Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
Bab 116


__ADS_3

Gilang sendiri sudah bilang kalau mereka tidak perlu ikut karena itu akan sangat membahayakan keselamatan mereka, Gilang menyuruh mereka untuk


memegang kuat kalung yang tadi Gilang berikan agar tidak ada jin jahat yang menggangu mereka lagi.


Karena Gilang tau penghuni gunung larangan ini sekarang sedang gencar ingin menangkap mereka semua, apalagi sekarang mereka berniat ingin mencari dan menguburkan jasad hantu pendaki.


Mereka semua pasti akan sangat marah sekali karena Gilang dan teman-temannya sudah ikut campur terlalu dalam urusa mereka.


Tapi sepertinya tekad mereka sudah sangat bulat bahkan mereka sudah tidak takut lagi dengan apapun yang akan mereka hadapi kedepannya, mereka sudah menyiapkan semuanya.


"Sudahlah, kamu jangan lagi banyak bicara disini, dan asal kamu tahu kita semua tidak punya waktu sedikitpun untuk mendengarkan ocehan kamu yang tidak berguna itu, karena kita sudah saling percaya satu sama lain, percuma kamu bicara panjang lebar karena kita tidak mau percaya dengan ucapan kamu


itu" ucap Gilang dengan tegas.


"Baiklah kalau itu yang kalian mau jadi kalian memang tidak bisa diajak bicara dengan baik-baik ya, jadi aku terpaksa harus menggunakan kekerasan


kepada kalian agar kalian mau mengerti ya" ucapnya.


Dia langsung berubah menjadi makhluk yang sangat mengerikan, giginya bertaring dan dia mengeluarkan


bau yang sangat tidak enak yang langsung menusuk kedalam hidung membuat siapapun akan muntah karena mencium baunya.


"Huek" mereka semua muntah saat mencium bau itu


"Hahaha,, hanya segitu saja ternyata kekuatan kalian ya" dia tertawa bahagia.


"Bau banget sih jadi jin, emang di alam kamu gak ada air ya sampai kamu gak pernah mandi, atau memang kamu yang malas mandi" tanya Sasa sambil menutup hidung.


"Dan gue yakin, ini jin pasti jomblo" Ucap Andi.


"Kok Lo bisa tahu kalau dia jomblo'" Anton langsung bertanya sama Andi.


"Ya iyalah dia jomblo, dan itu sudah pasti, sekarang bayangkan saja deh siapa perempuan yang mau dekat-dekat sama dia coba, kalau baunya lebih parah dari bau bangkai" Andi meledek jin itu.


Sontak mereka semua tertawa mendengar ucapan Andi, memang betul sih jin ini sangat bau di Bandingkan jin yang lainnya, apalagi giginya juga


bertaring, kalau di buka pasti sangat luar biasa sekali baunya.


"Kurang ajar sekali ya mulut kamu, mau aku lempar mulut kamu itu" Ucapnya sambil marah.

__ADS_1


"Tergantung, asal jangan di lempar pakai gigi kamu yang runcing itu ya, karena pasti baunya lebih busuk


daripada badan kamu" ejek Andi lagi.


Jin itu semakin marah kepada mereka semua, tapi dia sendirian sedangkan mereka berenam dengan Yanti, pasti jin itu akan kalah ditangan mereka


semua.


Jin itu mengeluarkan api dari tubuhnya, lalu melemparkan api itu kearah Andi dan dengan sigap Andi langsung menghindar, untung saja dia bergerak dengan secepat kilat, kalau tidak dia bisa saja terbakar.


"Haha, gak kena tuh. Belajar lagi Sono" Andi terus mengejeknya.


Gilang yang melihat jin itu sudah semakin marah langsung mendekat dan mengajak dia untuk adu kekuatan agar jin itu bisa binasa dan tidak mengganggu perjalanan mereka lagi.


"Yanti, kayaknya kita harus membawa jin ini pergi menjauh dari tempat ini karena dia sangat bau, kasian mereka nanti malah muntah-muntah, terus nanti mereka bisa lemas dan tidak bisa melanjutkan perjalanan" usul Gilang.


