Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 101 Orang Ketiga


__ADS_3

"Ingat ya Yan, kamu dengarkan kata-kata ku ini dan kamu simpan ini dalam hati kamu, aku sangat menyesal pernah mengenal kamu dan kenapa dari


awal kamu tidak mencelakai kita untuk apa kamu berpura-pura baik, tapi sekarang aku sudah tidak peduli lagi, keadaan ini bahkan kejadian ini sudah


mengajarkan aku untuk kuat dalam menghadapi setiap masalah yang ada dan aku tidak akan menangisi kamu lagi" ucap Sasa sambil menghapus air matanya itu.


Cukup sudah Sa mnenangis karena sekarang dia harus merelakan persahabatan dia dengan Yanti karena Yanti adalah hantu jahat sama seperti


hantu pendaki.


"Tangkap mereka bertiga, dan setelah ini kita akan segera menangkap kedua temannya yang lain, oh iya kalian belum tau ya kalau teman kalian yang


bernama Gilang itu sedang sekarat hanya menunggu matinya saja, jadi sudah tidak ada harapan lagi untuk kalian bisa keluar dari gunung larangan ini dengan


selamat" mereka kembali tertawa sambil melihat Andi dan teman-temannya.


Ketika mereka hendak ditangkap Andi yang satu-satunya laki-laki diantara mereka berdua tidak terima dan dia langsung melawan kedua hantu pendaki laki-laki itu, walaupun dia melawan dengan tangan kosong tapi Andi tidak mau menyerah, dia terus saja melawan mereka semua, dan Sasa yang melihat itu berniat untuk membantu Andi karena Sasa juga sangat jago beladiri.


"Hey, kamu lawan kita berdua" ucap hantu pendaki itu.


Pertarungan itu terjadi dengan sengit satu lawan dua, sedangkan Heni dia hanya diam saja karena dia tidak


mempunyai ilmu beladiri seperti Sasa, jadi dia hanya diam saja, Yanti pun sama dia juga hanya diam sambil menyaksikan pertarungan itu yang entah siapa yang akan kalah.


Dan saat pertarungan itu masih berlangsung tiba-tiba Yanti berteriak dengan kencang membuat mereka semua kompak menoleh.


"Berhenti, lepaskan mereka karena kalian tidak berhak menangkap mereka, mereka orang baik dan tidak pernah mengganggu kalian sama sekali" ucap


Yanti langtang.


Mereka semua yang ada di tempat itu spontan menengok kearah Yanti dan wajah mereka semua terlihat sangat kaget tidak terkecuali dengan hantu


pendaki itu, mereka juga kaget dengan Ucapan Yanti, karena setahu mereka Yanti juga sangat membenci manusia bahkan Yanti yang telah menyesatkan mereka semua sampai semua tragedi itu terjadi.

__ADS_1


"Yanti, apa maksud kamu bicara seperti itu, lebih baik kamu serang mereka agar kita bisa segera menangkap mereka dan membawa mereka semua ke markas, kamu juga kan tau kedua teman mereka sebentar lagi akan dibawa kesini oleh ketua jin, jadi kamu tunggu apa lagi cepat bawa mereka" hantu pendaki itu berteriak kepada Yanti karena mereka


juga tidak mau kalau Yanti ada di pihak Andi dan teman-temannya lagi dan itu akan menjadi bumerang untuk mereka.


"Benar, kami masih kuat dan selama kita masih bersama-sama maka kita bisa saling melindungi dan kita juga tidak pernah berharap kamu akan menolong kami, sudah cukup tipu daya yang kamu lakukan selama ini jadi sekarang kamu tidak perlu memulai


drama lagi dan tidak akan mempan untuk kami" ucap Sasa tegas karena dia memang sudah sangat kecewa dengan Yanti yang telah berkhianat.


Yanti hanya terdiam mungkin saja dia sangat ragu dan bimbang karena saat ini dia ada dalam dua pilihan, tetap bertahan dengan rencana yang telah dia buat bersama hantu pendaki atau dia


mengikuti kata hatinya yang telah nyaman menjadi sahabat Andi dan teman-temannya, mungkin Yanti belum bisa memutuskan.


"Kenapa kamu diam saja Yan, cepat tangkap dan bawa mereka, disini ilmu kamu lebih tinggi daripada kami dan tentunya kamu akan dengan mudah


untuk menangkap mereka semua" hantu pendaki perempuan itu akhirnya angkat bicara.


