Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 131


__ADS_3

Mereka yang melihat itu dan tadinya tertawa karena melihat Yanti menangis sekarang mereka malah


kasihan dengan Yanti, sebelumnya Yanti belum pernah menangis seperti itu.


"Mayat ini, aku ingat betul waktu itu aku mengejar dia sampai dia ketakutan, dan mungkin karena saking


takutnya dia bersembunyi di goa ini dan dia tidak berani untuk keluar lagi karena takut aku mengejarnya lagi," Yanti bercerita sambil terus menangis.


Gilang mencoba untuk menenangkan Yanti agar dia tidak lagi merasa bersalah dengan semua kejadian yang menimpa hantu pendaki, karena itu bukan


sepenuhnya salah Yanti, dia berbuat seperti itu karena di suruh oleh penguasa gunung larangan, karena waktu itu Yanti masih menjadi kuntilanak merah yang sangat jahat.


"Tidak apa-apa Yan, ini sudah takdir dia, lagian kalaupun kamu tidak mengejar dia pasti dia akan tetap meninggal walau dengan cara apapun, karena ini memang sudah takdir dia dan teman-temannya, " Sasa mencoba untuk menenangkan Yanti yang terus menangis.


Sadar kalau sekarang bukan lagi waktunya untuk bersedih Yanti lalu menghapus air matanya, sekarang yang paling penting adalah dia harus segera mencari satu lagi mayat dari hantu pendaki agar mereka bisa segera di makamkan dengan layak seperti manusia pada umumnya.


"Kalian benar, tidak seharusnya aku bersedih terus seperti ini, aku harus segera membawa pergi jasad ini dan akan membawanya ke jasad teman yang


lainnya, kalian bantu aku mengeluarkan jasad ini dari dalam goa," Yanti meminta tolong kepada Gilang dan


teman-temannya.


"Kita pasti akan selalu membantu kamu Yanti, jadi kamu tidak perlu khawatir karena kita akan mengeluarkan jasad ini sama-sama," Gilang menepuk pundak Yanti.


Lalu mereka menggotong jasad itu untuk keluar dari dalam goa, karena goa itu cukup kecil jadi mereka agak susahnmembawa jasad itu keluar, jadi mereka


harus lebih berusaha lagi.


"Tempatnya sempit banget ya, ini kita aja engap banget di dalam sini, mana jasadnya sudah agak kaku lagi," mereka merasa kuwalahan.


"Kita berusaha lagi, kita pasti bisa mengeluarkan jasad ini, kasihan dia kalau di dalam goa ini terus," kata Anton.


Setelah perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya mereka semua berhasil membawa jasad itu keluar dari dalam goa, lalu mereka senmua bisa bernafas dengan lega.


"Akhirnya kita berhasil juga membawa jasad ini keluar dari dalam goa, sekarang kita harus segera mencari satu jenazah hantu pendaki lagi biar kita

__ADS_1


bisa segera memakamkannya, " Anton bisa bernafas lega sekarang.


Hanya tinggal satu mayat lagi lalu mereka akan segera menguburkannya, dan setelah itu mereka akan segera keluar dari gunung larangan itu,


walaupun mereka tahu kalau penguasa gunung larangan tidak akan tinggal diam begitu saja.


"Terimakasih banyak karena kalian sudah mau membantu aku mengeluarkan mayat ini, sekarang ini


menjadi urusanku dan aku akan membawa dia berkumpul dengan mayat teman-teman dia yang lain," Yanti ingin mengangkat mayat itu.


"Yanti, kamu bawa kemana sih mayat-mayat mereka semua, dan apa kamu sudah benar-benar yakin kalau


mayat mereka semua sekarang sudah aman dan tidak akan ada yang tahu keberadaannya," Andi bertanya kepada Yanti, dia hanya ingin memastikan kalau Yanti benar-benar menyimpan jasad para


hantu pendaki itu dengan aman.


