
"Aku belum pernah melihat makhluk berwajah rata itu di gunung larangan ini, lalu dari mana mereka
semua datangnya" Yanti sendiri belum pernah bertemu dengan mereka di gunung larangan ini.
Makhluk itu berjalan seperti zombie, padahal dia tidak memiliki mata tapi dia bisa berjalan dengan baik tanpa bertabrakan satu sama lain, dan yang
paling membuat mereka merinding adalah makhluk berwajah rata itu sambil menggendong keranda mayat.
Mungkin Gilang dan teman-temannya akan mereka jadikan pengikut karena mereka telah membaca
mantra yang ada di buku itu. Tapi Yanti sudah bilang kalau tanpa adanya media mantra itu tidak akan bekerja, tapi ternyata makhluk berwajah rata itu bisa
merasakan dimana buku itu berada.
"Biarkan mereka mengambil buku itu karena itu sangat berbahaya untuk kalian, jadi lebih baik buku itu hilang" Yanti memperingatkan mereka.
Makhluk berwajah rata itu sepertinya sudah lelah mencari keberadaan Gilang dan teman-temannya,
karena terlihat mereka yang tadinya berpencar sekarang kembali berkumpul dan seperti berdiskusi, lalu mereka semua memutuskan untuk pergi dari
tempat itu karena mereka tidak menemukan apapun di goa dan sekitarnya.
Mereka pergi ke arah Utara tempat dimana mereka tadi berasal, tapi entah kemana lagi tujuan mereka setelah ini, semoga mereka tidak bertemu lagi
dengan hantu berwajah rata itu sampai kapanpun.
Mungkin mereka sama bahayanya dengan hantu pendaki, karena mereka satu sekte, mereka satu aliran, tapi mungkin hantu pendaki itu mereka
terlalu bodoh karena mengikuti perintah setan, jadi sekarang jiwa mereka terombang-ambing di gunung larangan ini.
Walaupun mayat salah satu dari mereka sudah ditemukan tapi Gilang dan teman-temannya belum menguburkan jasad itu secara layak, jadi mereka masih di siksa dan dijadikan budak di alam jin.
Dan jika mayat mereka tidak ditemukan maka selamanya mereka akan bernasib seperti itu.
"Alhamdulillah mereka senmua sudah pergi, ngeri banget sih wajah mereka semua, masak rata kayak habis di amplas gitu" kata Andi menahan tawa.
__ADS_1
"Lagian kamu juga ikut aneh, mana ada jin yang sempurna, mereka itu semuanya memiliki kekurangan dalam bentuk fisik, karena yang memiliki
kesempurnaan hanya manusia di bumi ini. Makanya para jin iri terhadap manusia dan berniat untuk
menjerumuskan manusia ke neraka bersama dengan mereka" Heni menjelaskan kepada Andi.
"Iya juga sih, tapi aku masih ngebayangin gimana caranya mereka ngobrol dan gimana caranya mereka
bernafas" Andi berpikir keras tapi dia tidak juga menemukan jawabannya justru dia malah tertawa mengingat apa yang tadi dia tanyakan sendiri.
"Gak usah nanya yang aneh-aneh deh Lo, nanti aja kalau Lo ketemu mereka tanya sendiri biar gak penasaran terus" Sasa menjawab dengan cuek.
"Apaan sih, orang gue gak ngomong sama elo juga" jawab Andi lagi.
Sasa langsung terlihat kesal dengan sikap Andi, sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala karena mereka semua sudah tahu bagaimana Andi dan Sasa setiap harinya kalau sedang bersama.
"Yang lebih gue kepoin adalah gimana ceritanya waktu kalian berdua terpisah dari kita terus kalian cuma berdua, apa gak berantem terus sepanjang perjalanan, atau kalian berdua hanya diem-dieman" tanya Heni yang juga penasaran.
"Andi tuh, rusuh banget jadi cowok dia ngajakin gue berantem terus" Sasa menunjuk Andi.
mayat mereka maka akan semakin cepat pula kita bisa pulang, tapi kalau kalian lama ya kita pulangnya juga masih lama" Gilang memperingatkan mereka agar lebih cepat mencari mayat hantu pendaki.
