Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 42


__ADS_3

POV Gilang.


Saat kita masih berlari tiba-tiba aku mendengar seperti suara sesuatu yang jatuh aku tidak terlalu memperhatikan karena masih fokus berlari, tatapi saat aku melihat ke belakang.


"Hahaha, akhirnya kena juga kamu ya gak sia-sia selama ini kita mencari kalian dan memisahkan kalian semua agar kami lebih mudah untuk


menangkap kalian semua" suara hantu pendaki itu berhasil mengagetkan ku dan reflek aku langsung menengok ke belakang.


"Heni" teriakku kaget, aku benar-benar kaget karena ternyata suara tadi adalah suara Heni yang terjatuh.


Aku merutuki kebodohan yang aku lakukan saat ini kenapa tadi aku bisa tidak tau kalau itu suara heni yang terjatuh di tanah, aku terlalu fokus berlari sampai tidak tau kalau Henu sudah tertinggal di belakang ku dan aku sama sekali tidak menyadarinya aku kira tadi Heni masih berada di samping ku, dan mungkin tadi Heni kesandung mangkanya dia bisa terjatuh dan langsung di tangkap oleh rombongan


hantu pendaki.


"Lari Lang, jangan sampai kamu tertangkap, kamu harus menyelamatkanbteman-teman kita yang lain biarkan aku disini" teriak Heni.


Aku benar-benar bingung harus berbuat apa, aku bingung apa yang harus aku lakukan agar bisa menyelamatkan Henu dari mereka semua, kalau mendekati mereka itu tidak mungkin aku lakukan karena pasti aku juga akan tertangkap oleh mereka


dan tidak akan ada yang bisa menyelamatkan kami berdua.


"Aku tidak mungkin bisa ninggalin kamu sendiri disini, aku tidak akan tega membiarkan kamu bersama mereka" aku mulai frustasi.


Aku harus apa saat ini, meninggalkan Heni juga tidak mungkin dia pasti akan sangat ketakutan karena


tertangkap oleh mereka hantu pendaki yang sangat menakutkan itu, aku terus berpikir dengan keras agar cepat menemukan solusi karena berdiam diri


seperti ini tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang aku hadapi saat ini.


"Gilang cepat pergi jangan sampai mereka juga menangkap kamu, kamu adalah satu-satunya harapan ku cepat kamu lari" teriak Heni lagi.


Aku hanya bisa geleng-geleng kepala, apa aku bisa tega meninggalkan Heni sendirian bersama mereka, aku masih bingung harus melakukan apa, otakku tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini.


"Cepat pergi Lang, percaya omonganku hanya kamu yang bisa menolongku" teriak Heni lagi Aku langsung tersadar benar juga apa yang di katakan oleh Heni aku harus lari dari sini untuk menyelamatkan diri, aku tidak boleh tertangkap oleh mereka kalau sampai aku tertangkap siapa yang akan menolong kita, sedangkan teman-teman kita yang lain mereka

__ADS_1


tidak tau kalau kita tertangkap oleh mereka jadi aku harus segera berlari menyelamatkan diri setelah itu aku akan mengendap endap untuk mengikuti dimana mereka membawa Heni.


Tanpa berpikir kedua kalinya aku langsung berlari menjauh dari mereka agar aku juga tidak tertangkap seperti nasib Heni tapi sebelum aku benar-benar berlari aku berteriak pada heni.


"Kamu jangan takut karena aku akan kembali untuk menolong kamu, pokoknya jangan takut aku akan segera kembali dan membebaskan kamu, ingat


janjiku itu apapun yang terjadi aku akan kembali" aku berteriak agar Heni tidak takut sendirian disini karena aku akan terus memantaunya dan akan segera


menyelamatkan dia.


Sebelum benar-benar pergi aku melihat ke arah Heni dia terlihat tersenyum sepertinya dia mengerti yang


aku katakan, pasti dia percaya kalau aku tidak akan membiarkan hantu pendaki itu menyakitinya aku akan terus memantaunya walaupun dari kejauhan.


"Hati-hati dan cepat kembali" ucapnya sebelum para hantu pendaki itu menyeretnya untuk pergi


"Kejar yang satunya" perintah hantu pendaki itu.


mencari tempat untuk bersembunyi itu yang paling penting karena aku tidak mau lari terlalu jauh karena pasti aku tidak akan tau kemana mereka membawa Heni pergi jadi aku akan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.


"Mau lari kemana lagi kamu, kita pasti akan menangkap kamu sama seperti teman kamu tadi" teriaknya tapi sama sekali tidak aku pedulikan.


Aku masih fokus untuk mencari cara agar bisa mengabuhi mereka agar aku bisa segera bersembunyi agak aku tidak terlalu jauh dari tempat mereka menyembunyikan Heni.


"Kemana lagi aku harus berlari" aku bermonolog sendiri.


"Mau kemana kamu" teriak mereka lagi.


Aku melihat ke belakang untuk melihat keberadaan mereka, ternyatanmereka larinya kencang juga tidak bisa diremehkan memang, karena dulunya mereka juga pendaki sama sepertiku.


Jarak mereka memang tidak terlalu dekat tapi aku tidak boleh lengah aku harus terus berlari kencang agar tidak terkejar oleh mereka.


"Kemana lagi ini" aku mulai kebingungan

__ADS_1


Aku mulai berpikir kalau aku terus berlari maka aku akan semakin jauh dari Heni sedangkan aku harus tau dimana posisi Heni agar aku bisa menyelamatkan Heni dari tangan mereka.


Saat aku dilanda kebingungan aku melihat pohon yang cukup besar dan dikelilingi oleh pohon-pohon kecil, tempat yang aman untuk bersembunyi, jalannya yang terjal dan susah untuk kesana pasti para hantu pendaki itu tidak akan berpikir kalau aku akan


bersembunyi di balik pohon itu.


"Aku harus segera ke sana sebelum mereka melihat keberadaan ku dan tau kalau aku bersembunyi di balik pohon itu" ucapku sambil terus berusaha untuk


bersembunyi


"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa bersembunyi juga andai Heni tidak terjatuh dan kita menemukan tempat ini dari tadi pasti Heni masih disini


bersamaku dan tidak akan tertangkap oleh rombongan hantu pendaki itu" aku menyugar rambut dengan kasar.


"Kemana larinya anak ingusan itu, beraninya dia lari" mereka terlihat sangat marah karena tidak menemukan keberadaan ku saat ini.


"Kita harus terus mencarinya jangan sampai dia lolos" ucap teman pendaki nya.


"Iya kamu benar dia tidak akan bisa lari jauh dari sini" ucapnya lagi.


"Larinya cepat juga manusia itu, kita sampai tertinggal jauh di belakangnya" jawab temannya.


"Kemana lagi kita akan mengejarnya" tanya hantu pendaki itu pada temannya.


"Kita lurus saja kesana mungkin dia lari kesana, kita harus segera menangkap dia" mereka langsung


berlari kearah yang tadi dia tunjuk.


Aku sangat senang dan aku sangat bersyukur karena mereka tidak bisa menemukan keberadaan ku dan tidak bisa menangkap aku, saat ini aku memang aman karena aku berhasil mengelabuhi mereka dan bisa bersembunyi di tempat ini, tapi ini semua belum selesai aku harus kembali lagi ke tempat tadi untuk menemukan kemana mereka membawa Heni agar


aku bisa segera menyelamatkan Heni dari cengkeraman hantu pendaki yang jahat itu.


Aku celingukan mencari dua hantu pendaki yang tadi mengejar ku aku harus memastikan kalau mereka sudah pergi.

__ADS_1


__ADS_2