
POV Andi
"Badan Lo masih panas banget, Lo juga masih lemas, mending Lo tidur dulu deh" dia malah menyuruh ku tidur.
"Gak papa kok, paling bentar lagi juga enakan kok badan gue" ucapku.
"Enakan apanya orang badan lo panas gini kok, kita disini aja, lanjutin perjalanan besok pagi kalau badan Lo udah gak panas lagi besok juga kaki gue pasti udah sembuh jadi kita bisa jalan sendiri-sendiri" tambah nya.
"Gue juga masih kuat kok kalau lo minta gendong lagi" aku menggodanya.
"Kuat apaan, baru gitu aja udah teler sok-sokan mau gendong lagi" dia langsung cemberut
"Hehe, habis nya badan lo berat banget sih" aku langsung menutup mulut karena keceplosan lagi.
"Apa lo, ngajak berantem lagi" dia malah berkacak pinggang nantangin pilihan yang tepat untuk berdiri di depanku.
"Hehe, iya iya maaf cuma bercanda kok" sambil senyum-senyum.
"Awas ya Lo kalau udah sembuh, gue jitak pala Lo" matanya sambil melotot.
"Cantik juga Lo kalau marah" kataku membuat dia tersipu malu.
"Emang gue cantik, awas Lo kalau tiba-tiba suka dan jatuh cinta sama gue, gak bakal gue terima" sambil memasang wajah sombong.
"Haha, jangan mimpi deh lo, ngapain gue suka sama cewek sok tau kaya elo" aku meniup gemas rambutnya.
"Apaan sih, lo kan dua hari gak sikat gigi" sambil memegang hidung nya.
"Ngaca dong, lo juga dua hari gak sikat gigi, sadar dikit napa" ucapku ketus kepada Sasa.
"Beda dong, gue gak sikat gigi tapi mulut gue masih wangi kok, nih lo lihat baik-baik gue gak mandi dua hari saja masih secantik ini" sambil menunjuk wajahnya yang memang masih terlihat sangat cantik.
__ADS_1
"Udah deh, jangan kepedean mulu, lo emang cantik tapi masih cantikan cewek yang gue suka, wajah lo yang pas-pasan itu sih gak ada apa-apanya sama dia" aku melipat kedua tangan ke depan.
"Tapi kan belum tentu dia suka sama elo" ledeknya sambil menjulurkan lidahnya.
"Sok tau banget sih jadi cewelk" jawabku singkat.
Badanku sepertinya sudah agak baikan, demamku juga sudah mulai turun begitu juga dengan kepalaku
sudah tidak terlalu pusing, aku merebahkan diri di tanah dan mulai memejamkan mata berharap saat
bangun nanti badanku sudah benar-benar sehat kembali agar malam ini kita bisa melanjutkan perjalanan agar bisa segera keluar dari gunung ini.
"Anton, itu kan Anton loh ini kan tempat semalam yang aku mimpi tentang Anton, kenapa aku bisa disini lagi, dan mana si Sasa" aku celingukan mencari Sasa tapi tidak ada, saat pandangan ku kembali ke depan Anton masih di tempat yang sama dan dalam
posisi yang sama.
"Anton" aku memanggilnya tapi dia tidak merespon
"Anton" dia masih tidak mendengarkan suara ku bahkan dia juga tidak menyadari keberadaan ku.
Aku berjalan ingin mendekat ke arah Anton karena aku panggil pun dia tidak mendengarkan sama sekali suaraku, aku terus berjalan sebenarnya jarak antara aku dan Anton tidak begitu jauh, tapi kenapa rasanya seperti sangat jauh dan tidak sampai juga, aku memutuskan untuk berlari dan terus memanggil nama Anton agar cepat sampai, tapi kenapa semakin di kejar jarak aku dan Anton malah semakin jauh entah apa yang sebenarnya terjadi kepada Anton, dia
terlihat begitu sedih dan wajahnya juga murung, entah apa yang dia rasakan.
