
Di tempat lain teman-teman Gilang sedang memikirkan cara lain agar bisa menolong Anton dan Gilanv, mereka sangat ingin pergi ke alam gaib untuk menyusul Gilang dan Anton, tapi mereka tidak bisa
karena cuma Anron yang bisa melihat pintu itu sedangkan mereka tidak bisa melihatnya dengan mata kosong.
"Gimana ini, sudah mau sore loh sedangkan mereka belum juga datang, aku bahkan sangat khawatir dengan keadaan Gilang saat ini karena Yanti bilang
tadi Gilang sedang terluka dan dia dalamn bahaya, aku tidak bisa tenang kalau hanya diam seperti ini, aku harus memastikan kalau Gilang sedang baik-baik saja" Andi terlihat sangat kebingungan.
"lya apa yang kamu katakan itu benar Ndi, aku juga sangat khawatir sama mereka berdua, semoga mereka bisa segera kembali dengan keadaan yang sehat dan selamat dan setelah ini kitabjuga bisa pergi dari gunung larangan ini" Heni menimpali ucapan Andi.
"Gimana ya, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi saat ini, kita memang benar-benar tidak bisa kesana, terus
disana juga sangat berbahaya untuk kalian kalau kalian disana kalian hanya akan menyusahkan Gilang saja" ucap Yanti dengan wajah serius.
"Apa maksud kamu kita disana cuma merepotkan Gilang, kamu pikir kita tidak bisa berbuat apa-apa gitu selain minta bantuan sama kamu, sorry ya kita
bisa melakukan semuanya sendiri, kamu saja yang tiba-tiba datang lalu sokbmenjadi pahlawan kesiangan" Sasa memarahi Yanti lagi.
"Cukup Sa, Yanti hanya memikirkan yang terbaik untuk kita, pasti yangdikatakan Yanti itu benar karena Yanti yang lebih tau keadaan di alam gaib sana, Bisa jadi kita nurut saja sama apa yang dikatakan oleh Yanti" Heni mencoba membujuk Sasa yang masih sangat marah kepada Yanti.
"Hah, kalian ini terlalu baik sampai kalian tidak paham kalau saat ini kalian itu ada dalam pengaruh Yanti, buka dong mata kalian yang lebar agar kalian bisa melihat kelicikan kuntilanak merah ini,
dia pasti punya rencana lain setelah rencana pertamanya gagal dia pasti akanbmelakukan sesuatu kepada kita kalau dia sudah memiliki kesempatan" Sasa malah memarahi Heni dan Andi.
"Tidak Sa, kamu salah kalau memang Yanti mau mencelakai kita bisa saja tadi dia membawa kita ketempat hantu pendaki itu dan memasukkan kita
ke dalam kurungannya, karena setelah itu kita juga tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi" Andi terus berusaha membujuk Sasa agar tidak lagi membenci
Yanti.
__ADS_1
Yanti memang telah berbuat salah, tapi sekarang dia sendiri sudah benar-benar berubah dan memperbaiki
kesalahannya, tapi rasa benci di hati Sasa sudah semakin besar dan itu bisa mengubah Sasa menjadi orang jahat.
"Kalian jangan pernah menyalahkan Sasa, biarkan dia puas memarahi aku biarkan dia mengeluarkan semua rasa benci yang ada di hatinya, karena
memang kenyataannya aku memang salah aku yang telabh mengkhianati persahabatan kita, aku yang telah membohongi kalian, Sasa berhak kok
untuk membenci aku" Yanti menundukkan kepalanya bahkan dia tidak berani sama sekali untuk melihat
wajah Sasa.
Mungkin Yanti juga sangat malu karena kesalahan yang telah diperbuat olehnya, dia sama sekali tidak marah dengan apapun yang dikatakan oleh Sasa
karena dia merasa kalau dia memang pantas mendapatkan kemarahan dari Sasa.
"Kalian ini sangat susah dibilangin ya, nanti kalau kalian sudah tau rencana busuk dari kuntilanak merah ini kalian pasti akan menyesal dan setelah itu
Yanti yang melihat itu hanya menangis, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dia juga tidak bisa melakukan apapun saat ini.
"Cukup Sa, kamu sudah keterlaluan sekarang, Yanti memang salah tapi kamu jangan pernah melupakan
kebaikan yang selama ini dia lakukan kepada kita, apa kamu lupa Yanti yang menolong kamu saat pingsan dan Yanti Juga yang mencarikan kita makan saat kita kelaparan, kamu bayangin saja bila
saat itu tidak ada Yanti mungkin saat ini kita sudabh kelaparan" Andi sekarang yang emosi karena Sasa sangat susah untuk dikasih tau, dia selalu membuat
keputusan sendiri.
