
Gilang yang menyadari bahwa dia akan kehilangan kesadaran langsung berusaha untuk bangkit, karena kalau dia menuruti tubuhnya bisa-bisa dia benar-benar akan kehilan gan kesadaran.
"Tidak, aku tidak boleh menyerah aku harus melawan iblis ini, kalau tidak aku akan gagal membawa Anton keluar dari gunung larangan ini, apalagi dia
berada di alam gaib, tidak akan aku biarkan iblis ini menghalangi jalan ku untuk menemukan Anton" Gilang berusaha untuk berdiri sambil memegang
dadanya.
Mungkin Gilang merasakan sakit di bagian dadanya karena pukulan yang sangat keras dari iblis itu.
"Hahaha. bukankah sudah aku bilang kamu tidak akan bisa melawanku anak muda, kekuatanmu tidak
sebanding dengan kelkuatanku, lebih baik kamnu menyerah saja ikhlaskan jiwa dan ragamu untuk selamanya tinggal di gunung larangan ini" ucap iblis itu sambil tertawa, dia menertawakan keadaan Gilang yang sudah kesakitan.
"Tidak akan pernah aku biarkan kamu menyakiti sahabatku, kamu yang harus binasa dan pergi dari sini" teriak Gilang lantang.
"Ini adalah tempat tinggal ku, bagaimana mungkin kamu menyuruh aku pergi dari rumahku sendiri,
seharusnya kamu tanyakan kepada dirimu sendiri kenapa kamu bisa berad disini" iblis itu kembali tertawa.
"Gunung ini terlalu indah untuk kamu tempati iblis jahanam, tidak seharusnya tempat ini kalian kuasai, ini ciptaan tuhan yang seharusnya semua makhluk yang dia ciptakan bisa menikmatinya, tapi malah kalian rusak dengan sifat tamak yang kalian miliki"
hardik Gilang, dia sangat kesal dengan makhluk itu.
Seharusnya Gilang bisa dengansangat mudah melumpuhkan iblis ini, tapi kalau sampai dia berubah maka dia akan kehilangan banyak tenaga dan dia tidak akan pernah bisa melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan Anton.
"Ini memang rumah kami, dan akan selamanya menjadi rumah kami, kalian para manusia tidak ada hak apapun atas tempat ini, kalian memang perusak
bahkan adanya kalian di tempat ini hanya akan menghilangkan keindahan alamnya, kalian para manusia bahkan selalu mengotori tempat kami dengan sampah yang kalian bawa, kalian hanya
senang memamerkan kemampuan kalian untuk menikmati keindahan alam gunung ini, tapi kalian lupa kalau tempat ini juga perlu dijaga bukan
malah kalian kotori dengan sampah maupun perbuatan bejat kalian" iblis itu sangat marah.
__ADS_1
Memang yang dikatakan oleh iblis ini ada benarnya, banyak manusia yang mengaku mencintai alam tapi mereka malah membuang sampah sembarangan,
bahkan kakek buyut ku pernah bilang dulu waktu gunung ini masih dibuka untuk umum, banyak sekali sampah disini karena ulah manusia, bahkan warga di sekitar gunung ini yang sering melakukan kerja bakti untuk membersihkan tempat ini.
"Bahkan manusia diantara kalian ada yang berbuat zina di tempat ini, kalian datang sebagai tamu di rumah kami, tapi kalian malah mengotori tempat ini dengan perbuatan kotor kalian itu, sekarang kamu pikir sendiri pakai otak kamu, kalau ada tamu yang
datang ke rumahmu lalu dia mengotori rumahmu dengan perbuatan kotornya ataupun dengan sampahnya apa kamu akan mengizinkan orang itu untuk datang lagi ke rumahmu" iblis itu terlihat sangat marah.
"Tidak semua manusia seperti itu, bahkan aku dan teman-teman ku tidak pernah melakukan itu, tapi kenapa kalian masih menyesatkan kami yang
tidak tau apa-apa ini" Gilang bertanya kepada iblis itu.
