
Dibagian hutan lain seorang remaja yang tersesat dan terpisah dari teman- temanya bangun dari pingsannya dan tidak tau dimana sekarang dia berada.
POV Anton.
"Aku ada dimana sekarang ini, dan kemana teman-teman ku yang lain kenapa kepala ku rasanya sangat pusing sekali, dan tubuhku juga terasa sangat
lemas sekali apa yang baru saja terjadi" ucapku sambil melihat ke sekeliling.
Kenapa tempat ini terlihat sangat asing bagiku dan kenapa aku bisa ada di temani ini dimana Gilang dan Heni berada alku masih melihat ke sekeliling siapa tau aku bisa menemukan keberadaan Gilang dan juga Heni.
Saat aku benar-benar tersadar ternyata aku sudah berada di tempat yang sangat asing bagiku karena tadi seingat ku aku berada di hutan belantara
bukan di tempat bebatuan seperti ini.
"Dimana Gilang dan Heni berada kenapa aku bisa sendirian di tempat ini bukankah aku tadi berada di dalam hutan bersama Gilang dan Heni" aku masih memegang kepala ku yang terasa pusing dan berdenyut.
Aku masih terus berusaha mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya kenapa aku bisa
berada di tempat ini dan sendirian.
"Aku ingat terakhir kali aku, Gilang dan Heni ada di hutan dan kita berada di bawah pohon lalu setelah itu ada makhluk tinggi besar yang menggangu kita lalu kita bertiga sama-sama lari dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi" aku masih terus memegangi kepala ku yang sekarang masih terasa sangat
pusing.
"Lalu bagaimana kejadian setelah itu kenapa aku bisa berada di tempat ini kenapa aku tidak berada di hutan tadi tempat terakhir aku bertemu dengan
teman-teman ku, dimana mereka saatbini dan bagaimana bisa aku terpisahbdengan mereka" aku masih kebingungan.
Aku berpikir keras bagaimana cara agar aku bisa menemukan teman-teman ku yang lain dimana mereka sekarang berada apa mereka masih mencari
keberadaan ku dan apakah mereka sekarang baik-baik saja, aku benar-benar pusing dan aku masih belum ingat kenapa aku bisa tertidur
__ADS_1
atau pingsan disini.
Entahlah itu semnua membuat ku semakin pusing saja, sekarang yang terpenting adalah bagaimana caranya aku bisa menemukan teman-teman ku
dan aku harus mencari cara agar bisabkeluar dari tempat yang aneh ini.
Dan saat aku melihat ke sekeliling tempat ini memang terlihat aneh. banyak sekali bebatuan baik kecil maupun besar, pohon yang ada di tempat ini juga sangat jarang sekali bahkan jarak dari pohon satu ke pohon lain memang agak jauh, jadi sudah
dipastikan kalau ini bukan hutan ini lebih miring seperti gurun tapi tidak tandus, entahlah aku sendiri masih bingung dan belum mengerti dengan
kejadian ini.
Aku memegang kepala ku dan merabanya siapa tau ada luka di kepala ku yang membuatnya terasa sangat sakit dan pusing, tapi setelah beberapa kali
aku raba sudah bisa di pastikan kalau tidak ada luka sama sekali di kepala ku, jadi rasa sakit di kepala ku ini bukan akibat luka yang serius.
"Apa mungkin tadi aku terbentur ya atau kepalaku pusing itu karena akubpingsan karena kelelahan mangkanya kepalaku jadi sesakit ini" aku bergumam
sendiri.
sama sekali tidak ada luka" aku bicara sendiri masih memegang kepala karena aku masih bingung.
Aku langsung duduk dan mencaribranselku karena aku merasa mulutku terasa sangat kering karena rasa haus yang sangat menyiksa, saat aku
mencarinya ternyata ranselku masih berada di punggung ku dan masih utuh seperti sedia kala aku langsung mengambil air minum dan langsung
meneguknya, sungguh aku sangat kehausan setelah meminum air dari botol yang aku bawa tadi akhirnya
hilang juga dahaga di tenggorokan.
Aku ingin berdiri tapi ternyata kakiku juga merasa sakit, karena kaget aku langsung spontan memeriksa kakiku takutnya kakiku terluka karena terjatuh
__ADS_1
atau apa tapi saat aku memeriksa kakiku aku dibuat kaget karena kakilku ternyata baik-baik saja tidak ada luka memar sama sekali benar-benar bersih.
Tapi aku belum percaya jadi aku periksa sekali lagi untuk memastikan apakah benar kakiku baik-baik saja dan benar saja memang tidak ada yang salah
dengan kakiku, aku juga tidak terkilir, tapi kenapa saat aku mau berdiri kakiku sakit sepertinya aku tadi terjatuh lalu pingsan di tempat ini.
Semuanya begitu tiba-tiba, aku hanya ingat kalau tadi aku lari karena di kejar oleh makhluk yang sangat
menyeramkan aku terus berlari tanpa memperhatikan keadaan di sekitar ku dan aku ingat betul sebelum aku pingsan tadi malam aku melihat ada gapura di hutan itu lalu tanpa pikir panjang aku
langsung masuk ke gapura itu karena dipikiran ku saat itu hanya gimana caranya aku bisa aman dari kejaran makhluk mengerikan itu.
Setelah itu aku benar-benar tidak bisa ingat apa-apa lagi, dan ingatanku hanya terhenti sampai disitu tidak ada lagi yang aku ingat lalu setelah aku sadar
tiba-tiba saja aku sudah berada di tempat yang asing ini.
"Gimana dong, kakiku sakit lagi mana bisa aku mencari teman-teman ku dalam keadaan seperti ini, ini pasti akan sangat menyiksa dan menyusahkan ku"
aku mengurut kaki ku agar bisa cepat sembuh dan aku bisa segera mencari temanku yang lain.
Aku mengurut kaki ku menggunakan minyak gosok yang aku bawa dari rumah, ini memang untuk
jaga-jaga kalau ada yang terjatuh atau keseleo ini pasti sangat di butuhkan, aku mengurut sendiri dan kakiku masih terasa sangat sakit.
"Kok bisa sakit banget kaya gini sih, kenapa ini bisa terjadi kalaupun aku terjatuh kenapa aku tidak bisa
mengingat kejadian itu sama sekali" aku masih kebingungan.
Setelah selesai mengurut aku kembali merapikan ranselku dan mengembalikan botol minum ku ke
tempat semula, untuk saat ini aku hanya bisa diam di tempat ini tapi nanti setelah aku merasa kakiku sudah baikan aku akan mencari jalan keluar dari tempat ini dan mencari keberadaan Gilang dan Heni.
__ADS_1
"Tega banget sih mereka berdua ninggalin gue disini sendirian, masak mereka gak tau kalau gue terpisah dari mereka apa mereka gak nyarin gue" aku sedikit marah dengan Gilang dan Heni, kenapa kita bisa terpisah padahal kan aturan kalau kita lagi berada di alam terbuka kita tidak boleh terpisah walaupun dalam keadaan apapun" aku ngomel sendiri karena merasa kesal.
Sekarang malah perutku merasa sangat lapar, memang aku belum makan dan hanya makan saat masih bersama Gilang dan Heni aku bingung karena aku sama sekali tidak membawa logistik ataupun alat untuk memasak karena hanya Gilang yang membawanya.