"Dan kamu juga harus ingat, Yanti yang memberitahu kita keberadaan Gilang kalau tidak ada Yanti apa mungkin kita bisa bertemu dengan Gilang dan
__ADS_1
Heni, kamu pikir dong, satu lagi Yanti juga yang memberitahu kalau Anton ada di alam gaib, kamu ingat-ingat lagi semua kebaikan yang telah Yanti lakukan untuk kita, jangan seperti ini, aku tau
Sasa yang aku kenal itu baik tidak seperti ini" Andi terus meyakinkan Sasa, dia juga mengungkit semua kebaikan yang telah Yanti lakukan untuk mereka.
Sasa yang mendengar itu hanya acuh, dia sudah tidak peduli lagi dengan Yanti, bahkan dia sudah melupakan semua kebaikan yang telabh Yanti lakukan selama ini, Yanti yang dulu dia pandang sangat baik dan menjadi salah satu sahabatnya sekarang bagaikan mnusuh dalam hatinya.
"Dan kamu juga jangan lupa Ndi, kamu jangan melupakan fakta ini kalau sebenarnya Yanti melakukan itu semua ada maunya bahkan dia sengaja mendekati kita bahkan menolong kita
itu hanya untuk menjadi bagian dari kita dan setelah itu dia akan menggiring kita kepada hantu pendaki itu karena mereka sudah bekerja sama bahkan Yanti juga yang merencanakan semuanya, kamu juga jangan lupakan itu Ndi" teriak Sasa yang membuat mereka semua diam.
Mereka bingung harus menjawab apa karena Sasa pasti akan selalu punya jawaban dari setiap kata yang mereka ucapkan, Sasa memang tidak bisa dikasih tahu dia hanya percaya kepada dirinya
sendiri.
"Aku tulus membantu kalian, aku sangat tulis, bahkan saat itu aku juga ikhlas membantu kalian karena kalian yang telah menyadarkan aku dan kalian juga yang membuat aku menjadi baik seperti ini, aku sangat berterimakasih kepada kalian karena sudah
memberikan aku kesempatan untuk menjadi makhluk yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dan semua yang aku ucapkan kepada kalian itu memang
benar" Yanti berusaha untuk meminta maaf kepada Sasa walaupun itu percuma.
"Apa yang kamu bilang semuanya itu nyata, bagaimana tentang kisah hantu pendaki, apa kamu yakin sudah mengatakan dengan jujur, aku rasa
semua ucapan kamu itu tidak ada yang jujur Yanti" Sasa membantah ucapan Yanti.
"Itu karena aku takut kalau aku jujur maka kalian akan menjauhi aku, dan aku tidak mau itu terjadi, aku sudah menganggap kalian sebagai sahabat ku
sendiri, kalian satu-satunya sahabat yang pernah aku miliki dan aku tidak mau kalian membenciku kalau kalian tau kebenarannya, saat itu aku memang
masih jahat tapi sekarang aku sudah benar-benar berubah bahkan sampai saat ini ada penyesalan di hatiku" Yanti berusaha untuk menjelaskan lagi.
__ADS_1
Dia terus berusaha untuk membuat Sasa percaya, tapi dia juga sadar kalau kepercayaan Sasa tidak akan pernah bisa kembali seperti sebelumnya, bahkan dia juga sadar kalau dia memang bersalah. Kepercayaan itu bagaikan gelas kaca, kalau sudah rusak atau pecah tidak akan pernah bisa kembali seperti semula, dan pastinya akan terus membekas untuk selamanya. Itu pula yang saat ini dirasakan oleh Sasa.
"Aku tetap tidak percaya Yanti, lalu bagaimana dengan kuntilanak yang saat itu merasuki tubuhku, bukankah semua yang dia katakan itu memang benar, kamu itu jahat, aku dan Andi yang bodoh karena terlalu percaya sama kamu Yan, padahal kuntilanak itu juga bilang kalau kamu adalah penyebab utama hantu pendaki itu mati secara mengenaskan, dan kamu di benci oleh mereka itu bukan karena mereka jahat dan kami baik, tapi justru mereka tidak mau berteman dengan kamu itu karena kamu jahat kepada mereka, bahkan kamu dia juga bilang kalau kamu itu licik sekali seperti ular yang berbisa, mulut kamu itu mengandung racun Yanti bahkan kamu memang pintar untuk berbohong, aku benci kamu" Sasa berkata pelan tapi kata-kata yang dia ucapkan itu bagaikan belati yang sangat tajam dan siap menghunus Yanti.