Yanti juga setuju dengan ucapan Gilang karena saat ini bukan waktunya mereka bercanda dulu karena ada hal penting yang harus segera mereka selesaikan secepat-cepatnya.
Setelah memastikan keadaan sudah benar-benar aman dari makhluk berwajah rata itu, mereka langsung keluar dari tempat persembunyian dan
mereka mulai berjalan lagi untuk mencapai jasad pendaki gunung larangan itu, tinggal tiga jenazah lagi
yang harus mereka semua cari.
Tiba-tiba kabut menghilang dan suasana menjadi cerah lagi, tapi hari sudah hampir malam sedangkan mereka harus tetap mencari jasad mereka sampai ketemu, mereka semua sudah memutuskan paling lambat besok sore keempat jasad pendaki gunung larangan itu harus ketemu dan harus segera di
makamkan dengan layak.
Saat mereka berjalan, tidak sengaja mereka mencium bau sesuatu, karena penasaran mereka langsung berhenti dan memastikan apa yang mengganggu indera penciuman mereka di tempat itu.
__ADS_1
"Bau apa ya ini, kok kayak aneh banget sih baunya. Tapi dari mana ya" Anton celingukan begitupun juga dengan yang lain.
"Seperti bau apa ya, kok aku lupa" ucap Sasa sambil menutup hidung.
"Eh kalian lihat itu deh, di bawah jurang itu seperti ada tubuh manusia, coba kalian perhatikan dulu" Yanti yang pertama kali melihat tubuh manusia yang tergeletak di bawah jurang.
Tapi jurang itu tidak terlalu dalam jadi mereka saat lewat masih bisa mencium aroma khas dari mayat, tapi tubuhnya masih utuh seperti baru saja meninggal, baju dan celana juga masih lengkap tidak kurang sama sekali.
Mereka terus melihat mayat itu karena mereka ingin memastikan apakah itu mayat hantu pendaki atau
tidak, karena sebelumnya juga banyak sekali orang hilang di gunung larangan ini, bahkan sudah puluhan yang hilang dan sampai detik ini tidak pernah
ketemu mayatnya.
"Apa lagi yang kalian lihat" tanya Yanti saat melihat mereka masih memandang mayat itu.
"Mastiin kalau itu beneran mayat hantu pendaki, takutnya salah" jawab Gilang.
"Biar aku saja yang melihat dan kalian semua tunggu disini dulu, aku akan turun ke bawah untuk memastikan kebenarannya, kalian gak usah lihat lagi,
tunggu di bawah pohon itu dan kalian jangan mendekati jurang ini lagi, aku takut ada yang berniat jahat kepada kalian" ucap Yanti mnemperingatkan
mereka semua.
Mereka yang mendengar ucapan Yanti itu langsung kaget dan serempak mundur ke belakang, mereka pasti tidak akan pernah berpikir sejauh itu karena
mereka mengira kalau mereka sudah aman.
"Bener tuh apa yang Yanti katakan, jangan sampai ada jin jahat yang mendorong kita semua sampai jatuh ke bawah, sekarang lebih baik kita tunggu disana dulu biar Yanti yang turun" kata Anton sambil berjalan kearah pohon dekat jurang itu.
Yanti langsung turun ke bawah dan memastikan apakah benar itu mayat hantu pendaki, karena Yanti bisa terbang jadi itu bagi dia adalah pekerjaan yang
sangat gampang.
Yanti yang baru saja sampai ke bawah langsung melihat jasad itu, dia mendekati jasad yang sudah lama meninggal itu, tapi sayang sekali selama ini jasad mereka di sembunyikan di alam gaib agar tidak ada yang bisa menemukan jasad itu dan tidak ada
__ADS_1
yang akan menguburkannya. Tapi untung saja Yanti menghancurkan pintu itu saat dia keluar, jadi jasad mereka yang tidak seharusnya ada di alam gaib langsung keluar dan kembali ke tempatnya masing-masing, makanya walaupun sudah bertahun-tahun tapi jasad mereka masih utuh dan sama persis seperti saat mereka meninggal.