
Dikantin Ayura langsung di brondong pertanyaan oleh Nanda dan Putri tentang apa hubungannya dengan Krishna. Membuat Ayura menghela nafas kasar.
Niat hati untuk mengisi perut yang keroncongan dan menghindari dari Krishma, dia malah dihadapkan dengan kedua temannya yang diyakini keduanya tidak akan berhenti sampai Ayura benar-benar menceritakan apa yang ingin mereka ketahui.
"Ceritakan kepada kami Ay, tentang hubungan mu dengan Krishna. Bukankah kau mengatakan tidak mengenal dia..? Tapi yang aku lihat kalian saling mengenal dan..." Ucapan Putri terjedah..
"Dan apa..?" Tanya Ayura cepat
"Dan sepertinya kalian ada something, apa aku benar..?" Tanya Putri lagi sambil menarik turunkan alisnya membuat Ayura berdecak kesal.
"Kami nggak ada hubungan apa apa. Nggak usah ngegosip yang nggak nggak deh." Bantah Ayura.
"Aku akan menceritakan semuanya tapi nanti. Sekarang kita makan dulu ya, soalnya aku sangat lapar." Ucap Ayura menghiba sambil memegang perutnya memang sudah minta diisi dari tadi.
Dia benar-benar lapar, bagaimana nggak lapar kalau dari tadi pagi dia dihadapkan dengan kejadian kejadian yang menguras tenaga dan pikiran
Dari masalah meeting saat melihat Abimanyu dan Krishna berdebat gara gara dia ditambah lagi satu ruang bersama Abimanyu di ruangannya dalam waktu yang cukup lama, membuat tubuhnya gemetar dan cemas, ditambah lagi menghadapi Krishna dan sekarang harus kembali menghadapi rentetan pertanyaan dari Nanda dan Putri membuat dia benar benar lemas.
"No.. no.. no.. Sekarang! Kompak kedua gadis itu.
" Pesanan kita belum datang Ay, sambil menunggu kamu boleh mencicil ceritanya " Tambah Nanda
Ayura terlihat pasrah, tak ingin membuat kedua temannya penasaran, Ayura pada akhirnya mengangguk.
Disaat Ayura hendaak membuka mulutnya, dia dan kedua temannya dibuat bingung dengan suasana kantin yang tiba-tiba menjadi sangat ramai dengan suara sorai sorai para karyawan yang berada dikantin itu.
"Maaf semuanya, silahkan lanjutkan makannya dengan tenang karena aku juga ingin makn disini dengan tenang." Ucap seorang pria dengan lantang mencoba meredamkan suara riuh para karyawan kantor.
Ketiga gadis itu terperangah dengan kehadiran Krishna, terutama Ayura, pikir gadis itu apa yang dilakukan disini.. ? Bukankah dia akan sesak nantinya mengingat kantin nya begitu ramai dan ini juga merupakan fasilitas umum. Ayura tak habis pikir, gadis itu sampai menarik dan membuang nafasnya berkali- kali mencoba meredam emosinya.
Tanpa ragu daan beban Krishna lalu menghampiri meja Ayura dan kedua temannya.
"Bolehkah aku duduk disini..?" Melirik ketiga gadis itu yang masih dengan ekspresi kagetnya.
Tanpa menunggu persetujuan ketiganya Krishna lalu duduk disamping Putri yang langsung berhadapan dengan Ayura.
Dan tak lama Adam sang manager membawa makanan yang di pesannya dari kantin dan meletakan dengan sopan di hadapan Tuannya. Dan berbarengan itu pesanan ketiga gadis itu pun datang.
"Ayo makan!" Ajak Krishna dengan senyum manisnya membuat Putri dan Nanda menjadi melting tapi tidaak dengan Ayura, gadis itu malah memutar bola mata jengah dengan sikap sok akbranya.
"Hei..! Kenapa dengan kalian..? Kenapa tidak makan..?" Tanya pria itu sambil melirik makanan yang belum disentuh oleh Ayura dan kedua temannya.
Bagaiman mau menyentuh makanan kalau kehadirannya menyita hampir seluruh kesadaran mereka tapi tidak dengan Ayura gadis itu memilih cuek dan menikmati makanannya tanpa mau mengindahkan kehadiran Krishna, saat ini dia sangat membutuhkan makanan ini untuk mengganjal perut yang sedari tadi meronta ronta.
