
Ayura tengah menonton televisi saat mendengar lenguhan Krishna, buru buru dia menghampiri pria itu.
"Krish, kamu sudah bangun..?" Sapa Ayura dengan sebuah senyuman. " Kamu mau apa..? Apa mau minum..?" Tanya Ayura lagi saat melihat pria itu hanya diam.
Tapi sedetik kemudian ia mengangguk dengan netra yang terus menyorot Ayura.
Ayura pun dengan cepat mengambil sebotol air mineral, membuka penutup botolnya dan menyerahkan pada pria itu. Sebelumnya dia membantu posisi Krishna agar duduk dan bersandar pada head board.
Hati Krishna menghangat saat terbangun mendapat gadis yang tadi pagi pergi dalam keadaan terluka sudah berada disamping nya, memberikan senyuman dan memperlakukannya dengan begitu lembut.
Padahal tadinya dia pikir, setelah Ayura pergi tadi pagi, gadis itu tak kembali lagi. Atau pun bertingkah selembut dan seramah ini.
Tapi semuahnya jauh dari perkiraannya.
"Kamu dari mana tadi.?" Tanya Krishna dengan suara lemah.
Ayura kembali tersenyum. " Aku ketaman dan ketemu dengan teman lama ku disana, ternyata dia menjual bubur Ayam. Dan kamu tahu ternyata bubur ayamnya sangat enak. Tante Airin aja samping nambah loh Krish." Cerita Ayura dengan riang gembira membuat Krishna ikut tersenyum. Dirinya sangat bahagia melihat Ayura seceria ini.
"Kamu tidak membawanya untuk ku..?"
"Ck! Kamu tidur tadi jadi aku berikan pada cs yang datang kesini tadi."
"Tapi tunggu, teman mu cewek apa cowok..?" Tanya Krishna langsung menyorot tajam Ayura.
"Ck! Emang kenapa kalau cowok..?" Tanya Ayura dengan kesal, karena mengingat kelima pengawal tadi membuatnya seketika merasa kesal.
"Jadi benaran penjual bubur ayam nya cowok...?" Tanya Krishna dengan wajah kesal .Dan langsung menegakan tubuhnya. Seketika perasan was was dan cemburu langsung melanda.
Ayura menghela nafas kasar.
"Apa saja yang dilakukan Adam diluar sana sampai membiarkan mu bersama teman mu itu ha. Ck! Aku akan menendang pantatnya bila bertemu nanti." Geram Krishna penuh emosi.
"Jangan berlebihan kami Krish" Sela Ayura dengan emosi. "Lagian kamu ya, Segitunya takut aku kabur hingga menyuruh pengawal sebanyak itu untuk menjaga ku." Sewot Ayura dengan melempar tatapan tajam membuat Krishna menelan salivsnya dengan kasar.
"Pokoknya aku tidak mau dikawal lagi Krish, aku bisa menjaga diri dan aku janji tidak akan kabur dari mu. Lagian mau kabur kemana, tidak ada tempat ku untuk pulang sekarang. Bahkan Ayahku sendiri tega mengusirku dari rumah." Lirih Ayura diakhir kalimat, gadis itu tertunduk, menyembunyikan netra yang telah berembun.
Hati Krishna tercubit, "Ay.." Lirih Krishna sembari menarik tubuh Ayura lalu mendekapnya. "Jangah nangis Ay, nanti aku ikutan sedih. Lagian kamu tak sendirian, ada aku Mama dan Papa, hmm."
Dengan penuh kasih sayang, Krishna membelai rambut Ayura dalam dekapnnya, sembari memberi semangat dan menghiburnya.
Dia tidak menyangka keadaan menjadi serumit ini, Ayura dalam bahaya dan dia yang tidak berdaya dalam rumah sakit. Tanpa bisa memberi perlindungan untuk gadisnya.
__ADS_1
Sedangakn Abi, kakak kandung yang sangat dibencinya sedang berusaha keras diluar sana untuk mencari penjahat itu, menjaga gadis yang sangat dicintai mereka berdua. Memgorbankan cinta nya dan dengan rela melepaskan gadis yang selaam ini diperjuangkan nya hanya untuk keselamatan gadis itu
"Krish, aku ingin bicara sama kamu." Cicit Ayura setelah mengurai pelukan. Tangan Krishna kemudian terangkat mengusap sisa sisa air mata yang masih menempel dibibir gadis itu.
"Katakan aku mendengarnya." Tangkas Krishna sembari merapikan anak rambut Ayura kebelakang telinga.
Ayura terlihat mengigit bibir bawahnya, dia terlihat grogi, gadis itu menunduk meremas kedua tangan diatas pangkuannya.
Krishna mengerenyit keningnya. "Sebenarnya ada apa Ay, apa yang ingin kau katakan..?"Tanya Krishna lagi semabri mengangkat dagu sang gadis agar menatapnya. Sedangkan perasaannya sudah tak enak. Dia takut sesuatu yang akan diucapkan gadis ini adalah sebuah penolakan.
Wajah Ayura terangkat, ditepisnya tangan Krishna yang sedang memegang dagunya dengan pelan.
Deg
Hati Krishna berdenyut ngeri mendapat Ayura menepis tangannya. Tapi sesuatu yang dilakukan Ayura yang tengah menatapnya dengan sayu didepan nya ini membuat dia tertegun.
Kedua tangan Ayura terangkat menangkup wajah Krishna hingga keduanya bersitatap.
Deg
Deg
Jantung Krishna terpompa lebih cepat.
