
Kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan agar kami bisa segera sampai ke tempat tujuan kami
yaitu rumah hantu pendaki, tempat dimana hantu pendaki itu tinggal saat mereka beristirahat. Yanti bilang dia melihat Gilang berada di dekat tempat itu,
jadi kita harus kesana sebelum Gilang tertangkap oleh hantu pendaki itu, dan jangan sampai itu terjadi.
"Ayo kita jalan sekarang, mumpung masih jam segini" Yanti berjalan di depan, Sasa ditengah, dan alku di belakang.
Kita sama-sama waspada dan berhati-hati jangan sampai lengah, kalau tidak kita akan tertangkap oleh hantu pendaki itu, dan kita bisa-bisa menjadi tumbal di gunung larangan ini.
Perjalanan kali ini terasa lebih mencekam di bandingkan hari-hari biasanya, entahlah pokoknya hutan sebelah sini terasa sangat berbeda dari
hutan yang selama ini kita lalui, tapi walaupun begitu hutan ini masih terasa sangat sejuk, hutannya sangat rindang dan pemandangan di sekitar sini sangat
indah membuat siapapun akan terlena untuk menikmatinya.
Tapi sayangnya hutan ini sangat berbahaya untuk manusia, jadi tidak akan ada yang bisa menikmati alam disini selain aku dan teman-teman ku,
dan itu juga harus di bayar dengan sangat mahal bahkan dengan nyawa kita sendiri, tapi aku tidak akan pernah membiarkan itu semua terjadi, aku akan
memastikan kalau aku dan teman-teman ku akan keluar dengan selamat dari gunung larangan ini.
Setelah itu kita bisa menceritakan pada dunia bahwa ada gunung yang sangat indah dan masih asri, tidak ada sedikitpun sampah di gunung ini, alamnya masih sangat terjaga karena tidak ada manusia yang berani naik ke gunung larangan ini.
Di bandingkan gunung-gunung yang lain memang gunung ini yang paling indah menurutku karena
benar-benar masih asri tidak ada sedikitpun sampah disini, jalannya pun sangat aman untuk pemula, tidak ada jalur yang ekstrim sama sekali, cuaca juga cukup bersahabat, jadi tidak salah jika dulunya gunung ini sangat di minati oleh setiap pendaki, siapapun akan
ketagihan untuk datang lagi ke sini untuk menikmati keindahan alam nya.
__ADS_1
Tapi tidak untuk sekarang, karena sekarang gunung ini sangat berbahaya untuk mnanusia, karena penguasa jin di gunung larangan ini sangat haus akan tumbal manusia, jadi tidak ada lagi yang
boleh menjadi tumbal di gunung ini, jika aku bisa keluar dari gunung larangan ini aku tidak hanya menceritakan keindahannya tapi aku juga akan
menceritakan betapa bahayanya gunung larangan ini.
Karena kalau sudah berhasil naik ke gunung larangan ini belum tentu kita bisa keluar dengan selamat, penghuni di sini sangat jahat sekali karena mereka
suka menyesatkan setiap pendaki di gunung ini, apa lagi hantu pendaki yang selalu mengejar manusia agar jiwa mereka terbebaskan.
Aku dan Sasa kami sangat beruntung dan kami juga sangat bersyukur kepada Tuhan, karena telah mempertemukan kami kepada Yanti, salah satu jin
penghuni gunung larangan ini, dia sangat baik kepada kami bahkan dia yang selalu membantu kami, dan menuntun kami agar bisa segera
bertemu dengan teman-teman kami yang lain.
Dan setelah tiga hari kami berada di atas gunung larangan ini, aku semakin menyadari betapa pentingnya restu dari orang tua, dan selain itu aku juga jadi bisa belajar bertahan hidup di alam
bebas, belum lagi teror yang selalu menimpa kami semua.
"Lihat deh, hutan ini sangat indah dan udara nya juga sangat segar, sayang sekali gunung seindah ini tidak ada orang yang bisa menikmati keindahan nya" Sasa menarik nafas dalam-dalam menghirup udara segar yang ada di gunung larangan ini.
"Iya, mangkanya aku senang kalau hutan ini bahkan gunung ini tidak pernah di jamah oleh manusia, jadi
gunung ini terjaga keindahannya, dulu waktu gunung ini masih banyak di minati oleh manusia seperti kalian banyak sekali sampah yang ada di gunung ini, jadi warga di sekitar gunung larangan ini selalu membersihkan sampah sisa para pendaki dan mereka tidak akan membiarkan gunung ini di kotori oleh manusia yang tidak bertanggung jawab" Yanti sepertinya kesal saat menceritakan banyak manusia
yang membuang sampah di gunung ini.
"Jadi seperti itu, para warga sekitar selalu kerja bakti untuk membersihkan irea gunung ini" aku kembali bertanva kepada Yanti.
__ADS_1
"Iya, dan itu juga alasannya kenapa hanya warga desa sini yang bisa keluar dari gunung larangan ini dengan selamat, karena penguasa gunung larangan ini menghargai usaha mereka untuk selalu membuat gunung ini bersih dan terlihat indah" Yanti menjelaskan kepada aku dan Sasa.
"Oh, jadi itu alasannya kenapa hanya Gilang yang bisa menyelamatkan Anton dan hanya Gilang yang bisa membawa kita semua keluar dari gunung larangan ini" Sasa kembali bertanya.
"Iya, karena teman kalian itu adalah keturunan asli dari warga desa sini, mangkanya hanya dia yang bisa melihat gerbang gaib untuk menyelamatkan
kalian, dan hanya dia juga yang bisa melihat pintu gerbang untuk keluar dari gunung larangan ini" Yanti kembali menjelaskan semuanya.
Sekarang aku dan Sasa sudah sedikit tau tentang gunung larangan ini, ya walaupun masih banyak sekali misteri di dalam gunung larangan ini, dan
mungkin kita tidak akan tau misteri yang sebenarnya di gunung larangan ini.
Sekarang di pikiranku hanya satu, bagaimana caranya kita semua bisa keluar dari gunung larangan ini dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.
"Ingat ya, nanti malam akan banyak sekali gangguan untuk kalian, jadi kalian harus menyiapkan mental apalagi kamu Sa, jangan manja dan jangan pernah
kamu menangis di tempat ini karena itu tidak akan ada gunanya sama sekali" Yanti kembali memperingatkan aku dan Sasa.
"Enak aja nangis, kamu kira aku ini cengeng apa sampai nangis terus, tidak semua masalah aku selesailkan dengan cara menangis tau gak" Sasa mendengus kesal karena ucapan Yanti.
Mungkin Yanti hanya ingin memperingatkan aku dan Sasa, karena Yanti memang sangat benar tidak ada
masalah yang bisa di selesaikan dengan cara menangis, itu hanya akan menyusahkan kita semua.
"Iya Sa, Yanti kan hanya menasihati kita semua agar kita tidak lemah dan mudah menyerah'" aku membenarkan ucapan Yanti karena apa yang dia katakan memang benar adanya dan tidak ada yang salah.
"Iya iya, aku juga tau kok sekarang aku sadar dan sudah mengerti kalau menangis itu tidak akan menyelesaikan masalah, jadi sekarang apapun yang
terjadi selbisa mungkin aku tidak akan pernah menangis seperti sebelumnya, aku akan berusaha menghadapi semuanya dengan otak bukan dengan
__ADS_1
menangis, maafin aku ya" Sasa terlihat pasrah.