Peduli setan dengan pria ini, dia bahkan ingin cepat cepat menyelesaikan sesi makan siang ini dan segera berlalu. Masih terlalu kesal dia dengan pria itu membuatnya ingin cepat cepat menghindar.
Sedangkan Putri sendiri melihat Krishna yang duduk disamping nya membuat perasaannya antara gugup dan bahagia.
__ADS_1
Bahagia karena ini momen yang sangat langka, baginya kalaupun ini hanya mimpi dia tidak ingin seseorang pun membangunkannya.
Tapi sesaat kemudi sesuatu terjadi, tiba tiba saja Krishna memegang dadanya dan sesekali direm@snya kuat, nafasnya terlihat sesak dan ngos ngosan, tangannya seketika mengeluarkan keringat dingin.
Ayura yang sedari tadi menikmati makanannya dengan menunduk dapat melihat keringat di tangan Krishna seketika mengangkat wajahnya, alangkah terkejutnya gadis itu melihat wajah Krishna yang sudah memucat, pikir gadis itu, mungkin penyakit sesak Krishna kambuh.
Dan secara refleks Ayura langsung menggenggam tangan Krishna seperti yang dilakukan saat mereka berada di dalam taksi.
Tak ingin membuat heboh seisi kantin Ayura mencoba tenang dalam menangani sesaknya Krishna.
Seperti biasa genggaman tangan Ayura dapat menenangkannya. Krishna pun akhirnya kembali bernafas dengan benar. Tapi Ayura tidak menyadari apa yang dilakukannya ini membuat seisi kantin terperangah, tak terkecuali Putri dan Nanda.
Bola mata keduanya pun membesar melihat kemesraan yang di lakukan Ayura dan Krishna. Ya bagi mereka semuah apa yang dilakukan Ayura dianggap mesra karena mereka tidak tau yang sesungguhnya kalau Ayura hanya ingin meredam sesaknya Krishna.
* * * * *
Setelah menghabiskan makanannya Ayura langsung bergegas meninggalkan kantin, baginya dia masih kesal dengan Krisna yang sudah tega membohonginya.
"Nan.. Put.. Aku duluan ya.! Soalnya mau ketoilet lagi. " Pamit Ayura dan langsung berlalu.
"Ahh iya Ay.." Jawab Nanda dengan loading lama karena hampir semuah pikirannya hanya terconect kepada Krishna.
Sedangkan Putri sendiri jangan ditanya gadis itu malah tak merespon ucapan Ayura karena semuah pikirannya saat ini hanya terisi oleh Krishna, artis idola yang tengah duduk di sampingnya dengan jarak hanya beberapa centi.
"Ay.. tunggu." Tanpa menghabiskan makanan nya, karena memang sedari tadi dia baru menyuapi sesendok nasi kedalam mulutnya itu pun hanya seujung sendok.
Krishna pun lalu mengikuti Ayura. Gadis itu sudah berjalan dengan cepat ke toilet.
Selepas kepergia Krishna mengikuti Ayura, suasana kantin kembali menjadi riuh, Desas desus tentang hubungan Krishna dan Ayura semakin heboh, menjadi topik utama dalam sesi makan siang mereka.
Tapi suara tegas dari Adan membungkam semuah sura sumbang mereka.
"Aku tidak ingin mendengar gosip apapun tentang Tuan Krishna setelah ini. Kalau sampai aku mendengar kalian menggosip tentangnya maka aku tidak akan segan segan memecat kalian saat itu juga." Ancam Adam.
Keadaan seketika hening. Masing-masing mereka lalu memilih membungkam kan suara yang sedari tadi terdengar seperti nyanyian lebah.
Lebih baik tutup mulut daripada pekerjaan mereka jadi taruhannya.
"Tutup mulut kalian dengan apa yang kalian lihat hari ini, mengerti..?" Dan semuah orang serempak mengangguk .
"Yah sudah, lanjutkan makan kalian dan segera kembali bekerja." Tambah Adam lagi dan langsung berlalu.
Terdengar helaan nafas lega dari semuah orang. Siapa yang tidak tau dengan karakter manager merangkap asisten pribadi Krishna itu. Pria arogan dan datar yang tak segan segan menghajar para fans anarkis Krishna.
