
Masih Lanjutan POV Gilang.
Saat aku sedang mengikuti mereka, tiba-tiba mereka berhenti secara mendadak dan itu sangat mengagetkan aku karena aku tidak tahu kalau mereka akan berhenti tiba-tiba.
"Kok mereka berhenti" aku langsung bersembunyi tapi pandangan ku tidak luput dari mereka aku terus
memantau mereka dan apa yang akan mereka lakukan.
Aku kembali bersembunyi kali ini di tempat yang lebih aman karena aku takut mereka akan kesini dan mencari keberadaan ku saat ini, jadi aku harus
mencari tempat persembunyian yang lebih aman dari ini.
"Apa kamu merasakan sesuatu" tanya hantu pendaki itu pada temannya
"Apa yang kamu rasakan" temannya malah kembali bertanya.
"Aku merasa ada manusia di sekitar kita saat ini, apa kamu tidak merasakannya" jawab hantu pendaki itu.
"Iya, aku seperti merasakan ada aura lain di tempat ini" timpal temannya.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang, apa kita lanjut saja berjalan atau kita cari tau dulu apakah ada
manusia lain atau tidak" tanya hantu pendaki itu pada temannya.
Temannya terlihat berpikir mungkin dia juga bingung mau menjawab apa mangkanya dia berpikir terlebih dahulu untuk memutuskan.
"Apa kita cari tau dulu apakah ada manusia atau tidak, bisa jadi kita punya mangsa baru kali ini, jadi kita selidiki saja dulu" jawab temannya.
"Iya kamu sangat benar, siapa tau memang ada manusia lain di sekitar sini jadi kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari keberadaan mereka dan kita bisa dengan mudah menangkap dia"
ucapnya lagi sambil menyeringai.
Mereka berdua tiba-tiba berubah menjadi sosok yang menyeramkan, mereka mengubah wujud asli mereka yang nampak sangat menyeramkan sekali, wajah mereka keluar darah dan tangan mereka patah bahkan kakinya juga patah, kondisi yang sangat
mengerikan sekali.
Aku bergidik ngeri melihat wujud asli mereka, sungguh sangat menakutkan bagi siapapun yang
melihatnya, aku ingin berteriak karena kaget dan merasa takut, tapi semua itu aku tahan karena aku tidak mau mereka tau kalau aku ada disini dan jangan sampai mereka mengetahui tempat
__ADS_1
persembunyian ku.
"Kemana kita akan memulai mencari manusia itu" tanya hantu pendaki itu, mungkin dia sudah sangat
bernafsu untuk menemukan aku.
"Kita cari di sekitar sini dulu karena aura itu terasa sangat dekat di sekitar sini, jadi kita tidak perlu mencari jauh-jauh karena kita pasti akan segera
menemukan dia" jawab temannya yang di barengi dengan gelak tawa dari mereka berdua.
Jantung ku langsung berdebat sangat kencang, alku merasa sangat takut sekali apalagi saat melihat mereka sudah mulai mencari di sekitar mereka dan
bukan tidak mungkin mereka akan mencari juga ketempat dia bersembunyi saat ini, tubuhku terasa bergetar hebat dan keringat dingin mulai membasahi
bajuku, sungguh aku sangat ketakutan rasanya nyawaku sekarang ada di ambang batas antara hidup dan mati.
Aku perlahan menjauh dan berusaha mencari tempat yang lebih aman dan tidak dijangkau oleh mereka,
aku berusaha mundur dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi apapun yang bisa membuat mereka curiga, jangan sampai aku
mengeluarkan suara karena pasti mereka akan menangkap ku dan mereka akan membawaku ke tempat Heni tapi tidak dengan cara yang aku harapkan.
menyelamatkan Heni dari sini" aku bermonolog sendiri.
Aku bingung harus apa sekarang, karena mereka sudah semakin mendekat ke arahku, tapi aku tidak berhenti berdoa dan semoga saja mereka tidak
menemukan aku di tempat ini, semoga mereka berbalik dan segera melanjutkan perjalanan lagi agar aku bisa segera menemukan Heni.
"Gimana apakah sudah ketemu sama manusia itu" tanya hantu pendaki itu.
"Tidak, aku ternyata tidak menemukan apapun bagaimana dengan kamu apakah kamu sudah mnenemukan dia" temannya kembali bertanya lagi.
"Aku juga tidak menemukan apapun, apakah kita sudah salah apa mungkin indera penciuman kita sudah berkurang atau bagaimana" hantu pendaki itu bingung karena tidak bisa menemukan keberadaan ku saat ini.
"Tidak mungkin kita salah, buktinya kita sama-sama merasakan aura lain dan itu adalah aura manusia pasti dia ada di sekitar sini, apa kita harus cari lagi ke
tempat lain" jawab temannya dia juga sebenarnya merasa bimbang apakah harus mencari lagi atau tidak.
"Aku juga bingung, yaudah kita cari dulu di sebelah sana kalau memang tidak ada ya kita harus kembali mungkin kita yang salah" temannya hanya
__ADS_1
mengangguk dan kembali mencari kebsegala arah untuk mencari keberadaan ku.
Tapi aku bersyukur karena jarak kita semakin jauh itu artinya mereka tidak bisa menemukan ku, itu artinya
untuk saat ini aku masih aman dari kejaran mereka, dan aku harus lebih berhati-hati lagi dalam melangkah, aku harus membuat jarak yang lebih jauh
lagi karena mereka bisa mencium kehadiranku ya wajar saja karena mereka memang bukan manusia biasa, mereka kan hantu yang bergentayangan
wajar saja kalau mereka bisa mencium aura dari manusia sepertiku.
Aku memutuskan untuk menjauh dari mereka dan aku akan mengikuti mereka dari jarak yang lebih jauh lagi agar aku aman dari mereka dan agar mereka tidak bisa mencium kehadiranku.
"Gimana apa kamu menemukan keberadaan manusia itu" tanya hantu pendaki itu sambil kebingungan mencari keberadaan ku.
"Aku tidak menemukan apapun mungkin penciuman kita yang salah karena tidak ada satupun manusia di
tempat ini" jawab temannya mantap mungkin dia sudah yakin kalau penciuman mereka yang salah dan
mereka sudah yakin kalau tidak ada manusia lain lagi di sekitar sini.
"Ya sudah kalau begitu ayo kitablanjutkan perjalanan pasti teman-teman kita yang lain sudah menunggu
kedatangan kita disana, ayo kita kembali ke tempat kita" ajaknya.
"Ayo, lebih baik kita berjalan dengan cepat agar kita bisa segera sampai ke tempat tujuan kita" jawab
temannya antusias.
"Aku juga sudah tdak sabar melihat mangsa kita itu dan kita hanya akan menunggu beberapa saat agar kita bisa memancing teman-teman dia yang lain
agar kita bisa menemukan mereka semua" pendaki itu langsung tertawa dan tawanya terdengar sangat
menakutkan bagi siapapun yang mendengarnya.
"Kamu benar, selama dia masih ada di tangan kita, kita bisa mencari temannya yang lain dengan mengubah wujud kita seperti dia dan kita akan
mengecoh mereka untuk mereka datang sendiri ke tempat ini jadi kita tidak perlu bersusah payah lagi untuk kejar-kejaran sama manusia sialan itu karena mereka semua terus saja berhasil lolos saat kita
menemukan keberadaan nya" ucap pendaki hantu tersebut.
__ADS_1
"Iya kamu benar, memang mereka terlalu pintar dan susah untuk di taklukkan"