"Kamu benar Lang, ayo kita pancing dia untuk pergi dari sini, mereka semua juga sudah aman karena


kalung kamu itu akan melindungi mereka dari serangan para jin jahat kalau kita tidak ada" ucap Yanti yang langsung menyetujui usulan dari Gilang.


Yanti langsung mengajak Gilang untuk terbang keatas agar jin jelek itu mengejar mereka, dan setelah itu teman-teman dia tidak akan muntah lagi saat mencium bau badan dari jin jelek ini.


karena Yanti tahu betul kalau jin jahat ini tidak bisa mencium bau wangi, dia akan langsung lemas kalau mencium bunga yang wangi.


"Kita kemana lagi ini Yan" tanya Gilang


"Kita cari tempat yang banyak bunganya karena kelemahan dia itu kalau mencium bau wangi" Yanti


menjelaskan.


"Pantesan dia sangat bau sekali" ucap Gilang lagi.


Setelah mencari akhirnya Yanti menemukan tempat yang pas untuk dia melawan jin jahat ini, jadi dia akan melawan dia dengan mudah karena disini banyak sekali bunga yang harum, pasti jin itu akan lemas sendiri.


"Kenapa kalian takut hah, bukankah kalian sendiri yang tadi menantang aku, jadi kenapa sekarang kalian takut dan malah kabur" ucapnya dengan percaya diri.


Tanpa banyak bicara Gilang langsung melawan jin jelek itu, Gilang terus berusaha untuk menyerangnya tapi jin itu terus saja berhasil lolos dari pukulan


Gilang.

__ADS_1


"Sialan, gesit juga jin jelek ini" gumam Gilang pelan.


"Hahaha, hanya segitu saja kemampuan kamu anak muda" ucapnya meledek Gilang.


Dan Gilang kembali menyerang dia tanpa ampun, kali ini Gilang menggunakan tenaga dalamnya untuk


melawan jin jelek itu karena Yanti sendiri bilang kalau jin ini lama-lama akan lemas sendiri karena mencium bau wangi dari bunga-bunga ini.


Jin bodoh itu belum menyadari kalau kekuatan dia sudah mulai berkurang karena dia semakin


menghirup aroma Bunga itu.


Yanti sengaja meniup bunga itu agar wanginya semakin menusuk hidung dannjin jelek itu bisa segera musnah dengan sendirinya.


"Aarrgh bau apa ini, sialan kalian berdua telah menjebak ku, kalian mengajak aku kesini karena si Yanti brengsek itu sudah tahu akan kelemahan


ku, sialan kalian semua" ucapnya masih dengan nada yang marah.


"Yah, gitu doang, Lemah banget sih kamu jin jelek, masak bau bunga yang sangat harum ini malah membuat kamu lemas sihh, dasar gak jelas banget sih" Gilang meledek jin jelek itu.


"Udah ayo kita pergi dan tinggalkan jin jahat itu sendirian, biarkan dia mati secara perlahan, tidak akan lama lagi kok" ucap Yanti.


Saat mereka hendak terbang kembali, Gilang seperti melihat sesuatu dari balik bunga-bunga itu, tapi belum jelas apa yang Gilang lihat.


Lalu Gilang mendekat dan semakin mendekat, setelah benda itu ada tepat di depan Gilang dia melihat sebuah carrier tergeletak begitu saja.


"Yanti, apa mungkin ini milik salah satu hantu pendaki" Gilang memegang carrier itu.


"Sepertinya itu memang benar carrier salah satu dari hantu pendaki itu, tapi dimana jasadnya ya, apa mungkin ada disekitar sini ucap yanti yang juga


kebingungan.


"Haduh gimana ya Yan, kayaknya mereka juga jauh dan tidak ada disekitar sini deh, kalaupun ada di sekitar sini pasti kita akan melihatnya" Gilang juga kebingungan.


Mereka terus mencari disekitar situ dan berharap akan segera menemukan jasad salah satu dari hantu pendaki, tapi sepertinya memang hanya ditemukan


carriernya saja dan tidak ada jasad disana, Gilang tidak menyerah dia bahkan berjalan lebih jauh lagi berharap akan menemukan petunjuk baru tentang


keberadaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2