Yang lain langsung melihat kearah Andi, dan sepertinya mereka juga berpikiran sama seperti Andi, tapi mungkin mereka tidak punya kesempatan untuk bertanya.


"Aku menaruh mayat mereka di rumah yang selama ini mereka tempati, tempat yang kemarin Heni ditangkap itu" Yanti menjelaskan.


tanya Gilang yang masih penasaran.


"Kalian tenang saja, tempat itu walaupun di kelilingi oleh banyak sekali jin jahat tapi tempat masuk rumah


mereka hanyalah mereka yang tahu, jadi pasti akan aman," Yanti kembali menjelaskan.


Mereka yang mendengar itu langsung lega karena itu artinya mayat mereka pasti akan aman, apalagi kalau


mayat mereka dikubur disana pasti keempat hantu pendaki itu akan sangat senang karena mnereka di kubur di rumah yang selama ini mereka tinggali


saat menjadi hantu.


Sekarang mereka hanya fokus untuk mencari satu lagi mayat hantu pendaki, dan itu artinya tinggal selangkah lagi mereka akan bisa keluar dari gunung


larangan ini.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan membawa mayat ini, kalian tunggu aku disini dan jangan kemana-mana, pokoknya tunggu aku sampai kembali karena aku hanya sebentar saja dan tidak akan lama," Yanti


mengingatkan mereka semua.


"Oke Yan, kita akan tungguin kamu disini sampai kamu kembali, oh iya kamu jangan lama-lama karena kita harus segera mencari satu lagi mayat


pendaki gunung larangan itu," Heni kali ini terlihat sangat bersemangat.


"Tumben banget kamu semangat kali ini, biasanya juga kamu lempeng-lempeng aja gak ada semangatnya sama sekali," Andi merasa Heni tidak seperti biasanya.


"Ya iyalah pastinya aku semangat, kan kita sudah menemukan tiga mayat hantu pendaki, dan itu artinya hanya tinggal satu lagi dan setelah itu kita akan bisa keluar dari gunung larangan ini,"


Jawab Heni sambil tersenyum bahagia.


Yanti yang melihat itu terlihat murung, bukan karena dia tidak suka kalau Gilang dan teman-temannya bisa keluar dari gunung larangan, tapi karena dia akan kesepian lagi setelah ini, karena sampai saat ini dia sama sekali belum bisa menemukan teman sejati yang cocok sama dia dan bisa membuat dia nyaman.


"Betul itu, hanya tinggal satu lagi, ayolah kita segera cari dan kita makamkan agar besok kita bisa keluar


dari gunung larangan itu, lalu kita bisa pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarga kita," Sasa juga sangat bersemangat kali ini.


Tanpa banyak kata lagi Yanti langsung terbang dan membawa jasad dari hantu pendaki itu, tapi kali ini Yanti tidak bisa fokus karena terus memikirkan nasib dia setelah ditinggal pergi oleh Gilang dan teman-temannya.


Karena hanya tinggal satu hari lagi mereka akan keluar dari gunung larangan ini, dan mungkin juga mereka tidak akan pernah mau kembali lagi.


Tidak mungkin Gilang dan teman-temannya mau kembali menemui dia di gunung larangan ini sementara mereka pasti dalam bahaya kalau


sampai mendaki kesini lagi, mereka juga tidak akan pernah mau mengambil resiko yang berat itu, ini saja mereka penuh perjuangan untuk bisa keluar.


jadi mana mungkin mereka mau kembali lagi.


"Apa mereka nanti akan melupakan aku ya, atau mungkin mereka menganggap tidak pernah bertemu


dengan aku untuk melupakan semua kenangan pahit di gunung larangan ini," Yanti menerka apa yang akan terjadi kedepannya.


"Ya sudah lah, yang penting sekarang aku harus membantu mereka untuk keluar dari gunung larangan ini dan menyelamatkan mereka semua,"

__ADS_1


sambil meletakkan mayat hantu pendaki itu.


__ADS_2