Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 30


__ADS_3

POV Andi


"Yang penting gue gak nyusahin kayak elo, nyebrangin sungai aja takut manja banget sih jadi manusia" balas Yanti.


"Udah deh, jangan mulai kita harus fokus jalan jangan sampai terpeleset kalau kalian mau berantem nanti dulu tunggu di seberang" aku menyuruh mereka untuk diam.


Kita kembali fokus dan berjalan lagi sampai di darat, tadi memang sempat berhenti karena Sasa berantem sama Yanti padahal keadaan dengan begini masih


saja mereka menyempatkan diri untuk berantem, gak mikirin keadaan sama sekali memang mereka ini terus saja berantem.


Akhirnya kami berhasil melewati sungai dengan selamat, padahal air di sungai ini cukup deras sekali dan juga cukup berbahaya untuk di lewati apalagi


saat malam hari seperti ini, Allah memang masih memberikan kita kesempatan untuk hidup dan menjadi tambahan semangat untuk kita dan semoga saja kita bisa segera keluar dari gunung larangan ini secepatnya.


Jujur aku sangat merindukan kedua orangtuaku, saat ini mereka memang tidak akan mencari ku atau pun


mengkhawatirkan keadaan ku, karena aku izin ke mereka kalau aku akan pergi berlibur selama tiga hari, jadi mereka pasti belum mencari ku karena memang baru dua hari kami berada di atas


gunung ini.


Aku tidak bisa membayangkan bagaimana khawatirnya kedua orangtua ku kalau dalam waktu tiga hari aku tidak pulang, pasti mereka sangat mengkhawatirkan keadaan ku dan pasti mereka akan mencari keberadaan ku, tapi mereka saja tidak tau dimana aku berada, kalaupun keluarga ku dan keluarga teman-teman ku mencari kita di desa nek Ngah pasti Nek Ngah akan bilang kalau kita sudah pulang, karena kita memang pamit pulang kepada nekbNgah, kenapa kita bisa sebodoh ini, jadi tidak akan ada bantuan sama sekali dari mereka kita harus berusaha sendiri sebisa kita.


"Kemana lagi kita harus berjalan" aku bertanya pada Yanti karena hanya dia yang saat ini mau membantu kesulitan kita dan hanya dia satu-satunya yangbbisa kita harapkan saat ini.


"Pokoknya dalam penerawangan ku teman-teman kalian ada di hutan ujung selatan tapi aku memang tidak tau persis dimana mereka singgah" jawab Yanti.


"Awas ya kalau sampai lo bohong, gue copot paku yang ada di kepala lo" gertak Sasa.


"Heh cewek aneh, gue itu gak pakai paku, lo cari sampai tangan lo capek juga gak bakalan lo Nemu paku di kepala gue, dasar cewek aneh" jawab Yanti.

__ADS_1


"Udah kalian gak usah berantem, kita akan cari mereka sama-sama pokoknya apapun yang terjadi kita harus tetap mencari mereka sampai ketemu"


ucapku.


Yanti tiba-tiba seperti sedang mengendus sesuatu tapi entah apa aku juga tidak tau, aku terus memperhatikan dia karena tiba-tiba sikapnya berubah menjadi sangat aneh tidak seperti tadi.


"Kamu kenapa yan" tanyaku.


"Hust" sambil menaruh tangannyabke mulut pertanda kami harus diam.


"Ada apa sih, jangan bikin penasaran" Sasa bertanya lagi tapi nadanya sangat pelan, mungkin dia sendiri juga takut kalau ada apa-apa.


"Hantu pendaki itu menuju kesini, mereka juga tidak jauh dari sini" Yanti berkata serius.


"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Sasa dan sekarang dia sedang ketakutan karena ada hantu pendaki di sekitar kita saat ini.


"Kalian harus segera sembunyi dari sini, cepat ayo kita harus sembunyi" Yanti menarik tangan ku dan juga tangan Sasa.


menuju tempat ini, jantung ku berasa mau copot saat melihat mereka aku takut kalau kita akan tertangkap dan tidak akan bisa keluar lagi dari gunung ini, aku terus saja berdoa dalam hati tidak henti-hentinya aku memanjat kan doa untuk keselamatan kami semua.


"Kemana lagi mereka" kata salah satu hantu pendaki.


"Sepertinya tadi mereka ada disini" jawab temannya.


"Cepat sekali mereka menghilang, apa mereka sudah tau keberadaan kita" ucap salah satu pendaki hantu tersebut.


Mereka terus membicarakan kami, sampai sekarang mereka masih belum juga menyerah dan masih mencari kami, setiap bertemu mereka aku berasa seperti spot jantung gara-gara mereka.


Lalu mereka pergi agak menjauh, mungkin mereka masih mencari kita di tempat lain karena mereka terus berjalan sambil celingukan mencari keberadaan kita saat ini, aku juga berdoa semoga teman-teman ku yang lain bisa selamat dari kejaran hantu pendaki itu.

__ADS_1


"Setiap ketemu mereka, gue merasa kalau nyawa gue sedang berada di ujung tanduk karena saking takutnya" kata Sasa sambil mengelus dada


"'Sama gue juga gitu, baru disini gue bisa spot jantung gara-gara ketemu mereka" aku bisa bernafas lega.


"Sesak nafas gue saat mereka mendekat dan semakin mendekat, berasa mau pingsan" tambahnya


"Kalau pingsan jangan disini nanti lo nyusahin pacar gue" ketus Yanti.


"Ngajakin berantem terus ya nih Kunti, lo bilang pacar terus emang kapan Andi nembak Lo, sadar diri dong


elo kan bukan manusia ngapain suka sama andi, gue yakin Andi juga gak bakalan mau sama hantu" jawab Sasa ngegas.


"Pasti mau dong, emang elo gak akan ada manusia yang mau sama cewek cerewet dan jelek kayak elo" ejek si Yanti kepada Sasa.


"Mulai lagi, nih kita baru aman masak sekarang langsung berantem lagi sih, udah dong sana baikan jangan berantem terus capek tau dengerinnya, masak apa-apa kalian ribut berantem terus sih kalau gak Sasa yang mulai ya Yantii yang mulai terus kapan kalian bisa akur sih, jangan gitu terus dong bisa gilabgue denger kalian dikit-dikit berantem" aku memarahi mereka berdua dan semoga saja mereka bisa sadar kalau yang mereka lakukan itu salah, gak


seharusnya merelka berantem terus.


"Habisnya nih Kunti mulai terus sih, apa aja yang gue omongin selalu saja dikatain sama dia" kilah Sasa.


"Lo juga dari tadi ngatain gue terus, padahal gue udah diam" Yanti tidak mau kalah dengan Sasa.


Mereka malah salah-salahan padahal mereka berdua sama-sama salah, yang satu sudah diam eh yang satunya mulai terus nanti yang satunya sudah gak mulai ganti yang satunya, haduh dasar perempuan bisanya cuma berantem dan nangis, apa gak ada


keahlian yang lain yang mereka miliki selain itu.


"Sa air minum kita masih aman kan" tanyaku.


"Kita isi di sungai itu aja, biar nanti kita gak bingung cari air" ucap Sasa.

__ADS_1


Setelah memastikan keadaan sekitar aman dari para hantu pendaki kita langsung mengisi botol minum yang kita bawa sampai full biar nanti kita tidak kehausan dalam perjalanan, karena perjalanan yang harus kita lalui masih sangat jauh belum lagi kalau hantu pendaki itu muncul dan mencari kami.


__ADS_2