"Kamu jangan pernah ikuti kata hatimu Yan sebelum kamu benar-benar menyesal. Kamu perempuan dan hati kita memang lembut tapi tidak untuk situasi seperti ini, dan ingat kita hanya menjalankan tugas dari penguasa gunung larangan, atau kamu akan


menyesal dan akan selamanya diasingkan oleh penghuni gunung larangan ini" hantu pendaki itu


Yanti semakin bingung, dia takut kalau akan terus diasingkan karena dia selama ini kesepian, sendirian tidak ada satupun teman yang menemani hari-harinya, Yanti sebenarnya baik dan dia hanya ingin punya teman bahkan sahabat, dan kalau dia tidak menuruti kemauan penguasa gunung larangan


maka selamanya dia akan diasingkan.


"'Yanti, aku tau kamu itu orang baik jangan rubah diri kamu hanya untuk ambisi yang belum tentu kamu dapatkan, mereka hanya memanfaatkan kamu dan


lagi percuma kamu mendapatkan teman kalau mereka tidak benar-benar serius dan tidak benar-benar ikhlas untuk berteman dengan kamu itu bukan sahabat namanya" Andi juga berusaha untuk meyakinkan Yandi karena Andi tau kalau Yanti sebenarnya orang yang sangat baik sekali.


"Andi, ngapain kamu ngomong begitu, diam saja jangan kamu berharap dia akan menjadi sahabat kita lagi kamu harus tau kalau dia selama ini hanya


berpura-pura Ndi, dia tidak tulus membantu kita karena dia hanya menginginkan kita hidup sampai saat yang telah mereka tentukan" Sasa tidak terima kalau sampai Andi bersikap baik kepada Yanti lagi.


"Cukup, cukup sudah semua ini lebih baik kalian semua pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran atau aku akan membunuh kalian dengan tanganku" Yantii langsung berteriak tanpa melihat wajah mereka.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Yan, mereka ini tawanan kita dan kita harus menangkap mereka jangan gila kamu ya" hantu pendaki itu tidak terima dengan ucapan Yanti.


"Cepat pergi" teriak Yanti lagi


"Kmu mau menolong kami, sudah cukup tipu daya


yang kamu lakukan selama ini jadi sekarang kamu tidak perlu memulai drama lagi dan tidak akan mempan untuk kami" ucap Sasa tegas karena dia


memang sudah sangat kecewa dengan Yanti yang telah berkhianat.


Yanti hanya terdiam mungkin saja dia sangat ragu dan bimbang karena saat ini dia ada dalam dua pilihan, tetap bertahan dengan rencana yang telah dia buat bersama hantu pendaki atau dia


mengikuti kata hatinya yang telah nyaman menjadi sahabat Andi dan teman-temannya, mungkin Yanti belum bisa memutuskan.


"Kenapa kamu diam saja Yanti, cepat tangkap dan bawa mereka, disini ilmu kamu lebih tinggi daripada kami dan tentunya kamu akan dengan mudah menangkap mereka" ucap para pendaki itu.


Tidak ada yang tau, Yanti memang kuat tapi hantu pendaki itu tidak sendirian, mereka berempat jadi tidak bisa disepelekan begitu saja.


Andi yang sebelum berlari melihat kebelakang untuk memastikan keadaan Yanti dan dia melihat bagaimana hantu pendaki itu menyerang Yanti bersamaan dan Yanti yang berhasil menangkis


serangan mereka, jadi Andi memanfaatkan kesempatan itu itu berlari bersama Heni dan Sasa.


"Ayo kita lari dan pergi dari sini kita harus mnencari lagi tempat persembunyian yang aman agar kita


tidak tertangkap oleh hantu pendaki itu, mereka pasti sangat marah dan akan terus mencari keberadaan dia. bahkan mereka akan lebih gencar lagi mengejar


kemanapun kita pergi" mereka bertiga langsung berlari dengan kencang tanpa peduli apapun dan tidak lagi menengok kebelakang.


"Kita harus sembunyi kemana lagi Andii, bagaimana nanti kalau Anton dan Gilang mencari keberadaan kita, kita jangan lari terlalu jauh nanti kita akan


terpencar lagi, aku mau kita cepat pulang dan pergi dari tempat jahanam ini" Sasa sudah merasa lelah dengan semua ini, dia bahkan tidak peduli lagi


dengan Yanti.

__ADS_1


"Ikut aku, dan ingat jangan sampai kita terpisah lagi ikuti terus aku tempat persembunyian kita tidak akan jauh kok, jadi kita harus tetap lari mumpung


mereka masih bertarung jadi mereka tidak akan mengejar kita saat ini"' ucap Andi.


__ADS_2