Dia pernah mematahkan tangan seorang fans pria yang dengan lancang menarik baju Krishna hingga robek.
Pernah juga dia menghajar seorang pria hingga babak belur karena dengan kasar menarik tubuh Krishna hingga terjatuh.
__ADS_1
Dia bahkan pernah di penjara beberapa hari karena menampar seorang fans gadis yang dengan lancang nya memeluk bahkan mencium pipi Krishna tanpa permisi.
Bagi semuah orang Krishna dan Adam bagaika lebah dana Madu. Krishna yang selalu memberikan senyum hangat dan manis seperti madu membuat semuah orang terhipnotis dan ingin mendekatinya.
Tapi Adam dengan sigap akan berubah menjadi lebah yang dengan sigap akan menyengat siapa saja yang ingin mendekat. Sengatan nya sangat tajam membuat semuah orang berfikir dua tiga kali untuk mendekati artis idola mereka.
Ayura baru saja kelur dari toilet setelah menuntaskan hajatnya. Saat kelur dia dikagetkan dengan keberadaan Krishna di depan toilet. Pria itu menyandar punggungnya pada dinding depan toilet dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana.
"Krishna..? Ngapain kamu disini..?" Pekik Ayura kaget.
"Nungguin kamu lah, ngapain lagi coba." Jawabnya dengan tersenyum..
Ayura memutar bola mata jengah. Tanpa menghiraukan Krishna, Ayura dengan cueknya berlalu di hadapannya membuat pria itu kesal dan langsung mencekal pergelangan tangan Ayura.
"Apa yang kau lakukan Krish..? Lepaskan tangannya ku. Aku harus bekerja." Kesal Ayura
"Kita harus bicara Ay. Aku harus meluruskan kesalah pahaman ini" Ucap pria itu masih dengan mencekal tangan Ayura.
"Apa yang harus kamu jelaskan lagi, semuanya sudah jelas jadi biarkan aku pergi karena jam istirahat ku sudah habis." Ayura menghela nafas frustasi melihat Krishna bergeming tanpa mau melepaskan tangannya.
"Lepaskan tanganku, aku tidak mau di pecat gara gara terlambat Krish" Ayura lalu dengan kasar menghempaskan tangan Krishna dan dengan cepat meninggalkannya
"Ay.. kamu salah paham lagi pada ku, belum juga aku jelaskan semuahnya, kamu malah langsung pergi" Sesal Krishna yang tak didengar Ayura karena gadis itu sudah menjauh.
"Atasan siapa yang akan memecat mu..? Aku lah atasan mu Ay."
* * * * *
Saat sedang sibuk merampungkan desainnya Ayura dikejutkan dengan dering ponsel miliknya. Satu pesan masuk dan dia pun mendengus kesal saat membaca pesan itu.
"Aku menunggu kamu setelah jam kantor, jangan coba coba kabur karena aku tidak akan segan segan menculikmu." Ancam Krishna.
"Huuff, sepertinya aku tidak bisa menghindar lagi. Aku harus bicara dengannya biar urusan ku dengannya cepat selesai." Pikir Ayura.
Tapi tiba tiba Ayura memekik menyadari sesuatu.
"Ahh, inikah nomor ponsel yang aku berikan padanya..? Apa dia masih memakai ponsel murahan yang kuberikan..?" Tanya Ayura tak pecaya.
Tanpa berniat membalas pesan dari Krishna, gadis itu memilih melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan kedua temannya Putri dan Nanda juga terlihat sangat sibuk sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengintrogasi Ayura tentang hubungan nya dengan Krishna.
Tak terasa jam pulang pun tiba, disaat semuah karyawan tengah sibuk merapikan meja kerjanya, datanglah asisten Abimanyu keruang Ayura, mengintrupsi kepada semua karyawan bagian desain kalau hari ini akan ada lembur.
Tentu saja pemberitahuan yang mendadak ini membuat semua terkejut. Termasuk Ayura, Sepengetahuannya semua persiapan untuk fashion show nantinya telah dibahas dan tuntas tadi siang.
Tapi kenapa tiba tiba saja Abimanyu menggelar acara lembur..? Bermacam macam pertanyaan muncul dari setiap orang
Dan disaat semuah dengan pemikiran masing-masing, tiba tiba mereka kembali dikejutkan dengan kehadiran CEO mereka Pak Abimanyu.
__ADS_1