tidak baik baik saja.


Keduanya semakin mendekat, hingga Abi sedikit melangkah lebar ditariknya tubuh Krishna dalam dekapnnya dan seketika dia membalikan tubuhnya dan....


DORR......


"Akhhhh....." Terdengar tembakan dari arah belakang disusul suara erangan Abi.


"Kak Abi...."


"Tuaaaannnn...."


🍒🍒🍒


Abi langsung dilarikan kerumah sakit dengan kondisi mengenaskan setelah mendapatkan tembakan ketiga dari Serkhan.


Operasi berjalan lancar, sampai dia dipindahkan keruang perawatan.


Dikamar yang berbeda dirumah sakit yang sama, Tampak Ayura sudah sadar dari pingsannya beberapa jam yang lalu


Gadis itu terlihat linglung dan masih shock dengan apa yang menimpanya.


Hingga pintu ruangan terbuka dan masuk Krishna dengan wajah senduhnya.


"Bagaiaman keadaan nya Om..?" Tanya Krishna pada Bramantyo.


Pria senja itu menarik nafas berat. "Dia belum berbicara dari tadi, dan terlihat masih shock." Setelah mendengar penjelasan Pak Bramantyo, Krishna lalu melangkah mendekati kekasih hatinya yang sedang duduk diatas ranjang dengan tatapan kosongnya


"Ay..." Panggil Krishna, "Bagaimana keadaan mu sekarang..? Apa ada yang sakit..?"


Tiada respon membuat Krishna menarik tangan Ayura dan mengenggamnya membuat atensi gadis itu teralihkan, menatapnya dengan wajah datar.


"Apa yang kau rasakan, apa ada yang sakit..?" Tanya pria itu lagi.


Ayura menggeleng lemah.."Aku tidak papa. Bagaimana kabar Kak Abi, apa dia baik-baik saja..?" Tanya gadis itu lemah.


Krishna memulas senyum tipis, "Kak Abi baik-baik saja, dia sudah melewati masa kritisnya dan sekarang sudah ada diruang perawatan. Apa kamu mau melihatnya..?"


Seketika mata gadis itu terlihat berbinar dengan senyum yang begitu lebar, membuat Krishna dan Bramantyo tersugesti menarik kedua sudut bibir mereka.


Keduanya ikut merasa senang melihat Ayura akhirnya bisa tersenyum dan gembira setelah dari tadi terlihat hanya bengong dan shock.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengantar mu." Dengan cepat Krishna langsung bangkit mengambil kursi roda yang terletak disudut ruangan, sepertinya sudah disediakan oleh Bramantyo atau perawat.


"Tunggu! Aku akan menggendongmu, memindahkan mu kekursi roda." Ujar Krishna, mendapat anggukan dari Ayura.


Tanpa menunggu Krishna langsung menggendong tubuh Ayura dan meletakkan diatas kursi roda dengan begitu pelan dan hati hati .


Setelah memastikan tubuh Ayura sudah sempurna diatas kursi roda, Krishna langsung berniat mendorong kursi roda itu tapi mendengar ucapan Ayura membuat tubuh pria itu langsung menegang hebat dengan netra yang terbuka lebar. Kaget...


"Makasih kak Kiss..." Tiga kata itu langsung membuat netar Krishna seketika berembun.


Pria itu langsung menjatuhkan tubuhnya dengan berlutut dihadapan Ayura.


"Coba ulang lagi!" Ucap Krishna dengan menelisik netra gadis itu dengan mata berkaca kaca. "Aku hanya ingin memastikan apa aku salah mendengar..?" Pinta Krishna lagi dengan sendu.


Ayura tersenyum lembut, sebelah tangannya terangkat menyentuh pipi Krishna, "Makasih kak Kiss, aku Yua mu."


Seketika tangis Krishna pecah dihadapan Ayura "Kamu sudah mengingat aku..? Kamu mengingat semuahnya..?" Ayura mengangguk pelan, dan detik berikutnya, Krishna menarik kedua tangan lemah Ayura, dan menghujani kecupan berulang ulang. Tangis haru pria itu pecah seketika.


Dia tidak menyangka setelah sekian tahun, akhirnya gadis masa lalunya akhirnya hari ini bisa mengingat dirinya.


Begitu juga dengan Bramantyo, pria paruh baya itu pun ikut meneteskan air mata haru akhirnya ingatan Putri tercintanya kembali.


Walaupun dia sadar kalau dia sendirilah yang telah menghapus memori Ayura dulu.


Tapi sekarang semuah sudah berlalu, penjahat penjahat itu sudah ditangkap, dan sudah saatnya Ayura kembali hidup dengan normal dengan mengingat kenangan masa kecilnya.


Krishna lalu mengangkat wajahnya, menata wajah Ayura dengan wajah yang basah dengan air mata.


Tangan Ayura terangkat mengusap pipi laki-laki masa kecilnya yang basah, Krishna tak melewatkan kesempatan itu, dia pun menangkup kedua pipi Ayura dan ikut menghapus pipi Ayura dengan ibu jarinya karena gadis itu pun ikut menangis haru.


"Aku sangat bahagia Yua ku, akhirnya kamu bisa mengingatku. Katakan! apa kamu juga mengingat kebersamaan kita dulu..?" Tanya Krishna dan dianggukin Ayura. "Saat dirumah sakit..?" Tanya Krishna lagi dan dianggukin Ayura lagi. "Semuahnya..?" Tanya pria itu lagi dengan netra yang terus memandang wajah kuyu Ayura dengan penuh bahagia


"Iya, semuahnya Krish. Saat pertama kali kita bertemu dirumah sakit, saat dirumah, saat kau mengalungkan kalung dileher ku, saat kau berjanji akan datang menemui dan menikahi ku, saat kau pergi dengan kakek mu dan aku terjatuh saat berlari mengejar mobil mu, aku ingat semuahnya." Tutur Ayura panjang lebar membuat Krishna melongo.


Dan karena rasa bahagia yang membuncah mebuat pria itu berdiri dan langsung memeluk Ayura, mengecup semuah wajah Ayura tanpa ada yang terlupakan.


"Terimakasih Tuhan, terimakasih banyak telah mengembalikan gadis masa lalu ku." Gumam Krishna disela sela kecupannya.


"Kris...Hentikan!" Lirih Ayura pelan, karena sesungguhnya tubuhnya masih sangat lemah haya untuk membuka suaranya, apalagi untuk mendorong wajah pria itu menjauh, dirinya masih belum begitu kuat


Krishna yang menyadari itu langsung menghentikan aksinya dan terkekeh, bibir Ayura sendiri sudah mengerucut, Krishna yang gemas kembali mengecup pipi Ayura.


Cuupp...


"Krish...."


"Hehehe..Maaf! Aku terlalu bahagia Ay.." Kekeh Krishna dengan menarik tubuh Ayura masuk dalam rengkuhannya.


"Aku bahagia sekali Ay, SANGAT!" Uacap Pria itu dan menekan kata akhirnya masih dengan memeluk Ayura, tangan Ayura pun terangkat mengusap punggung Krisna.


"Sudah Krish, sampai kapan kita begini terus. Ayo antar aku menemui kak Abi."


Krishna pun melepas pelukan itu, melempar senyuman sebentar, merapikan rambut Ayura yang sedikit berantakan karena ulahnya tadi dan kemudian mendorong kursi roda Ayura, beranjak pergi dari ruangan diikuti Pak Bramantyo dibelakang mereka karena pria tua itu pun ingin melihat kondisi Abi.

__ADS_1


__ADS_2