
Di kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan rumah nek Ngah, dia dari tadi celingukan dan tidak berani untuk mendekat, dia hanya memperhatikan dari jauh.
Pria itu sepertinya sudah berada di tempat itu sejak ramai ada kabar kalau di rumah nek Ngah ada hantu pendaki yang pernah tersesat disana. Pria itu berada disana sejak banyak sekali warga yang berkerumun di rumah nek Ngah.
Tapi dia hanya diam saja, tapi raut wajahnya terlihat seperti orang yang sedang gelisah, entah apa yang sedang di pikirkan oleh pria itu.
Setelah dia memastikan kalau itu benar-benar para pendaki di gunung larangan yang selamat dia langsung pergi dari tempatnya menguping, dia
langsung kembali ke rumahnya untuk menemui sang ibu yang sedang menunggu di rumah mereka.
Tanpa kata-kata lagi pria itu langsung membuka pintu karena kalau dia mengetuk pintu pasti ibunya tidak akan mau membuka pintu, karena dia pikir pasti ada orang lain yang sedang bertamu.
"Bu, gawat Bu. Ada kabar buruk sekali Bu," dia tergesa-gesa dan segera memberitahu sang ibu.
"Ada apa nak, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu terlihat ketakutan seperti itu," tanya sang ibu yang penasaran dengan anaknya.
Pria itu menarik nafas dalam-dalam, dia masih ngos-ngosan karena telah berlari dari rumah warga sampai di rumahnya, malam itu terlihat sangat
sepi sekali, bahkan tidak ada satu orangpun yang lewat.
"Bu, apa ibu masih ingat dengan lima anak muda yang waktu itu menitipkan mobil mereka di rumah ini,
yang waktu itu ibu yang menemui mereka," pria itu mencoba untuk mengingatkan sang ibu.
Wanita tua itu langsung berpikir dan mengingat apa yang dikatakan oleh anaknya itu, dia ingat dengan linma remaja yang waktu itu datang ke rumahnya dan mencari menitipkan mobilnya di rumah mereka.
"Itu kan kejadian sudah sangat lama sekali nak, bahkan sudah satu tahun yang lalu, dan mobil mereka juga sudah diambil kan sama keluarganya waktu itu, lalu ada apa lagi sekarang. Pasti kan
mereka semua sudah mati dijadikan tumbal oleh penguasa gunung larangan," wanita tua itu begitu yakin dengan pikirannya.
"Itu dia Bu yang jadi masalah, ternyata mereka semua berhasil selamat dari penguasa gunung larangan. Dan sekarang mereka juga sudah berhasil
turun dari gunung larangan itu," dia menjelaskan kepada sang ibu.
Ibunya tidak percaya begitu saja, karena menurut dirinya itu sangat mustahil sekali, bagaimana mungkin ada manusia yang berhasil selamat dari
__ADS_1
penguasa gunung larangan, sedangkan mereka semua hanya manusia biasa yang tidak tahu apa-apa tentang gunung larangan.
"Tidak mungkin itu terjadi, bagaimana mungkin ada manusia yang bisa selamat dari penguasa gunung
larangan, padahal mereka itu hanya manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan apapun nak, mereka hanya orang kota yang tidak tahu apa-apa," dia
masih tidak percaya begitu saja dengan ucapan anaknya.
"Tapi itu kenyataannya Bu, Rio tidak mungkin salah lihat, bahkan berita ini sudah menyebar dimana-mana dan bahkan sudah sampai ke telinga semua warga desa sini," dia mencoba
meyakinkan sang ibu.
Ya, pria itu adalah Rio. Dia yang dari tadi ada di balik pohon besar untuk mencari informasi tapi dia tidak berani untuk datang langsung. Rio adalah orang yang akan bertanggung jawab dengan kematian hantu pendaki itu.
Karena dialah yang mengajak mereka semua untuk pergi ke gunung larangan dan sengaja untuk
meninggalkan mereka disana untuk dijadikan tumbal oleh penguasa gunung larangan.
"Lalu kenapa penguasa gunung larangan tidak ada kabar sama sekali. bukankah seharusnya dia memberikan kabar kepada kita dan bahkan dia pasti
sama-sama bertanya-tanya.
"Apa mungkin ada sesuatu yang terjadi di gunung larangan itu, malam ini tidak ada suara sama sekali di gunung larangan itu, padahal seharusnya malam ini mereka melakukan pesta untuk menyambut
gerhana bulan dengan cara mencari tumbal untuk pesta mereka," Rio juga bertanya-tanya.
Dia tidak tahu kalau sekarang kejahatan yang telah dia lakukan bersama sang ibu sudah di ketahui oleh
kepala desa dan Mbah Kliwon, sebentar lagi dia akan mendapatkan balasan untuk apa yang telah dia perbuat selama ini.
Dia akan mendapatkan hukuman sesuai dengan apa yang dia lakukan, bahkan nanti dia juga akan di jauhi oleh banyak orang dan akan di kucilkan karena perbuatan dia itu.
"Sepertinya kita harus mencari tahu nak, cepat kamu siapkan sesajen dan peralatan lainnya, kita harus
berhubungan dengan penguasa gunung larangan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, kita sendiri tidak tahu apa-apa," perintahnya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara lagi Rio langsung mengambil semua peralatan yang akan mereka gunakan untuk
menggelar ritual, itu mereka lakukan agar mereka bisa berkomunikasi dengan penguasa gunung larangan ataupun makhluk jahat lainnya.
Mereka ternyata sudah lama sekali penganut ilmu hitam dan bersekutu dengan jin. Terlihat sekali mereka sudah sangat lihai dalam melakukan ritual itu.
Pertama kali yang mereka lakukan adalah mandi kembang, ini dilakukan karena malam ini adalah malam gerhana bulan, kalau mereka tidak mandi
kembang bisa-bisa mereka sendiri yang akan di jadikan tumbal oleh jin jahat penghuni gunung larangan.
"Apa kamu sudah menyiapkan bunga tujuh rupa yang akan kita gunakan untuk mandi, dan apa kamu
juga sudah melakukan semnua persyaratan untuk kita bisa saling terhubung dengan penguasa gunung
larangan," tanya ibunya Rio.
"Sudah Bu, aku bahkan sudah menyiapkan semuanya sejak tadi sore karena aku sudah tahu kalau malamn ini adalah malam gerhana bulan, aku hanya berjaga-jaga kalau sampai penguasa gunung larangan ingin mendapatkan tumbal lagi dari kita," jawab Rio dengan sangat sopan.
Mereka sudah mempersiapkan segalanya, dan sekarang mereka hanya tinggal melakukan ritualnya saja, dan bahkan mereka sudah menyiapkan
sesajin yang sangat lengkap.
Biasanya setiap malam gerhana bulan Rio dan ibunya akan mencarikan tumbal untuk penguasa gunung larangan, karena itu adalah perjanjian
mereka yang sudah lama mereka sepakati.
Jadi waktu itu ibunya Rio yang pertama kali meminta tolong kepada penguasa gunung larangan untuk
membantu anaknya membalaskan dendam kepada teman-temannya, dan setelah itu penguasa gunung larangan nau mengambulkan permintaan mereka
asalkan mereka juga mau mengabulkan permintaan penguasa gunung larangan.
Jadi syaratnya adalah mereka harus mencarikan dia tumbal setiap malam gerhana bulan, karena di malam itu penguasa gunung larangan harus
meminum darah manusia untuk membuat dia semakin kuat dan hebat.
__ADS_1