
"Apa kamu yakin dia masih hidup, atau mungkin dia sudah mati karena rasa bersalah" ucap temannya.
"Tidak, dia masih hidup dan aku bisa merasakan itu, dan untuk rasa bersalah aku kira dia tidak merasakan
rasa itu sama sekali, kalau dia menyesal pasti dia akan mengunjungi kita disini tapi itu sama sekali tidak dia lakukan, dan aku bersumpah aku pasti akan
membalaskan dendam kita yang sudah lama kita pendam kepada dia, itu janjiku" ucapnya menggebu-gebu.
Aku tau mereka merasa sangat marah saat ini, dan semua yang mereka lakukan hanyalah untuk bisa
membalaskan dendam kepada teman mereka yang sudah meninggalkan mereka di tempat ini.
"Tapi untuk itu kita harus menangkap anak sialan itu, kamu tau kan kalau dia itu anak dari warga asli desa sini" sambil melihat temannya.
"Iya aku tau" dia sambil mengangguk tapi tanpa ekspresi apapun di wajahnya.
"Berarti hanya dia yang bisa menyelamatkan teman-teman dia, kalau kita bisa menangkap dia pasti teman-teman dia tidak akan pernah bisa
keluar dari gunung larangan ini untuk selamanya seperti apa yang kita alami sampai saat ini" lalu mereka tertawa terbahak-bahak membuat aku semakin ngeri.
"Iya karena hanya anak itu yang bisa melihat pintu untuk keluar dari gunung larangan ini, sedangkan
teman-temannya sekuat apapun mereka berusaha pasti mereka tidak akan pernah bisa keluar dari gunung larangan ini karena mereka tidak akan bisa
melihat pintu itu" mereka kembali tertawa.
"Pintu itu sudah di jaga ketat oleh penjaga gunung larangan ini, jadi tidak mudah untuk keluar dari sini dan aku lihat mereka cukup kuat karena sudah
bisa bertahan hidup selama tiga hari di gunung larangan ini, hanya anak itu yang bisa melihatnya" hantu pendaki itu menyeringai membuat siapapun pasti takut untuk melihat dia seperti itu.
"Jadi untuk saat ini kita harus terus mencari anak itu sampai ketemu walaupun kita tau ini tidak akan
__ADS_1
gampang karena anak itu ada yang membantu jadi kita harus lebih pintar dari anak itu, kita harus bisa mengecoh dia sampai kita berhasil mendapatkan
anak itu" mereka tersenyum jahat.
Aku hanya bisa menutup mulutku saat mendengar ucapan mereka berdua, ternyata memang hanya aku yang bisa keluar dari gunung larangan ini dan
hanya aku pula yang bisa menyelamatkan teman-teman aku yang lain.
"Jadi benar apa yang dikatakan oleh kakek buyut, hanya aku yang bisa keluar dari gunung larangan ini, tanpa aku teman-temanku yang lain mereka tidak
akan pernah bisa keluar dari gunung larangan ini dan mereka hanya akan berputar-putar di hutan ini sampai kapanpun" aku berbisik pelan.
Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan mereka bernasib sama seperti para hantu pendaki itu, apapun akan aku lakukan asal temanku bisa keluar dengan selamat dari gunung larangan ini, bahkan nyawaku pun akan aku berikan asal temanku bisa selamat semua karena aku yang mengajak mereka untuk kesini" tekatku sudah sangat bulat aku akan melakukan apapun agar bisa menolong mereka.
Rasa takut dalam hatiku ini memang masih ada bahkan masih sangat terasa, tapi demi mereka aku
pasti akan melawan rasa takut itu jangan sampai rasa takut itu menguasai diriku.
tapi ini sangat gatal aku sudah tidak tahan" aku terus menggaruk badanku yang terasa sangat gatal sekali.
Siapapun pasti tidak akan tahan dengan gigitan semut yang sangat banyak seperti ini, tapi aku tidak punya pilihan lain aku harus kuat walaupun memang sangat sakit aku tidak peduli asal aku bisa lolos dari mereka, aku tidak peduli tentang rasa sakit ini dan
aku berusaha untuk mengabaikannya.
Saking asiknya menggaruk badan aku sampai tidak lagi mendengar apa yang dua hantu pendaki itu katakan, aku terlalu fokus untuk menggaruk badanku
ini. Lalu aku melihat ke bawah dan ternyata mereka masih di tempat yang sama.
"Sialan kenapa mereka masih di tempat itu kenapa gak cepat pergi dari sini aku sudah tidak tahan dengan gigitan semut kecil yang nakal ini" aku
mendengus kesal karena aku sendiri tidak tau sampai kapan harus menahan rasa gatal ini karena hantu pendaki itu masih belum pergi juga.
__ADS_1
Sudah dua kali tanpa sengaja aku mendengar ucapan mereka, jadi sekarang sedikit demi sedikit aku sudah tau tentang mereka, siapa mereka
sebenarnya dan kenapa mereka bisa sampai ke tempat ini aku sudah banyak tau walaupun aku tau mereka masih menyimpan banyak misteri yang aku
belum tau, tapi ini saja sudah cukup bagiku.
Aku yakin di lain waktu pasti aku bisa tau lebih banyak tentang mereka dan pasti ada cara untuk membuat mereka tenang dan kembali ke alam
mereka yang seharusnya bukan malah terjebak di gunung larangan ini, aku sudah berpikir juga cara untuk membebaskan mereka dari jeratan penguasa gunung larangan ini tanpa menumbalkan aku dan teman-temanku, karena bagaimanapun mereka adalah korban sama seperti aku.
Jadi aku akan berusaha semampu aku untuk membantu mereka juga, aku tau mereka sekarang memang jahat tapi kejahatan mereka ini ada alasannya, mereka tidak sengaja melakukan ini
semua mereka hanya mau terbebas dari jeratan penguasa gunung larangan ini dan tidak lebih.
Dan soal balas dendam aku yakin mereka akan melupakan semua itu saat arwah mereka bisa tenang, jadi apapun caranya aku harus membantu mereka semua.
"Tapi aku juga harus mencari tau siapa orang yang mereka maksud itu, siapa nama sahabat mereka yang sudah tega membuat mereka seperti ini, aku
harus mencari tau karena aku yakin dia pasti tau semua tentang masalah ini dan dia juga harus tau kalau temannya sampai saat ini masih terjebak di gunung larangan ini walaupun mereka sudah
meninggal, karena bagaimanapun dia yang harus bertanggung jawalb atas kejadian ini" aku bergumam pelan.
"Tapi bagaimana caranya aku bisa mencari tau siapa teman mereka sedangkan mereka saja tidak pernah
menyebutkan namnanya sama sekali mungkin mereka saking sakit hati kepada temannya itu" aku mendengus kesal.
Aku melihat mereka lagi dan berusaha mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan karena aku yakin pasti aku akan mendapatkan
informasi dari mereka apapun itu pasti sangat berharga untukku, siapa tau mereka bisa membantuku lagi.
"Malam ini kita harus bergerak, kita bisa menyamar menjadi cewek itu untuk mengelabuhi temannya, aku yakin sekali kalau cara ini pasti akan berhasil" mereka sangat yakin dengan rencana yang sudah mereka susun dari tadi.
__ADS_1