Krishna tersenyum, "Tentu saja aku sangat mencintaimu Ay. Maaf kalau aku sudah mengecewakan mu, tapi aku berjanji pada mu untuk tidak lagi membuat mu terluka, aku akan memperbaiki diri ku dan semuah sikap buruk ku. Aku hanya mohon beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikannya dan menunjukan pada mu kalau aku sangat mencintai mu, menjaga dan melindungi mu dengan segenap jiwa raga ku." Pria itu kemudian menarik kedua tangan Ayura dan menggenggamnya penuh cinta.
"Maukah kamu memberi ku kesempatan untuk ku Ay..?" Lirih Krishna dengan netar berkaca kaca, begitu pun dengan Ayura.
Kedua netra itu bersitatap dan saling mengunci, Krishna tengah menunggu jawaban Ayura sedangakn gadis itu mencari kesungguhan disana dan..DAPAT!
Ayura tersenyum kemudian mengangguk pelan, membuat netra Krishna membesar dan hanya dalam hitungan detik dia memekik keras, menarik tubuh Ayura dan mendekapnya penuh bahagia .
"Terimakasih Ay, terimakasih sayang. Aku berjanji tidak akn mengecewakan mu." Janji Krishna kemudian mengurai pelukan dan menghujani kecupan disetiap wajah Ayura.
"Krish...,geli..!" Ayura mendorong wajah Krishna. Pria itu tergelak kencang kemudian kembali memeluk Ayura.
Pikir Ayura, tidak papa dia memberi kesempatan pada Krishna. Bagaiamana pun mereka pernah merangkai kisah kasih dulu. Walaupun berakhir luka setidaknya pria ini sudah menyesal dan mau berubah.
Apalagi mengingat penyakit Krishna, pria ini tak sekuat yang orang lain kira. Mungkin kata Abi pria ini hanya memanfaatkan dirinya sebagai penawar untuknya.
Tidak apa-apa, selama dirinya berguna untuk keselamatan pria ini, why not..?
__ADS_1
Dan kalua pun ditanya masalah cinta, sesungguhnya dia belum mencintai pria ini, karena masih ada nama Abi dihatinya. Tapi dia berjanji untuk belajar mencintai pria ini.
Terdengar ironis mungkin. Tapi baginya untuk apa mengharapkan pria yang tidak mencintainya, sedangkan ada cinta pria ini yang begitu besar untuknya. Bukankah lebih baik dicintai dengan besar dari pada mencintai tanpa ada balasan..?
Sepanjang perjalanan tadi dia sudah memikirkan nya. Dia sudah bertekad untuk melupakan Abi dan memberi kesempatan untuk Krishna.
"Ay sayang kau seriuskan..? Kamu sedang tidak membohongi ku kan..?"
"Ck?" Decak Ayura kemudian membuang muka. "Emang wajah ku terlihat sedang berbohong, Krish.."
"Enggak sayang..Aku hanya terlau takut. Apa itu berarti kamu mau menikah dengan ku.?" Tanya Krishna penuh semangat
"Ha..?" Gadis ini sedikit kaget. Dan Krishna paham itu .
"Sayang, kita sudah saling mengenal satu sama lain, jadi tidak perlu menundanya lagi bukan..? Aku hanya tidak ingin kamu pergi lagi dari ku. Aku ingin hidup bersama mu Ay. Aku mohon." Pinta Krishna dengan penuh harap.
Kali ini dia tidak ingin melepaskan kesempatan langka ini. Ayura sudah menerima nya kembali dan dia harus gercep mengikat gadis ini.
"Ay.." Panggil pria itu dengan wajah harap harap cemas. Dan Ayura kembali mengangguk membuat Krishna kembali memekik keras.
"Yessss..." Teriak pria itu dengan mengepalkan kedua tangannya meninjunya keudara. Ayura hanya terkekeh melihat tingkah pria yang baru saja mengajak nya menikah.
Krishna terlihat begitu bahagia, segala sesak didada menguar, terganti dengan rasa bahagia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.
Karena tidak ada kata kata yang bisa menggambarkan perasaannya saat itu. Tapi satu yang pasti, bahagia itu yang dirasakan nya sekarang.
"Tunggu sayang, aku akan menghubungi Mama dan Papa agar secepatnya mengurus pernikahan kita." Tangkas Krishna kemudian melompat turun dari kasurnya.
Melupakan rasa sakitnya, pria itu terlihat begitu bersemangat.
"Krish, infusnya!!" Pekik Ayura melihat pria itu asal lompat dari atas kasur dengan mengabaikan selang infus yang masih tertancap dipergelangan tanganya.
Pria itu bukannya peduli, dia malah cuek, menempelkan jari telunjuknya dibibir nya, meminta Ayura untuk diam, karena panggilan telah terhubungkan.
Dan disinilah mereka sekarang, Ayura, Krishna dan kedua orangtuanya tengah berkumpul di ruangan Krishna. Duduk disofa dalam ruangan itu.
Krishna tak lepas dari sisi Ayura, pria itu terus menempel dan menggegam tangan gadis yang sangat dicintainya ini.
"Bagaimana sayang, kata Krishna kau sudah mau menikah dengannya. Apa itu betul..?" Tanya Airin dengan lembut, membuka obrolan.
Dengan malu malu gadis itu mengangguk. Airin dan suaminya tersenyum senang, sedangkan Krishna menarik tangan Ayura dan mengecup, "Terima kasih sayang."
__ADS_1
"Krish.."