"Tidak semua memang, tapi lebih banyak yang berbuat kotor daripada yang benar-benar ingin menikmati alam" ucapnya sambil menatap Gilang tajam.
Semua yang dikatakan iblis ini sangat benar, aku sendiri bingung harus menjawab apa, karena yang dia katakan itulah sifat kebanyakan manusia.
Mungkin yang dia katakan ada benarnya tapi apa yang mereka lakukan tidak lah benar, karena manusia juga punya hak yang sama dengan mereka
yaitu menikmati alam yang ada di dunia ini, tapi mereka malah menyesatkan manusia dan menumbalkan manusia yang belum tentu bersalah.
kemarahan kalian juga" ucap Gilang membujuk iblis itu.
"Kalian semua sama dan tidak ada bedanya sama sekali, aku benci manusia, jadi sampai kapanpun kalian para manusia tidak boleh lagi menginjakkan
kaki di gunung larangan ini" ucapnya tegas sambil menatap Gilang dalam-dalam.
Iblis itu kembali menyerang Gilang, ternyata dia masih sama dengan ambisinya ingin menghabisi Gilang walaupun Gilang dan teman-temannya
tidak pernah berbuat salah di gunung larangan itu.
Ditempat lain, Anton yang sudah merasa sangat lemas terbangun dari tidurnya yang kurang nyenyak, karena Anton harus tidur dengan perut kosong
dan itu sangat menyiksa hari-harinya sampai saat ini.
__ADS_1
"Sialan, kenapa aku harus terbangun lagi sih, padahal aku sudah berharap kalau aku harus mati hari ini
juga agar aku tidak lagi sengsara dan merasakan lapar terus menerus seperti ini, aku kelaparan terus dan harus merasakan panasnya tempat ini, juga
dingin yang sangat menusuk badanku setiap harinya" Anton bergumam sangat pelan.
Kasiahan sekali anak itu dia harus merasakan sakit dan bahkan saat ini dia harus kehilangan semangat hidupnya gara-gara kelaparan dan kehausan, mungkin saat ini dia juga sudah merasakan penyesalan dalam hatinya karena telah membohongi orang tuanya dan juga nek Ngah yang telah
memberitahu mereka kalau gunung larangan ini sangat berbahaya.
"Apa mungkin teman-teman ku bisa selamat dan keluar dari gunung larangan ini, aku selalu mendoakan kalian agar kalian bisa keluar dari
tempat terkutuk ini, dan kalaupun hanya aku yang tidak bisa keluar, aku hanya pasrah mungkin ini semua memang sudah takdirku, jadi aku harus
ikhlas dengan garis kehidupan yang harus aku rasakan" ucapnya disela Isak tangisnya.
"Andai aku bisa mengulang waktu, aku akan mematuhi ucapan nek Ngah dan aku akan jujur kepada orangtuaku kalau aku sebenarnya pergi ke gunung larangan, sekarang semuanya sia-sia dan
sudah terlambat, orangtuaku pasti mencari keberadaan ku yang tidak akan pernah mereka temui, seharusnya kemarin aku sudah pulang dan pagi ini
aku sudah berada di rumah, tapi semua tidak sesuai rencana aku malah terjebak di sini" Anton kembali menangis.
Setegar apapun laki-laki kalau mereka berada dalam posisi dan situasi seperti Anton pasti akan menangis
meratapi nasib hidupnya.
"Apa besok atau lusa aku akan mati kelaparan disini, kalau memang aku sudah tidak bisa keluar dari tempat ini aku akan berdoa agar hidupku segera
berakhir, aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, semua badanku terasa sakit karena rasa lelah, aku capek setiap hari harus berjalan mencari
makan dan juga jalan keluar tapi yang aku dapatkan hanya rasa lelah saja" ucapnya lirih.
Malang sekali nasib Anton, tapi bagaimana lagi memang manusia hanya bisa berencana, tapi tetap Tuhanlah yang menentukan nasib manusia,
__ADS_1
semoga dia bisa lebih sabar lagi sampai dia menemukan jalan keluar yang sebenarnya, bukan malah ingin mengakhiri hidupnya.