"Anton lo kenapa sih, jangan bikin gue tambah khawatir, ton gue disini ayo kita cari jalan keluar bareng-bareng lo jangan begitu dong, kenapa diam aja" aku meneriakinya dengan sangat keras tapi dia tetap tidak merespon.
"Ya Allah, ada apa dengan Anton kenapa ini" aku berhenti karena sudah sangat lelah seperti tidak akan pernah sampai ke tempat Anton karena semakin di kejar Anton semakin menjauh saja, padahal aku lihat Anton hanya duduk dan menundukkan kepalanya tapi kenapa aku tidak bisa menggapainya.
"ton, tunggu aku akan kesana" aku kembali berdiri dan berlari untuk ke tempat Anton berada karena pikiran ku jadi kemana-mana, aku khawatir dengan
keadaan Anton karena dia terlihat tidak baik-bailk saja.
__ADS_1
"Kenapa Anton semakin menjauh sih, apa lari ku kurang kencang untuk menyusul dia" aku terus berlari dengan kencang tapi hasilnya tetap nihil aku belum juga sampai di tempat Anton.
Aku kembali berhenti karena lelah, rasanya percuma saja aku mengejar Anton, karena aku tetap tidak bisa
menggapainya.
"ton, tunggu gue di situ gue akan cari cara apapun biar bisa ke sana, jangan takut karena kamu tidak sendirian ada gue disini, kita akan cari jalan keluar bareng-bareng" teriak ku.
"Anton" aku langsung terbangun dari tidurku, ternyata aku cuma mimpi tapi aneh sekali mimpi itu seperti sangat nyata dan ini kedua kalinya aku memimpikan Anton dan setelah bangun badan ku basah dengan keringat dan aku masih ngos-ngosan seperti habis lari jauh padahal gue baru bangun tidur.
"Lo kenapa ndi, kenapa teriak-teriak manggil nama Anton, apa Lo mimpi tentang Anton lagi" tanya Sasa padaku.
"Iya, aku mimpi tentang Anton lagi, tapi kenapa ya aku mimpi Anton tuh udah dua kali, di mimpi itu gue lari karena mengejar anton, mimpinya itu sama persis seperti kemarin semakin gue mengejar anton semalkin menjauh pula jarak antara gue dan anton" aku menceritakan tentang mimpi yang barusan aku alami kepada sasa.
"Udah tenangin diri elo dulu, minum nih air biar lo agak enakan" dia menyodorkan air minum dan menyuruh ku meminumnya.
"Tapi anehnya setiap gue bangun tidur, nafas itu rasanya ngos-ngosan dan badan gue beneran capek kayak habis lari gitu, jadi berasa kayak nyata banget
gitu" jelasku.
Sasa terlihat berfikir dan mungkin dia memikirkan nasib Anton dan arti dari mimpi yang aku alami, bukan selkali aku mimpi seperti itu tapi sudah dua kali mimpi itu muncul dalam tidur ku, apa mungkin itu hanya sekedar kebetulan atau pun hanya bunga tidur karena gue terlalu kepikiran.
"Gue yakin ada sesuatu yang terjadi dengan Anton" ucapku sambil menundukkan kepala.
"Ngomong apa sih lo, jangan ngomong gitu mungkin itu hanya bunga tidur karena lo terlalu mikirin teman-teman kita yang lain" Sasa menenangkan ku.
"Tapi gue gak pernah mimpi tentang Gilang dan Heni" jawabku masih ngeyel.
"Ya itu karena lo lebih dekat sama si Anton mangkanya yang muncul di mimpi lo cuma Anton, dia kan best friend lo banget'" dia tetap ngeyel dan tidak mau kalah.
"Terserah lo deh, tapi hati gue mengatakan kalau anton lagi tidak baik-baik saja, kita harus cari anton
__ADS_1
malam ini juga" ucapku tegas.